00:00Sekarang kita ada konteksnya global, sedang tidak stabil, geopolitik sedang bergerak, harga komunitas fluktuatif.
00:11Kalau negara tangga kita, BBM udah naik gak kira-kira kan?
00:16Di sini Pak, dengan kemungkinan orang-orang ini, kita bisa menjaga harga BBM di level yang sekarang, tanpa membahayakan APBN.
00:28Jadi tim kita itu jago, cuman di luar masih kurang dihargai ya.
00:33Kita masih kampanye itu, kita jago dibanding negara-negara tangga kita.
00:39Berarti timnya bagus sekali di sini.
00:41Dan pada waktu harga BBM naik ke level yang tinggi itu, saya diundang ke kata negara, ditanya.
00:49Kan kiranya waktu itu kacau, harga minyak ini, pasti anggaran kacau nih.
00:53Ditanya sama Presiden, gimana APBN?
00:56Aman, oh aman, aman Pak, sudah kita itu harus aman semua.
01:03Artinya ada tindakan-tindakan yang kita bisa jalankan untuk itu mengamankan itu.
01:08Dan itu belum terpublikasikan dengan baik ke media.
01:16Kayaknya saya, bicaranya saya separoh-separoh, kelihatannya mereka gak banyak ngerti.
01:19Tapi nanti tugas Pak Marbun, untuk memastikan itu lebih dipahami masyarakat.
01:34Jadi dengan keadaan yang seperti itu pun, kita gak pernah panik.
01:38Di luar kita tenang terus, walaupun kalau rapat panik sih.
01:43Tapi kita approach secara terukur, gak pernah ada angka yang aneh-aneh yang gak bisa kita hitung.
01:51Saya dibiarkan anggaran, lalu kia.
01:56Itu orang ITB nyasar.
01:59Jadi pasti jagung hitung.
02:02Orang ITB kok pengen anggaran?
02:03Sama menterinya.
02:05Elektor pengen kementerian perangkat sama akhirnya kita.
02:07Tapi, kita pastikan approach kita betul-betul pandetatif dan terukur.
02:13Semua memberi masukan yang pas pada waktu meeting.
02:17Jadi waktu kita serius, kita serius banget.
02:20Begitu selesai ketawa-ketawa.
02:23Tapi semuanya dikenalikan dengan baik.
02:26Kita pegang prinsip disiplin fiskal kredibilitas APBN.
02:33Itu yang kita pegang mati-matian selama ini.
02:37Selama paling enggak 6 bulan terakhir.
02:39Karena orang-orang udah lihat nih, kurba yang mau bikin misal nafal.
02:43Pasti tembus 3 persen.
02:45Langsung aja kamu lalui pun di bawah 3 persen kan.
02:48Kita publis berapa? 2,92.
02:52Aktualnya nanti di bawah itu lagi.
02:55Jadi jago juga rupanya.
02:57Dengan ada efisit di bawah 3 persen.
03:00Tapi kita semua nih, kerja semua bisa membalik arah ekonomi ke arah yang lebih baik.
03:06Terima keempatan lalu, saya yakin terima pertama ini juga tumbuhnya lebih bagus lagi.
03:11Berapa Fabrio?
03:12Fabrio?
03:13Ya, 5,5 loh.
03:17Nah itu salah.
03:18Anda bilang 5,7 kan?
03:22Di luar bilang 5,7.
03:25Kalau ada 5,5 loh, gue potong gonos ya.
03:29Enggak.
03:33Jadi dengan kebijakan yang pas, dengan diskusi yang terus-menerus,
03:38kondisi fondasi kita amat kuat.
03:42Dia bikin Pak perhidupan agak senang.
03:44Gimana?
03:44Nanti kok?
03:45Aman, Pak.
03:46Kalau naik sini?
03:46Aman, Pak.
03:47Kalau gitu?
03:48Aman, Pak.
03:49Jadi dia mikir, kok dia ngomongnya aman terus?
03:52Jangan-jangan yang itu.
03:55Kita bukan abis ya.
03:56Kita semua terhitung, semua kita hitung dengan baik.
04:00Enggak ada yang main-main untuk pertumbuhan ekonomi.
04:03Saya bukan mengandalkan fiskal aja tuh.
04:08SMI, apalagi LPEI,
04:11Kita coba galakkan.
04:14Ada GUNI, kita galakkan ke depan.
04:18Bahkan si PT SMI saya suruh hitung,
04:21kalau bikin sekolah,
04:23di indikasi,
04:25gimana,
04:27biaya seperti apa,
04:29bisa gak kita bikin,
04:31menerani pedang,
04:33dikti,
04:34dikti.
04:35Jadi kita sudah punya modal seperti itu.
04:38Kalau kepepet.
04:41Kementerian Keuangan,
04:42bukan penonton.
04:44Kita di depan,
04:45tapi di belakang.
04:48Kebijakan kita dampaknya di depan,
04:50walaupun kita di belakang.
04:51Sebaik juga ya.
04:53Jadi,
04:54kalau kita
04:55salah urus,
04:57hampir pasti
04:58negara ini
04:59arahnya
05:00akan terganggu.
05:03Jadi nanti
05:03Pak Robert
05:04pastikan
05:05kita bisa berjalan dengan
05:07lebih baik lagi.
05:08Sekarang udah baik,
05:09baik ke depan,
05:10lebih bagus lagi.
05:11Kita semua
05:12mendesain kebijakan,
05:14kita menjalankan dengan
05:15sistematis,
05:16kita ukur dampaknya.
05:19Makanya Pak Prima
05:20kesel sama saya,
05:21terus saya suruh
05:21tanya terus.
05:23Uang berapa?
05:25Sekian,
05:25sekian,
05:25kamu selalu berangga apa?
05:27MBD iya.
05:28Di monitor enggak?
05:29Di monitor.
05:29Mana monitornya?
05:30Anak buahnya belum pernah ke lapangan.
05:33Satu kali dalam menemui
05:34lima bulan,
05:34tapi ke depan
05:35akan lebih bagus lagi.
05:37Mungkin dia kesel sama saya,
05:38tapi kan dampaknya bagus.
05:39Kita bisa
05:40komunikasi dengan MBD.
05:42Pak Yuda juga
05:43bantulannya signifikan sekali
05:44sehingga kita bisa
05:45berkomunikasi dengan
05:47kepala MBD.
05:48Apa?
05:48BGN.
05:49BGN.
05:50Jadi,
05:51adalah langkah-langkah
05:52yang
05:54mereka lakukan
05:55karena mereka
05:56mengerti
05:57kesulitan kita di sini ya Pak.
05:58Pak Yuda ya.
06:00Kita di luar
06:01tenang,
06:02tapi dalam
06:02kita tidak hitung terus.
06:03Jangan sampai ada
06:04satu yang
06:06kita salah hitung.
06:09Jadi,
06:10kalau orang bilang
06:11kita mau krisis
06:12dua bulan,
06:13tiga bulan lagi,
06:15itu tidak benar.
06:16Kenapa?
06:17Semua yang mungkin
06:18sudah kita hitung
06:19di Kementerian Keuangan.
06:22Itu ada Pak
06:23Bebrio itu kan hitung
06:24walaupun salah terus tadi.
06:26Ada Pak Yon juga
06:28yang hitung
06:28Pak Jat,
06:29Pak Luki,
06:30Pak Suminto,
06:32banyak awamen.
06:34Banyak siapa?
06:36Mario.
06:37Mario banyak
06:38diperlukan terus.
06:41Tapi,
06:42selalu
06:43bukan
06:43positif dalam rapat
06:44sehingga
06:45kita bisa
06:45mengambil
06:46keputusan yang
06:47optimal.
06:50jadi nanti
06:51semuanya
06:52harus disadari
06:55bahwa
06:55APB yang ada
06:56shock absorber
06:57sekaligus
06:58engine
06:59shock absorber
07:00sekarang nih.
07:02Ketika
07:02harga minyak ini naik,
07:03kita serap
07:04di sini.
07:07Gara-gara itu
07:08BBM gak naik,
07:09sekarang
07:10populitas pemerintah
07:11naik
07:11penting sekali
07:12ke atas
07:12populitas
07:13persediaan utamanya.
07:15Itu
07:16akan
07:18menambah
07:19komponen
07:20stabilitas
07:21di ekonomi kita.
07:22Itu kita perlu
07:23sehingga kita
07:23fokus
07:24menjalankan
07:25program-program
07:26yang ada.
07:28Jadi
07:29shock absorber
07:31sekaligus
07:31engine
07:32itu harus
07:32balance
07:33keduanya
07:33dan
07:34balance itu
07:35tidak mungkin
07:35tercapai
07:36kalau kita
07:37kerja
07:37sendiri-sendiri.
07:38Udah bosan loh.
07:40Menurut gue
07:40ngomong.
07:41Udah bosan.
07:44jadi kita
07:46semua harus
07:46diintegrasi.
07:47Nah ini
07:48peran sekjen
07:49menjadi
07:50sentral
07:51ke depannya.
07:54Peran sekjen
07:55ini
07:55itu
07:56inti dari
07:56organisasi.
07:58Satu
07:58sebagai
07:58orkestrator
07:59anda harus
08:00memastikan
08:01semuanya
08:01seminggu.
08:02Kedua
08:03sebagai
08:03penggerak
08:04transformasi
08:05organisasi
08:06harus
08:07terus
08:07diperbaiki
08:08ke depannya.
08:10yang pajak
08:11mau di belakang
08:12kenapa di belakang?
08:14Bia cukai
08:17kita disorot
08:18oleh pimpinan
08:19tertinggi kita
08:19masalah
08:20pajak
08:21dan biaya cukai
08:22kita berselamatkan
08:23biaya cukai
08:24terus sampai
08:25sehingga
08:25ada harapan
08:26diperbaiki
08:27itu dah
08:27poin bagus sekali.
08:28Kita harus
08:29berbagi terus ke depan
08:30pajak
08:31juga sama.
08:32Ada beberapa
08:33langsah
08:33kita ambil
08:35Pak Bimo
08:35mengutematikan
08:37anggaran
08:37dan itu
08:39perintah langsung
08:40dari presiden
08:42nanti
08:42Pak Sekjen
08:44yang baru
08:44monter terus
08:45dari waktu
08:45ke waktu.
08:50Biarnya
08:51begitu
08:51kalau ada
08:52tekanan
08:53kita aktif
08:54begitu hilang
08:54bisa
08:55isu
08:56ya enggak
08:57kita enggak
08:58bisa isu
08:58kita sudah
09:00selamat
09:00kemarin
09:01kekrisis
09:02ke depan
09:04target kita
09:05adalah
09:06tugas kita
09:06adalah
09:08menciptakan
09:08suasana
09:09supaya
09:10ekonomi
09:10tumbuh
09:11lebih cepat
09:11lebih cepat
09:12lagi
09:12ke arah
09:13sana
09:138%
09:15katanya
09:15mudah-mudahan
09:15tercapai
09:16yang enggak
09:17sekarang
09:173 tahun
09:18ke depan
09:19kelihatannya
09:19bisa terlihat
09:20tercapai
09:21tercapai
09:22tercapai
09:22tercapai
Komentar