- 4 hari yang lalu
- #netanyahu
- #israel
- #iran
- #amerika
KOMPAS.TV - Spekulasi soal Benjamin Netanyahu terus bergulir, meski Perdana Menteri Israel itu sudah muncul lewat sejumlah video.
Tapi malah jadi pro kontra karena diduga video Netanyahu tidak asli, yakni hasil kecerdasan buatan.
Di sisi lain, saling balas serangan masih terus terjadi antara AS-Israel dengan Iran.
Kami akan bahas soal ini bersama Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi dan Pakar Strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, Marsma Purnawirawan Agung Sasongkojati.
Baca Juga PM Israel Netanyahu Muncul usai Ali Larijani Tewas: Mereka Kelompok Kriminal Pengendali Iran di https://www.kompas.tv/internasional/657898/pm-israel-netanyahu-muncul-usai-ali-larijani-tewas-mereka-kelompok-kriminal-pengendali-iran
#netanyahu #israel #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657926/full-pengamat-timteng-dan-pakar-soal-video-netayahu-dituduh-ai-bisa-picu-eskalasi-konflik
Tapi malah jadi pro kontra karena diduga video Netanyahu tidak asli, yakni hasil kecerdasan buatan.
Di sisi lain, saling balas serangan masih terus terjadi antara AS-Israel dengan Iran.
Kami akan bahas soal ini bersama Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi dan Pakar Strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, Marsma Purnawirawan Agung Sasongkojati.
Baca Juga PM Israel Netanyahu Muncul usai Ali Larijani Tewas: Mereka Kelompok Kriminal Pengendali Iran di https://www.kompas.tv/internasional/657898/pm-israel-netanyahu-muncul-usai-ali-larijani-tewas-mereka-kelompok-kriminal-pengendali-iran
#netanyahu #israel #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657926/full-pengamat-timteng-dan-pakar-soal-video-netayahu-dituduh-ai-bisa-picu-eskalasi-konflik
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:26PEMBICARA 1
00:57PEMBICARA 1
01:01Tampilnya Netanyahu di publik seolah ingin menangini Presiden Iran, Masud Beziksyian, yang turun ke jalan menemui warganya.
01:08Saat mengadiri aksi hari kuts peringatan tahunan untuk menyatakan solidaritas terhadap Palestina.
01:14Presiden berjalan santai sambil menyapa perjalanan kaki tanpa ada pengawalan ketat.
01:20Sementara itu, pengamat menduga Netanyahu tidak banyak muncul ke publik terkait dengan situasi keamanannya.
01:26Usia Netanyahu sudah 76 ya. Mungkin dalam situasi seperti ini juga mungkin kesehatan juga sangat berpengaruh.
01:36Saya melihat bahwa tidak tampilnya Netanyahu di dalam situasi normal, misalnya seperti situasinya Trump yang selalu mengekspos keberadaannya,
01:46kemudian selalu berpidato atau Iran yang turun ke jalan.
01:50Itu mungkin ada situasi tersendiri yang menjadi hambatan.
01:54Atau memang itu strategi supaya tidak dilacak.
01:58Kita tahu bahwa ini sangat mencari-cari keberadaan di mana Netanyahu.
02:03Jadi bisa jadi karena unsur strategi supaya tidak ditahu keberadaannya,
02:08atau memang sedang ada situasi yang tidak memungkinkan untuk tampil secara langsung,
02:13karena pemimpin itu yang dalam kondisi perang tampil dalam kondisi yang tidak baik,
02:18itu akan mempengaruhi moral dari warga negaranya.
02:22Terakhir, Netanyahu malah muncul mengumumkan kematian Sekretaris Dewan Kamanan Tertinggi Iran,
02:26Ali Larijani, dalam sebuah serangan pada selasa waktu setempat.
02:30Selain Larijani, Netanyahu mengklaim Israel juga mengumumkan kematian komandan pasukan Basij Iran,
02:35Golam Reza Soleimani.
02:43Saudara spekulasi soal Benjamin Netanyahu terus bergulir,
02:46meski Perdana Menteri Israel itu sudah muncul lewat sejumlah video,
02:51tapi malah jadi pro-kontra karena diduga video Netanyahu tidak asli,
02:56yakni hasil kecerdasan buatan.
02:59Di sisi lain, saling balas serangan masih terus terjadi antara AS Israel dengan Iran.
03:04Kami bahas soal ini bersama pengamat Timur Tengah,
03:07Hasibullah Satrawi dan Pakas Rategi Perimpunan Purnawirawan Angkatan Udara,
03:12Mars Mateni Purnawirawan Agung Sasongko Jati.
03:14Selamat pagi, Pak Hasibullah. Selamat pagi, Pak Agung.
03:18Selamat pagi.
03:19Selamat pagi, Mbak Uta dan Mas Agung.
03:21Selamat pagi, Pak Asibullah.
03:23Saya ke Pak Hasibullah dulu.
03:24Pak Hasibullah, ini kan kalau kita lihat tadi juga dalam pengantar ada beberapa video Netanyahu.
03:29Apa tanggapan Anda soal video kemunculan Netanyahu itu apa?
03:32Pesan yang kira-kira ingin disampaikan Netanyahu?
03:38Ya, yang pertama bahwa dengan terjadinya perang video ini menunjukkan memang perang di antara Amerika-Israel melawan Iran ini semakin
03:49kompleks.
03:49Jadi tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya.
03:54Di dunia nyata, saya sampaikan perkembangannya kurang lebih di 474 jam atau hari ke-20 dalam hitungan saya.
04:03Yang pertama masih berlanjut dengan serangan-serangan dalam bentuk membunuh tokoh-tokoh utama Iran ya.
04:13Termasuk yang terbaru adalah Menteri Intelijennya yang sekali lagi ini menjadi pukulan.
04:18Saya melihat sepertinya Iran belum memperbaiki kelemahan-kelemahan yang cukup mendasar selama ini terutama berkaitan dengan intelijen.
04:28Tapi yang kedua, Mbak Okta yang menurut saya perkembangannya tidak kalah menghangat di dunia nyata itu adalah bagaimana penggunaan sumber
04:40-sumber energi.
04:41Ya, khawatirkan karena energi berkaitan dengan kepentingan sumber orang.
04:45Dan sekarang baik Amerika, Israel maupun Iran sepertinya sama-sama menggunakan aspek ini untuk memaksakan kemenangan bagi masing-masing pihak.
04:56Dan yang ketiga, perkembangan yang terbaru di dunia nyata yang saya ikutin adalah bahwa Iran sepertinya mulai mendapatkan tekanan lebih
05:05kuat dari negara Arab Teluk.
05:07Yang terbaru misalkan kompresi PES disampaikan oleh meneluh Arab Saudi yang diksinya sudah hampir menyalahkan Iran 100%.
05:17Bahkan sudah digunakan istilah kesabaran mereka, ada batasnya.
05:21Termasuk mereka juga menyaksikan peran-peran positif Iran yang selama ini diklaim dalam konteks dunia Islam.
05:27Ini dunia nyata dalam tiga perkembangannya yang terbaru kurang lebih di hari ke-20.
05:33Nah memang yang tidak kalah menarik adalah perkempuran di dunia maya yang salah satunya adalah ditandai dengan soal kemunculan daripada
05:43Nita Nyahung.
05:43Saya melihat soal apa namanya benar atau tidaknya video ini secara visual itu bukan keahlian saya, tapi secara politik saya
05:53memahami bahwa ini ada kebencian atau ada ketidaksukaan yang sedemikian dalam dari masyarakat dunia.
06:00Bukan hanya masyarakat Timur Tengah atau Indonesia karena yang saya ikutin dua hari yang lalu video itu sudah kurang lebih
06:06ditonton oleh 70 juta kalau mulut salah satu media di Timur Tengah.
06:11Itu dua hari yang lalu mungkin dengan ditambah dua hari belakang mungkin sudah 100 juta walaupun di masyarakat kita lebih
06:19banyak lagi angkanya.
06:20Cuman bagi negara-negara kecil seperti Israel di banyak Timur Tengah sampai kemudian ditonton oleh 70 juta itu kan hal
06:29yang luar biasa.
06:30Dan salah satu maknanya menurut saya ini ada kebencian di satu sisi yang semikian dalam kepada Nita Nyahung sehingga sangat
06:38berharap misalkan Nita Nyahung segera meninggal misalkan dalam kebencian itu.
06:45Tapi di sisi lain kita mendukungnya mirip akhirnya menjadi kayak kita mengalami perdebatan di tingkat nasional saya tidak akan sebutkan
06:56judulnya.
06:58Saya melihat itu juga mirip dengan pendekatan yang ada di kita di tingkat global.
07:01Dimana kemudian para ahli termasuk netizen itu mencoba uji petik terhadap berbagai macam titik gitu.
07:10Apakah ini asli atau bukan dan akhirnya kesimpulannya tidak lepas dari dua masalah tadi.
07:16Yang benci tidak suka itu akan menyimpulkan bahwa ini adalah salah.
07:24Ya Pak Asyibullah
07:28Baik sembari kita menunggu Pak Asyibullah tersambung kembali kita ke Pak Agung.
07:33Pak Agung tadi kalau dikatakan ini kayaknya sejak kemunculan videonya Netanyahu perangnya juga katanya semakin kompleks bahkan ini tidak hanya
07:42terjadi di dunia nyata tapi juga di dunia maya.
07:45Terakhir juga Netanyahu mengumumkan kematian Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Rajani.
07:49Apakah ini semacam strateginya Israel kemudian juga ingin menegaskan bahwa kekuatan Iran ini semakin melemah begitu dengan kemunculan Netanyahu dari
07:57video-video yang sampai dengan saat ini juga masih memicu pro dan kontra nih.
08:01Karena netizen juga mengira bahwa ini videonya dibuat dengan AI.
08:06Oke terima kasih.
08:08Jadi video Netanyahu santai minum kopi di tengah gentuman perang ya setelahnya ini.
08:13Jelas ini adalah ghost on the ladder atau palsu hasil orang AI atau deep fake yang diproduksi di tujuan tertentu
08:21ya.
08:21Jadi kita tidak boleh terjebak hanya pada hasil atau palsu video ini namun kita harus melihat siapa yang membayang kendali
08:29atas narasi ini ya.
08:30Jadi jika video itu pro netanyahu itu adalah upaya menciptakan hegemoni budaya.
08:37Tujuannya membuat Netanyahu tidak tenang, terkendali di atas angin.
08:40Ini taktik klasik untuk menjaga moral domestik Israel dan pendukungnya di barat akan tetap sulit.
08:45Namun jika video itu kontra netanyahu, ini adalah serangan balik atau menampilkan dia minum kopi saat rakyatnya orang lain menderita
08:53adalah cara untuk memicu kemarahan publik
08:55dan mendelektimasi kekuasaannya sebagai pemimpin yang tidak punya rasa empati ya.
09:01Jadi bagi negara yang sedang berperang, informasi itu adalah force multiplier atau peningkatan power untuk pesan-pesan yang ingin disampaikan.
09:11Pertama ada deception taktik ya, negara melakukan apa saja untuk memaksimalkan power dan keamanan mereka.
09:17Jadi menyebarkan deep flick itu adalah bentuk modern daripada penyesatan.
09:21Kemudian jamming kognitif.
09:24Tujuannya bukan cuma buat orang percaya, takkan kebohongan ini, tapi buat orang bingung mana yang benar, mana yang salah.
09:30Jika publik sudah tidak percaya pada apa yang mereka lihat, maka komando nasional lawan akan lebih mudah digoyangkan.
09:36Jadi kita sekali lagi jangan terbaik pada target fixation.
09:39Kemudian ya kita harus fokus pada apa yang terjadi, betul-betul yang terjadi di sana.
09:46Kadang-kadang deep flick ini malah justru lebih memberikan pesan yang masuk ke dalam benar kita.
09:52Jadi kita harus skeptis dan tugas.
09:54Jadi kita melihat bukan berarti mempercayai.
09:57Jadi penutupnya ya video itu adalah bagian dari kampanye di ranah kognitif.
10:03Kita tetap melihat pergerakan aset nyata, jadi apa yang terjadi di beritanya sesungguhnya,
10:10dan bagaimana Netanyahu akan tampil sesungguhnya.
10:14Jadi jangan kita mau di jamming sama propaganda murahan ini.
10:17Fokus bahwa apa yang terjadi di sana, dan kita melihat apa yang kita kerjakan sebagai orang Indonesia adalah apa yang
10:24sejauh-jauh real terjadi.
10:25Tidak berdasarkan apa itu, apa, di fake gitu.
10:28Oke, Pak Agung kalau tadi dikatakan berarti kita jangan terjebak dalam narasi soal atau memikir soal ini asli atau palsu
10:34gitu,
10:35tapi artinya adalah bagaimana siapa yang memegang kendali.
10:38Kalau tadi dikatakan berarti ini menjadi salah satu taktiknya Israel,
10:41apa berarti pembuatan videonya sendiri ini Pak,
10:45apakah memang pembuatannya orang iseng,
10:47atau justru memang ini diproduksi secara resmi begitu,
10:50karena tadi dikatakan ini sebagai bagian dari taktiknya Israel.
10:54Oh jelas ofisial ya,
10:57video semacam ini digunakan untuk mengumumkan kematian daripada lawan,
11:00tapi ini adalah alat bantu pada saat Netanyahu sendiri mungkin tidak bisa tampil,
11:06karena mungkin sakit, atau mungkin terluka, ataupun ada alasan lain.
11:10Karena kita tahu juga bahwa
11:13hal yang paling mencurigakan adalah tepatnya rudal itu bisa berada di banker meskipun tidak membunuh,
11:19tapi kan itu merupakan ada kebocoran.
11:21Jadi sekarang kayaknya Israel tidak menganggap remeh Iran,
11:24sehingga memilih untuk tidak muncul, kenapa?
11:27Karena ternyata Iran juga sanggup untuk mentarget dia.
11:30Jadi perannya strategi nyatanya pembangunan AI ini adalah akselerasi atrisinya.
11:37Jadi selain digunakan untuk membuat debate,
11:42ini juga untuk targeting.
11:44Jadi untuk dapat koordinat peluncurnya,
11:50kemudian sasarannya di mana,
11:52kemudian pola-pola gerakan daripada orang di situ.
11:55Mungkin CCTV-nya di Teheran sudah di hijack,
11:58sudah diambil untuk melihat siapa sasarannya.
12:00Makanya mereka bisa cepat sekali mengetahui siapa ada di mana, ada di mana.
12:03Kemudian, namun di sisi lain dia juga berhadapan dengan Iran yang juga punya kemampuan itu.
12:09Yang mungkin kita nggak ketahui ya,
12:10itu di Teheran itu beredar di medsos itu dibajak,
12:14kemudian sebar berita bahwa pemerintahmu sudah lemah,
12:17sudah lutus, baiknya kamu bentuk perita baru.
12:19Tapi di sisi lain,
12:20di masyarakat Israel juga dibajak juga oleh dari Teheran,
12:24mengatakan bahwa kalau kamu ingin menghentikan serangan saya ini,
12:28maka kamu harus hentikan pemerintahmu nyerang kami.
12:31Karena memang mungkin kita juga nggak tahu,
12:33Teheran itu setiap beberapa jam itu mengirim satu, dua drone loh.
12:39Sehingga akhirnya alarm menyala terus, alarm menyala terus.
12:41Dan tidak prosedur dinyalakan,
12:43maka kegiatan sehari-hari, kegiatan sosial itu terganggu sekali.
12:48Jadi itu membuat kacau juga perekonomian dan siklus hidupnya
12:52rakyat Israel, khususnya di ibu kota Tel Aviv.
12:55Oke, Pak Agung, dengan berkembangnya AI itu,
12:59tapi ini akan bisa terjadi resiko kesalahinterpretasi nggak sih,
13:04termasuk juga bagaimana di kill chain-nya,
13:06alias rantai proses dari identifikasi target
13:09sampai dengan paksanaan serangan baik di kedua negara ini?
13:13Iya, Netanyahu membutuhi dukungan transfer domestik dengan AI
13:17menggunakan sistem yang mereka sebuah dengan gospel lavender.
13:20dia bisa mengklaim bahwa serangan itu bersifat presisi
13:23dan meminimisir kolateral.
13:25Jadi seperti di Gaza pun,
13:27dia sudah yang menentukan bukan orang,
13:28jadi nggak ada yang merasa berdosa,
13:29yang penting bakal terbang, bawa bom,
13:31bomnya di hargan koordinat itu sudah.
13:33Dia tidak bertanggung jawab,
13:34tak isu padahal harusnya bertanggung jawab.
13:36Meskipun di lapangan itu realitasnya berbeda,
13:39banyak kolateral damage yang terjadi.
13:41Jadi ini adalah upaca menciptakan hegemoni narasi,
13:44sehingga operasi menteri bisa jalan terus dapat tekanan
13:47terkenan daripada masyarakat bahwa ini adem tanggung jawab
13:50dan juga meninggalkan mengurangi tekanan pada pelakunya.
13:54Kemudian juga AI ini digunakan untuk manajemen eskalasi.
13:59Dia ingin menunjukkan bahwa Iran itu macan kertas
14:02yang sistem petan udaranya bisa dikebus oleh algoritma yang bicedas.
14:06Jadi upaya memaksimasi powernya
14:08untuk memaksikan tidak ada kekuatan lain yang bisa menantang Israel.
14:11Jadi kelihatan semua yang harus dicuapkan diucapkan,
14:14yang tidak dicuapkan tidak diucapkan.
14:16Nah cuman memang kemarin
14:17untuk videonya Netanyahu itu kayaknya dibuat oleh
14:21cybercommennya Israel
14:24yang memang kelihatannya memang ahli dari militer
14:27yang tidak terlalu ahli untuk berhadapan dengan netizen.
14:30Jadi mereka merasa itu sudah sempurna, sudah bagus,
14:33tetapi memang dengan buddha bisa dibongkar oleh netizen.
14:37Itu adalah, kalau di Iran mereka tidak menggunakan deepfake,
14:41mereka dibacakan setemennya oleh orang lain.
14:43Itu mungkin lebih baik daripada menggunakan deepfake.
14:47Oke, Pak Sibullah sudah bergabung kembali.
14:49Pak Sibullah berarti begini,
14:51kalau tadi dikatakan memang AI ini akan mempengaruhi
14:53bagaimana tidak hanya antar kedua pihak saja
14:58tapi juga bagaimana dunia melihat perang ini.
15:00Lantas apakah memang pola perangnya saat ini
15:02itu juga sudah berkembang ke algoritmik war itu,
15:05kemudian apakah ini akan mempengaruhi
15:06seberapa lama ini akan terjadi?
15:08Pak Sibullah.
15:11Ya, sebenarnya kalau akan berpengaruhi atau tidak
15:15sebelum seberapa lama,
15:17kita harus paham bahwa memang Israel ini
15:19banyak sekali dia ingin mendapatkan keuntungan dari perang ini.
15:23Selain keuntungan yang sifatnya nyata di lapangan,
15:27seperti tidak ada lagi ancaman dari mereka yang menjadi musuh,
15:30juga menurut saya juga ada kepentingan atau keinginan untuk
15:35dalam tanda kutip mengurangi persepsi daripada dosa-dosa nita nyahu.
15:40Nah kita tahu nita nyahu akibat perang gaga misalkan itu menjadi sosok yang paling buruk mungkin,
15:46terutama setelah mendapatkan, apa namanya, status hukum dari ICC
15:51sebagai orang yang diduga dan perlu diadili untuk tuduhan kejahatan perang.
15:58Dan sekali lagi ini beban yang luar biasa, ini status yang luar biasa.
16:02Nah kalau kita baca perang Iran dalam konteks view yang lebih luas termasuk di Gaza,
16:09maka sebenarnya perang Iran ini memberikan keuntungan lebih banyak juga kepada nita nyahu,
16:15karena paling tidak dengan perang Iran ini, maka dia tidak menjadi terkucil sedemikian lupa.
16:21Karena kita tahu ada Amerika di situ dan Trump juga mulai masuk di situ,
16:25apalagi perang ini kemudian juga melibatkan negara-negara Arab teluk.
16:30Jadi sentimen publik itu kemudian terpecah.
16:33Bahkan kalau kita amatin, sampai sekarang tidak ada satupun yang saya ikutin
16:38yang nyata-nyata secara eksplisit mengecam Iran misalkan.
16:42Atau mendukung Iran, mendukung Iran gitu.
16:44Yang menjadi orang yang dikorban, terutama dari negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim.
16:50Bahkan elit Iran sendiri mengeluhkan itu,
16:52karena ini seakan-akan tidak ada satu negara pun yang berpihak
16:57atau yang secara nyata mendukung Iran gitu.
17:00Sekali lagi kita bicara di level government.
17:02Kalau masyarakatnya saya yakin hampir rata dapat dukungan kepada Iran,
17:08memberikan dukungan kepada Iran.
17:10Tapi secara resmi disampaikan oleh para kepala negara,
17:13itu menurut saya sangat terbatas, paling tidak yang memberikan dukungan kepada Iran.
17:18Terlebih lagi kemudian Iran juga menyerang kepala negara-negara Arab teluk
17:22yang sekali lagi membuat sentimen publik itu terpecah.
17:25Jadi dia harus mendukung kepada siapa dan gimana.
17:28Dan inilah menurut saya yang sekali lagi juga dimanfaatkan oleh Nita Nyahu
17:32dengan berbagai macam operasi langitnya,
17:35dengan berbagai macam operasi sosial medianya
17:39untuk kemudian pelan-pelan dia mengurangi beban persepsi
17:44di mata dunia tentang orang yang melanggar peraturan hukum internasional,
17:49tentang orang yang diduga melakukan kejahatan perang, dan lain sebagainya.
17:53Nah oleh karena itu, kalau benar ini adalah menguntungkan Nita Nyahu
17:58dan saya yakin benar, maka tentu Nita Nyahu akan butuh waktu lebih baik,
18:03lebih lama lebih baik bagi dia.
18:05Karena dengan terus ini berlanjut, maka proses, katakanlah cuci diri,
18:11bukan money laundering, tapi cuci diri yang dia lakukan dengan cara-cara seperti ini
18:16itu akan berlangsung dan diharapkan pada waktunya akan betul-betul
18:20mampu mengubah seorang Nita Nyahu yang pesakitan dalam konteks isu korupsi
18:25dan juga dalam konteks kejahatan perang,
18:29tapi dia pelan-pelan kemudian berubah menjadi mungkin diyakini
18:32dan dianggap sebagai pahlawan.
18:34Minimal itu sekarang yang diyakini oleh pendukung-pendukungnya.
18:38Jadi saya melihat justru dari sisi Nita Nyahu,
18:41ini akan mengharapkan perang ini lebih lama,
18:44dari sisi Iran juga mungkin siap lebih lama,
18:46karena sekarang lagi posisinya diserang,
18:48yang betul-betul berada di tengah,
18:50yang tidak diuntungkan sebagaimana yang sering saya sampaikan,
18:53adalah Amerika dan negara Arab Teluk.
18:56Makin lama perang ini berlangsung,
18:58maka makin hangus kepentingan Amerika,
19:00makin hangus juga kepentingan-kepentingan Arab Teluk.
19:03Karena itu, saya selalu sampaikan,
19:05yang paling untung dari perang ini adalah Israel,
19:08yang paling untung yaitu Amerika dan negara-negara Arab Teluk.
19:11Begitu, Mbak.
19:12Oke, jadinya kayak ada semacam sama-sama diuntungkan dalam hal ini.
19:16Lantas tadi, kalau dikatakan soal dengan penggunaan AI ini,
19:20sentimen publiknya bisa pecah,
19:22termasuk juga pemanfaatan AI dalam sistem persenjataan,
19:24ini kan juga mulai digunakan begitu untuk mengintegrasikan ke sistem drone,
19:28dan juga pertahanan.
19:29Apakah ini akan membuat semakin rumit dalam keputusan taktis di medan perang,
19:33atau justru seperti apa, Pak Agung?
19:38Oh iya, karena gini,
19:41persepsi itu sekarang adalah,
19:43hampir semua hal terjadi adalah tergantung dari persepsi kita.
19:47Nah, bila persepsi itu menjadi,
19:50apa, dirubah, maka gini.
19:52Jadi gini aja,
19:52banyak orang yang menganggap bahwa kekalahan itu adalah kalah,
19:57tapi tidak.
19:57Karena kekalahan itu dilihat dengan sisi yang lain
20:00daripada orang yang dicontohnya,
20:01seperti Hamas.
20:02Itu dalam aturan perang itu kalah ya,
20:05tetapi dalam bidang lain dia menang.
20:07Tentu menang secara diplomasi,
20:09menang secara bahagia,
20:11betul-betul kelihatan teraniaya,
20:12penjahatnya Israel, gitu.
20:14Nah, sekarang memang sedang merubah persepsi,
20:16bagaimana caranya persepsi bahwa negara yang diserang.
20:19Dalam perang ilegal ini,
20:20perang yang tidak berdasarkan apa,
20:22aturan main yang benar ini,
20:24itu menjadi,
20:26dibuat menjadi seolah-olah dia yang jahat,
20:28dia yang salah,
20:29sesuai dengan apa,
20:31bingkai persepsi yang ditanamkan
20:33selama bertahun-tahun kepada Iran.
20:35Jadi,
20:36Iran yang melakukan perlawanan
20:38dengan segala daya untuk survive,
20:40itu sekarang dibuat menjadi seolah-olah
20:43dia yang salah,
20:44dia yang apa,
20:45yang memang orang jahatnya,
20:48yang satu lagi,
20:48pembela dunia dari perilaku jahat ini.
20:52Jadi, persepsi itu penting.
20:53Tapi, persepsi juga perlu didukung dengan,
20:56apa namanya,
20:57dengan nyata.
20:59Contohnya,
20:59bahwa persepsi Iran itu lemah,
21:00sudah bisa ditangkis dengan
21:03balasan Iran.
21:04Tetapi, balasan Iran pun juga enggak persimal,
21:06kalau itu tidak diberitakan.
21:08Nah, pemberitaan itu juga,
21:09kadang-kadang tidak diberitakan berita besar,
21:11yang,
21:11kalau dia diberitakan berita besar,
21:13orang percaya langsung seketika.
21:15Tapi, kalau tidak berita besar,
21:16itu berangsur-angsur percayanya,
21:18bahwa betul Iran itu melawan.
21:19Jadi, persepsi itu penting.
21:21Makanya,
21:23dunia itu sebelum sepenuhnya berubah dari
21:25media konvensional,
21:28atau televisi,
21:28atau yang lainnya,
21:29ke media sosial.
21:31Generasi,
21:32sebagian daripada kita,
21:33masih generasi lama ya,
21:34generasi yang aku merupakan saya,
21:35itu masih melihat televisi,
21:36dan percaya pada televisi.
21:41Padahal,
21:42Pak Agung?
21:54Pak Agung?
21:55Apakah masih terhubung?
21:57Halo?
21:58Ya, selamat Pak Agung.
22:01Ya, jadi,
22:02persepsinya,
22:03itu adalah,
22:05memang ditentukan dengan strategi.
22:07Jadi,
22:07netanya menggunakan dua strategi.
22:09Satu, strategi,
22:12kepada orang-orang yang usia sekian,
22:14dia menurutkan segitu itu,
22:15pada usia muda sekian.
22:17Terserah apapun,
22:18komplain di sini,
22:19tapi,
22:19sebagian orang percaya.
22:21Karena,
22:21yang perlu dibela adalah,
22:23orang-orang yang membela mereka.
22:25Nah,
22:25orang-orang yang membela mereka,
22:26tidak berdaya,
22:27bila tidak ada bukti sedikit pun,
22:28meskipun suflik juga,
22:30tetap perlu tampil,
22:31seolah-olah dia ada,
22:32dan memberikan rasa lega.
22:33Oh, ternyata,
22:34netanya-nyaung ini.
22:35Jadi,
22:36memang perangnya perang persepsi.
22:38Dan,
22:38sebagian dari perang militer itu,
22:40adalah untuk menciptakan sebagai alat,
22:42untuk membuat persepsi itu betul.
22:45Jadi,
22:46sama juga Amerika,
22:47itu,
22:47dan Israel,
22:48menekan dengan semua kegiatan militer itu,
22:52tetapi,
22:52itu tanpa informasional,
22:54itu diubah,
22:55nyatakan ke publik,
22:56atau diperbesar publik,
22:57itu tidak akan kegiatan hebat.
22:59Dan juga,
22:59sebaliknya,
23:00Iran,
23:00apapun perlawanannya,
23:01kalau publik tidak tahu,
23:03tidak mendapat informasi,
23:04itu jadinya ya,
23:12seolah-olah dia tidak melawan,
23:13persepsinya ya,
23:14dia lemah,
23:14kita tahu.
23:16Baik,
23:16kita ke Pak Hasibullah terlebih dahulu.
23:18Pak Hasibullah,
23:18artinya gini,
23:19berarti,
23:20ketika sekarang,
23:21gitu,
23:22digunakanlah AI,
23:23untuk,
23:24ibaratnya tadi dikatakan,
23:26untuk,
23:26apa ya,
23:27saling membentuk persepsi,
23:29di masyarakat,
23:30di publik dunia,
23:30lantas,
23:31kalau untuk membanjiri media sosial,
23:33dengan narasi tertentu,
23:34termasuk juga video-video provokatif,
23:36dikatakanlah begitu ya,
23:37apakah ini bisa,
23:38lama-lama,
23:39perangnya jadi,
23:39berubah jadi perang algoritma nih,
23:41dimana,
23:41sama-sama,
23:43memunculkan,
23:43bagaimana tekanan opini publik global,
23:45untuk mendorong eskalasi konflik itu?
23:48Ya,
23:49saya rasa memang perangnya,
23:50di dua lini tadi,
23:51di dua dunia ya,
23:52jadi dunia nyata,
23:53dan dunia sosial media,
23:55dan,
23:56itu tidak akan,
23:57mengurangi satu sama lain,
23:59justru perang di dunia sosial media,
24:02diharapkan untuk bisa mendatangkan,
24:04kemenangan,
24:05dan keberhasilan,
24:06secara lebih besar lagi,
24:08terutama dalam konteks,
24:10persepsi,
24:10dan pembentukan opini,
24:12opini masyarakat dunia,
24:14yang itu,
24:15sangat dibutuhkan,
24:16kalau bagi Nita Nyahu,
24:18karena sekali lagi,
24:18dia akan berhadapan,
24:19dengan urusan dunia,
24:23katakanlah soal ISIS,
24:24kemudian,
24:25juga soal di Israel sendiri,
24:27itu soal-soal yang,
24:28walaupun tidak secara langsung,
24:30tapi juga terkait,
24:31dengan bagaimana,
24:32masyarakat di Israel,
24:34dan masyarakat di dunia,
24:36berasumsi,
24:37tentang Nita Nyahu ini,
24:38atau,
24:39apa namanya,
24:40membayangkan tentang Nita Nyahu ini,
24:42dan sekali lagi,
24:43kalau ini berhasil,
24:45maka walaupun tidak secara langsung,
24:47itu akan,
24:49membentuk power tersendiri,
24:52membentuk dukungan tersendiri,
24:53yang diharapkan,
24:54nanti bisa,
24:55berguna,
24:56katakanlah,
24:56ketika mau dibutuhkan,
24:57dibutuhkan untuk kepentingan-kepentingan formal,
25:00katakanlah,
25:01proses pengadilan,
25:02proses penegakan hukum,
25:04yang akan diikuti,
25:06oleh Nita Nyahu,
25:06kalau masih lanjut,
25:07yaitu di,
25:08makam Israel,
25:09terkait dengan korupsi,
25:10atau di ICC,
25:11yang memang sekali lagi,
25:12sampai sekarang,
25:13apa namanya,
25:14Nita Nyahu masih menjadi,
25:16apa namanya,
25:17DPO di situ,
25:19jadi,
25:19ada kepentingan cukup besar,
25:20menurut saya,
25:21untuk,
25:21mereka untuk melanjutkan,
25:23perang di ranah sosial media ini,
25:25begitu,
25:26Mbak Tokta.
25:27Bisa dikatakan,
25:28pembentukan strateginya juga,
25:29agaknya,
25:30semakin rumit gitu,
25:31dengan adanya AI,
25:31karena saling menjaga persepsi,
25:33masyarakat dunia,
25:34saya ke Pak Agung,
25:35Pak Agung,
25:35dengan adanya AI ini,
25:36mungkin kembali lagi ke belakang,
25:38ini akan mempercepat,
25:39siklus keputusan perang,
25:40atau,
25:40seperti apa Pak Agung?
25:43Oh ya,
25:44tentu,
25:45jadi,
25:46jadi sekarang,
25:47jadi tindakan militer,
25:48itu,
25:49disesuaikan,
25:50untuk,
25:50untuk,
25:51apa,
25:51untuk kemenangan perang,
25:52ya jadi gini,
25:53seperti blok Amerika Serikat,
25:54dia,
25:55adalah,
25:56memenangkan persepsi,
25:57soal mempertahankan,
25:58hegemoni budaya mereka,
25:59mereka ingin melihat dunia,
26:01tindakan mereka,
26:01common sense,
26:02atau,
26:02kenisayaan,
26:03demi keamanan global,
26:04jadi mereka,
26:05akan,
26:06manufaturing consent,
26:07menggunakan media,
26:08arus tamat global,
26:09menggunakan,
26:09mengenai Iran,
26:10adalah ancaman eksistensial,
26:11terhadap stabilitas,
26:12jadi mereka,
26:13membukus serangan militer,
26:14dengan istilah,
26:14surgical strike,
26:15atau presisi tinggi,
26:16tujuhannya,
26:17berikan legitimasi moral,
26:18agar publik mereka,
26:20tidak,
26:20revolt,
26:21atau tidak diam,
26:21oh ini tidak,
26:22pembunuhan,
26:23tetapi,
26:23surgical strike,
26:24mencegah,
26:25banyak,
26:26korban,
26:27kemudian,
26:27mereka,
26:28mahir menggunakan,
26:29deep fake,
26:29atau video pendek,
26:31menunjukkan,
26:31kesan bisnis as usual,
26:32jadi bahwa serangan Iran,
26:34tidak bertambah sistemik,
26:35ini kelihatannya,
26:36baik-baik saja,
26:37dan kemudian,
26:38mereka,
26:38membanjiri media,
26:39dengan hebat,
26:39absista,
26:40F35,
26:41Iron,
26:41Dung,
26:41Ero,
26:42menciptakan,
26:42rasa inferioritas,
26:44pada lawan,
26:45namun,
26:45mereka,
26:46harus ingat,
26:47bahwa tidak bisa,
26:48menggantikan peran,
26:49kemudian,
26:49sisi lain,
26:49Iran,
26:50dan perlawanannya,
26:51mereka menggunakan,
26:52kontra hegemoni,
26:53bagaimana caranya,
26:54mereka mematkan,
26:56aktivis,
26:56akar rumput di barat,
26:57memicu gerakan,
26:58anti-imperialisme,
26:59jadi mereka,
27:00membelah opening publik,
27:01bukan meyakinkan,
27:01pemerintah barat,
27:02tapi mencoba,
27:03membelah opening publik,
27:04dalam negerinya,
27:05Amerika,
27:05dan Eropa,
27:06jadi kemudian,
27:07asimetrik ya,
27:08media,
27:09Iran menggunakan,
27:09rekaman mentah,
27:10robotis dari,
27:11drone,
27:18dan terakhir adalah,
27:20naratif daripada,
27:21orang yang tertindas,
27:22dengan memposisikan diri,
27:24sebagai pembela pihak,
27:25yang tertindas,
27:26Iran membangun,
27:27kondisi emosional,
27:28maafi batas negara,
27:29jadi,
27:29siapa yang bertahan,
27:31ya yang bertahan,
27:32adalah siapa yang bisa menahan,
27:33arus disinformasi,
27:34dia yang menang,
27:35jadi media sosial,
27:36dipelahir oleh AI,
27:37akan membuat,
27:38siklus,
27:39untuk pengambilan,
27:39kemudian pembelian,
27:40menjadi kacau,
27:41jika dia tanya,
27:41pembelian Iran,
27:42hanya berdasarkan,
27:43apa yang viral,
27:44maka mereka masuk,
27:46menjebakkan lawan,
27:47jadi tidak bisa,
27:47hanya apa yang viral.
27:49Oke,
27:50nah,
27:51Pak Sibullah,
27:52lantas dengan,
27:52kalau melihat,
27:53bagaimana respon-respon,
27:54yang dikeluarkan oleh,
27:55Iran,
27:56atas,
27:57katalah,
27:58video-video gitu ya,
27:59yang beredar,
28:00ataupun juga bagaimana,
28:01strategi Israel,
28:01dengan penggunaan,
28:03apa,
28:03AI ini,
28:05lantas,
28:05seperti apa,
28:06nantinya,
28:08perang ini,
28:09akan berjalan,
28:10kemudian,
28:11memungkinkankah,
28:11perang ini,
28:12akan berjalan panjang,
28:13dengan kemenangan,
28:13dari pihak yang diserang,
28:14ya ini Iran?
28:17Iya,
28:17kalau,
28:18kita lihat aktornya,
28:20pakai analisis aktor,
28:21maka sebenarnya,
28:22tetap,
28:22ini yang,
28:23mempunyai peran paling besar,
28:24adalah Amerika,
28:25dan Amerika,
28:27seperti yang disampaikan sendiri,
28:28oleh Donald Trump,
28:29bahwa ini,
28:30kemungkinan,
28:314 sampai,
28:315 sampai,
28:326 minggu,
28:33artinya,
28:34memang,
28:34dia tidak dimungkinkan,
28:35untuk,
28:37melanjutkan perang ini,
28:38dalam waktu yang lebih lama lagi,
28:39walaupun,
28:40sekali lagi,
28:41dari sisi Israel,
28:42Israel berada pada kepentingan,
28:44justru,
28:44perang ini,
28:45lebih lama,
28:46seperti yang saya sampaikan tadi,
28:48tapi,
28:48kita melihat,
28:49disitu,
28:50ada perbedaan kepentingan,
28:51diantara Amerika,
28:52dengan Israel,
28:53dan,
28:54saya yakin,
28:54kalau ada,
28:55benturan diantara dua kepentingan itu,
28:57maka tetap kepentingan,
28:58Amerika yang,
29:00berjalan,
29:01atau,
29:02kalau pun tidak,
29:03maka,
29:03yang selalu sampaikan,
29:05ini ikut skenario,
29:07apa namanya,
29:07perdamaian dengan huti,
29:09dimana Amerika mengambil,
29:11perundingan,
29:12dan kesepakatan sepihak,
29:13dengan huti,
29:14lalu kemudian,
29:15Israel tidak dilibatkan,
29:16dalam,
29:16dalam keputusan itu,
29:18nah,
29:19kalau itu yang terjadi,
29:20maka,
29:20ini akan menjadi,
29:21satu lawan satu,
29:22bukan dua lawan satu,
29:23seperti sekarang,
29:24gitu,
29:25jadi Amerika mundur,
29:26karena kepentingannya,
29:26sudah tidak memungkinkan,
29:28secara politik,
29:29secara ekonomi,
29:30di dalam negeri,
29:31lalu kemudian,
29:32Israel lanjut,
29:33dengan peperangan ini,
29:34gitu,
29:34yang,
29:35sekali lagi,
29:36kepentingannya,
29:37menurut saya,
29:37sama,
29:38diantara Israel dengan Iran,
29:39kalau Iran,
29:40karena berada pada posisi,
29:42yang bertahan,
29:42dan,
29:43tidak ada pilihan lain,
29:44kecuali melawan,
29:46maka dia,
29:46sekali lagi,
29:47tergantung,
29:47sejauh mana serangan berlangsung,
29:49kalau masih berlangsung,
29:50dia akan,
29:51akan ladeni,
29:52kalau masih ada,
29:53rudalnya,
29:54gitu ya,
29:55tapi kalau Israel,
29:56berada pada posisi,
29:57yang menyerang,
29:57yang,
29:58secara politik,
29:59menurut saya,
29:59ditanya,
30:00membutuhkan perang ini,
30:01lebih lama,
30:01lebih baik,
30:02paling tidak,
30:03sampai mendekati,
30:04pemilu,
30:05yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan,
30:09nah,
30:10kalau ini terjadi,
30:11maka sekali lagi,
30:12akan menguntungkan bagi Netanyahu,
30:14karena,
30:15Iran,
30:16isu Iran bagi internal Israel,
30:18ini menjadi pemer satu,
30:19terutama bagi,
30:21tumbuh kembangnya disebut,
30:22sebagai ideologi Israel layak,
30:24sekarang,
30:24kalau kita lihat peta politik di Israel,
30:26hampir sudah,
30:27tidak ada lagi pembeda,
30:28diantara oposisi,
30:29atau pemerintah,
30:30karena semuanya,
30:31sama-sama menganggap Iran,
30:32sebagai ancaman yang nyata,
30:33terutama dengan,
30:35adanya,
30:35dan sampainya rudal-rudal itu,
30:37gitu,
30:37jadi,
30:37rudal Iran yang menyasar banyak tempat,
30:39itu makin meyakini,
30:41publik Israel,
30:42bahwa Iran memang ancaman,
30:43nah,
30:44karena itu,
30:45Netanyahu menjadi pahlawan di situ,
30:46dia dianggap sebagai,
30:48pahlawan yang bisa menyelamatkan,
30:50bagi Israel ke depan,
30:51nah,
30:51itu artinya,
30:52kalau terus seperti ini,
30:53maka,
30:54kepentingan Netanyahu,
30:55untuk kembali terpilih,
30:57menjadi Perdana Menteri,
30:58itu,
30:59akan mulus-murus saya,
31:01dan,
31:01saya melihat,
31:02itu kepentingan yang akan dipertahankan oleh Netanyahu.
31:04Oke,
31:05dengan pemanfaatan AI ini,
31:06tentu,
31:06perangnya tidak hanya di dunianya,
31:08tetapi juga di dunia maya,
31:09harus ada kehati-hatian dengan penggunaan AI ini,
31:11tidak hanya untuk kedua belah pihak,
31:13tapi juga untuk negara-negara yang tentunya bisa terdampak,
31:16dan ini juga kita perlu,
31:17bagaimana memikirkan,
31:18soal,
31:18boleh sedikit mbak?
31:19Ya,
31:20silahkan,
31:20silahkan pak.
31:20Menurut saya dengan karakter perang sosial media ini,
31:23maka bagi masyarakat kita,
31:25yang karakternya memang suka dukung-mendukung,
31:27ini menjadi lebih berbahaya.
31:30Jadi,
31:30kita harus lebih kritis,
31:31lebih selektif,
31:32termasuk juga media-media konvensional.
31:35Di saat sosial media begitu,
31:37tidak terkontrol,
31:38maka,
31:38media-media konvensional seperti TV,
31:41seperti majalah,
31:42seperti koran,
31:43ini menjadi andalan untuk,
31:44tidak disuruh,
31:45membuat dunia,
31:46pemberitaan kita ini menjadi dunia kebohongan,
31:49dunia ketidakjelasan,
31:50gitu.
31:50Jadi,
31:51kita harus lebih selektif untuk memastikan,
31:53yang kita bahas,
31:54yang kita sampaikan adalah,
31:55bagian-bagian yang memang,
31:57faktual,
31:58dan itu bisa dinikmati oleh masyarakat.
32:01Begitu.
32:01Ya,
32:02tentu masyarakat juga harus berhati-hati dengan video yang provokatif,
32:04karena tadi bisa memecah opini publik dengan penggunaan AI,
32:06tidak hanya strategi dari segi militer,
32:08tapi juga di media.
32:09Terima kasih pengamat Timur Tengah,
32:11Pak Hasibullah Satrawi,
32:13dan juga Pakas Strategi Perimpunan Punawirawan Angkatan Udara,
32:15Mars Mateni Penawiran Agung Sasong Kojati,
32:17sudah bersama di Sapa Indonesia Pagi,
32:19sehat selalu.
32:19Bapak-bapak, Pak.
Komentar