00:00Belakangan ramai di media sosial membahas klaim bahwa
00:04perempuan yang sering menahan emosi, jarang menangis,
00:08atau terbiasa memendam kemarahan disebut lebih rentan terkena penyakit autoimun.
00:13Hal ini banyak dibagikan dalam bentuk pengalaman pribadi maupun konten kesehatan populer.
00:19Namun, benarkah emosi yang dipendam dapat memicu penyakit autoimun?
00:24Kemudian, sejumlah ahli menyebut hubungan antara stres, emosi, dan sistem kekebalan tubuh memang ada.
00:32Mengutip dari The Independent, sebuah penelitian tahun 2020
00:36menemukan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit autoimun dibanding laki-laki,
00:43yaitu hampir 80%.
00:46Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri.
00:53Beberapa contoh penyakit autoimun yang cukup dikenal antara lain lupus reumatoid arthritis dan multiple sclerosis.
01:03Mengutip dari Harvard Health Publishing,
01:06penelitian terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara stres dengan meningkatnya risiko penyakit autoimun.
01:12Dalam penelitian tersebut,
01:14orang yang sebelumnya didiagnosis mengalami gangguan terkait stres
01:18diketahui memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk didiagnosis penyakit autoimun dibanding mereka yang tidak memiliki gangguan stres.
01:26Stres sendiri merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan fisik, emosional, atau psikologis.
01:33Ketika seseorang mengalami stres,
01:35tubuh akan memicu respons yang membuat hormon seperti adrenalin dan kortisol dilepaskan.
01:41Jika stres terjadi terus-menerus,
01:44kondisi ini dapat memicu peradangan kronis,
01:47serta memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
01:50Dalam kajian psikologi,
01:52terdapat konsep self-silencing,
01:54atau kecenderungan seseorang untuk menekan emosi demi menjaga hubungan atau menghindari konflik.
Komentar