00:00Sejarah gerakan antifaks, disebut-sebut jadi pemicu campak merebak DRI.
00:05Kasus penyakit campak di Indonesia belakangan ini menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan.
00:10Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi dari Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.
00:17Di balik lonjakan kasus ini, IDAI menyoroti adanya pengaruh nyata dari golongan antifaks atau gerakan antifaksin.
00:24Ketua IDAI Cabang Jawa Barat, Prof. Dr. Anggraini Alam, Seb Hoa, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena ini.
00:33Ia menyebut ada kelompok aktivis antifaksin yang secara terang-terangan menolak imunisasi, bahkan menganggap remeh risiko penyakitnya.
00:42Sampai bahkan mengatakan aktivis-aktivis antifaksin mendingan anaknya kena campak, bahkan nggak apa-apa kena polio, kata Prof. Anggi Sabtu
00:5120 Penetirah Nyara.
00:52Ia menegaskan bahwa campak bukanlah penyakit sepele. Komplikasinya bisa berdampak sangat serius, mulai dari kehilangan pendengaran,
01:00dehidrasi berat yang dapat menyebabkan kematian, mata kering karena virus campak yang menggerus cadangan vitamin A tubuh, hingga masalah berat
01:08pada paru-paru seperti pneumonia.
01:11Sikap skeptis terhadap vaksin yang kini dirasakan dampaknya di Indonesia sering dianggap sebagai fenomena baru atau tren modern yang tumbuh
01:19seiring populernya media sosial.
01:21Namun, jika menilik sejarah medis, skeptisisme dan perlawanan terhadap vaksin ternyata berusia jauh lebih tua dari yang dibayangkan banyak orang.
01:30Edward Jenner dan Kelahiran Vaksin Pertama
01:32Dalam artikel yang ditulis oleh David Robert Grimes, pakar kesehatan masyarakat di Trinity College Dublin, skeptisisme vaksin bukanlah fenomena baru.
01:42Sejarah mencatat, perlawanan ini muncul sesaat setelah Edward Jenner menemukan vaksin cacar pada 1796.
01:50Dia memperkenalkan prosedur vaksinasi menggunakan virus cacar sapi yang berhasil menurunkan tingkat penularan.
01:57Cacar yang kala itu membunuh 400 ribu orang per tahun berhasil diberantas pada 1980 berkat vaksinasi global.
02:06Namun, ketika pemerintah Inggris mulai mewajibkan vaksinasi pada pertengahan tahun 1800-an, muncul Liga-Liga Anti-Vaksinasi.
02:15Mereka memproduksi pamflet dengan judul-judul yang provokatif, seperti Vaksination, A Curse, dan Horrors of Vaccination,
02:24serta menerbitkan buku dan majalah berkala seperti The Anti-Vaksination.
02:29Evolusi argumen anti-vaks, dari agama hingga otonomi tubuh.
02:34Argumen yang digunakan oleh gerakan anti-vaksin telah berevolusi, namun intinya seringkali serupa selama berabad-abad.
02:41Menariknya, penolakan terhadap ide vaksinasi bahkan sudah ada sebelum vaksin itu sendiri ditemukan.
02:48Pada tahun 1722, pendeta Edmund masih menyebut penyakit sebagai hukuman Tuhan.
02:54Baginya, mencegah penyakit dengan vaksin adalah tindakan iblis dan bentuk penistaan.
03:00Selain itu, vaksin dianggap sebagai sesuatu yang tidak alami.
03:04Mereka percaya bahwa membiarkan tubuh melawan penyakit secara alami lebih baik,
03:08meski risikonya adalah kematian atau cacat permanen.
03:12Argumen gerakan anti-vaksin juga seringkali mengemakan pola lama era Victoria,
03:17dari anggapan bahwa pendukung vaksin dibayar oleh industri farmasi,
03:21hingga klaim bahwa kebersihan saja sudah cukup.
03:24Mengapa heart immunity begitu penting?
03:27Campak adalah salah satu virus paling menular di dunia.
03:31Dibutuhkan setidaknya 95 persen populasi yang divaksinasi untuk membentuk benteng atau heart immunity,
03:37guna melindungi mereka yang rentan.
03:40Disinformasi oleh kelompok anti-vaksin membuat cakupan imunisasi di beberapa daerah di Indonesia
03:45merosot di bawah ambang batas tersebut.
03:48Ketika benteng ini runtuh, virus campak kembali menemukan jalan untuk menjangkiti anak-anak.
03:53Masalahnya adalah musuh dalam permainan ini tidak bermain menurut aturan Sainz, tulis laporan WHO.
Komentar