Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendakwah Husein Jafar Al Hadar atau Habib Jafar mengaku, sejak kecil ia menghadapi tekanan identitas sebagai seorang habib yang dituntut menjadi representasi keteladanan Nabi Muhammad.

Namun, situasi berubah ketika ia mulai berinteraksi dengan lingkungan yang lebih eksklusif dan homogen. Di titik inilah, menurutnya, muncul kesalahpahaman yang memicu sikap intoleran.

lingkungan sosial yang homogen dan eksposur terhadap pandangan tertentu dapat memicu emosi negatif yang kemudian diarahkan kepada pihak lain.



#habibjafar #toleransi #idulfitri



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/659490/cerita-habib-jafar-dari-lingkungan-eksklusif-hingga-terjebak-intoleransi-rosi
Transkrip
00:00Ini menarik sekali ya, padahal lingkungan Habib dibesarkan itu adalah sebuah lingkungan yang bisa dibilang eksklusif, privilege
00:07Lingkungan hidup dimana ini para keturunan Habib
00:11Tetapi justru oleh ayahnya Habib keluar
00:16Dan ketemu dengan orang lain yang berbeda agama, berbeda keyakinan denganmu
00:21Sejak dini, sejak kecil
00:23Sejak kecil
00:24Sudah ngerti belum konsepnya waktu itu, ngapain sih gue harus datang ke orang-orang ini
00:31Awalnya tidak mengerti, entah kenapa harus melakukan itu
00:36Belakangan ketika sudah mulai hidup dengan komunitas yang homogen dan eksklusif itu
00:42Bahkan salah paham
00:45Salah pahamnya di?
00:46Karena ngapain melakukan itu, tidak seharusnya
00:49Yang salah paham siapa?
00:50Kita seharusnya eksklusif, aku kepada ayahku
00:52Seharusnya kita hidup eksklusif
00:54Karena akhirnya komunitas yang homogen itu melahirkan ke salah pahaman
00:59Ya karena aku bisa gini, aku bisa gini misalnya gini
01:02Ngapain kan kita mayoritas
01:04Ngapain kita harus baik-baik sama minoritas
01:07Please deh
01:09Bahkan kan kehabiban itu ayah saya mendidiknya sebagai tanggung jawab
01:13Bukan sebagai privilege
01:16Bahkan kecilnya saya itu tidak suka kepada diri saya sendiri sebagai Habib
01:20Karena harus menjaga sikap sesuai dengan keteladanan yang dicontohkan Nabi Muhammad
01:25Menjadi duta Nabi Muhammad di masyarakat dan lain sebagainya
01:29Nah kemudian mulai itu ketika ketemu dengan lingkungan yang eksklusif
01:34Mulai kesalahpahaman terjadi
01:36Itulah yang melahirkan aksi-aksi dalam tanda peti intoleransi
01:40Dalam diri Habib?
01:42Iya
01:42Terhadap komunitas Tionghoa kita melakukan aksi-aksi intoleransi
01:48Kemudian kepada non-muslim kita melakukan aksi-aksi intoleransi
01:53Bahkan kepada hewan-hewan yang kita anggap haram
01:57Kita melakukan aksi-aksi intoleransi
02:00Kok bisa Habib?
02:01Kalau ketika dari kecil sebagai seorang keluarga yang terpandang
02:09Hidup dalam homogen keturunan Nabi
02:11Kemudian dari kecil sudah ketemu dengan pastor, pendeta
02:15Tapi justru malah zigzag intoleransi itu karena merasa dalam diri sendiri
02:20Merasa ingin melawan gitu
02:22Ngapain harus bersama mereka
02:23Iya karena hidup itu kan soal dialektika ya
02:27Diskursus ya
02:27Dan kata Nabi Muhammad itu agama temanmu itu mempengaruhi agamamu
02:32Ketika saya dididik di rumah kemudian menjadi pribadi yang toleran
02:37Ketika kemudian mulai keluar rumah bertemu dengan masyarakat yang homogen dan eksklusif
