Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Belakangan ramai di media sosial membahas klaim bahwa perempuan yang sering menahan emosi, jarang menangis, atau terbiasa memendam kemarahan disebut lebih rentan terkena penyakit autoimun.
Hal ini banyak dibagikan dalam bentuk pengalaman pribadi maupun konten kesehatan populer. Namun, benarkah emosi yang dipendam dapat memicu penyakit autoimun? Sejumlah ahli menyebut hubungan antara stres, emosi, dan sistem kekebalan tubuh memang ada.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #tipskesehatan #autoimun #emosi

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Belakangan ramai di media sosial membahas klaim bahwa
00:04perempuan yang sering menahan emosi, jarang menangis,
00:08atau terbiasa memendam kemarahan disebut lebih rentan terkena penyakit autoimun.
00:13Hal ini banyak dibagikan dalam bentuk pengalaman pribadi maupun konten kesehatan populer.
00:19Namun, benarkah emosi yang dipendam dapat memicu penyakit autoimun?
00:24Kemudian, sejumlah ahli menyebut hubungan antara stres, emosi, dan sistem kekebalan tubuh memang ada.
00:32Mengutip dari The Independent, sebuah penelitian tahun 2020
00:36menemukan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit autoimun dibanding laki-laki,
00:43yaitu hampir 80%.
00:46Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri.
00:53Beberapa contoh penyakit autoimun yang cukup dikenal antara lain lupus reumatoid arthritis dan multiple sclerosis.
01:03Mengutip dari Harvard Health Publishing,
01:06penelitian terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara stres dengan meningkatnya risiko penyakit autoimun.
01:12Dalam penelitian tersebut,
01:14orang yang sebelumnya didiagnosis mengalami gangguan terkait stres
01:18diketahui memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk didiagnosis penyakit autoimun dibanding mereka yang tidak memiliki gangguan stres.
01:26Stres sendiri merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan fisik, emosional, atau psikologis.
01:33Ketika seseorang mengalami stres,
01:35tubuh akan memicu respons yang membuat hormon seperti adrenalin dan kortisol dilepaskan.
01:41Jika stres terjadi terus-menerus,
01:44kondisi ini dapat memicu peradangan kronis,
01:47serta memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
01:50Dalam kajian psikologi,
01:52terdapat konsep self-silencing,
01:54atau kecenderungan seseorang untuk menekan emosi demi menjaga hubungan atau menghindari konflik.
Komentar

Dianjurkan