Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan soal antisipasi pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto buntut terjadinya perang Iran vs AS-Israel.

"Walaupun ada masalah di Timur Tengah, ada perang di sana sini, kita bersyukur ya, kita bersyukur bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat, bahwa kita harus swasembada pangan," ujar Menko Pangan, Zulkifli Hasan pada Sabtu (28/3/2026).

"Kita harus mandiri di bidang pangan. Jadi, antisipasi walaupun belum ada perang waktu itu, tapi sudah diantisipasi akan terjadi. Nah, kita beruntung di situ sehingga beras kita aman," lanjutnya.

Baca Juga Kronologi Saling Sanggah Trump-Iran soal Negosiasi Perang, Netanyahu Tetap Serang? di https://www.kompas.tv/internasional/659477/kronologi-saling-sanggah-trump-iran-soal-negosiasi-perang-netanyahu-tetap-serang

#breakingnews #prabowo #zulhas #budisantoso #pangan #iran #israel #as #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659478/full-menko-zulkifli-hasan-beber-antisipasi-presiden-prabowo-sebelum-pecah-perang-iran-vs-as-israel
Transkrip
00:00Saya dengan Mendak melihat langsung setelah lebaran ya.
00:13Tadi teman-teman sudah lihat sendiri, harga-harga, dengar sendiri, persediaan banyak, beras banyak.
00:30Ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak, walaupun mungkin pedagang belum 100 persen ya.
00:39Mungkin sudah 60-70 persen yang buka, 30 persen belum ya.
00:45Harga-harga bervariasi, ada yang turun, ada yang sedikit naik.
00:53Kayak, misalnya kalau telur itu kan sama harganya, ayam naik sedikit.
00:59Cabai kalau yang besar, cabai merah keriting turun.
01:04Tapi yang cabai apa tadi?
01:07Krawin merah.
01:08Krawin merah disebut cabai setan ya, saking mahalnya naik dia.
01:13Karena pedas katanya, itu naik harganya.
01:17Tapi secara umum, persediaan dan harga-harga masih terkendali.
01:22Kalau rawitnya cabainya turun berapa Pak, jadi berapa?
01:25Tadi 50.
01:27Kalau yang, ya sekilo 50 ribu.
01:30Kalau di tingkat rumahan gitu masih ada yang 110 per kilo?
01:34Ya itu yang nano, cabai apa?
01:37Cabai merah.
01:38Cabai itu rawit merah Pak.
01:38Ya yang kecil, yang segini.
01:40Yang pedas.
01:41Ya itu tadi 100 itu, seratusan harganya.
01:46Ya tentu kita akan pantau terus ya.
01:51Tiap hari, ini sekarang di sini.
01:54Kita juga besok saya cek di Lampung, juga di Jawa Tengah dan lain-lain ya.
02:00Karena harga-harga masih ada yang belum turun,
02:05maka pemerintah melakukan apa yang kita sebut dengan pasar murah.
02:10Ya nanti sore itu bulog akan menggelar pasar murah untuk seratus ribu.
02:17Seratus ribu paket.
02:19Ya ada beras, ada minyak dan lain-lain ya.
02:22Begitu juga daerah-daerah lain, kita melakukan pasar murah
02:26agar menekan harga di mana setelah lebaran ini kan belum seratus persen
02:33dan pedagangnya datang, oleh kita ini kita bantu dengan pasar murah.
02:39Saya kira begitu ya.
02:41Harga plastiknya naik itu pak?
02:43Ya ini memang tidak hanya pedagang sini,
02:46hampir seluruhnya memang mengeluhkan soal harga plastik.
02:50Naiknya itu gak kira-kira, bukan naik, ini melonjak.
02:56Nah, itu plastik.
02:58Karena saya dengar biji plastiknya juga naiknya luar biasa.
03:01Karena plastik itu kan dari BBM kan.
03:04Ya nanti kita tentu akan kita bahas secara khusus.
03:10Kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi ya.
03:14Kita akan undang beberapa pihak yang terkait mengenai biji plastik ini.
03:19Ya, terima kasih.
03:20Untuk pangan yang lainnya Pak, ada kekhawatiran kalau di negara-negara lain kan juga udah...
03:23Nah, kalau pangan kita pangan walaupun ada masalah di Timur Tengah,
03:31ada perang di sana-sini, kita bersyukur ya.
03:34Kita bersyukur bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat.
03:39Bahwa kita harus suasam ada pangan.
03:42Kita harus mandiri di bidang pangan.
03:44Jadi, antisipasi walaupun belum ada perang waktu itu,
03:49tapi sudah diantisipasi akan terjadi.
03:51Nah, ini kita beruntung di situ.
03:54Sehingga beras kita aman.
03:55Beras kita tahun lalu suruh 4 juta.
03:59Saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta.
04:02Jadi, insya Allah kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman setoknya ya.
04:06Jagung aman.
04:08Ayam aman.
04:09Telur aman.
04:10Sayur-sayuran kita tanam sendiri.
04:11Dan tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah.
04:16Tidak ada.
04:17Yang kita tidak bisa seperti gadum itu dari Eropa, Amerika.
04:22Kedele kita tidak punya itu dari Eropa dan Amerika.
04:25Jadi, tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah.
04:31Berarti pangan aman.
04:33Aman tidak ada masalah apapun.
04:35Oleh karena itu tidak usah khawatir ya.
04:38Setoknya, pengadaannya, insya Allah tidak ada masalah apapun.
04:42Jadi, tidak usah khawatir.
04:45Apalagi membeli setoknya berlebihan.
04:49Tidak perlu.
04:50Cukup.
04:50Secukupnya ya.
04:52Karena setoknya aman dan terkendali.
04:55Tidak ada kekhawatiran sama sekali mengenai, tidak ada.
04:59Tidak ada masalah apapun mengenai pangan.
05:03Oke.
05:04Pasar murah tiap kota.
05:06Nanti di Monas hari ini.
05:09Ya.
05:11Ya.
05:12Ya.
05:38Di secara fisik.
05:42Kami dari tim pusat mungkin tidak bisa ke pasar.
05:45Tetapi, teman-teman di daerah melalui kontributor kita ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau.
05:53Dari 514 kabupaten kota.
05:57Ya.
05:57Jadi, setiap hari itu teman-teman juga bisa ngecek ya.
06:00Di SP2KP namanya.
06:01Ada aplikasinya bisa cek perkembangan harga.
06:04Nah, kemudian sekarang setelah lebaran tadi memang informasi dari teman-teman di pasar minggu kurang lebih mungkin baru 50 persen
06:14ya.
06:14Berdekannya baru datang dan kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi.
06:24Ya. Jadi, saya kira semua bagus, pasokan tercukupi, dan kita akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sadari.
06:37Saya kira itu ya.
06:38Tapi, di Anandim bilang anomali, Pak.
06:39Kayak cabai aja itu dari awal kuasa sudah naik.
06:41Ya, jadi problemnya kan kami sudah komunikasi dengan asosiasi petaninya, problemnya memang cuaca.
06:48Jadi, salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus.
06:52Artinya, ketika hujan berhari-hari kan berarti nggak bisa memanen.
06:57Itu memang yang cabai, cabai rawit, cabai-rawit merah.
07:02Tapi yang lain nggak ada masalah.
07:03Tadi kalau lihat cabai merah yang panjang keriting itu kan di bawah HET.
07:09Itu kan HET-nya 55, tapi tadi dijual 50.
07:14Jadi masih normal, masih bagus ya.
07:16Sebenarnya nggak ada masalah.
07:18Itu memang yang cabai rawit merah aja.
07:21Pak, mengantisipasi nggak apa biasanya kalau habis lebaran itu harga-harga belum turun bahkan sampai 3 minggu setelah lebaran, Pak?
07:27Ya, tadi pertama problemnya kan memang belum semua berdagang ya, salah satunya.
07:34Yang kedua, yang berdagang itu kan tidak hanya yang ada di pasar ya, tetapi distributor mungkin sebagian juga masih belum
07:45pulih normal.
07:46Tapi kami komunikasikan terus ya.
07:48Jadi nanti kami komunikasikan lagi dengan teman-teman, khususnya para pemasoknya ya.
07:53Terutama yang penting itu bagaimana normal kembali masuk ke pasar-pasar.
07:58Ya, teman-teman memang jadi ada namanya bahan pokok.
08:11Itu memang ada beberapa yang kita tentukan harga acuan atau HET-nya ya.
08:15Itu memang yang menjadi kebutuhan pokok.
08:17Memang tomat itu bukan salah satu yang ditentukan harga acuannya.
08:21Ya, jadi tomat memang tadi ada kenaikan yang biasanya katanya 10 per kilo, sekarang 20.
08:29Ya, itu memang kalau kayak tomat, sayur itu memang naik turun ya sering ya.
08:35Kadang-kadang tergantung dari, terutama musim hujan itu selalu begitu.
08:39Kebiasaan kita karena faktor itu tadi, bagaimana memanennya dan sebagainya.
08:44Jadi, minyak goreng kan minyak kita, minyak kita tadi berapa?
08:5315.700.
08:54Coba, coba Ibu cek ya di SP2KP, itu minyak kita itu dulu sempat 17.000, sempat 16.800.
09:03Sekarang di SP2KP itu harga rata-rata nasional 15.800.
09:09HIT-nya 15.700, rata-rata kan 15.800 dari 16.800, dari 17.000.
09:20Ya, tapi ada yang berapa daerah Pak? 22.000 ke 24.000?
09:22Ya, itu begini.
09:24Kan sekarang minyak kita itu kan 35 persen distribusinya diserahkan ke BUMN Pangan.
09:30Ya, seperti ID Food dan Bulob.
09:34Ya, jadi kita memang terus dalam proses dan sekarang sudah lebih dari 35 persen.
09:40Itu minimal ya, minimal 35 persen.
09:43Karena kalau kita lihat kayak ID Food, Bulob kan juga banyak campang di mana-mana ya.
09:48Mudah-mudahan tempat-tempat lain termasuk wilayah timur bisa terdistribusi dengan baik.
09:53Pak, biaya logistik yang naik ini kan beberapa pangan kita masih impor ya,
09:57kayak bawang putih dan kedelai.
09:59Kedepan itu gimana Pak?
10:00Bawang putih, bawang putih nggak ada kenaikan ya.
10:04Jadi kalau yang lainnya sebenarnya nggak banyak yang impor.
10:07Memang bawang putih.
10:07Tapi kalau teman-teman lihat bawang putih normal aja.
10:11Kedepan Pak, misal udah ini kayak kedelai dan bawang putih itu kan impor,
10:14kena biaya logistik yang tinggi bakal naik nggak sih Pak?
10:17Atau ada ancang-ancang gitu?
10:19Ya ini pertama begini, kalau bawang putih kan kebanyakan impornya dari Cina.
10:26Ya dari Cina memang kalau logistiknya masih aman.
10:30Ya jadi kita impor untuk bawang putih juga masih jalan, nggak ada masalah.
10:34Bahkan impornya dari izin itu belum 100 persen.
10:37Ya artinya, apa sebenarnya begini ya.
10:43Kenapa kalau impor bawang putih?
10:47Karena suppliernya kan satu.
10:50Artinya yang kita ambil itu kan dari Cina.
10:53Kalau kita tiba-tiba ambil banyak, harga naik.
10:56Ya karena permintaan meluncakan.
10:59Supplier Cina juga pasti akan naikin harga.
11:02Makanya salah satu caranya adalah impornya itu memang apa, ya pelan-pelan gitu ya.
11:09Jadi sesuai kebutuhan di dalam negeri, menyesuaikan sehingga harga di dalam negeri menjadi stabil.
11:15Kalau tiba-tiba kita justru impor banyak, nanti yang dari suppliernya akan menaikkan harga karena permintaan kan meningkat.
11:23Nah kita sesuaikan.
11:23Jadi teman-teman sebenarnya sudah sejalan ya dengan pemerintah, impor sejalan dengan pemerintah,
11:28bahwa kita bersama-sama menstabilkan harga dengan cara salah satunya regulasi atau impornya.
11:35Kalau ke delay Pak?
11:37Kedilai sampai sekarang juga masih aman, nggak ada kenaikan.
11:40Ya gitu ya, kasih ya.
11:41Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan