Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendakwah Habib Jafar menekankan pentingnya keadilan sebagai fondasi utama dalam membangun perdamaian.

Ia mengutip pesan tokoh bangsa, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang menegaskan hubungan erat antara keadilan dan perdamaian.

Habib Jafar menyebut, nilai utama dalam kehidupan sosial adalah menolak segala bentuk kezaliman.

"Dan yang paling penting, pesan sosial tentang anti kezaliman. Tidak ada perdamaian tanpa keadilan, kata almarhum Gus Dur. Karena itu, visi sosial agama itu harus dijalankan."

Pesan tersebut, menurutnya, tidak harus dimulai dari skala besar, tetapi justru dari diri sendiri.

Ia mencontohkan, bagaimana masyarakat kerap mengkritik tindakan perampasan hak dalam skala besar, namun sering mengabaikan praktik serupa dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, tindakan yang dianggap sepele pun dapat menjadi bentuk kezaliman jika merugikan orang lain.

"Ada jalan raya yang seharusnya bebas dari sesuatu yang menghalangi dia. Tapi kita halangi untuk acara hajatan-hajatan kita. Jadi untuk hal yang paling kecil pun, kita bisa juga melakukan kezaliman dalam skala yang kecil," katanya.

#habibjafar #toleransi #idulfitri



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/659494/gus-dur-sebut-tak-ada-perdamaian-tanpa-keadilan-habib-jafar-soroti-kezaliman-sehari-hari-rosi
Transkrip
00:00Dan yang paling penting, Mbak Rosi, adalah pesan sosial tentang anti-kezaliman.
00:07Itu yang harus.
00:08Karena tidak ada perdamaian tanpa keadilan, kata almarhum Gus Dur.
00:15Karena itu, visi sosial agama itu harus dijalankan.
00:19Dan ini bukan tentang dunia.
00:21Mungkin dunia tidak besar yang bisa kita lakukan untuk dunia, terlalu besar.
00:27Tapi tentang diri kita sendiri saja, misalnya.
00:30Kita mengkritik orang-orang yang merampas hak orang lain.
00:35Tanah orang lain, atau kedaulatan orang lain dirampas seenaknya.
00:41Ada orang yang datang ke Venezuela, gue gak suka lo, kemudian ya gue ambil lo, seenaknya misalnya.
00:48Kita membenci semua itu.
00:50Tapi bukankah kadang hal-hal seperti itu ada dalam diri kita?
00:54Ada jalan raya yang seharusnya menjadi jalan, tapi kita jadikan tempat parkir, seenaknya.
01:02Ada jalan raya yang seharusnya bebas dari sesuatu yang menghalangi dia.
01:08Tapi kita halangi untuk acara hajatan-hajatan kita.
01:13Jadi untuk hal yang paling kecil pun, sebenarnya kita bisa juga melakukan kezoliman dalam skala yang...
01:22Dalam skala kecil.
01:23Kecil, tapi kita melakukan itu.
01:25Betul.
01:26Dan kalau itu dilakukan bersama, itulah yang dimaksud kehancuran.
01:31Itulah yang menimbulkan peperangan.
01:33Bip, ada rasa kekhawatiran gak? Ada dampak dari Israel, Amerika menyerang Iran ini.
01:40Kemudian di antara kita umat beragama di Indonesia justru ada perpecahan.
01:45Karena misalnya kemudian, oh orang bagi umat muslim merasa ini penindasan bagi umat muslim.
01:55Tapi kemudian bagi umat Kristen, oh Israel bangsa terpilih jadi harus dibela.
02:03Padahal ini gak ada hubungannya dengan antara bangsa terpilih dan kemudian tentang agama.
02:10Ini ujungnya hanya kerakusan ekonomi, bisnis minyak dan ingin menguasai satu sama lain.
02:17Punya kekhawatiran gak kemudian ini justru melebar pada sentimen-sentimen ideologis diantara kita sendiri?
02:24Iya, sudah pasti kita diajarkan sebagai seorang muslim bahwa jangan biarkan sesuatu lewat begitu saja.
02:31Tanpa kita mengambil pelajaran.
02:32Karena hikmah itu kata Nabi Muhammad adalah harta karunnya umat Islam.
02:37Kita kemarin ngelewati Covid yang begitu berat.
02:41Kemudian bagi sebagian kita, itu lewat begitu saja.
02:45Dulu ketika Covid, sebagian muslim bilang, saya kok gak boleh ke masjid.
02:49Padahal saya pengen ke masjid.
02:51Sekarang bisa ke masjid, ya di masjid tetap sepi saja.
02:53Ya, artinya tidak ada pelajaran yang kita ambil dari Covid.
02:58Padahal itu yang begitu besar dan mengerikan bagi kita.
03:01Semua terdampak di seluruh dunia, di setiap orang terdampak.
03:04Begitu juga apa yang terjadi terkait perang yang ada di Timur Tengah saat ini.
03:12Penyerangan Israel dan Amerika ke Iran.
03:14Pertama, kita ingin ngasih tahu bahwa kepak sayap kupu-kupu di Amazon itu bisa menimbulkan dampak ke Sungai Ciliwung.
03:24Artinya, apa yang terjadi di sana harus menjadi pembelajaran bagi kita di sini.
03:31Bahwa kita dilarang untuk merasa terpilih.
03:37Merasa lebih dari yang lain.
03:39Merasa rasis dan merasa bisa menghukum dan menghakimi orang seenaknya sesuai dengan ego kita.
03:47Karena itu, mayoritas di sini tidak boleh menjadi mayoritarianisme.
03:53Itu pertama yang harus dipastikan.
03:55Kemudian yang kedua, untuk memastikan bahwa konflik yang terjadi di sana tidak terbawa ke sini.
04:02Sebagai konflik agama.
04:04Karena masih ada orang yang pasti beranggapan bahwa apa yang terjadi di sana itu ada sentimen agamanya.
04:11Padahal sama sekali tidak.
04:13Yang terjadi di sana bukan perang atas nama agama.
04:17Tapi perang atas nama ideologi yang menyeret-nyeret nilai agama justru sebagai bentuk pelecehan paling nyata terhadap agama.
04:26Karena agama justru dijadikan alasan untuk berperang.
04:29Padahal agama turun untuk perdamaian.
04:32Karena itu yang melakukan aksi tersebut bukan basicnya adalah Judaism atau Yahudi.
04:39Tapi Zionisme.
04:41Ideologi yang mengacak-ngacak Yahudi itu sendiri.
04:44Karena itu banyak orang-orang Yahudi yang setia pada nilai-nilai Yahudi yang tidak terima dengan apa yang dilakukan mereka.
04:52Aku mau mengatakan gini.
04:54Kadang-kadang kalau berbicara dengan teman-teman Nasrani yang melihat Israel atau Yahudi sebagai bangsa terpilih.
05:03Yes, oke, fine.
05:04Tetapi bukan Benjamin Netanyahu.
05:06Betul.
05:06Bukan rezimnya.
05:08Ini rezim politik.
05:10Dan harus dibedakan antara apa yang ada dalam Bible dengan rezim satu negara.
05:15Tidak ada hubungannya.
05:16Kita marah, kita anti pada polisinya Benjamin Netanyahu.
05:20Dan dia sama sekali.
05:22Saya adalah orang pertama yang akan mengatakan bahwa tidak, dia bukan orang yang dipilih Tuhan.
05:27Iya.
05:27Jadi sering sekali kadang-kadang itu di orang lain yang berperang.
05:32Tapi kemudian kita mencoba mencocok-cocokkan dengan apa yang tertulis dalam Bible atau dalam kitab suci.
05:39Padahal harusnya, koreksi saya kalau saya salah, tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang diajarkan dalam kitab suci atau
05:48apa yang difatwakan dalam kitab suci.
05:50Walaupun Al-Nasir itu bisa kebentuk secara sengaja dibuat oleh orang yang tidak berdanggung jawab atau secara tidak sadar oleh
05:57kita.
05:58Karena misalnya kebetulan Israel itu komunitasnya Yahudi, identik dengan Yahudi.
06:05Kemudian Amerika presidennya selalu dari kalangan Kristiani dan identik dengan masyarakat Kristiani.
06:13Kemudian Iran itu kebetulan adalah Republik Islam dan mayoritas di sana adalah orang Islam.
06:21Dan konflik utamanya adalah tentang Yerusalem yang menjadi tempat lahirnya Abrahamic faith.
06:27Tiga agama Yahudi, Kristen, dan Islam.
06:30Karena itu, Al-Nasir itu menjadi mudah untuk digunakan sebagai propaganda di berbagai negara.
06:39Karena itu, keberpihakan kita misalnya kepada Iran adalah keberpihakan bukan karena dia Islam.
06:45Tapi karena dia adalah orang yang diserang dan dizalimi.
06:50Begitu juga, apa yang kita lakukan di Palestina itu adalah suara kemanusiaan.
06:56Bukan suara agama, karena ada manusia yang diinjak-injak di sana.
07:00Kita membela manusia, kita membela bangsa lain, bukan karena kita seagama.
07:05Dan kita benci aktor-aktor kezaliman itu bukan benci kepada bangsanya, negaranya, dan apalagi agamanya.
07:14Karena kemungkinan itu bisa ada di mana saja.
07:18Oknum-oknum itu bisa ada di semua agama.
07:21Sehingga kebencian kita adalah bahkan tidak kepada orangnya, tapi kepada tindakan buruknya.
07:27Kita ingin mereka itu bertobat.
07:29Bukan ingin mereka kemudian hancur misalnya.
07:33Kita ingin mereka bertobat.
07:34Karena mereka juga adalah lukisan Tuhan.
07:37Setiap ciptaan itu adalah lukisan Tuhan.
07:39Karena itu yang kita ingin edukasi.
07:42Jangan sampai anasir-anasir keagamaan itu kemudian dibawa ke sini menjadi kemudian konflik.
07:49Nah itulah sebenarnya PR utama toleransi antarumat beragama di Indonesia saat ini.
07:55Di dunia yang semakin menggila, yang memungkinkan anasir agama itu dijadikan alat propaganda dan provokasi.
08:03Maka kita harus membentengi umat beragama di Indonesia dari virus itu.
08:10Kalau dulu ada vaksin COVID karena masalah virus biologis COVID-19.
08:17Sekarang harus ada vaksin toleransi karena virus ideologis yang bernama intoleransi atau peperangan yang mengatasnamakan agama.
08:28Terima kasih Beb.
08:29Saya rasa ini satu pencerahan yang luar biasa.
08:33Karena jangan sampai kemudian perang karena ketamakan, kerakusan, keinginan untuk penguasaan satu negara.
08:42Itu kemudian bisa berimbas di dalam negeri kita dan kemudian memucah belah kita sebagai umat beragama.
08:48Betul.
08:49Betul.
08:50Betul.
08:51Betul.
08:51Betul.
08:52Betul.
08:52Betul.
08:52Betul.
08:52Betul.
08:52Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan