00:00Saya dengan Mendak melihat langsung setelah lebaran ya.
00:13Tadi teman-teman sudah lihat sendiri, harga-harga, dengar sendiri, persediaan banyak, beras banyak.
00:30Ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak, walaupun mungkin pedagang belum 100 persen ya.
00:39Mungkin sudah 60-70 persen yang buka, 30 persen belum ya.
00:45Harga-harga bervariasi, ada yang turun, ada yang sedikit naik.
00:53Kayak, misalnya kalau telur itu kan sama harganya, ayam naik sedikit.
00:59Cabai kalau yang besar, cabai merah keriting turun.
01:04Tapi yang cabai apa tadi?
01:07Krawin merah.
01:08Krawin merah disebut cabai setan ya, saking mahalnya naik dia.
01:13Karena pedas katanya, itu naik harganya.
01:17Tapi secara umum, persediaan dan harga-harga masih terkendali.
01:22Kalau rawitnya cabainya turun berapa Pak, jadi berapa?
01:25Tadi 50.
01:27Kalau yang, ya sekilo 50 ribu.
01:30Kalau di tingkat rumahan gitu masih ada yang 110 per kilo?
01:34Ya itu yang nano, cabai apa?
01:37Cabai merah.
01:38Cabai itu rawit merah Pak.
01:38Ya yang kecil, yang segini.
01:40Yang pedas.
01:41Ya itu tadi 100 itu, seratusan harganya.
01:46Ya tentu kita akan pantau terus ya.
01:51Tiap hari, ini sekarang di sini.
01:54Kita juga besok saya cek di Lampung, juga di Jawa Tengah dan lain-lain ya.
02:00Karena harga-harga masih ada yang belum turun,
02:05maka pemerintah melakukan apa yang kita sebut dengan pasar murah.
02:10Ya nanti sore itu bulog akan menggelar pasar murah untuk seratus ribu.
02:17Seratus ribu paket.
02:19Ya ada beras, ada minyak dan lain-lain ya.
02:22Begitu juga daerah-daerah lain, kita melakukan pasar murah
02:26agar menekan harga di mana setelah lebaran ini kan belum seratus persen
02:33dan pedagangnya datang, oleh kita ini kita bantu dengan pasar murah.
02:39Saya kira begitu ya.
02:41Harga plastiknya naik itu pak?
02:43Ya ini memang tidak hanya pedagang sini,
02:46hampir seluruhnya memang mengeluhkan soal harga plastik.
02:50Naiknya itu gak kira-kira, bukan naik, ini melonjak.
02:56Nah, itu plastik.
02:58Karena saya dengar biji plastiknya juga naiknya luar biasa.
03:01Karena plastik itu kan dari BBM kan.
03:04Ya nanti kita tentu akan kita bahas secara khusus.
03:10Kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi ya.
03:14Kita akan undang beberapa pihak yang terkait mengenai biji plastik ini.
03:19Ya, terima kasih.
03:20Untuk pangan yang lainnya Pak, ada kekhawatiran kalau di negara-negara lain kan juga udah...
03:23Nah, kalau pangan kita pangan walaupun ada masalah di Timur Tengah,
03:31ada perang di sana-sini, kita bersyukur ya.
03:34Kita bersyukur bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat.
03:39Bahwa kita harus suasam ada pangan.
03:42Kita harus mandiri di bidang pangan.
03:44Jadi, antisipasi walaupun belum ada perang waktu itu,
03:49tapi sudah diantisipasi akan terjadi.
03:51Nah, ini kita beruntung di situ.
03:54Sehingga beras kita aman.
03:55Beras kita tahun lalu suruh 4 juta.
03:59Saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta.
04:02Jadi, insya Allah kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman setoknya ya.
04:06Jagung aman.
04:08Ayam aman.
04:09Telur aman.
04:10Sayur-sayuran kita tanam sendiri.
04:11Dan tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah.
04:16Tidak ada.
04:17Yang kita tidak bisa seperti gadum itu dari Eropa, Amerika.
04:22Kedele kita tidak punya itu dari Eropa dan Amerika.
04:25Jadi, tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah.
04:31Berarti pangan aman.
04:33Aman tidak ada masalah apapun.
04:35Oleh karena itu tidak usah khawatir ya.
04:38Setoknya, pengadaannya, insya Allah tidak ada masalah apapun.
04:42Jadi, tidak usah khawatir.
04:45Apalagi membeli setoknya berlebihan.
04:49Tidak perlu.
04:50Cukup.
04:50Secukupnya ya.
04:52Karena setoknya aman dan terkendali.
04:55Tidak ada kekhawatiran sama sekali mengenai, tidak ada.
04:59Tidak ada masalah apapun mengenai pangan.
05:03Oke.
05:04Pasar murah tiap kota.
05:06Nanti di Monas hari ini.
05:09Ya.
05:11Ya.
05:12Ya.
05:38Di secara fisik.
05:42Kami dari tim pusat mungkin tidak bisa ke pasar.
05:45Tetapi, teman-teman di daerah melalui kontributor kita ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau.
05:53Dari 514 kabupaten kota.
05:57Ya.
05:57Jadi, setiap hari itu teman-teman juga bisa ngecek ya.
06:00Di SP2KP namanya.
06:01Ada aplikasinya bisa cek perkembangan harga.
06:04Nah, kemudian sekarang setelah lebaran tadi memang informasi dari teman-teman di pasar minggu kurang lebih mungkin baru 50 persen
06:14ya.
06:14Berdekannya baru datang dan kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi.
06:24Ya. Jadi, saya kira semua bagus, pasokan tercukupi, dan kita akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sadari.
06:37Saya kira itu ya.
06:38Tapi, di Anandim bilang anomali, Pak.
06:39Kayak cabai aja itu dari awal kuasa sudah naik.
06:41Ya, jadi problemnya kan kami sudah komunikasi dengan asosiasi petaninya, problemnya memang cuaca.
06:48Jadi, salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus.
06:52Artinya, ketika hujan berhari-hari kan berarti nggak bisa memanen.
06:57Itu memang yang cabai, cabai rawit, cabai-rawit merah.
07:02Tapi yang lain nggak ada masalah.
07:03Tadi kalau lihat cabai merah yang panjang keriting itu kan di bawah HET.
07:09Itu kan HET-nya 55, tapi tadi dijual 50.
07:14Jadi masih normal, masih bagus ya.
07:16Sebenarnya nggak ada masalah.
07:18Itu memang yang cabai rawit merah aja.
07:21Pak, mengantisipasi nggak apa biasanya kalau habis lebaran itu harga-harga belum turun bahkan sampai 3 minggu setelah lebaran, Pak?
07:27Ya, tadi pertama problemnya kan memang belum semua berdagang ya, salah satunya.
07:34Yang kedua, yang berdagang itu kan tidak hanya yang ada di pasar ya, tetapi distributor mungkin sebagian juga masih belum
07:45pulih normal.
07:46Tapi kami komunikasikan terus ya.
07:48Jadi nanti kami komunikasikan lagi dengan teman-teman, khususnya para pemasoknya ya.
07:53Terutama yang penting itu bagaimana normal kembali masuk ke pasar-pasar.
07:58Ya, teman-teman memang jadi ada namanya bahan pokok.
08:11Itu memang ada beberapa yang kita tentukan harga acuan atau HET-nya ya.
08:15Itu memang yang menjadi kebutuhan pokok.
08:17Memang tomat itu bukan salah satu yang ditentukan harga acuannya.
08:21Ya, jadi tomat memang tadi ada kenaikan yang biasanya katanya 10 per kilo, sekarang 20.
08:29Ya, itu memang kalau kayak tomat, sayur itu memang naik turun ya sering ya.
08:35Kadang-kadang tergantung dari, terutama musim hujan itu selalu begitu.
08:39Kebiasaan kita karena faktor itu tadi, bagaimana memanennya dan sebagainya.
08:44Jadi, minyak goreng kan minyak kita, minyak kita tadi berapa?
08:5315.700.
08:54Coba, coba Ibu cek ya di SP2KP, itu minyak kita itu dulu sempat 17.000, sempat 16.800.
09:03Sekarang di SP2KP itu harga rata-rata nasional 15.800.
09:09HIT-nya 15.700, rata-rata kan 15.800 dari 16.800, dari 17.000.
09:20Ya, tapi ada yang berapa daerah Pak? 22.000 ke 24.000?
09:22Ya, itu begini.
09:24Kan sekarang minyak kita itu kan 35 persen distribusinya diserahkan ke BUMN Pangan.
09:30Ya, seperti ID Food dan Bulob.
09:34Ya, jadi kita memang terus dalam proses dan sekarang sudah lebih dari 35 persen.
09:40Itu minimal ya, minimal 35 persen.
09:43Karena kalau kita lihat kayak ID Food, Bulob kan juga banyak campang di mana-mana ya.
09:48Mudah-mudahan tempat-tempat lain termasuk wilayah timur bisa terdistribusi dengan baik.
09:53Pak, biaya logistik yang naik ini kan beberapa pangan kita masih impor ya,
09:57kayak bawang putih dan kedelai.
09:59Kedepan itu gimana Pak?
10:00Bawang putih, bawang putih nggak ada kenaikan ya.
10:04Jadi kalau yang lainnya sebenarnya nggak banyak yang impor.
10:07Memang bawang putih.
10:07Tapi kalau teman-teman lihat bawang putih normal aja.
10:11Kedepan Pak, misal udah ini kayak kedelai dan bawang putih itu kan impor,
10:14kena biaya logistik yang tinggi bakal naik nggak sih Pak?
10:17Atau ada ancang-ancang gitu?
10:19Ya ini pertama begini, kalau bawang putih kan kebanyakan impornya dari Cina.
10:26Ya dari Cina memang kalau logistiknya masih aman.
10:30Ya jadi kita impor untuk bawang putih juga masih jalan, nggak ada masalah.
10:34Bahkan impornya dari izin itu belum 100 persen.
10:37Ya artinya, apa sebenarnya begini ya.
10:43Kenapa kalau impor bawang putih?
10:47Karena suppliernya kan satu.
10:50Artinya yang kita ambil itu kan dari Cina.
10:53Kalau kita tiba-tiba ambil banyak, harga naik.
10:56Ya karena permintaan meluncakan.
10:59Supplier Cina juga pasti akan naikin harga.
11:02Makanya salah satu caranya adalah impornya itu memang apa, ya pelan-pelan gitu ya.
11:09Jadi sesuai kebutuhan di dalam negeri, menyesuaikan sehingga harga di dalam negeri menjadi stabil.
11:15Kalau tiba-tiba kita justru impor banyak, nanti yang dari suppliernya akan menaikkan harga karena permintaan kan meningkat.
11:23Nah kita sesuaikan.
11:23Jadi teman-teman sebenarnya sudah sejalan ya dengan pemerintah, impor sejalan dengan pemerintah,
11:28bahwa kita bersama-sama menstabilkan harga dengan cara salah satunya regulasi atau impornya.
11:35Kalau ke delay Pak?
11:37Kedilai sampai sekarang juga masih aman, nggak ada kenaikan.
11:40Ya gitu ya, kasih ya.
11:41Terima kasih.
Komentar