Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin memsatikan wajah pelaku penyiraman air keras terhada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang beredar di media sosial adalah hoaks dan hasil artificial intelligence.

Iman mengatakan hal itu salah satu upaya dari pelaku untuk mengaburkan identitas.

"Kami pastikan bahwa itu adalah hoaks atau tidak benar karena itu hasil rekayasa dari artificial intelligence. Kami duga ini salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri untuk mengaburkan informasi," ujar Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca Juga Susno Duadji Tanggapi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Kalau Serius, Bisa Diungkap di https://www.kompas.tv/nasional/657165/susno-duadji-tanggapi-penyiraman-air-keras-terhadap-andrie-yunus-kalau-serius-bisa-diungkap

#poldametrojaya #airkeras #andrieyunus

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657178/polisi-pastikan-wajah-pelaku-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-di-media-sosial-hoaks-hasil-ai
Transkrip
00:00kami. Kemudian pasca kejadian juga tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga
00:10pelaku melakukan pelarian ke arah yang berbeda dari dua tim, dari dua motor yang ditumpangi
00:20satu motor masing-masing dua orang tersebut, yang satu motor OTK-1 dan OTK-2 ini melawan arus di Jalan
00:36Salemba ini
00:39melawan arus dari Jalan Raya Salemba menuju Senen. Kemudian dari Senen menuju Jalan Keramat Raya
00:50Jalan Keramat Raya menuju Tugutangi dan dari Tugutangi selanjutnya bergerak ke arah stasiun Gondang Dia.
01:02Nah dari Gondang Dia ini menuju wilayah Jakarta Selatan. Kemudian untuk yang satu kendaraan yang ditumpangi
01:12oleh dua orang, OTK-3 dan OTK-4. Ini dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus menuju
01:24Jalan Pramuka Sari II.
01:26Nah dari Jalan Pramuka Sari II selanjutnya menuju Matraman dan dari Matraman termonitor dari CCTV menuju wilayah Jati Negara.
01:38Selanjutnya ke Jalan Oto Iskandar di Nata, Jakarta Timur.
01:43Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi,
01:53setelah kejadian salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya
02:03dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor.
02:25Rekan-rekan sekalian saat ini kondisi korban berdasarkan pemeriksaan medis mengalami trauma asam, kemudian luka bakar
02:40pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya.
02:46Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan.
02:51Mari kita sama-sama doakan rekan-rekan sekalian, keluarga kita, sahabat kita tersebut,
02:56segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas.
03:00Kami sangat bersyukur rekan-rekan sekalian bahwa dengan banyaknya CCTV yang terpasang
03:14di jalur-jalur utama maupun di jalur-jalur alternatif yang ada di wilayah Jakarta,
03:24ini sangat membantu pengungkapan atau proses penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan.
03:30Apalagi pada beberapa titik atau sebagian besar titik CCTV yang terpasang di wilayah Jakarta
03:38memiliki resolusi yang cukup tinggi, sehingga pada beberapa tempat dapat diperoleh gambar yang cukup jelas.
03:50Kemudian rekan-rekan sekalian, dalam beberapa waktu belakangan kita sempat disajikan
04:00beredarnya video TKP yang membuat para pelaku ini seolah-olah terpublikasi.
04:14Nah dengan beradarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik,
04:27pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik, dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan
04:34dengan menyebarkan gambar atau sketsasi rekayasa artificial intelligence.
04:42Jadi sebagaimana rekan-rekan banyak melihat atau menerima mungkin kiriman link atau unggahan di media sosial
04:50berupa dugaan pelaku, kemudian dugaan identitas pelaku, itu kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar.
05:03Karena itu hasil rekayasa dari artificial intelligence.
05:09Kami dugaan ini adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri
05:17untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah, untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang diperoleh.
05:32Sehingga kami berharap mari kita sama-sama jaga supaya hasil nanti penyelidikan dan penyelidikan
05:44yang akan kami sampaikan dalam beberapa hari ke depan, mudah-mudahan kami segera bisa memberikan
05:53atau menyampaikan dari tangkapan gambar CCTV yang kami peroleh di sepanjang jalur yang diduga dijadikan sebagai jalur untuk keberangkatan
06:07maupun kembalinya para terduga pelaku.
06:13Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah sangat membantu dengan keberadaan CCTV yang tergelar di beberapa jalur
06:27di wilayah Jakarta.
06:30Kami kira itu yang dapat kami sampaikan pada kesempatan siang hari ini.
06:37Beberapa informasi yang terkait dengan penanganan perkara penyiraman atau penganiayaan terhadap korban yang terjadi pada hari Kamis tanggal 12 Maret
06:542026 yang lalu.
06:57Kami akan terus berupaya dan berusaha semaksimal mungkin, secara transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penegakan hukum yang kami lakukan.
07:12Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan