Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANGKOK, KOMPAS.TV - Konferensi "Better Air Quality" di Bangkok, Thailand, memasuki hari kedua. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas solusi dan pendanaan pengendalian polusi udara di kawasan Asia Pasifik.

Pada hari kedua konferensi, diskusi menyoroti pentingnya mempercepat penanganan polusi udara di Asia. Namun, keterbatasan pendanaan masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara berkembang.

Asian Development Bank menyebut dukungan global untuk program peningkatan kualitas udara hingga kini masih sangat terbatas. Simak tayangan selengkapnya berikut ini.

#bangkok #asiapasifik #betterair

Baca Juga Lesehan Enduro Pertamina di Jalur Pantura Cirebon, Pemudik Bisa Istirahat-Servis Motor Gratis di https://www.kompas.tv/nasional/657276/lesehan-enduro-pertamina-di-jalur-pantura-cirebon-pemudik-bisa-istirahat-servis-motor-gratis



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657277/konferensi-better-air-quality-di-bangkok-soroti-keterbatasan-pendanaan-pengendalian-polusi-udara
Transkrip
00:00Kita bergeser ke Thailand, saudara, konferensi Better Air Quality di Bangkok memasuki hari kedua.
00:05Forum ini mempertemukan berbagai pemanggu kepentingan untuk bisa membahas solusi dan juga pendanaan pengendalian polusi udara di Asia Pasifik.
00:18Pada hari kedua konferensi, diskusi menyoroti pentingnya mempercepat penanganan polusi udara di Asia.
00:24Namun, keterbatasan pendanaan masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara berkembang.
00:33Asian Development Bank menyebut dukungan global untuk program kualitas udara masih sangat terbatas.
00:38Saya rasa jika Anda telah menontonkan kongsi kita beri konferensi,
00:45Anda akan mendengar beberapa kali bahwa beberapa pengawasan bahwa bahwa kualitas udara dikantungan kualitas udara dikantungan.
00:54Bukan 1% persenatasi udara dikantungan pengawasan udara dikantungan udara dikantungan udara dikantungan udara dikantungan udara.
01:00Ini adalah sumber yang cukup menurut, dan terutama terhadap Asia Pasifik,
01:07karena itu adalah di mana-mana masalah kualitas udara dikantungan udara dikantungan udara dikantungan udara dikantungan udara dikantungan udara.
01:20Pendanaan udara bersih atau Clean Air Fund menilai keterbatasan pendanaan terjadi karena isu polusi udara belum sepenuhnya masuk dalam perencanaan
01:28pembangunan dan investasi sektor swasta masih terbatas.
01:33Mungkin ada beberapa hal. Yang pertama, ya polusi udara itu menjadi satu isu besar sekarang secara global,
01:42tetapi pada umumnya polusi udara itu belum terintegrasi ke dalam proses pembangunan di negara-negara masing-masing.
01:53Sehingga karena tidak ikut dalam percanaan pembangunan, keuangan publik yang mestinya dialirkan lewat percanaan di negara masing-masing itu tidak
02:07tersalurkan.
02:10Di Indonesia, berbagai sumber pembiayaan sebenarnya tersedia.
02:14Namun pemerintah daerah masih perlu meningkatkan kapasitas dalam menyiapkan proyek yang layak didanai.
02:24Selain, mungkin kalau identifikasi kegiatan, proyek bisa dilakukan.
02:28Nah, tapi kan kalau kita bicara tentang pembiayaan kan bankability-nya harus bagus ya.
02:33Nah, ini mungkin yang masih menjadi, ya sebenarnya ini bukan PR pemerintah daerah sih,
02:37tapi PR kita semua terutama Bapak Penas, Menteri Lingkungan Hidup, ini juga harus punya fasilitasi kementerian dalam negeri juga ya.
02:44Dan mengaksistensi pemerintah daerah terutama dari sisi peningkatan kapasitas sebenarnya manusia,
02:50sehingga bisa melihat peluang pendanaan, tapi juga bisa mempersiapkan pipeline yang bankable.
02:57Dan juga bisa, bankable itu kan pasti ada indikatornya, kemudian ada tahapan-tahapannya yang jelas.
03:03Sehingga ini bisa menarik pembiayaan tidak hanya dari luar negeri sebenarnya,
03:07tapi juga dari bank, dari swasta, apapun dari, kalau berjenjang dari pemerintah provinsi ke pemerintah daerah,
03:15kabupaten atau kota juga kan bisa, jadi intinya semua kan pasti melihat keandalan dan juga bankability dari proposal itu.
03:26Melalui konferensi ini, para pembangku kepentingan berharap kolaborasi global dapat mempercepat pendanaan
03:32dan implementasi program udara bersih di kawasan Asia Pasifik.
03:38Wini Oktaviani, Asriel Saputra, Bangkok, Thailand.
Komentar

Dianjurkan