Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kasus teror air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS, Andrie Yunus, masih menyisakan tanda tanya.

Dua terduga pelaku penyiraman air keras yang terekam CCTV kini menjadi petunjuk bagi polisi untuk menyelidiki siapa pihak di balik aksi teror tersebut.

Presiden telah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Usai menerima perintah itu, Kapolri menyatakan akan membuka posko pengaduan masyarakat untuk mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, meminta polisi memeriksa rekaman CCTV saat peristiwa penyiraman air keras terjadi.

Ia juga menegaskan polisi harus menunjukkan kinerja terbaiknya dalam mengungkap pelaku.

YLBHI juga meminta polisi segera menuntaskan kasus ini.

Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, mengatakan pihak KontraS dan sejumlah organisasi lain telah berkomunikasi dengan kepolisian sejak kejadian tersebut.

Desakan untuk segera mengusut dan menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS juga datang dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Ia juga meminta Andrie Yunus mendapatkan pengawalan maksimal guna mencegah kemungkinan ancaman atau kekerasan susulan.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Puluhan rekaman CCTV telah dikumpulkan dan dianalisis untuk mengungkap pelaku.

Polisi mengumpulkan dan menganalisis total 86 titik CCTV yang diduga dilalui para pelaku penyiraman. Rinciannya, tujuh titik CCTV berasal dari sistem tilang elektronik, 27 titik dari Diskominfotik, 8 titik dari Dinas Perhubungan, serta 44 titik CCTV dari rumah warga, perkantoran, dan bangunan lainnya.

Selain itu, polisi juga menyebut para pelaku diduga berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI.

#kontras #airkeras #penyiramanaktivis #aktivis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/657257/kasus-penyiraman-air-keras-aktivis-polisi-pelaku-sebar-foto-ai-untuk-ganggu-penyelidikan
Transkrip
00:29KASUS TEROR AIR KERAS
00:30dan memperintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini.
00:33Mendapat perintah tersebut, Kapolri Bilak akan membuka posko pengaduan masyarakat
00:38untuk mengumpulkan informasi terkait dengan kasus tersebut.
00:42Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden
00:49untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan.
00:57Kami juga akan membuat posko pengaduan sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui
01:06dan kemudian ingin menginformasikan, maka bisa memberikan laporan langsung pada posko pengaduan.
01:17Komisioner Kompol Nasko Irul Anang meminta polisi untuk memeriksa rekaman CCTV saat peristiwa penyeraman terjadi.
01:24Dia juga bilang polisi harus menunjukkan kinerja terbaiknya dalam mengungkap pelaku.
01:28Yang penting adalah ini dukungan juga untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya
01:35dibongkar siapa dibalik pekejahatan itu.
01:41Kita meminta kepolisian agar juga merespon berbagai fenomena viral,
01:48video maupun foto tersebut dalam konteks yang positif.
01:55Ini adalah dukungan untuk pengungkapan peristiwa kejahatan penyiraman air keras terhadap aktivis hak asensi manusia.
02:07Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI meminta polisi untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras ini.
02:14Ketua Umum YLBHI mengatakan, pihak kontras dan organisasi lainnya telah berkomunikasi dengan kepolisian sejak kejadian tersebut.
02:21Kami sudah melihat dan berkomunikasi dengan orang-orang kepolisian, mereka sudah mengambil semuanya.
02:26Bukan mengambil seldom, seharusnya secara technicality tidak ada hambatan buat mereka mengungkapkan siapa pelakunya dan siapa otak belakang pelakunya.
02:35Pertanyaannya, apakah mereka berani mengungkapkan siapa mereka dan siapa di belakangnya?
02:40Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan.
02:43Maka kita menantang dan mendesak Kapolri, Kapolda, dan seluruh jadang kepolisian gunakan seluruh kemampuan reserse Anda, ilmu saintifik Anda, untuk
02:54mengungkapkan ini.
02:54Agar terbukti bahwa kepolisian itu ada.
02:58Desakan untuk segera mengusut dan menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis kontras juga datang dari Ketua Komisi 3 DPR
03:04RI, Habibur Rohman.
03:06Ia juga meminta Andri Yunus mendapat pengawalan maksimal, guna mencegah kemungkinan terjadinya ancaman atau kekerasan susulan.
03:13Kami sudah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya dan meminta agar kepolisian bergerak cepat mengusut katus ini dan menangkap para pelakunya,
03:22baik yang melakukan langsung ataupun yang memerintahkan untuk melakukan.
03:27Terhadap saudara Andri Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal, agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan.
03:35Kita tidak boleh mentolerir segala bentuk kekerasan kepada warga negara.
03:40Apapun bentuk perbedaan pendapat, harusnya tidak boleh direspon dengan kekerasan dan premanisme.
03:48Andri Yunus adalah aktivis yang sempat menjadi sorotan karena aksi berandinya mendatangi lokasi rapat panja RU TNI di Ferman Hotel
03:55Jakarta 15 Maret 2025.
03:59Bersama dua aktivis lainnya, Andri meneriakan tuntutannya agar pembahasan RU TNI tersebut dihentikan.
04:05Tim Liputan Kompas TV
04:12Pol Demetro Jaya menyampaikan perkembangan terbaru penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus.
04:20Puluhan rekaman CCTV dikumpulkan dan dianalisis untuk mengungkap pelaku.
04:24Polisi mengumpulkan dan menganalisis total 86 titik CCTV yang diduga dilewati para pelaku penyiraman.
04:34Dengan rincian 7 titik CCTV diambil dari sistem tilang elektronik, 27 diambil dari diskominfotik, 8 titik dinas perhubungan, 44 titik
04:46CCTV dari rumah warga, perkantoran, dan bangunan-bangunan lain.
04:50Selain itu, polisi juga menyebut pelaku berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa AI.
05:04Setelah kami memperoleh informasi dan laporan sehubungan dengan kejadian dimaksud, selanjutnya kami melakukan upaya penyelidikan,
05:19melakukan analisis terhadap CCTV dan analisis terhadap saluran komunikasi yang ada.
05:31Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini
05:52berangkat dan kembalinya.
05:56Ada 7 titik kamera pengawas atau CCTV yang diambil dari sistem elektronik tilang.
06:07Kemudian ada 27 titik yang kami ambil dari diskom infotik.
06:16Kemudian ada 8 titik yang kami ambil dari dinas perhubungan.
06:20Kemudian ada 44 titik CCTV dari warga, artinya rumah warga, kemudian pertantoran maupun bangunan-bangunan yang ada di sekitar jalur
06:37pelintasan pelaku.
06:40Terima kasih telah menonton!
06:41Terima kasih telah menonton!
06:42Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan