Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Warga yang berdesakan di halaman Kantor Kecamatan Kedungkandang hingga jalan raya ini memaksa masuk ke dalam kantor kecamatan tempat pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang. Banyaknya warga yang memaksa masuk membuat beberapa warga terjatuh dan terinjak.

Tak berhenti di situ, di dalam kantor kecamatan, warga yang mayoritas adalah ibu rumah tangga melampiaskan kekecewaan mereka kepada petugas kecamatan karena setelah mengantre hingga tiga jam, warga tidak mendapat kuota pembelian sembako murah.

Menurut warga, seharusnya pasar murah ini digelar di tingkat kelurahan karena dengan kuota yang terbatas seperti saat ini tidak akan mencukupi untuk seluruh warga se kecamatan.

"Harusnya kalau kuotanya segitu jangan se kecamatan, dibagi per kelurahan, kalau gini kecewa, kasihan lansia, ibu hamil sama yang bawa anak, akhirnya nggak dapat." Keluh Umi.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang Luh Putu Eka menjelaskan bahwa dalam pasar murah ini pihaknya menyediakan 1300 paket sembako yang berisi beras lima kilogram, minyak goreng dua liter dan gula satu kilogram. Untuk paket sembako dengan total harga 150 ribu tersebut, warga cukup membayar 50 ribu.

"Jumlahnya 1.300 harganya itu kan Rp 150 ribu sebetulnya, kemudian ada subsidi, masyarakat hanya menebus Rp 50 ribu.

Pasar murah yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ini digelar di lima kecamatan secara bergantian. Warga yang membeli harus menunjukkan KTP dan pembelian dibatasi hanya satu paket.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/655945/warga-di-malang-berdesakan-hingga-terjatuh-dan-terinjak-saat-berebut-sembako-murah
Transkrip
00:01Warga yang berdesakan di alaman kantor Kecamatan Kedung Kandang hingga Jalan Raya ini memaksa masuk ke dalam kantor Kecamatan,
00:09tempat pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Dinas Kooperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang.
00:15Banyaknya warga yang memaksa masuk membuat beberapa warga terjatuh dan terinjak.
00:20Tak berhenti di situ, di dalam kantor Kecamatan warga yang mayoritas adalah ibu-ibu melampiaskan kekecewaan mereka
00:27kepada petugas Kecamatan karena setelah mengantri hingga 3 jam, warga tidak mendapat kuota pembelian sembaku murah.
00:35Menurut warga, seharusnya pasar murah ini digelar di tingkat kelurahan,
00:39karena dengan kuota yang terbatas seperti saat ini tidak akan mencukupi untuk seluruh warga sekecamatan.
00:44Itu gak usah sekecamatan, dibagi perkeluraan, kalau gini kecewa, kasihan lansia tadi, ibu-ibu hamil itu kasihan.
00:53Yang bawa anak itu ya kasihan juga.
00:55Gak dapet akhirnya?
00:56Ya gak dapet.
00:56Sudah andri berapa lama tadi?
00:59Ya sudah 2 jam lebih, masih dikajau.
01:02Sampai sekarang?
01:03Belum dapet, jadi malah kotanya udah habis.
01:05Mau pulang aja.
01:07Gue kecewa gak sih?
01:09Gue kecewa banget.
01:10Gue kecewa banget.
01:11Ini peluru-peluru.
01:12Ini yang kertif.
01:14Enggak, maksudnya ada batasnya.
01:19Misalnya dari kelurahan sini berapa.
01:21Dari kelurahan sini berapa.
01:23Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disko Pindah Kota Malang, Luh Putu Eka menjelaskan bahwa dalam pasar murah ini, pianya menyediakan
01:301.300 paket sembako.
01:32Yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, dan gula 1 kg.
01:37Untuk paket sembako dengan total harga 150 ribu rupiah tersebut, warga cukup membayar 50 ribu rupiah.
01:43Harganya, jumlahnya kurang lebih 1.300.
01:49Harganya itu kan 150 sebetulnya.
01:52Kemudian, ada subsidi.
01:54Sehingga masyarakat hanya mengebus 50.
01:58Pazar murah yang digelar dalam rangka menyambut hadirai Idul Fitri ini digelar di 5 kecamatan secara bergantian.
02:04Warga yang membeli harus menunjukkan KTP, dan pembelian dibatasi hanya satu paket.
02:09Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
02:14Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan