Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
Setelah menemukan alat bukti yang cukup, KPK menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di...
Transkrip
00:14PEMPK PEMPK PEMPK PEMPK PEMPK
00:30Pempanan dan eksekusi KPK Aset Gunterahayu mengungkapkan
00:32Peristiwa ini bermula saat suami Fadia, Mihtaruddin Ashraf Abu
00:37Yang juga anggota DPR RI dan anaknya Muhammad Sabik Ashraf
00:40Yang juga anggota DPRD Pekalongan
00:42Membuat perusahaan PT Raja Dosantara berjaya
00:46KPK mengungkap perusahaan itu menerima total 46 miliar rupiah
00:50Dari kontrak dengan PEMPK Pekalongan
00:52Dari 46 miliar rupiah itu, 19 miliar rupiah dinikmati oleh keluarga Bupati
00:58Dalam pemeriksaan intensif yang dilakukan
01:00FAR menerangkan bahwa dirinya berlatar belakang sebagai musisi
01:05Ya bukan seorang birokrat
01:07Ini yang disampaikan oleh saudari FAR
01:10Serta dengan demikian
01:12Saudara FAR tidak memahami
01:15Hukum dan tata kelola pemerintahan daerah
01:18FAR mengaku urusan teknis birokrasi diserahkan kepada sekretaris daerah
01:23Sementara dirinya lebih banyak menjalankan fungsi seremonial di lingkungan Kabupaten Pekalongan
01:28Itu yang disampaikan oleh saudari FAR pada saat memberikan keterangan
01:32Hal ini tentunya bertentangan dengan asas
01:35Persumtio Aures de Iure
01:37Teori fiksi hukum
01:40Terlebih FAR adalah seorang bupati atau penyelenggara negara selama dua periode
01:45Serta satu kali menjabat sebagai wakil bupati periode 2011-2016
01:51Bupati Pekalongan Fadiyah Rafik tersangka korupsi pengadaan barang dan jasa membantah
01:56Dirinya terjerat OTTKPK
01:58Fadiyah bahkan bilang dirinya ditangkap saat tengah bersama Bupro Jawa Tengah di Semarang
02:02Fadiyah juga bilang tak terlibat apapun soal pengadaan barang dan jasa
02:06Namun bupati bilang perusahaan itu milik keluarganya
02:11Saat penatapan mereka menggerbek ke rumah saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah
02:18Jadi saya tidak ada OTT apapun barang serupiah pun
02:21Demi Allah gak ada
02:23Ibu bersama Pak Gubernur Jawa Tengah membahas apa Ibu?
02:26Enggak membahas izin bahwa saya besok gak bisa hadir acara MBG gitu
02:32Ibu ikut proyek dalam keadaan PBG juga ya perusahaannya Bu?
02:36Enggak saya tidak ikut Pak itu
02:39Bukan itu bukan punya saya, saya gak pernah ikut
02:42Itu perusahaan siapa?
02:43Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya
02:48Wakil Bupati Pekalongan Sukirman memastikan bayanan pemerintahan berjalan normal
02:52Pusat KPK melakukan OTT Bupati Pekalongan Fadiyah Arafik
02:55Sukirman menyebut ruangan Bupati hingga sejumlah ruangan di kantor setda tidak dapat digunakan
03:00Lantaran masih disegel KPK
03:02Begitupun aset mobil mewah milik Bupati Fadiyah
03:05Yang disegel KPK dan masih terparkir di pendokor rumah dinas Bupati
03:09Masih berjalan dengan baik di bidang kesehatan, di bidang pendidikan, di pasar-pasar, UKM, UMKM dan seterusnya
03:21Perizinan dan seterusnya masih berjalan dengan baik
03:23Seperti biasa, kami secara otomatis selalu berbagi tugas
03:28Saya khususnya dengan Ibu Bupati
03:31Bila satu berhalangan, satu mengerjakan yang lain
03:35Pasca OTT KPK, ruang kantor Bupati Fadiyah Arafik
03:38Ruang sekretaris daerah Yulian Akbar
03:40Dan sejumlah ruang kepala dinas disegel KPK
03:44Sejumlah aset mobil mewah milik Bupati Fadiyah
03:46Di pendokor rumah dinas juga tak lukut disegel KPK
03:51Tim Liputan, Kompas TV
03:58KPK meretapkan Bupati Pekalongan Fadiyah Arafik
04:01Sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa
04:04Di lingkungan Pemka Pekalongan
04:06Dalam pemeriksaan yang dilakukan KPK
04:08Bupati Pekalongan mengaku tidak paham soal berikurasi
04:11Sebab Fadiyah berlatar belakang sebagai musisi dangdut
04:15Lantas apa yang menjadi faktor pendorong kepala daerah melakukan korupsi
04:19Dan seperti apa pengawasan dan pebekalan
04:22Yang diberikan partai kepada kadernya yang menjadi kepala daerah
04:25Kita akan bahas dengan sejumlah narasumber yang sudah bergabung
04:28Melalui sambungan daring
04:29Ada Wakil Ketuamu Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia
04:31Dan pengamat politik lingkar Madani Rai Rangkuti
04:34Selamat pagi Bang Doli, Bang Rai
04:37Selamat pagi
04:38Assalamualaikum
04:39Waalaikumsalam
04:40Saya mau ke Bang Doli
04:42Bang Doli ini sikap dari Partai Golkar seperti apa?
04:44Ini dari tahun 2025 sampai sekarang ada dua kalau tidak salah ya
04:48Bupati Lampung Tengah Ardhito Wijaya dan juga Bupati Pekalongan Fadi Arafik yang terjerat korupsi
04:55Ya tentu kita semua prihatin ya dan kecewa tentunya
05:00Pertama prihatin karena semakin hari semakin bukan berkurang kepala daerah yang terkena atau terjebak masalah hukum
05:10Apalagi karena OTT dalam berapa bulan terakhir ini kalau tidak salah sekitar 7-8 ini
05:17Nah artinya kita melihat bahwa mereka ini tidak membaca situasi atau tidak baca perkembangan ya bahwa ada kolega-koleganya yang
05:28sebelum mereka kena itu juga terjadi hal yang sama
05:34Nah kenapa mereka ulangi kan gitu kenapa tidak hati-hati
05:37Nah yang kedua sebagai pimpinan partai Golkar dimana ada seperti Pahdia inilah
05:46Dia adalah kader Golkar bahkan ketua disana
05:49Nah tentu kita kecewa ya kenapa senaif itu ya
05:56Karena di dalam partai kita sebetulnya kita sering sekali mengingatkan ya
06:01Jajaran partai kita ini untuk fokus menjalankan amanah yang diberikan rakyat ya
06:09Melakukan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat
06:13Kemudian selalu harus ikut aturan gitu
06:17Jangan mengambil kebijakan yang berpotensi bermasalah hukum gitu
06:24Nah itu sering kita ingatkan
06:26Bahkan sebetulnya kepala-kepala daerah seperti Fadia yang sudah 20 tahun ini
06:32Itu pernah dulu kita lakukan semacam briefing atau pembekalan yang dilakukan oleh partai yang diisi oleh KPK gitu
06:43Nah jadi sebetulnya tidak ada alasan ya
06:47Menurut saya apalagi kalau tadi dijelaskan
06:52Menurut saya ya sudah tidak lagi perlu disampaikan alasan saya latar belakangnya apa gitu ya
06:59Ya ketika kita siapapun latar belakangnya ya begitu menjadi mengambil keputusan
07:06Untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui posisi-posisi jabatan publik
07:13Ya kita harus tahu tugas dan tanggung jawab kita itu apa
07:16Hak dan kewajiban kita apa gitu
07:20Jadi tidak ada no excuse lah
07:23Ya mau dari latar belakang mana gitu
07:26Nah oleh karena itu menurut saya sih gak usah lagi buat alasan-alasan yang tidak tepat seperti itu ya
07:30Jalannya aja pertanggung jawabkan apa yang dilakukan dan ikuti proses hukum ini
07:38Jadi kami partai kami tentu tadi prihatin, kecewa
07:43Tapi kami tetap menghargai negara kita ini adalah negara hukum
07:49Proses hukum, proses dan mekanisme hukumnya sudah diatur
07:54Ya dalam kasus ini ya jalani saja kira-kira begitu
07:59Nah tapi kan memang sudah tadi disebutkan Bang Doli sudah ada pembekalan yang barang-barang KPK gitu ya
08:04Untuk tidak korupsi untuk mengikuti aturan-aturan yang ada
08:08Apakah mungkin kemudian dengan kejadian lagi gitu Bang Doli sekali ini ke Fadia seperti itu
08:14Apakah kemudian pembekalan yang diberikan ini masih kayaknya kurang mengena
08:18Atau sebenarnya ini faktornya ya faktor di pribadi Fadia sendiri gitu
08:24Ya itu tadi dan selain masing-masing partai
08:27Saya kira kan seluruh kepala daerah itu juga sering ya mendapatkan apa namanya
08:36Pembekalan, pembekalan seperti itu
08:38Katakanlah terakhir retreat itu
08:39Retreat itu kan juga sebetulnya pembekalan yang dilaksakan oleh pemerintah pusat kepada seluruh kepala daerah
08:46Dan salah satu narasumber atau sesi yang ada dalam retreat itu adalah ketua KPK gitu
08:54Nah artinya kan mereka sebetulnya sudah berkali-kali kesempatan atau diberikan ya
09:02Informasi tentang aturan dan segala macam gitu
09:06Nah tapi memang lagi-lagi ya ini alarm keras buat kita gitu ya
09:13Kalau misalnya ada pejabat publik terutama kepada yang hampir berturut-turut ya
09:19Terus menerus ada yang terjebak masalah hukum
09:23Jadi ini kan ya saya kira buat Indonesia ini bukan sebuah prestasi ya
09:29Ketika semakin banyak orang yang atau pejabat yang terkena masalah hukum gitu
09:35Atau terjebak kasus korupsi ya harusnya kan semakin lama semakin berkurang
09:40Jadi artinya PR besar kita adalah membangun ekosistem ya
09:45Dimana semua orang itu tahu dan kemudian
09:49Apa namanya ya
09:51Ya tidak mau lagi
09:54Atau bisa ada pencegahan lah ya
09:56Terhadap tindak pidana korupsi itu
10:00Dan itu tanggung jawab kita semua oke
10:01Kalau misalnya semua pejabat publik itu berasal dari partai politik
10:07Tentu salah satu atau tanggung jawab terbesarnya adalah dari partai politik
10:11Tapi juga kita harus sama-sama membangun ya
10:13Bangsa negara kita ini harus membangun sistem yang betul-betul
10:18Bisa mengantisipasi atau mencegah
10:20Ya semua kita ini adalah insan-insan atau pejabat-pejabat yang
10:26Tahu ada yang kewajiban
10:27Paham mana yang salah yang benar gitu ya
10:30Sehingga tidak bisa tidak lagi melakukan langkah-langkah yang
10:34Salah terpotensi masalah hukum itu atau korupsi
10:37Oke baik
10:38Saya ke Bang Rai-Bang Rai tanggapan Anda nih
10:41Sudah dua periode jadi Bupati Pekalongan
10:43Bahkan sebelumnya sudah jadi wakil Bupati juga gitu ya
10:46Sudah diberikan pembekalan kalau kata Bang Doli tadi di partai Golkar
10:49Masa iya alesannya karena nggak tahu soal aturan
10:52Apakah ini cuma cara ngeles gitu ya
10:53Supaya dia lolos dari tuduhan
10:56Tapi cara ngelesnya kurang lihai gitu Bang Rai
10:59Iya kalau nggak ngerti kok malah jadi Bupati kan aneh
11:03Tapi itu juga sebetulnya kan membuat Golkar jadi malu
11:07Kenapa?
11:08Nah masa orang yang nggak ngerti
11:10Apa namanya asas-asas pemerintahan kok dicelonkan oleh Golkar gitu kan
11:15Dan jangan lupa beliau ini adalah orang yang bagian dari orang yang dititipi oleh Pak Jokowi kan
11:22Ya ini artinya ada dua sebetulnya kan
11:25Satu di Golkar satu di Pak Jokowi
11:27Tapi tiba-tiba ngelesnya itu loh
11:29Saya nggak tahu loh kok Golkar kok dorok orang yang nggak tahu
11:32Tentu kelola pemerintahan daerah kan
11:35Sama dengan Pak Jokowi juga kok bisa mendukung orang yang
11:40Atau menitip orang yang nggak mengerti tata kelola pemerintahan daerah
11:43Artinya memang betul ini alasan yang dibuat-buat
11:46Tapi alasannya ini sangat bisa memalukan Golkar
11:50Juga sangat bisa memalukan Pak Jokowi gitu ya
11:53Itu yang pertama
11:54Nah yang kedua adalah faktor ya
11:56Kalau kita bicara faktor
11:58Kita udah berulang kali mengatakan
12:00Sangat bahaya dinasti politik ini
12:03Sebab
12:04Apa namanya faktor
12:05Salah satu faktor utama terjadinya praktek korupsi
12:08Kolusi itu adalah nepotisme
12:10Nah ini salah satu yang apa namanya itu
12:15Salah satu lagi
12:16Ini bagian dari sekian banyak
12:17Kasus korupsi, kasus suap di daerah itu
12:21Yang tata kelola pemerintahannya itu berbasis nepotisme
12:25Seperti kita ketahui kan
12:27Suami dari Ibu Padia ini kan adalah
12:31Anggota DPR yang ada juga dari praksi Golkar
12:33Nah jadi kan kalau kita lihat lingkup yang kayak begini
12:37Nggak akan jauh pikiran kita
12:39Akan terjadi praktek-praktek yang akan dapat
12:41Mencidirai asas pengelolaan pemerintahan daerah
12:45Dan umumnya itu adalah berkait dengan suap
12:47Terkait dengan korupsi
