00:00Ini menarik sekali ya, padahal lingkungan Habib dibesarkan itu adalah sebuah lingkungan yang bisa dibilang eksklusif, privilege
00:07Lingkungan hidup dimana ini para keturunan Habib
00:11Tetapi justru oleh ayahnya Habib keluar
00:16Dan ketemu dengan orang lain yang berbeda agama, berbeda keyakinan denganmu
00:21Sejak dini, sejak kecil
00:23Sejak kecil
00:24Sudah ngerti belum konsepnya waktu itu, ngapain sih gue harus datang ke orang-orang ini
00:31Awalnya tidak mengerti, entah kenapa harus melakukan itu
00:36Belakangan ketika sudah mulai hidup dengan komunitas yang homogen dan eksklusif itu
00:42Bahkan salah paham
00:45Salah pahamnya di?
00:46Karena ngapain melakukan itu, tidak seharusnya
00:49Yang salah paham siapa?
00:50Kita seharusnya eksklusif, aku kepada ayahku
00:52Seharusnya kita hidup eksklusif
00:54Karena akhirnya komunitas yang homogen itu melahirkan ke salah pahaman
00:59Ya karena aku bisa gini, aku bisa gini misalnya gini
01:02Ngapain kan kita mayoritas
01:04Ngapain kita harus baik-baik sama minoritas
01:07Please deh
01:09Bahkan kan kehabiban itu ayah saya mendidiknya sebagai tanggung jawab
01:13Bukan sebagai privilege
01:16Bahkan kecilnya saya itu tidak suka kepada diri saya sendiri sebagai Habib
01:20Karena harus menjaga sikap sesuai dengan keteladanan yang dicontohkan Nabi Muhammad
01:25Menjadi duta Nabi Muhammad di masyarakat dan lain sebagainya
01:29Nah kemudian mulai itu ketika ketemu dengan lingkungan yang eksklusif
01:34Mulai kesalahpahaman terjadi
01:36Itulah yang melahirkan aksi-aksi dalam tanda peti intoleransi
01:40Dalam diri Habib?
01:42Iya
01:42Terhadap komunitas Tionghoa kita melakukan aksi-aksi intoleransi
01:48Kemudian kepada non-muslim kita melakukan aksi-aksi intoleransi
01:53Bahkan kepada hewan-hewan yang kita anggap haram
01:57Kita melakukan aksi-aksi intoleransi
02:00Kok bisa Habib?
02:01Kalau ketika dari kecil sebagai seorang keluarga yang terpandang
02:09Hidup dalam homogen keturunan Nabi
02:11Kemudian dari kecil sudah ketemu dengan pastor, pendeta
02:15Tapi justru malah zigzag intoleransi itu karena merasa dalam diri sendiri
02:20Merasa ingin melawan gitu
02:22Ngapain harus bersama mereka
02:23Iya karena hidup itu kan soal dialektika ya
02:27Diskursus ya
02:27Dan kata Nabi Muhammad itu agama temanmu itu mempengaruhi agamamu
02:32Ketika saya dididik di rumah kemudian menjadi pribadi yang toleran
02:37Ketika kemudian mulai keluar rumah bertemu dengan masyarakat yang homogen dan eksklusif
02:41Homogen lagi nih ya
02:42Iya
02:42Kemudian muncullah isunya bukan intoleransi sebenarnya
02:47Isunya seolah-olah kesal kepada si A, si B, si C
02:51Kemudian melakukan aksi-aksi yang tidak menyenangkan
02:54Jadi ditrigger kan
02:55Iya Bib ini pelajaran yang sangat luar biasa
02:58Bayangkan udah dari rumah diajarkan toleransi sejak dini
03:02Tetapi ketika berkumpul lagi keluar dari rumah
03:05Bertemu dengan orang-orang yang bisa men-trigger intoleransi
03:10Habib bisa kembali bisa berubah
03:14Tidak lagi menjadi seorang yang toleran di rumah
03:17Jadi ngeri loh
03:19Bukan cuma itu Barosi yang lebih parah
03:23Dari rumah aja udah diajarin toleransi
03:25Toleransi
03:26Dari rahim
03:28Kita lahir sebagai manusia yang penuh cinta kasih
03:31Kita lahir sebagai manusia yang toleransi
03:36Kata Al-Quran
03:37Tubuh kita ini dari ruh Tuhan yang maha kasih
03:40Semua kita
03:41Itu dilahirkan dari ruh Tuhan yang penuh dengan toleransi
03:47Karena itu gak ada tuh
03:49Bayi arema benci bayi persebaya
03:52Gak ada itu bayi Cina kesal sama bayi Arab gitu
03:56Iya kan
03:56Cinta itu diciptakan dan dilahirkan oleh Tuhan dan rahim ibu kita
04:02Sedangkan benci itu diajarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab
04:06Gak ada tuh anak kecil benci mereka yang berbeda
04:09Kebencian itu diwariskan dan diajarkan
04:13Bukan dilahirkan dan diciptakan oleh Tuhan dan ibu kita
04:17Karena itu kemudian
04:19Padahal itu ada gen toleransi di dalam tubuh kita
04:22Nah ketika ditrigger kemudian muncul intoleransi
04:25Belakangan kemudian baru ketika saya kenal dengan secara berdaulat
04:30Kenal sendiri di sekolah dengan satu teman saya namanya Hendra
04:34Itu orang katolik
04:36Dan agak aneh bagi saya orang katolik kok baik gitu
04:39Saya kira yang baik cuman orang Islam waktu itu
04:42Maka kemudian toleransi tumbuh
04:45Dan akhirnya kemudian filsafat
04:47Saya kira berperan besar dalam memberikan nuansa kepada saya
04:52Untuk menjadi pribadi yang toleran
04:55Karena intoleransi bagi saya itu sesuatu yang bukan hanya tidak sesuai dengan nilai agama
05:00Tapi tidak sesuai dengan nilai akal sehat
05:02Satu pelajaran yang aku sangat tertarik dari seorang Habib Jafar
05:08Bahkan dari toleransi itu dimulai dari rumah
05:12Didikan dari orang tua
05:14Didikan dari rumah
05:16Tetapi meskipun demikian
05:18Keluar ketemu orang pun
05:20Itu bisa men-trigger seorang untuk bersikap sebaliknya
05:24Sehingga kita harus bertemu orang lain lagi
05:27Dalam percakapan yang bisa mengembalikan bahwa
05:31Toleransi itu adalah bagian dari bagaimana kita menjadi seorang yang beriman
05:36Dan yang kedua menurutku juga
05:38Beb yang menarik dari Habib Jafar adalah
05:47Bagaimana kemudian Habib Jafar ini
05:54Menjadi seorang pribadi yang
05:57Apa ya
05:59Menjadikan agama itu
06:01Tidak perlu terlalu berat gitu
06:03Tidak perlu terlalu serius seolah-olah paling tahu agama
06:07Bahwa agama juga bisa dibawa secara ringan, santai, humanis
06:13Tanpa kehilangan esensinya
06:15Iya
06:16Nah apa pengalaman, apa titik poin
06:20Habib bisa jadi kayak begini
06:23Iya
06:23Pinter, kocak
06:25Tapi tidak kehilangan substansi
Komentar