00:01Rindita, salah satu pembuat parsel di Malang, turut merasakan dampak positif jelang Hari Raya Idul Fitri.
00:06Bersama karyawannya, pengusaha parsel yang berada di kawasan Pagentan, Singosar ini tengah sibuk menyelesaikan pesanan parsel dari para pemesan.
00:15Satu persatu barang pecah belas seperti gelas dan piring ia rangkai hingga menjadi bentuk yang menarik.
00:21Peningkatan permintaan parsel ini menurutnya sudah dirasakan sejak awal bulan Ramadan.
00:25Dibanding tahun lalu ada sedikit perbedaan tren parsel di tempat usahanya.
00:29Untuk tahun ini, parsel berisi barang pecah belas seperti piring, gelas, mangkuk, bahkan toples kue cukup diminati.
00:36Parsel berisi barang pecah belas ini sudah dikenalkannya sejak tahun lalu sebagai alternatif pilihan selain parsel berisi kue kering atau
00:43makanan ringan.
00:45Namun baru di tahun ini parsel barang pecah belas mengalami lonjakan permintaan.
00:49Hingga pertengahan Ramadan tak kurang dari 500 pesanan parsel sudah masuk di tempatnya.
00:54Nah, tahun lalu itu kita ambil, ada parsel pecah belas tapi cuma nyoba, baru nyoba-nyoba.
01:02Terus karena ternyata permintaannya banyak, kita langsung cari supplier yang paling bagus, terus yang produknya juga lucu-lucu gitu.
01:10Lepas kita coba rangkai dan kita masukin katalog, peminatnya banyak banget.
01:14Kalau yang pesanan pecah belas ini cenderung personal yang pesan, kalau yang snack ini biasanya korporat, perusahaan, pabrik, kayak gitu
01:25biasanya.
01:25Untuk satu buah parsel dihargai mulai dari 100 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah.
01:31Pengusaha parsel rumahan ini juga bisa menyesuaikan anggaran dari pemesan.
01:44Terima kasih telah menonton!
Komentar