Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan saat dirinya ditanya kondisi APBN ketika harga BBM dunia naik buntut perang Iran vs AS-Israel oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Pada waktu harga BBM naik ke level yang tinggi itu, saya diundang ke Kertanegara, ditanya, Kan kiranya waktu sudah kacau harga naik ini," ujar Menkeu Purbaya pada Jumat (27/3/2026).

"Pasti anggaran kacau nih. Ditanya sama Presiden, Gimana APBN? Aman, Pak. Kok aman? Kalau 100, aman, Pak. Sudah kita hitung sampai 100 aman semua. Artinya ada tindakan-tindakan yang bisa kita jalankan untuk mengamankan itu," lanjutnya.

Baca Juga Momen Presiden Prabowo Terima Kunjungan PM Malaysia di Istana Merdeka | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/659433/momen-presiden-prabowo-terima-kunjungan-pm-malaysia-di-istana-merdeka-kompas-malam

#purbaya #prabowo #iran #as #israel #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659476/cerita-menkeu-purbaya-saat-presiden-prabowo-kaget-apbn-hadapi-harga-bbm-dunia-naik
Transkrip
00:00Sekarang kita ada konteksnya global, sedang tidak stabil, geopolitik sedang bergerak, harga komunitas fluktuatif.
00:11Kalau negara tangga kita, BBM udah naik gak kira-kira kan?
00:16Di sini Pak, dengan kemungkinan orang-orang ini, kita bisa menjaga harga BBM di level yang sekarang, tanpa membahayakan APBN.
00:28Jadi tim kita itu jago, cuman di luar masih kurang dihargai ya.
00:33Kita masih kampanye itu, kita jago dibanding negara-negara tangga kita.
00:39Berarti timnya bagus sekali di sini.
00:41Dan pada waktu harga BBM naik ke level yang tinggi itu, saya diundang ke kata negara, ditanya.
00:49Kan kiranya waktu itu kacau, harga minyak ini, pasti anggaran kacau nih.
00:53Ditanya sama Presiden, gimana APBN?
00:56Aman, oh aman, aman Pak, sudah kita itu harus aman semua.
01:03Artinya ada tindakan-tindakan yang kita bisa jalankan untuk itu mengamankan itu.
01:08Dan itu belum terpublikasikan dengan baik ke media.
01:16Kayaknya saya, bicaranya saya separoh-separoh, kelihatannya mereka gak banyak ngerti.
01:19Tapi nanti tugas Pak Marbun, untuk memastikan itu lebih dipahami masyarakat.
01:34Jadi dengan keadaan yang seperti itu pun, kita gak pernah panik.
01:38Di luar kita tenang terus, walaupun kalau rapat panik sih.
01:43Tapi kita approach secara terukur, gak pernah ada angka yang aneh-aneh yang gak bisa kita hitung.
01:51Saya dibiarkan anggaran, lalu kia.
01:56Itu orang ITB nyasar.
01:59Jadi pasti jagung hitung.
02:02Orang ITB kok pengen anggaran?
02:03Sama menterinya.
02:05Elektor pengen kementerian perangkat sama akhirnya kita.
02:07Tapi, kita pastikan approach kita betul-betul pandetatif dan terukur.
02:13Semua memberi masukan yang pas pada waktu meeting.
02:17Jadi waktu kita serius, kita serius banget.
02:20Begitu selesai ketawa-ketawa.
02:23Tapi semuanya dikenalikan dengan baik.
02:26Kita pegang prinsip disiplin fiskal kredibilitas APBN.
02:33Itu yang kita pegang mati-matian selama ini.
02:37Selama paling enggak 6 bulan terakhir.
02:39Karena orang-orang udah lihat nih, kurba yang mau bikin misal nafal.
02:43Pasti tembus 3 persen.
02:45Langsung aja kamu lalui pun di bawah 3 persen kan.
02:48Kita publis berapa? 2,92.
02:52Aktualnya nanti di bawah itu lagi.
02:55Jadi jago juga rupanya.
02:57Dengan ada efisit di bawah 3 persen.
03:00Tapi kita semua nih, kerja semua bisa membalik arah ekonomi ke arah yang lebih baik.
