Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang Iran versus AS dan Israel meluas ke negara sekitar Iran. Terbaru, Israel menyerang Lebanon yang diklaim menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah setelah Hizbullah menyerang Israel untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei.

Militer Israel merilis rekaman yang diklaim menunjukkan serangan udara terhadap sasaran Hizbullah di seluruh Lebanon.

Israel menyerang sasaran yang diklaim sebagai basis Hizbullah di Lebanon. Lalu bagaimana dampaknya bagi WNI di Lebanon? Kita tanyakan langsung ke Bapak Dicky Komar, Dubes RI untuk Lebanon.

#lebanon #wni #dubesri

Baca Juga Banjir Terjang Bandar Lampung dan Lampung Selatan, Satu Anak Hanyut Masih Dicari Tim Gabungan di https://www.kompas.tv/regional/655225/banjir-terjang-bandar-lampung-dan-lampung-selatan-satu-anak-hanyut-masih-dicari-tim-gabungan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655228/full-dubes-ri-untuk-lebanon-soal-wni-di-lebanon-ditengah-konflik-iran-vs-as-israel-akan-dievakuas
Transkrip
00:00Israel menyerang sasaran yang diklaim sebagai basis Hisbullah di Lebanon.
00:03Lalu bagaimana dampaknya bagi WNI di Lebanon?
00:06Kita tanyakan langsung pada Diki Komar, Dubes RI untuk Lebanon.
00:10Assalamualaikum, selamat malam waktu Indonesia, Pak Diki.
00:14Selamat malam, Selamat malam, Jakarta.
00:17Pak Diki, jadi untuk saat ini bagaimana kondisi WNI kita di Lebanon?
00:20Sudah bisa diricau, terdata semuanya?
00:22Baiklah, sepertinya saya sampaikan tadi oleh PLT Direktur Perlindungan WNI.
00:31Memang benar, ada sekitar 939 warga negara Indonesia, termasuk di antaranya sekitar 757 kontingen Garuda kita di Unifail.
00:44Pasukan pemelihara pendamaian di Lebanon Selatan.
00:49Selama ini, tidak saja sejak dimulainya konflik Iran dan Amerika dan Israel ini,
00:59kami terus melakukan komunikasi secara intensif dengan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Lebanon
01:09melalui berbagai media sosial maupun komunikasi langsung.
01:14Pada saat ini, KBRI menampung sekitar 13 warga negara, sebagian besar memang juga anggota keluarga KBRI
01:24dan juga beberapa mahasiswa dan seorang pekerja migran Indonesia yang memang berniat kembali ke tanah air
01:33dan menunggu penerbakan.
01:37Pak Diki, kalau untuk ratusan WNI yang lainnya bagaimana?
01:41Mereka terpusatkan di mana?
01:42Karena kalau kita lihat di visual, warga Lebanon sendiri sudah panik, Pak Diki.
01:49Kebanyakan WNI kita berada di Beirut, sebagian di BK mereka pelajar Indonesia yang menerima beasiswa dari universitas di BK
02:06dan ada sekitar 30 juga pelajar Indonesia yang belajar di beberapa universitas di Beirut.
02:14Keberadaan mereka terus kita pantau melalui berbagai media dan melalui WA Group
02:22dan kita selalu pantau, selalu kita komunikasi setiap saat untuk memastikan keselamatan dan keadaan mereka dari hari ke hari.
02:33Sebetulnya kalau aktivitas mereka, perkantoran dan juga belajar atau pendidikan, apakah masih berlangsung?
02:42Tadi kami simak belum ada rencana evakuasi, mengapa Pak Diki?
02:48Betul, karena memang sampai saat ini kita masih memandang situasi WNI kita masih dalam keadaan aman
02:57dan kita terus pantau, kita terus melakukan assessment untuk berbagai kemungkinan terburuk
03:06karena kita memiliki kontingensi plan mask di mana di dalamnya opsi, berbagai opsi tersedia
03:14termasuk pada kemungkinan terburuk evakuasi.
03:18Hal ini sudah pernah kita lakukan di tahun 2024, hampir 2 tahun yang lalu.
03:25Ketempat evakuasi, apakah posisi para WNI kita ini cukup jauh atau masih bisa kejangkau
03:33jika dalam kondisi darurat, Pak Diki?
03:37KPI ini juga menyediakan transportasi sekiranya diperlukan, kita bisa menjemput mereka
03:44ketika mereka kebanyakan berada di Beirut, Mas Baim.
03:49Jadi kita memiliki standby lah istilahnya untuk apabila diperlukan melakukan penyebutan mereka ke lokasi mereka.
04:01Untuk saat ini, sampai hari Jumat ini, bagaimana eskalasi di sana?
04:06Masih terasa terdengar ledakan-ledakan, Pak Diki?
04:11Masih, masih Mas.
04:13Karena kebetulan KBRI kita itu berada di wilayah yang cukup tinggi.
04:18Sementara overview kita bisa melihat ledakan-ledakan tersebut, Mas.
04:23Dari waktu ke waktu, bahkan ledakannya sangat bisa kita rasakan.
04:28Dan terlebih lagi ketika, belum sampai kaca pecah, tapi getarannya luar biasa dapat dirasakan dari KBRI.
04:38Ini jadi memutuskan evakuasi WNI itu tandanya apa?
04:42Apakah ketika pemerintah Lebanon sendiri memutuskan darurat?
04:46Atau seperti apa batasnya?
04:50Evakuasi sepenuhnya tanggung jawab kita, keputusan kita.
04:54Kita yang memutuskan apabila memang situasi yang ada sudah mengancam keselamatan WNI kita.
05:04Dan oleh sebab itu, kita terus melakukan pemantauan, kita terus melakukan komunikasi dengan satu persatu dari mereka.
05:12Untuk perhatikan bahwa mereka dalam kondisi aman, sampai kemudian situasi yang memang tidak terkendali.
05:19Baru kita melakukan opsi evakuasi.
05:24Pak Diki, ini terakhir imbauan yang sudah disampaikan KBRI bagi WNI kita di Lebanon seperti apa?
05:31Tentunya selalu kita informasikan, ingatkan untuk meningkatkan kekesepadaan.
05:39Selalu berkomunikasi satu dengan yang lain.
05:42Dan KBRI akan senantiasa menghubungi mereka setiap saat untuk memastikan keselamatan mereka dimanapun mereka berada.
05:51Baik, terima kasih Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon.
05:56Pak Diki Komar telah menyampaikan penanganan WNI di Lebanon di kompas malam hari ini.
06:02Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan