- 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Serangan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini seharusnya tidak sulit karena banyak bukti elektronik yang tersedia, terutama rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji menilai penyerangan tersebut bukan kriminalitas biasa yang bermotif ekonomi, melainkan tindakan yang kemungkinan memiliki tujuan tertentu dan direncanakan secara terorganisasi.
Baca Juga Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Oegroseno Minta Kapolri Ungkap Pelaku dan Hukum Berat di https://www.kompas.tv/video/657179/aktivis-kontras-disiram-air-keras-oegroseno-minta-kapolri-ungkap-pelaku-dan-hukum-berat
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657229/full-susno-duadji-usman-hamid-soroti-kasus-aktivis-kontras-singgung-kejahatan-terorganisir
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini seharusnya tidak sulit karena banyak bukti elektronik yang tersedia, terutama rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji menilai penyerangan tersebut bukan kriminalitas biasa yang bermotif ekonomi, melainkan tindakan yang kemungkinan memiliki tujuan tertentu dan direncanakan secara terorganisasi.
Baca Juga Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Oegroseno Minta Kapolri Ungkap Pelaku dan Hukum Berat di https://www.kompas.tv/video/657179/aktivis-kontras-disiram-air-keras-oegroseno-minta-kapolri-ungkap-pelaku-dan-hukum-berat
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657229/full-susno-duadji-usman-hamid-soroti-kasus-aktivis-kontras-singgung-kejahatan-terorganisir
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras mendapat atensi dari Presiden Prabowo Subianto.
00:05Presiden meminta Kapolri untuk mengusutun tas kasus ini.
00:09Desakan juga muncul dari Komisi 3, DPR RI, dan kelompok masyarakat sipil.
00:13Lantas bagaimana polisi dapat mengungkap siapa pelaku dan motif dari kasus ini.
00:18Kita akan bahas bersama dengan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid,
00:23dan Kabar Eskrim Polri, 2008-2009, Komjen Purnawirawan Susno 2G.
00:28Selamat pagi Pak Usman, Pak Susno.
00:30Selamat pagi.
00:32Pak Usman, ini sudah ada atensi dari Presiden dan juga Kapolri terkait dengan kasus ini.
00:37Bagaimana tanggapan dari Koalisi Masyarakat Sipil, Pak Usman?
00:41Ya tentu kami sangat berharap ada kemajuan dalam pengusutan kasus ini segera.
00:46Sebenarnya dari keseluruhan bukti-bukti di lapangan,
00:49sudah banyak sekali yang beredar, baik itu CCTV, dan belum lagi kamera-kamera yang ada di dalam Traffic Management Center.
00:58Jadi sebenarnya melalui elektronik kamera yang digunakan untuk law enforcement,
01:06untuk traffic, untuk lalu lintas, itu juga sebenarnya bisa terlihat.
01:09Bukan hanya pada saat kejadian, tapi juga pada saat sebelum kejadian atau setelah kejadian.
01:13Kemana para pelaku itu berjalan atau bergerak gitu.
01:17Yang kedua, saya juga berharap Presiden tidak lagi memberikan pesan-pesan yang bersayap.
01:23Di satu sisi misalnya menginstruksikan agar kasus ini diungkap tuntas,
01:27tapi di sisi lain terus-menerus mengulangi tudingan-tudingan negatif kepada para aktivis.
01:32Bahkan di hari kejadian, di hari di mana kita belum lepas 1x24 jam setelah penyerangan terhadap Andri Yunus,
01:41Presiden kembali mengatakan bahwa baru pengkritiknya adalah tidak patriotik,
01:46dan Presiden mengatakan nanti akan ditertibkan.
01:49Nah, jadi ada semacam persepsi bahwa kritik itu adalah kekacauan, sehingga harus ditertibkan.
01:55Padahal yang kacau adalah orientasi pikiran, kebijakan, tindakan, dan pernyataan Presiden
02:01yang seringkali menuding protes-protes itu sebagai teroris, kemudian sebagai anarkis,
02:06atau sebagai makar, atau sebagai orang-orang yang membawa kepentingan asing,
02:10kepentingan kekuasaan, atau kepentingan uang.
02:12Jadi pernyataan-pernyataan semacam ini mengganggu bagaimana polisi berpikir,
02:16bagaimana polisi menjalani proses hukum yang objektif, demikian.
02:21Dengan adanya kemudian kejadian yang menimpa Mas Andri seperti itu,
02:25dan juga terkait dengan pernyataan Pak Prabowo,
02:27tadi terkait dengan penertiban yang Pak Usman bilang gitu.
02:32Apakah kemudian ini semakin memperjelas bahwa kemudian kritik di negara ini
02:37semakin ditekan, ataupun semakin tidak punya ruang untuk berkembang?
02:43Betul sekali.
02:44Jadi akar masalah kekacauan politiknya,
02:47kalau kita menggunakan istilah kekacauan,
02:50adalah Presiden Prabowo sendiri,
02:52yang berulang-ulang, bahkan yang terakhir Januari, Februari,
02:56sekarang bulan Maret, selalu mengatakan bahwa para pengkritik atau para pengamat
03:01sebagai orang-orang yang memiliki motif-motif yang tidak murni.
03:04Entah itu mencari uang, entah itu karena kalah kekuasaan.
03:08Padahal dulu Presiden Prabowo sebelum menjadi Presiden,
03:11seringkali mengkritik secara keras,
03:13karena mungkin ia juga mengakui bahwa ia tidak dapat kekuasaan,
03:16sehingga aset bisnisnya misalnya terbengkala.
03:18Jadi saya kira kritik-kritik itu harusnya dimaknai sebagai saran dan masukan yang positif kepada pemerintah,
03:24supaya kebijakannya menjadi lebih baik.
03:26Entah itu soal makan bergizi gratis,
03:29koperasi desa, danantara,
03:31atau mengenai mobil impor dari India yang sangat bermasalah.
03:34Jadi kekacauan itu bukanlah kritik,
03:37atau sebaliknya kritik bukanlah kekacauan.
03:39Kritik justru memperlihatkan ada dinamika yang positif di dalam demokrasi Indonesia.
03:43Kalau tidak ada kritik,
03:45kalau kritik dianggap kekacauan,
03:47lalu kita ingin meniadakan kritik-kritik semacam itu,
03:50atau mengkoptasi orang-orang yang suka mengkritik dengan segala pendekatan,
03:54uang, dan jabatan,
03:55maka kita bukan lagi negara demokrasi,
03:57melainkan negara yang autoriter,
03:59yang sangat monolitik,
04:00tidak ada perbedaan pandangan,
04:02atau kalaupun mau protes harus izin,
04:04seperti di era order baru.
04:05Dan saya kira ini yang harus kita hindari.
04:08Baik, saya ke Pak Susno.
04:10Pak Susno, ini kemudian apa yang seharusnya dilakukan polisi untuk langkah awal,
04:14dan juga nanti sampai ke akhir,
04:16untuk mengungkap siapa pelaku,
04:18dan juga siapa dalangnya?
04:21Baik, pertama kita prihatin dengan kejadian ini,
04:24kita berdoa semoga korban Andri Yusuf segera pulih kesehatannya.
04:30Yang kedua,
04:32kita agak enak dengan peristiwa ini dari segi penyidikan.
04:38Kenapa saya katakan dari segi penyidikan agak enak?
04:40Karena bukti-bukti elektronik terkumpul.
04:44Bukti elektronik dari CCTV sudah didapat,
04:47dan nantinya saya berharap bahwa Polri tidak mengembangkan
04:51hanya bukti elektronik dari CCTV atau foto dari lokasi kejadian,
04:56sudah banyak beredar,
04:57tapi hampir di sepanjang jalan,
05:00yang diduga dilewati oleh tersangka maupun korban,
05:04itu ada CCTV.
05:05Jadi bisa dikumpulkan dari CCTV yang lain.
05:08Dan dari bukti elektronik CCTV yang kita dapat sekarang,
05:12jelas gitu,
05:12wajah korban jelas,
05:14dan sebagainya.
05:15Kemudian,
05:15saya yakin oleh tim Cyber Polri,
05:18itu bisa dilihat nomor sepeda motornya,
05:21apakah nomor asli atau palsu,
05:23dan setidak-tidaknya dari wajah jenis sepeda motor,
05:27kemudian nomor polisi sepeda motor,
05:29dan rote yang dilewati oleh korban itu akan terlacak.
05:34Kemudian yang berikut,
05:35bisa juga dilacak daripada aktivitas daripada korban sebelum kejadian.
05:40Dari situ bisa ditelusuri,
05:42bisa menyempit kira-kira apa sih penyebabnya,
05:46aktivitas yang mana,
05:47yang dinilai menyakitkan atau menyinggung,
05:51apa namanya, pihak tertentu.
05:52Nah, pihak tertentunya itu bisa disempitkan lagi nanti,
05:56pihak tertentu yang mana.
05:58Nah, dari sini,
05:59saya yakin,
06:01kalau penyidik level folda,
06:04apalagi folda metro,
06:05dan syukur kalau Mahabes Polri,
06:07karena ini sudah berskala nasional,
06:09sudah perintah Presiden,
06:11dan dapat etensi dari Komisi 3 DPR,
06:14dan juga etensi dari segenap masyarakat Indonesia,
06:17bahwa Mahabes Polri harus turun dalam peristiwa ini,
06:20dan saya yakin ini kalau serius bisa diungkap,
06:24karena negara,
06:25negara yang bukan lagi Polri ya,
06:27punya kelengkapan yang sangat lengkap,
06:29punya intelijen bermacam-macam,
06:31punya cyberkrip lengkap,
06:34kemudian kita punya resursor,
06:37kita punya penyidik Polri,
06:40kita juga punya penyidik dari polisi militer,
06:43kita punya penyidik-penyidik yang lain,
06:45saya kira kalau ini mau diungkap,
06:47dan betul perintah Presiden itu mau mengungkap hal ini,
06:52supaya demokrasi kita di Indonesia jalan,
06:54ini saya yakin waktu dekat akan terungkap.
06:56Oke, seharusnya tidak sulit,
06:57karena tadi buktinya sudah terjemreng,
06:59di mana-mana ada gitu ya,
07:00selain CCTV yang ketika kejadian ada juga,
07:03mungkin CCTV di jalan-jalan yang dilewati oleh kedua pelaku.
07:07Saya kembali ke Pak Usman,
07:08Pak Usman, kami dengar memang Kualisi Masyarakat Sipil
07:10juga ikut menyelidiki apa ya,
07:13terkait dengan kasus ini apa yang kemudian ditemukan,
07:15dan juga bukti-bukti yang mungkin dikumpulkan oleh
07:17teman-teman di Kualisi Masyarakat Sipil.
07:20Ya, betul sekali.
07:21Kami memang melakukan pencarian fakta terpisah,
07:24baik itu menelusuri kembali perjalanan Andri
07:27di hari kejadian,
07:29mulai dari bepergian ke kantor Selios pada sore hari,
07:33atau keberadaan sebelumnya di kantor Kontras di Keramat 2,
07:36sampai dengan kegiatan terakhir sebelum kejadian penyerangan air keras
07:41atau usaha untuk membunuh Andri Yunus,
07:44yaitu ke YLBHI,
07:45YSN Lembaga Bantuan Hukum Indonesia,
07:47untuk menggelar podcast tentang re-militarisme,
07:51dan juga judicial review undang-undang TNI.
07:53Bahkan ia sebelum pulang sempat dikabarkan membeli bensin di wilayah Cikini.
07:58Nah, kebukti CCTV juga banyak kami peroleh dari lokasi kejadian,
08:03dari sekitar kejadian,
08:05dari sejumlah titik ketika perjalanan Andri,
08:08dari arah Menteng menuju ke YLBHI.
08:12Itu juga sudah kami peroleh,
08:14termasuk juga bukti-bukti tambahan lainnya.
08:17Namun kami belum bisa mengumumkan bagaimana pandangan kami
08:21atau interpretasi kami atas bukti-bukti yang kami peroleh tersebut
08:24sebelum kami verifikasi lebih jauh lagi dengan keterangan saksi
08:28dan juga keterangan ahli serta petunjuk-petunjuk tambahan.
08:32Termasuk juga kami harapkan ada semacam bukti tambahan
08:36dari Electronic Traffic Law Enforcement, TNC, di Polda Metro Jaya.
08:41Saya jujur dengan Pak Susno bahwa
08:44kalau seandainya penyidikan ini dilakukan secara serius,
08:47apalagi misalnya setingkat Polda Metro
08:49dengan tim cybernya Polda Metro,
08:51saya kira ini hanya hitungan hari ini bisa dibongkar gitu ya.
08:55Dan kita berharap Polri tidak ragu-ragu.
08:59Saya percaya bahwa Polri mampu dan Polri bisa untuk membongkar
09:02kasus-kasus teror terhadap aktivis,
09:04hanya saja seringkali persoalannya ada pada tingkat politik.
09:07Karena biasanya mereka yang mengalami teror adalah mereka yang menyampaikan
09:11kritik-kritiknya ke tingkat politik, misalnya kepada Presiden.
09:14Seperti dialami oleh teror-teror sebelumnya,
09:17baik itu terhadap Iqbal Damanik, aktivis Greenpeace,
09:21atau terhadap DJ Doni, seorang influencer di media sosial,
09:25Sarah Radhaf Shirley, maupun juga terhadap Firdian Aurelo,
09:28atau terkait dengan pemberitaan yang kritis dari Francisca
09:31di majalah Tempo, dan sejumlah teror lainnya.
09:34Termasuk yang terbaru, yaitu Ketua Keluarga Mahasiswa Universitas Gajah Mada,
09:40Bung Tio, yang juga beberapa waktu belakangan ini
09:42mengalami teror yang cukup serius, termasuk melalui WhatsApp.
09:45Dan kami berharap jajaran kepolisian di seluruh Indonesia
09:49memberi atensi terhadap, berkembangnya teror-teror terhadap aktivis
09:54untuk mencegah kejadian seperti yang dialami oleh Andri,
09:57terulang kembali.
09:58Nah itu poin yang saya tangkap dari Pak Usman.
10:01Kita khawatir gitu ya, mungkin memang kita berharap
10:04polisi bisa mengungkap kasus ini secara transparan
10:07dan juga secara profesional, namun mengingat mungkin posisi
10:10dari seorang Andri Yunus yang merupakan seorang aktivis,
10:14kemudian ini ada potensi-potensi obstruksi mungkin di tengah penyelidikan.
10:17Kemudian bagaimana Pak Susno memastikan untuk bagaimana penyelidikan ini
10:20tetap berjalan secara mulus tanpa adanya obstruksi?
10:24Iya, tadi Pak Usman sudah jelaskan ya, dari penjelasan awalnya tadi
10:30bahwa jangan sampai polisi itu dalam menyedik kasus ini gitu kan
10:35keseriusannya atau apa namanya agak kendor karena ada pengaruh-pengaruh politik gitu.
10:41Nah, Pak Presiden sudah menyatakan ungkap tuntas perkara ini
10:44dan semoga saja, kata Pak Usman, bahwa apa yang disampaikan Pak Presiden
10:49itu tidak, apa namanya, dalam bahasa harian kira tidak bersayap katanya
10:56betul-betul ingin mengungkap kasus ini
10:58demi citra daripada pemerintah Republik Indonesia
11:01bahwa betul demokrasi di Indonesia harus ditegakkan.
11:05Nah, jadi jangan terpengaruh bahwa, bahwa jangan-jangan kalau saya ungkap
11:07ini akan mengungkap lembaga yang lebih besar dan sebagainya
11:10sehingga ada suatu keraguan, itu yang satu.
11:14Yang kedua, tadi Pak Usman sangat tertarik sekali ini
11:17jangan lagi ada teror-teror.
11:19Jadi tugas Polri dan tugas aparat keamanan atau tugas intelijen di Indonesia itu
11:24bukan hanya untuk mengungkap suatu peristiwa yang terjadi
11:28tapi pre-emptive, keamanan, mencegah terjadinya peristiwa itu sudah sangat penting sekali.
11:35Kita tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Andri Yunus sebelumnya
11:39apa suara dia, kemudian aparat intelijen atau aparat keamanan
11:43sudah bisa mengidentifikasi kira-kira ada yang tersinggung atau enggak
11:47dengan hal yang benar yang diucapkannya.