02:41Homogen lagi nih ya
02:42Iya
02:42Kemudian muncullah isunya bukan intoleransi sebenarnya
02:47Isunya seolah-olah kesal kepada si A, si B, si C
02:51Kemudian melakukan aksi-aksi yang tidak menyenangkan
02:54Jadi ditrigger kan
02:55Iya Bib ini pelajaran yang sangat luar biasa
02:58Bayangkan udah dari rumah diajarkan toleransi sejak dini
03:02Tetapi ketika berkumpul lagi keluar dari rumah
03:05Bertemu dengan orang-orang yang bisa men-trigger intoleransi
03:10Habib bisa kembali bisa berubah
03:14Tidak lagi menjadi seorang yang toleran di rumah
03:17Jadi ngeri loh
03:19Bukan cuma itu Barosi yang lebih parah
03:23Dari rumah aja udah diajarin toleransi
03:25Toleransi
03:26Dari rahim
03:28Kita lahir sebagai manusia yang penuh cinta kasih
03:31Kita lahir sebagai manusia yang toleransi
03:36Kata Al-Quran
03:37Tubuh kita ini dari ruh Tuhan yang maha kasih
03:40Semua kita
03:41Itu dilahirkan dari ruh Tuhan yang penuh dengan toleransi
03:47Karena itu gak ada tuh
03:49Bayi arema benci bayi persebaya
03:52Gak ada itu bayi Cina kesal sama bayi Arab gitu
03:56Iya kan
03:56Cinta itu diciptakan dan dilahirkan oleh Tuhan dan rahim ibu kita
04:02Sedangkan benci itu diajarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab
04:06Gak ada tuh anak kecil benci mereka yang berbeda
04:09Kebencian itu diwariskan dan diajarkan
04:13Bukan dilahirkan dan diciptakan oleh Tuhan dan ibu kita
04:17Karena itu kemudian
04:19Padahal itu ada gen toleransi di dalam tubuh kita
04:22Nah ketika ditrigger kemudian muncul intoleransi
04:25Belakangan kemudian baru ketika saya kenal dengan secara berdaulat
04:30Kenal sendiri di sekolah dengan satu teman saya namanya Hendra
04:34Itu orang katolik
04:36Dan agak aneh bagi saya orang katolik kok baik gitu
04:39Saya kira yang baik cuman orang Islam waktu itu
04:42Maka kemudian toleransi tumbuh
04:45Dan akhirnya kemudian filsafat
04:47Saya kira berperan besar dalam memberikan nuansa kepada saya
04:52Untuk menjadi pribadi yang toleran
04:55Karena intoleransi bagi saya itu sesuatu yang bukan hanya tidak sesuai dengan nilai agama
05:00Tapi tidak sesuai dengan nilai akal sehat
05:02Satu pelajaran yang aku sangat tertarik dari seorang Habib Jafar
05:08Bahkan dari toleransi itu dimulai dari rumah
05:12Didikan dari orang tua
05:14Didikan dari rumah
05:16Tetapi meskipun demikian
05:18Keluar ketemu orang pun
05:20Itu bisa men-trigger seorang untuk bersikap sebaliknya
05:24Sehingga kita harus bertemu orang lain lagi
05:27Dalam percakapan yang bisa mengembalikan bahwa
05:31Toleransi itu adalah bagian dari bagaimana kita menjadi seorang yang beriman
05:36Dan yang kedua menurutku juga
05:38Beb yang menarik dari Habib Jafar adalah
05:47Bagaimana kemudian Habib Jafar ini
05:54Menjadi seorang pribadi yang
05:57Apa ya
05:59Menjadikan agama itu
06:01Tidak perlu terlalu berat gitu
06:03Tidak perlu terlalu serius seolah-olah paling tahu agama
06:07Bahwa agama juga bisa dibawa secara ringan, santai, humanis
06:13Tanpa kehilangan esensinya
06:15Iya
06:16Nah apa pengalaman, apa titik poin
06:20Habib bisa jadi kayak begini
06:23Iya
06:23Pinter, kocak
06:25Tapi tidak kehilangan substansi
Komentar

Dianjurkan