03:06Terima keempatan lalu, saya yakin terima pertama ini juga tumbuhnya lebih bagus lagi.
03:11Berapa Fabrio?
03:12Fabrio?
03:13Ya, 5,5 loh.
03:17Nah itu salah.
03:18Anda bilang 5,7 kan?
03:22Di luar bilang 5,7.
03:25Kalau ada 5,5 loh, gue potong gonos ya.
03:29Enggak.
03:33Jadi dengan kebijakan yang pas, dengan diskusi yang terus-menerus,
03:38kondisi fondasi kita amat kuat.
03:42Dia bikin Pak perhidupan agak senang.
03:44Gimana?
03:44Nanti kok?
03:45Aman, Pak.
03:46Kalau naik sini?
03:46Aman, Pak.
03:47Kalau gitu?
03:48Aman, Pak.
03:49Jadi dia mikir, kok dia ngomongnya aman terus?
03:52Jangan-jangan yang itu.
03:55Kita bukan abis ya.
03:56Kita semua terhitung, semua kita hitung dengan baik.
04:00Enggak ada yang main-main untuk pertumbuhan ekonomi.
04:03Saya bukan mengandalkan fiskal aja tuh.
04:08SMI, apalagi LPEI,
04:11Kita coba galakkan.
04:14Ada GUNI, kita galakkan ke depan.
04:18Bahkan si PT SMI saya suruh hitung,
04:21kalau bikin sekolah,
04:23di indikasi,
04:25gimana,
04:27biaya seperti apa,
04:29bisa gak kita bikin,
04:31menerani pedang,
04:33dikti,
04:34dikti.
04:35Jadi kita sudah punya modal seperti itu.
04:38Kalau kepepet.
04:41Kementerian Keuangan,
04:42bukan penonton.
04:44Kita di depan,
04:45tapi di belakang.
04:48Kebijakan kita dampaknya di depan,
04:50walaupun kita di belakang.
04:51Sebaik juga ya.
04:53Jadi,
04:54kalau kita
04:55salah urus,
04:57hampir pasti
04:58negara ini
04:59arahnya
05:00akan terganggu.
05:03Jadi nanti
05:03Pak Robert
05:04pastikan
05:05kita bisa berjalan dengan
05:07lebih baik lagi.
05:08Sekarang udah baik,
05:09baik ke depan,
05:10lebih bagus lagi.
05:11Kita semua
05:12mendesain kebijakan,
05:14kita menjalankan dengan
05:15sistematis,
05:16kita ukur dampaknya.
05:19Makanya Pak Prima
05:20kesel sama saya,
05:21terus saya suruh
05:21tanya terus.
05:23Uang berapa?
05:25Sekian,
05:25sekian,
05:25kamu selalu berangga apa?
05:27MBD iya.
05:28Di monitor enggak?
05:29Di monitor.
05:29Mana monitornya?
05:30Anak buahnya belum pernah ke lapangan.
05:33Satu kali dalam menemui
05:34lima bulan,
05:34tapi ke depan
05:35akan lebih bagus lagi.
05:37Mungkin dia kesel sama saya,
05:38tapi kan dampaknya bagus.
05:39Kita bisa
05:40komunikasi dengan MBD.
05:42Pak Yuda juga
05:43bantulannya signifikan sekali
05:44sehingga kita bisa
05:45berkomunikasi dengan
05:47kepala MBD.
05:48Apa?
05:48BGN.
05:49BGN.
05:50Jadi,
05:51adalah langkah-langkah
05:52yang
05:54mereka lakukan
05:55karena mereka
05:56mengerti
05:57kesulitan kita di sini ya Pak.
05:58Pak Yuda ya.
06:00Kita di luar
06:01tenang,
06:02tapi dalam
06:02kita tidak hitung terus.
06:03Jangan sampai ada
06:04satu yang
06:06kita salah hitung.
06:09Jadi,
06:10kalau orang bilang
06:11kita mau krisis
06:12dua bulan,
06:13tiga bulan lagi,
06:15itu tidak benar.
06:16Kenapa?
06:17Semua yang mungkin
06:18sudah kita hitung
06:19di Kementerian Keuangan.
06:22Itu ada Pak
06:23Bebrio itu kan hitung
06:24walaupun salah terus tadi.
06:26Ada Pak Yon juga
06:28yang hitung
06:28Pak Jat,
06:29Pak Luki,
06:30Pak Suminto,
06:32banyak awamen.
06:34Banyak siapa?
06:36Mario.
06:37Mario banyak
06:38diperlukan terus.
06:41Tapi,
06:42selalu
06:43bukan
06:43positif dalam rapat
06:44sehingga
06:45kita bisa
06:45mengambil
06:46keputusan yang
06:47optimal.
06:50jadi nanti
06:51semuanya
06:52harus disadari
06:55bahwa
06:55APB yang ada
06:56shock absorber
06:57sekaligus
06:58engine
06:59shock absorber
07:00sekarang nih.
07:02Ketika
07:02harga minyak ini naik,
07:03kita serap
07:04di sini.
07:07Gara-gara itu
07:08BBM gak naik,
07:09sekarang
07:10populitas pemerintah
07:11naik
07:11penting sekali
07:12ke atas
07:12populitas
07:13persediaan utamanya.
07:15Itu
07:16akan
07:18menambah
07:19komponen
07:20stabilitas
07:21di ekonomi kita.
07:22Itu kita perlu
07:23sehingga kita
07:23fokus
07:24menjalankan
07:25program-program
07:26yang ada.
07:28Jadi
07:29shock absorber
07:31sekaligus
07:31engine
07:32itu harus
07:32balance
07:33keduanya
07:33dan
07:34balance itu
07:35tidak mungkin
07:35tercapai
07:36kalau kita
07:37kerja
07:37sendiri-sendiri.
07:38Udah bosan loh.
07:40Menurut gue
07:40ngomong.
07:41Udah bosan.
07:44jadi kita
07:46semua harus
07:46diintegrasi.
07:47Nah ini
07:48peran sekjen
07:49menjadi
07:50sentral
07:51ke depannya.
07:54Peran sekjen
07:55ini
07:55itu
07:56inti dari
07:56organisasi.
07:58Satu
07:58sebagai
07:58orkestrator
07:59anda harus
08:00memastikan
08:01semuanya
08:01seminggu.
08:02Kedua
08:03sebagai
08:03penggerak
08:04transformasi
08:05organisasi
08:06harus
08:07terus
08:07diperbaiki
08:08ke depannya.
08:10yang pajak
08:11mau di belakang
08:12kenapa di belakang?
08:14Bia cukai
08:17kita disorot
08:18oleh pimpinan
08:19tertinggi kita
08:19masalah
08:20pajak
08:21dan biaya cukai
08:22kita berselamatkan
08:23biaya cukai
08:24terus sampai
08:25sehingga
08:25ada harapan
08:26diperbaiki
08:27itu dah
08:27poin bagus sekali.
08:28Kita harus
08:29berbagi terus ke depan
08:30pajak
08:31juga sama.
08:32Ada beberapa
08:33langsah
08:33kita ambil
08:35Pak Bimo
08:35mengutematikan
08:37anggaran
08:37dan itu
08:39perintah langsung
08:40dari presiden
08:42nanti
08:42Pak Sekjen
08:44yang baru
08:44monter terus
08:45dari waktu
08:45ke waktu.
08:50Biarnya
08:51begitu
08:51kalau ada
08:52tekanan
08:53kita aktif
08:54begitu hilang
08:54bisa
08:55isu
08:56ya enggak
08:57kita enggak
08:58bisa isu
08:58kita sudah
09:00selamat
09:00kemarin
09:01kekrisis
09:02ke depan
09:04target kita
09:05adalah
09:06tugas kita
09:06adalah
09:08menciptakan
09:08suasana
09:09supaya
09:10ekonomi
09:10tumbuh
09:11lebih cepat
09:11lebih cepat
09:12lagi
09:12ke arah
09:13sana
09:138%
09:15katanya
09:15mudah-mudahan
09:15tercapai
09:16yang enggak
09:17sekarang
09:173 tahun
09:18ke depan
09:19kelihatannya
09:19bisa terlihat
09:20tercapai
09:21tercapai
09:22tercapai
09:22tercapai
Komentar

Dianjurkan