11:50Kemudian ketua, tadi terhadap misalnya yang terakhir ketua BEM UGM
11:55saudara Teo, dia aktif sekali di media sosial, dia bersuara.
11:59Nah, ini sudah pada saat ini, Polri sudah harus membayangi
12:03membayangi bukan mencegah apa yang dia akan lakukan
12:06bukan mengurangi suara-suara kritis dia
12:09tetapi mengamankan jangan sampai terjadi hal yang seperti dia alami oleh Andri Yunus.
12:15Di mana dia kegiatan diamankan secara tertutup
12:20jangan sampai mengamankan dia, nempel, pakaian terbuka dan sebagainya
12:26karena apa yang disampaikan oleh dia itu adalah sangat diperlukan oleh suatu negara demokrasi.
12:31Kalau itu sudah enggak ada, kita bukan lagi negara demokrasi.
12:34Kata Pak Uthman Dari, saya setuju.
12:36Nah, karena itu salah satu piang demokrasi.
12:39Jadi, ya kita harus amankan.
12:41Cara yang amankannya jangan sampai dia diteror,
12:43jangan sampai dia dilakukan perbuatan-perbuatan
12:46penganiayaan ataupun percobaan pembunuhan
12:48seperti yang terjadi ini.
12:50Dan kita sudah berpengalaman dengan ini.
12:52Dulu pernah terjadi untuk masalah korupsi dengan novel Baswedan.
12:56Kemudian terjadi juga dulu itu dengan siapa?
12:59Pernah juga seperti ini gitu.
13:01Sampai Pak Brustri Besok gitu kepada yang bersangkutan.
13:04Jadi jangan sampai peristiwa seperti ini
13:06menghambat pertumbuhan demokrasi,
13:09menampat kita dalam menegakkan kebenaran dan keadilan di Republik ini.
13:12Jadi harus dicegah sebelum gitu.
13:15Oke, baik.
13:16Saya kembali ke Pak Uthman.
13:17Pak Uthman, kabarnya juga sebelum kejadian
13:20di hari tersebut ketika penyiraman air keras,
13:23beberapa hari sebelumnya ini ada sempat dibuntuti
13:26ataupun diteror ya Mas Andri.
13:28Nah, kemudian dari Koalisi Merseakan Sipil
13:30apakah sudah mungkin punya gambaran
13:34tentang siapa polaku teror ini
13:35dan apakah ada kaitannya dengan kejadian penyiraman air keras?
13:39Ya, betul sekali.
13:40Memang kami sudah mendeteksi adanya
13:43gerak-gerik yang mencurigakan
13:45yang tertuang di dalam berbagai bukti awal
13:49misalnya dalam CCTV
13:50di mana ada setimlah orang
13:52baik itu berkendaraan motor
13:54maupun juga berkendaraan mobil
13:55yang membuntuti kegiatan Andri Yunus.
13:59Namun sekali lagi, saat ini kami masih di dalam proses verifikasi
14:03dan dalam waktu dekat
14:05mudah-mudahan kami juga bisa menyampaikan kepada publik,
14:07kepada media untuk kesimpulan-kesimpulan awal
14:11dari temuan yang kami lakukan di Koalisi Masyarakat Sipil.
14:15Baik.
14:16Pak Susno, tadi yang Anda sebutkan
14:19bahwa ini ada niatan membunuh gitu
14:21untuk ketika kejadian yang menimpa Andri Yunus ini.
14:24Dengan kemudian
14:25Anda dari pelaku CCTV mungkin
14:28ada yang tidak pakai masker
14:30kemudian ada yang pakai masker
14:31tapi cuma sebagian
14:32walaupun kemudian tidak terlalu jelas terlihat di CCTV
14:35apakah ini kemudian
14:36memang bisa kita pastikan
14:38ini terorganisasi secara baik
14:40dan juga ada dalang dibalik ini semua?
14:44Ya, yang pertama kita lihat
14:46kejadian ini bukan kriminalitas biasa
14:48untuk melakukan pencurian
14:50terkait dengan ekonomi
14:51untuk menambil pendapatan.
14:53Bukan untuk mencuri sepeda motor
14:55atau untuk mencuri harta
14:56yang melekat pada korban.
14:58Bukan.
14:58Nah, kalau bukan itu
15:00berarti ada tujuan tertentu.
15:01Nah, karena ada tujuan tertentu
15:03saya yakin
15:04bahwa
15:05bukanlah masalahnya dendam pribadi
15:08antara pelaku dengan si korban.
15:10Tapi ada otaknya.
15:11Karena ada otaknya
15:13ada pelakunya
15:14ada pengamat
15:15tentunya ada rencana
15:17berarti kejahatan ini terorganisir.
15:19Jelas terorganisir.
15:20Kejahatan berrencana.
15:22Nah, kemudian
15:23karena alat yang digunakan itu air keras
15:26sangat-sangat berbahaya
15:27itu bisa saja merenggut jiwa
15:29jadi kita patut menduga
15:31bahwa ini tujuannya
15:32ya untuk membunuh.
15:34Nah, baru nanti tujuan berikutnya
15:37yaitu untuk
15:38apa namanya
15:39pengenaian berat.
15:40Nah, tapi
15:41tidak salah
15:42kalau kita pasalnya
15:43kita
15:44letakkan pertama
15:45pembunuhan.
15:47Oke, baik.
15:48Ini
15:49itu tadi ya motifnya
15:50bisa kita lihat dari
15:51tidak soal ekonomi
15:53tapi pasti ada motif lainnya
15:55dan tentunya ada dalang
15:56dibalik ini semua.
15:57kembali saya ke Pak Usman.
15:59Pak Usman
16:00ini tentunya adalah
16:01kita lihat bersama
16:02dalam tanda kutip
16:04ini
16:04ancaman terhadap
16:06mereka yang kritis
16:07seperti itu.
16:08Should we move back
16:09karena ada hal ini
16:10dan bagaimana
16:11kita tetap bisa kritis
16:12tapi kita juga bisa aman?
16:15Ya,
16:16pertama tentu saja
16:17untuk selalu
16:18berhati-hati
16:19di dalam
16:21berkegiatan
16:21biasanya para aktivis
16:23melakukan
16:24atau menyuarakan kritiknya
16:26melalui konferensi pers
16:27di suatu tempat
16:28di suatu kedai kopi
16:29atau di kantornya sendiri
16:30jadi tentu
16:31ada
16:31perlu ada perhatian
16:34dalam berjalanan
16:35perlu ada perhatian
16:36dalam memilih
16:37modal kendaraan
16:38misalnya gitu
16:39motor
16:40misalnya terhadap Andri
16:41saya beberapa kali
16:42sempat bicara kepada Andri
16:43bahwa Andri
16:44memingat ia pernah
16:45mengalami teror
16:46sejak
16:47ia mendatangi
16:48Hotel Fairmont
16:49pada Maret tahun yang lalu
16:50teror-teror terus
16:51bertubi-tubi
16:52dialami oleh Andri
16:54tentu kami sebagai teman
16:55sebagai sahabat
16:56beberapa kali
16:57mengingatkan
16:58nah meskipun demikian
16:59situasi ini
17:00ternyata tidak bisa
17:01kami cegah juga
17:03ada beberapa hal lain
17:04misalnya menyangkut
17:05keamanan keselamatan kantor
17:07atau misalnya
17:08ketersediaan
17:08kamera
17:09CCTV
17:09itu di setiap kantor
17:11di rumah juga
17:12bahkan kemarin
17:13juga kami menerima informasi
17:14bahwa kantor
17:15yang juga merupakan
17:17jaringan kontras
17:18di Yogyakarta
17:19yaitu
17:19Social Movement Institute
17:20itu mendapatkan
17:21kiriman ular
17:22gitu ya
17:23nah hal-hal
17:24semacam
17:26perjalanan
17:26pepergian
17:27kemudian keselamatan diri
17:28keselamatan digital
17:29misalnya menggunakan
17:30media sosial
17:31juga perlu ada
17:32two-step verification
17:33harus ada VPN
17:34harus ada cara-cara
17:35yang bisa
17:36melindungi diri
17:37dari kemungkinan-kemungkinan
17:38ancaman
17:38yang datang
17:39secara tiba-tiba
17:40tapi jauh lebih penting
17:41dari itu
17:42sebenarnya
17:42tugas
17:43kepolisian negara
17:44Republik Indonesia
17:45lah
17:45memastikan
17:46masyarakat bisa
17:47berkegiatan aman
17:48baik itu dalam
17:48berdemonstrasi
17:49dalam menggelar diskusi
17:50atau di dalam menyampaikan
17:52temuan-temuan yang mereka
17:53katakanlah
17:54sampaikan kepada pemerintah
17:55terkait dengan
17:56masalah MBG
17:57masalah danantara
17:58atau masalah
17:59situasi ekonomi
18:00yang sekarang ini
18:01semakin terlihat
18:02berat
18:02dan masalah-masalah lain
18:04yang sebenarnya
18:05dapat dianggap
18:06sebagai masukan yang positif
18:07bagi pemerintah
18:08khusus untuk Andri
18:09adalah
18:10masalah-masalah
18:11terkait dengan
18:12perluasan peran militer
18:14baik itu
18:14perluasan peran militer
18:16melalui undang-undang TNI
18:17yang baru
18:18yang diuji
18:19formil
18:20maupun diuji materi
18:21oleh Andri
18:22dan kawan-kawan
18:23maupun juga
18:24perluasan peran militer
18:25di berbagai sektor
18:25misalnya sektor pertanian
18:27atau pangan
18:27atau sektor
18:28misalnya
18:30penegakan hukum
18:31melalui satgas
18:32penertiban kawasan hutan
18:33yang seluruhnya
18:34sebenarnya
18:34bukanlah tugas
18:36atau fungsi konstitusional
18:38dari tentara
18:38fungsi konstitusional
18:39dari tentara
18:40adalah melaksanakan
18:41kebijakan pertahanan
18:42memperhatikan
18:43masalah-masalah pertahanan
18:45di dalam konteks
18:46geopolitik strategis
18:47jadi ancamannya
18:48adalah ancaman
18:49keamanan
18:49dari luar negeri
18:50misalnya
18:51perhatikan dampak
18:52dari perang Iran
18:53atau serangan Amerika
18:55Israel kepada Iran
18:56atau bagaimana
18:56kapal perang Amerika
18:57seringkali
18:58atau pernah tahun lalu
18:59misalnya melewati
19:00perairan Indonesia
19:00hal-hal semacam itu
19:02yang saya kira
19:02harus kita
19:03fokuskan
19:04dalam fungsi-fungsi
19:05konstitusional tentara
19:06bukan
19:07perluas peran tentara
19:09ke dalam wilayah-wilayah
19:10yang bukan
19:11bidangnya
19:11jadi saya kira
19:12itu yang
19:13diperhatikan oleh pemerintah
19:14untuk memastikan
19:15bahwa militer kita
19:16menjalankan fungsi
19:18konstitusional
19:18yang bukan
19:19ditarikkan ke ranah lain
19:21oke
19:21banyak sekali
19:22yang kemudian
19:22masih bisa kita kritisi
19:24yang kemudian
19:24kita awasi
19:25bagaimana kinerja
19:25pemerintah
19:26dan juga negara ini
19:27namun kita pastikan juga
19:28mereka yang kritis
19:29tetap bisa aman
19:30dan selamat
19:31menyuarakan kritiknya
19:32dan kita nantikan
19:33bersama-sama
19:34seharusnya polisi
19:35bisa mengungkap
19:35kasus ini
19:36secara
19:37terang-benerang
19:38dan juga dalam
19:38waktu singkat
19:39kita nantikan bersama-sama
19:40terima kasih
19:41Pak Usman Hamid
19:41Direktur Eksekutif
19:43Amnesty International Indonesia
19:44dan juga
19:45Komjen Purnawirawan
19:46Susno 2G
19:47KBR Eskrim Polri
19:472008-2009
19:49sudah bergabung bersama kami
19:50di Sapa Indonesia Pagi
19:51Selamat pagi
19:52Bapak-Bapak
19:52Selamat pagi
19:53Selamat pagi
19:54Pagi para pemerintah
Komentar