Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kasus penyakit campak di Indonesia belakangan ini menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan. Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Di balik lonjakan kasus ini, IDAI menyoroti adanya pengaruh nyata dari golongan 'antivax' atau gerakan antivaksin.
Ketua IDAI Cabang Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena ini. Ia menyebut ada kelompok aktivis antivaksin yang secara terang-terangan menolak imunisasi, bahkan menganggap remeh risiko penyakitnya.

"Sampai bahkan mengatakan aktivis-aktivis antivaksin mendingan anaknya kena campak, bahkan nggak papa kena Polio (poliomyelitis)," kata Prof Anggi, Sabtu (28/2/2026).

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #antivaccine #vacsine #vaksincampak

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sejarah gerakan antifaks, disebut-sebut jadi pemicu campak merebak DRI.
00:05Kasus penyakit campak di Indonesia belakangan ini menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan.
00:10Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi dari Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.
00:17Di balik lonjakan kasus ini, IDAI menyoroti adanya pengaruh nyata dari golongan antifaks atau gerakan antifaksin.
00:24Ketua IDAI Cabang Jawa Barat, Prof. Dr. Anggraini Alam, Seb Hoa, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena ini.
00:33Ia menyebut ada kelompok aktivis antifaksin yang secara terang-terangan menolak imunisasi, bahkan menganggap remeh risiko penyakitnya.
00:42Sampai bahkan mengatakan aktivis-aktivis antifaksin mendingan anaknya kena campak, bahkan nggak apa-apa kena polio, kata Prof. Anggi Sabtu
00:5120 Penetirah Nyara.
00:52Ia menegaskan bahwa campak bukanlah penyakit sepele. Komplikasinya bisa berdampak sangat serius, mulai dari kehilangan pendengaran,
01:00dehidrasi berat yang dapat menyebabkan kematian, mata kering karena virus campak yang menggerus cadangan vitamin A tubuh, hingga masalah berat
01:08pada paru-paru seperti pneumonia.
01:11Sikap skeptis terhadap vaksin yang kini dirasakan dampaknya di Indonesia sering dianggap sebagai fenomena baru atau tren modern yang tumbuh
01:19seiring populernya media sosial.
01:21Namun, jika menilik sejarah medis, skeptisisme dan perlawanan terhadap vaksin ternyata berusia jauh lebih tua dari yang dibayangkan banyak orang.
01:30Edward Jenner dan Kelahiran Vaksin Pertama
01:32Dalam artikel yang ditulis oleh David Robert Grimes, pakar kesehatan masyarakat di Trinity College Dublin, skeptisisme vaksin bukanlah fenomena baru.
01:42Sejarah mencatat, perlawanan ini muncul sesaat setelah Edward Jenner menemukan vaksin cacar pada 1796.
01:50Dia memperkenalkan prosedur vaksinasi menggunakan virus cacar sapi yang berhasil menurunkan tingkat penularan.
01:57Cacar yang kala itu membunuh 400 ribu orang per tahun berhasil diberantas pada 1980 berkat vaksinasi global.
02:06Namun, ketika pemerintah Inggris mulai mewajibkan vaksinasi pada pertengahan tahun 1800-an, muncul Liga-Liga Anti-Vaksinasi.
02:15Mereka memproduksi pamflet dengan judul-judul yang provokatif, seperti Vaksination, A Curse, dan Horrors of Vaccination,
02:24serta menerbitkan buku dan majalah berkala seperti The Anti-Vaksination.
02:29Evolusi argumen anti-vaks, dari agama hingga otonomi tubuh.
02:34Argumen yang digunakan oleh gerakan anti-vaksin telah berevolusi, namun intinya seringkali serupa selama berabad-abad.
02:41Menariknya, penolakan terhadap ide vaksinasi bahkan sudah ada sebelum vaksin itu sendiri ditemukan.
02:48Pada tahun 1722, pendeta Edmund masih menyebut penyakit sebagai hukuman Tuhan.
02:54Baginya, mencegah penyakit dengan vaksin adalah tindakan iblis dan bentuk penistaan.
03:00Selain itu, vaksin dianggap sebagai sesuatu yang tidak alami.
03:04Mereka percaya bahwa membiarkan tubuh melawan penyakit secara alami lebih baik,
03:08meski risikonya adalah kematian atau cacat permanen.
03:12Argumen gerakan anti-vaksin juga seringkali mengemakan pola lama era Victoria,
03:17dari anggapan bahwa pendukung vaksin dibayar oleh industri farmasi,
03:21hingga klaim bahwa kebersihan saja sudah cukup.
03:24Mengapa heart immunity begitu penting?
03:27Campak adalah salah satu virus paling menular di dunia.
03:31Dibutuhkan setidaknya 95 persen populasi yang divaksinasi untuk membentuk benteng atau heart immunity,
03:37guna melindungi mereka yang rentan.
03:40Disinformasi oleh kelompok anti-vaksin membuat cakupan imunisasi di beberapa daerah di Indonesia
03:45merosot di bawah ambang batas tersebut.
03:48Ketika benteng ini runtuh, virus campak kembali menemukan jalan untuk menjangkiti anak-anak.
03:53Masalahnya adalah musuh dalam permainan ini tidak bermain menurut aturan Sainz, tulis laporan WHO.
Komentar

Dianjurkan