00:29KASUS TEROR AIR KERAS
00:30dan memperintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini.
00:33Mendapat perintah tersebut, Kapolri Bilak akan membuka posko pengaduan masyarakat
00:38untuk mengumpulkan informasi terkait dengan kasus tersebut.
00:42Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden
00:49untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan.
00:57Kami juga akan membuat posko pengaduan sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui
01:06dan kemudian ingin menginformasikan, maka bisa memberikan laporan langsung pada posko pengaduan.
01:17Komisioner Kompol Nasko Irul Anang meminta polisi untuk memeriksa rekaman CCTV saat peristiwa penyeraman terjadi.
01:24Dia juga bilang polisi harus menunjukkan kinerja terbaiknya dalam mengungkap pelaku.
01:28Yang penting adalah ini dukungan juga untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya
01:35dibongkar siapa dibalik pekejahatan itu.
01:41Kita meminta kepolisian agar juga merespon berbagai fenomena viral,
01:48video maupun foto tersebut dalam konteks yang positif.
01:55Ini adalah dukungan untuk pengungkapan peristiwa kejahatan penyiraman air keras terhadap aktivis hak asensi manusia.
02:07Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI meminta polisi untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras ini.
02:14Ketua Umum YLBHI mengatakan, pihak kontras dan organisasi lainnya telah berkomunikasi dengan kepolisian sejak kejadian tersebut.
02:21Kami sudah melihat dan berkomunikasi dengan orang-orang kepolisian, mereka sudah mengambil semuanya.
02:26Bukan mengambil seldom, seharusnya secara technicality tidak ada hambatan buat mereka mengungkapkan siapa pelakunya dan siapa otak belakang pelakunya.
02:35Pertanyaannya, apakah mereka berani mengungkapkan siapa mereka dan siapa di belakangnya?
02:40Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan.
02:43Maka kita menantang dan mendesak Kapolri, Kapolda, dan seluruh jadang kepolisian gunakan seluruh kemampuan reserse Anda, ilmu saintifik Anda, untuk
02:54mengungkapkan ini.
02:54Agar terbukti bahwa kepolisian itu ada.
02:58Desakan untuk segera mengusut dan menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis kontras juga datang dari Ketua Komisi 3 DPR
03:04RI, Habibur Rohman.
03:06Ia juga meminta Andri Yunus mendapat pengawalan maksimal, guna mencegah kemungkinan terjadinya ancaman atau kekerasan susulan.
03:13Kami sudah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya dan meminta agar kepolisian bergerak cepat mengusut katus ini dan menangkap para pelakunya,
03:22baik yang melakukan langsung ataupun yang memerintahkan untuk melakukan.
03:27Terhadap saudara Andri Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal, agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan.
03:35Kita tidak boleh mentolerir segala bentuk kekerasan kepada warga negara.
03:40Apapun bentuk perbedaan pendapat, harusnya tidak boleh direspon dengan kekerasan dan premanisme.
03:48Andri Yunus adalah aktivis yang sempat menjadi sorotan karena aksi berandinya mendatangi lokasi rapat panja RU TNI di Ferman Hotel
03:55Jakarta 15 Maret 2025.
03:59Bersama dua aktivis lainnya, Andri meneriakan tuntutannya agar pembahasan RU TNI tersebut dihentikan.
04:05Tim Liputan Kompas TV
04:12Pol Demetro Jaya menyampaikan perkembangan terbaru penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus.
04:20Puluhan rekaman CCTV dikumpulkan dan dianalisis untuk mengungkap pelaku.
04:24Polisi mengumpulkan dan menganalisis total 86 titik CCTV yang diduga dilewati para pelaku penyiraman.
04:34Dengan rincian 7 titik CCTV diambil dari sistem tilang elektronik, 27 diambil dari diskominfotik, 8 titik dinas perhubungan, 44 titik
04:46CCTV dari rumah warga, perkantoran, dan bangunan-bangunan lain.
04:50Selain itu, polisi juga menyebut pelaku berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa AI.
05:04Setelah kami memperoleh informasi dan laporan sehubungan dengan kejadian dimaksud, selanjutnya kami melakukan upaya penyelidikan,
05:19melakukan analisis terhadap CCTV dan analisis terhadap saluran komunikasi yang ada.
05:31Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini
05:52berangkat dan kembalinya.
05:56Ada 7 titik kamera pengawas atau CCTV yang diambil dari sistem elektronik tilang.
06:07Kemudian ada 27 titik yang kami ambil dari diskom infotik.
06:16Kemudian ada 8 titik yang kami ambil dari dinas perhubungan.
06:20Kemudian ada 44 titik CCTV dari warga, artinya rumah warga, kemudian pertantoran maupun bangunan-bangunan yang ada di sekitar jalur
06:37pelintasan pelaku.
06:40Terima kasih telah menonton!
06:41Terima kasih telah menonton!
06:42Terima kasih telah menonton!
Komentar