12:49Dan sebagainya
12:50Oleh karena itulah dari dahulu kita menolak
12:53Praktek dinasti ini
12:54Karena
12:54Hanya akan melahirkan koruptor-koruptor baru
12:57Nggak akan melahirkan
12:58Pengelolaan pemerintahan daerah
13:01Dan sebagainya
13:02Nah ini yang kedua
13:03Nah yang ketiga
13:05Saya kira
13:06Kalau bicara soal sistemik
13:07Inilah pentingnya
13:09Mengapa
13:09Kita dua hal ya
13:11Terus mengusung
13:12Supaya satu
13:13Repisi undang
13:15Pembuatan undang-undang perampasan aset itu
13:17Segera ditetapkan oleh DPR
13:19Yang kedua adalah
13:20Hak untuk mencabut hak politik
13:22Para koruptor
13:24Sayangnya kan yang kedua ini
13:26Batalkan lagi
13:27Dimana hak
13:29Orang yang didakwa
13:32Dan diponis
13:33Melakukan tidak pinana korupsi
13:35Lebih dari 5
13:36Yang hukumnya lebih dari 5 tahun
13:39Itu otomatis hak politiknya hilang
13:42Itu dibatalkan lagi
13:43Efeknya seperti yang sekarang
13:44Saya kira
13:46Kalau dilihat dari
13:47Masifnya
13:48Praktek korupsi-korupsi
13:50Dengan modus yang
13:53Sebetulnya nggak ada yang baru modusnya
13:55Modusnya ini kan kalau kita lihat sekarang
13:57Berpusat di soal
13:58Bagaimana keluarga dilibatkan
14:00Mengurus
14:01Urusan yang berhubungan dengan APBD
14:03Yang kedua adalah
14:05Mengambil keuntungan dari proses seleksi
14:08Di semua lapisan yang berhubungan dengan
14:10Aparat pejabat daerah
14:13Jadi modusnya kelihatan dari situ sekarang
14:16Korupsinya dari
14:17Pelibatan
14:18Apa namanya itu
14:20Keluarga di dalam bisnis-bisnis APBD
14:23Yang kedua adalah
14:24Menerima
14:26Bagian dari
14:28Meloloskan orang per orang
14:29Untuk masuk di dalam jabatan
14:30Di daerah gitu
14:31Nah
14:32Kalau dilihat dari
14:33Dan mengapa ini terus berulang
14:35Padahal sudah
14:37Ratusan kepala daerah
14:38Yang ditakap oleh KPK
14:39Sederhana
14:40Karena menurut saya
14:42Bagi para koruptor
14:43Ya
14:43Sekarang ini
14:45Nggak terlalu menakutkan
14:46Masuk penjara itu gitu
14:48Apalagi sanksinya
14:49Cuma 5 tahun
14:506 tahun gitu
14:51Nah oleh karena itu
14:53Saya kira akan berulang terus
14:55Nggak akan selalu menakutkan mereka
14:57Kan kita udah lihat
14:58Banyak sekali
14:59Mantan
15:00Nabi koruptor
15:02Yang kembali ke politik
15:03Diterima oleh partai
15:04Didukkan dengan sanak mulia lagi oleh partai
15:07Bahkan ada yang juga
15:08Mendirikan partai politik
15:10Ada yang
15:11Ikut terlibat dalam
15:12Pengurus partai politik
15:14Di jabatan-jabatan yang
15:15Sangat
15:16Prestisius gitu
15:17Nggak ada efeknya sama sekali
15:19Biarlah 5 tahun
15:206 tahun
15:207 tahun
15:21Kita
15:21Nyantri dulu di KPK
15:23Habis itu kan tetap menjadi
15:25Orang terhormat gitu
15:26Nah oleh karena itu
15:27Saya kira ya
15:28Ada 2 hal yang sangat penting
15:31Untuk
15:31Membuat para
15:33Calon koruptor ini
15:34Gitu ya
15:35Atau koruptor-koruptor itu
15:36Pertama adalah
15:38Mereka dimiskinkan
15:39Melalui undang-undang
15:40Perampasan aset
15:40Yang kedua
15:41Hak politik mereka dicabut
15:43Kalau yang 2 ini
15:45Kita nggak lakukan
15:45Kita akan
15:46Siklusnya akan
15:47Tangkap
15:49Masukkan penjara
15:51Ribut sebentar
15:52Tangkap lagi
15:53Masukkan penjara
15:53Ribut sebentar
15:54Tapi
15:55Tidak menyelesaikan
15:57Akar masalah
15:58Yang paling fundamental
15:59Yaitu soal
16:01Apa namanya itu ya
16:03Pemiskinan
16:04Dan juga soal
16:05Pencabutan hak politik mereka
16:07Oke
16:08Bicara soal hak politik
16:09Ini kan tentunya juga
16:10Tidak lepas dari
16:11Partai politik
16:12Bang Doli
16:13Tadi terkait dengan
16:14Nepotisme yang mungkin
16:15Menjadi akar
16:15Permasalahan dari korupsi
16:17Yang mungkin sering terjadi
16:18Menjerat kepala daerah
16:19Bagaimana kemudian
16:20Partai Golkar
16:21Menyikapinya
16:22Apakah kemudian dengan
16:24Memperbaiki sistem
16:25Perekrutan
16:25Maupun juga pencalonan kader
16:27Yang ada di partai sendiri
16:30Iya
16:31Tentu ini
16:32Buat partai kami
16:34Partai Golkar
16:35Sekukulan ya
16:38Beberapa kali terakhir ini
16:40Ada yang
16:41Partai Golkar
16:42Yang tersangkut
16:43Masalah yang
16:44Sama
16:45Hampir sama
16:46Kira-kira gitu ya
16:47Saya setuju tadi
16:48Bahwa sebetulnya
16:49Kalau kemarin
16:50Sekarang ini
16:51Diberitakan
16:52Modusnya itu
16:52Modus baru
16:54Sebetulnya
16:55Gak ada yang baru
16:57Sebetulnya
16:58Sama-sama saja gitu
16:59Cuman ya
17:00Mungkin lebih canggih saja
17:01Ya
17:02Nah
17:04Yang kedua
17:05Untuk kali ini
17:06Ini kan ada
17:08Kemungkinan juga
17:08Melibatkan
17:09Ya keluarganya
17:11Yang juga
17:11Anggota DPR RI
17:12Dari fraksi kami
17:13Gitu
17:14Nah jadi ini
17:15Pukulan
17:17Seharusnya
17:18Pelajaran lah ya
17:19Buat kami
17:19Partai Golkar
17:20Untuk kemudian
17:22Kedepan
17:23Halus lebih
17:24Berhati-hati lagi
17:25Dalam menseleksi
17:26Tetapi sebetulnya
17:28Kalau kita lihat
17:29Tari kebelakang
17:29Kronogisnya ya
17:30Sudara Fadia ini kan
17:33Sudah
17:34Tadi ya
17:34Berprosesnya juga
17:35Cukup panjang ya
17:36Dia punya pengalaman
17:38Mimpin daerah
17:40Itu tadi
17:40Cukuplah
17:41Ya jadi
17:42Wakil Bupati
17:43Satu perode
17:43Kemudian Bupati
17:44Itu dua perode
17:45Segala macam itu
17:46Jadi tadi
17:47Alasan yang disampaikan
17:48Apa yang disampaikan
17:49Tadi itu bahwa
17:50Tidak tahu
17:51Tidak paham
17:52Itu sesuatu yang
17:53Ya menurut saya
17:54Dibuat-buat
17:54Dan mengadang-adang
17:55Nge-les aja
17:56Gitu loh ya
17:58Dan kalau memang
18:06Tidak tahu
18:07Apa namanya
18:08Tidak tahu
18:09Itu kan
18:11Proses perjalanan
18:12Pemerintah di sana
18:13Pasti terganggu
18:14Khusus ini
18:15Ya
18:15Pemerintah di sana
18:17Kan selama ini
18:17Berjalan cukup baik
18:18Juga
18:19Gitu
18:19Ya
18:20Nah jadi
18:20Itu dua hal
18:21Yang
18:22Berbeda
18:23Ada sesuatu yang
18:24Memang tanggung jawabnya
18:25Sebagai kepala daerah
18:26Untuk melakukan terus
18:28Proses pembangunan
18:29Itu memang tetap jalan
18:30Tapi ada tindakan-tindakan
18:31Yang
18:31Seharusnya tidak terjadi
18:33Seperti proses
18:36Seperti terjadi
18:37Tindakan
18:37Tindak
18:38Bidana korupsi ini
18:39Yang itu
18:40Sekali lagi
18:41Saya katakan di awal
18:42Tidak ada alasan
18:44Ya
18:44No excuse
18:45Apakah memang
18:46Berterbelakang ini
18:48Itu tidak ada alasan
18:49Faktanya sekarang
18:50Terjebak masalah hukum
18:51Dan harus dipertanggung jawabkan
18:53Nah
18:54Yang berikutnya
18:55Saya setuju tadi ya
18:57Bahwa memang
18:57Dalam rangka tadi
18:59Saya sebutkan
19:00Memperkuat ekosistem
19:01Pemberantasan korupsi
19:02Apalagi
19:03Kita mau mengarah
19:04Kepada pencegahan
19:05Satu
19:07Memang harus didukung
19:08Oleh regulasi yang cukup
19:10Nah
19:11Saya
19:11Dan beberapa teman-teman DPR
19:13Juga kan
19:13Kemarin setuju
19:14Dan mendukung
19:15Perlu adanya undang-undang
19:16Perampasan aset ini
19:18Segera untuk
19:19Di
19:21Undangkan
19:22Ada
19:22Undang-undang
19:23Tentang perampasan aset
19:24Dan
19:25Sampai sekarang
19:26Itu memang
19:27Sedang berproses
19:28Di DPR
19:29Khususnya teman-teman
19:30Komisi 3
19:31Itu sedang berlangsung
19:32Dan itu merupakan
19:33Bagian dari
19:34Janji DPR
19:35Kemarin
19:35Bersama dengan
19:36Pemerintah
19:37Ya
19:37Di dalam
19:39Apa
19:408
19:437 ya
19:447 plus berapa
19:45Itu kemarin
19:468
19:468 plus
19:49Sebagai
19:51Tuntutan dari
19:52Teman-teman
19:52Atau masyarakat
19:53Terima kasih
19:54Khusus pada
19:55Khusus yang lalu
19:56Nah
19:57Itu yang pertama
19:58Yang kedua
19:59Memang
19:59Perlu ada
20:01Mungkin ya
20:02Revisi
20:03Atau kemudian
20:04Merumuskan ulang
20:05Tentang
20:06Aturan-aturan
20:08Seperti yang
20:09Tadi itu
20:09Soal
20:10KKN ini kan
20:13Ini isu dulu
20:14Kita yang lama
20:15Sebetulnya ya
20:16Dulu saya
20:17Kama Bung Rai ini
20:18Waktu
20:20Masih sama-sama
20:21Jadi anak-anak kecil
20:22Dulu
20:23Jadi aktivis
20:24Kata-kata
20:25KKN itu kan
20:26Kata yang populer
20:28Yang memang
20:29Tidak
20:29Yang menjadi musuh kita
20:31Pada saat itu
20:31Ya kan
20:32Nah harusnya sih
20:34Tidak diulangi lagi ya
20:35Apa namanya
20:37Apa namanya
20:39Apalagi
20:39Kalau kemudian
20:40Itu dimasukkan
20:41Dalam
20:43Melonggarkan
20:44Aturan-aturan
20:45Ya
20:46Harusnya kan
20:47Aturan ke depan
20:48Aturan kita itu
20:51Terhadap
20:51Apa dulu
20:52Yang kita kritik
20:53Ya
20:53Sampai ke depan
20:55Itu harusnya
20:55Tetap berlaku
20:56Bahwa kita memang
20:57Harus membuat
20:57Aturan
20:58Yang anti
20:59KKN itu
21:00Gitu
21:01Nah
21:01Ini yang menurut saya
21:03Juga akan menjadi
21:04PR kita ke depan
21:05Oke
21:06Soal aturan juga
21:07Kemudian jadi sorotan
21:08Tapi kemudian
21:08Yang ingin saya tanyakan
21:09Ke Bang Rai ini
21:10Kan ada fenomena
21:11Yang selalu terjadi
21:12Berulang ketika
21:13Pemilihan kepala daerah
21:14Maupun
21:14Pemilihan
21:15Legislatif gitu ya
21:17Partai politik
21:18Kemudian ini
21:19Getol banget gitu
21:20Kalau misalnya
21:21Mau ngerekrut
21:22Calon kader ini
21:23Dari artis
21:24Dari penyanyi
21:26Dari seleb gitu ya
21:27Yang tentunya
21:27Oke lah
21:29Untuk secara elektoral
21:30Mungkin bisa gitu ya
21:31Karena sudah populer
21:32Tapi di sisi lain
21:33Nanti
21:33Ujung-ujungnya kayak
21:34Arafik lagi gitu
21:35Padi Arafik
21:35Saya gak ngerti apa-apa
21:37Soalnya saya punya hidang
21:38Nah ini bagaimana
21:39Kemudian menyeimbangkan
21:40Antara
21:40Ingin menarik suara
21:42Dengan ya itu
21:43Kompetensi
21:44Dan juga mungkin
21:44Pengetahuan dia
21:45Soal politik
21:47Saya ini sebetulnya
21:48Agak
21:49Tidak terlalu senang
21:51Kalau berbicara
21:51Segala sesuatu
21:52Harus
21:53Mengubah aturan dulu
21:55Buat aturan dulu
21:56Dan sebagainya
21:56Dan sebagainya gitu
21:57Seolah-olah
21:58Kalau tanpa aturan
22:00Segala hal
22:00Gak bisa kita lakukan
22:01Nah
22:02Maksud saya begini
22:04Saya merasa
22:05Gak perlu lagi aturan
22:06Untuk mengatakan
22:07Bahwa orang yang
22:08Tidak terlalu cakep
22:09Di dalam satu kegiatan
22:11Itu dilibatkan
22:12Dalam kegiatan itu
22:13Orang yang benar-benar
22:15Temulang gitu
22:15Dan saya kira juga
22:17Gak perlu lagi aturan
22:18Untuk mengatakan
22:18Kalau orang mau menempati
22:20Posisi tertentu
22:21Di Republik ini
22:22Mereka harus melalui
22:23Proses gitu
22:24Nah oleh karena itu
22:25Seleksi yang seperti itu
22:27Mestinya terjadi
22:28Di partai politik
22:29Partai politik
22:30Yang melakukan seleksi
22:31Apakah orang ini
22:32Sudah pada
22:33Tahap atau
22:34Kriteria yang layak
22:35Mumpuni
22:36Untuk diberi jabatan
22:38Katakanlah
22:38Misalnya
22:39Kepala daerah
22:40Dan sebagainya
22:41Dan sebagainya gitu
22:42Itu adanya di partai politik
22:43Menurut saya gitu
22:44Jadi gak perlu lagi
22:45Aturan misalnya
22:46Bahwa
22:46Calon kepala daerah itu
22:48Minimal
22:48Tiga tahun
22:49Jadi anggota
22:50Begitu-gitu
22:51Nah terlalu rigid
22:52Harus ada kesadaran kolektif
22:54Yang digerakkan oleh
22:56Moralitas
22:57Berbangsa dan
22:58Bernegara
22:58Bahwa orang ini
22:59Memang sudah patut
23:00Layak
23:00Untuk duduk
23:01Di jabatan-jabatan publik
23:03Nah seleksinya itu
23:04Ada di partai
23:06Nah masalahnya
23:07Jangan kan berbicara
23:09Soal
23:10Apa namanya itu ya
23:11Soal
23:12Artis gitu ya
23:14Atau orang yang baru
23:15Masuk jadi anggota partai
23:17Lalu tiba-tiba
23:17Di calon
23:19Sebagai calik
23:19Macam-macam
23:20Bahkan
23:21Mantan produktor aja pun
23:22Masih tetap didukung oleh
23:23Partai politik
23:24Untuk nyalek
23:26Dan jadi
23:26Jadi kepala daerah
23:28Jadi anggota legislatif
23:29Dan sebagainya
23:30Dan sebagainya gitu
23:31Nah
23:32Selama kebaikan-kebaikan moral ya
23:34Kebaikan-kebaikan
23:36Reformatif
23:37Gak terjadi di dalam partai
23:39Sementara kekuasaan mereka
23:41Begitu luas
23:42Di dalam politik ini
23:43Itu yang saya sebut tadi
23:45Kita hanya akan mengulang-ulang
23:46Peristiwa yang sama
23:47Gak
23:48Sulit untuk menyelesaikannya
23:50Kalau semuanya
23:51Bergantung kepada aturan
23:52Kita bisa jadi
23:54Jadi
23:54Oper dosis aturan
23:55Tapi kan kita tahu
23:57Oper dosis aturan
23:58Tugak gak terlalu baik
23:59Ya bagi sebuah negara
24:00Yang demokratik
24:01Negara yang sehat itu
24:02Kan tidak
24:03Tidak
24:04Tidak
24:04Apa namanya
24:05Tidak
24:05Mendasarkan dirinya pada
24:06Banyaknya aturan gitu loh
24:08Negara demokrasi yang sehat itu
24:10Mendasarkan dirinya pada
24:12Kesadaran moral
24:13Kesadaran etik
24:15Apa kesadaran moral
24:16Kesadaran etik itu
24:17Ia berpikir tentang
24:18Apa yang terbaik
24:19Yang ia berikan
24:20Yang bisa ia berikan
24:21Kepada bangsa dan negara
24:22Nah ini menurut saya
24:23Yang kita hilang
24:25Di partai-partai politik
24:28Orang masuk partai itu
24:29Bisa mengubah
24:30Dengan sangat cepat
24:31Berilaku orang
24:32Ya saya
24:33Mengalami sendirilah
24:34Saya masih bersyukur
24:35Ada Bung Doli yang
24:36Ya
24:38Masih bisa diajak lah
24:39Berbicara tentang hal-hal lain
24:40Kalau kita lihat yang
24:42Lainnya
24:43Kemarin
24:44Masih keluar-keluar
24:45Dukung pilkada langsung
24:46Masuk partai
24:47Berubah
24:48Malah sekarang menjadi
24:49Juru bicara
24:51Pilkada tak langsung
24:52Itu
24:52Terlalu lajin
24:53Kita dilihat di dalam
24:55Partai itu
24:55Ada calon presiden
24:57Yang mendukung
24:58Perubahan
24:59Baru dua minggu
25:00Hasil Pilipers
25:01Ditetapkan
25:02Balik lagi
25:03Ke mereka yang
25:04Ikut
25:05Kelanjutan
25:06Ini moral politik
25:07Apa yang
25:08Dipertontonkan
25:09Kepada publik
25:10Kalau dipersoalkan
25:12Mereka akan jawab
25:12Tidak ada larangannya
25:13Tidak ada aturannya
25:14Nah kalau
25:16Semangat
25:17Ya
25:17Membangun negara
25:18Berdasarkan sebanyak
25:20Banyaknya aturan
25:21Kita akan
25:22Operdosis aturan
25:23Pil pemilu kita itu
25:24Menurut saya ya
25:25Dari semua
25:26Ya levelnya
25:28Baik Pil pres
25:28Legislatif
25:29Pilkada
25:30Ya
25:30Ini
25:31Apa
25:32Mungkin
25:32Kita pemilu
25:34Paling
25:35Rijid
25:36Dan paling tebal
25:37Di dunia itu
25:38Kita punya
25:38Indonesia yang punya
25:40Tapi pertanyaannya
25:41Apakah dengan
25:42Aturan yang
25:43Sebegitu
25:43Rijid
25:43Pemilu kita
25:44Makin baik
25:45Kenyataannya
25:45Enggak
25:47Nah oleh
25:48Karena itu
25:48Saya mau
25:49Mengatakan
25:50Enggak perlu
25:51Banyak aturan
25:52Sebetulnya
25:52Tapi perlu
25:53Meningkatkan
25:53Kesadaran
25:54Dan aktor
25:55Kesadaran
25:56Bagi moralitas
25:57Politik itu
25:57Harus ditumbuhkan
25:59Melalui partai
26:00Politik
26:00Oke
26:01Bagaimana nih
26:01Bang Doli
26:02Enggak perlu
26:02Banyak aturan
26:03Sebenarnya
26:03Tinggal moral
26:04Dari partai
26:04Politiknya
26:05Untuk tidak
26:06Mencalonkan kembali
26:07Orang yang pernah
26:07Tersandung masalah hukum
26:08Ataupun juga
26:09Merekrut orang-orang
26:10Yang betul-betul
26:12Berkapasitas
26:14Ya
26:15Saya
26:17Menilai
26:18Tetap
26:18Aturan itu
26:19Penting
26:20Bahwa
26:21Dan kemudian
26:22Memang tidak perlu
26:23Sampai over aturan
26:24Karena memang
26:26Aturan itulah
26:27Yang kemudian
26:27Kita harapkan
26:28Bisa
26:28Terbangun
26:29Sistem yang
26:30Dalam tanah petik
26:31Bisa memaksa
26:33Satu
26:34Habitat
26:35Satu lingkungan
26:36Untuk bisa
26:37Menegakkan
26:38Aturan itu
26:39Ya
26:40Nah
26:40Contoh tadi
26:42Misalnya
26:42Kita belum punya
26:44Peraturan tentang
26:46Bagaimana
26:47Negara
26:49Atau aparat hukum
26:51Bisa kemudian
26:52Mengambil
26:54Aset orang
26:56Yang diduga
26:56Itu bukan
26:57Haknya
26:58Nah
26:59Dengan undang-undang
27:00Peraturan aset
27:01Jadi kan
27:01Kita tetap
27:02Perlu aturan itu
27:03Nah
27:04Memang
27:05Betul
27:06Harus
27:06Persoalannya kemudian
27:08Adalah
27:09Ketika ada
27:10Aturan
27:10Yang membuat
27:11Tidak
27:12Itu kan
27:12Karena kita
27:13Tidak konsisten
27:13Terhadap
27:14Aturan itu
27:16Jadi problemnya
27:17Law enforcement
27:18Ya
27:19Artinya
27:20Kita bisa
27:22Menganggap
27:23Aturan itu
27:24Ya bisa
27:25Kita
27:25Negosiasikan
27:26Atau bisa
27:28Apa namanya
27:29Kita tafsirkan
27:30Lain
27:31Dan seterusnya
27:32Itu yang juga
27:33Menjadi problem
27:34Jadi
27:35Law
27:36Penting
27:36Aturan
27:37Penting
27:37Gitu ya
27:38Dan tidak
27:40Memang
27:40Perlu ada
27:41Over law
27:41Gitu
27:43Over regulation
27:45Tetapi juga
27:46Law enforcementnya
27:48Penting
27:49Nah ini juga
27:49Menurut saya
27:50Yang jadi penting
27:51Satu
27:52Yang kedua
27:52Soal recruitment
27:54Kita ambil contoh
27:55Misalnya Fadi
27:56Kami lah
27:57Misalnya dipakai
27:57Golkar
27:58Yang berusaha
27:59Untuk
28:00Selektif mungkin
28:02Kami juga
28:03Tidak terlalu
28:04Selalu
28:05Memaksakan
28:06Gini
28:06Misalnya
28:08Tadi ya
28:09Kalau di awal
28:09Pertanyaannya
28:10Soal teman-teman
28:11Artis
28:12Gitu ya
28:13Yang kita
28:13Hanya menganggap
28:14Popularitasnya
28:15Saja
28:16Nah
28:16Relatif
28:17Kalau kami
28:18Di Pate Golkar
28:19Ini
28:19Itu
28:21Ya karena
28:22Stoknya agak
28:23Banyak
28:23Gitu ya
28:24Jadi seleksinya
28:25Juga ini
28:26Karena contohnya
28:27Si Fadiya ini
28:27Saya terus terang
28:28Saja
28:29Dulu waktu
28:31Saudara Fadiya
28:32Dicalonkan
28:32Saya tidak tahu
28:34Tidak dapat informasi
28:36Yang banyak
28:37Bahwa
28:37Saya baru tahu nih
28:38Bahwa beliau
28:39Adalah
28:39Artis dangdut
28:40Yang saya
28:41Tahu
28:42Yang kami tahu
28:42Beliau anaknya
28:43Al-Makrum
28:44Arafik
28:45Keluarga
28:46Musisi
28:47Nah waktu itu kan
28:48Beliau
28:49Diajak sama
28:50Bupati yang lama
28:51Itu menjadi
28:52Wakil
28:53Bupati
28:54Dan selama
28:55Jadi
28:55Wakil Bupati
28:57Ya
28:57Kita lihat
28:59Performasnya
29:00Di dalam
29:01Menyaksanakan
29:02Tanggungjawabnya
29:02Sebagai waktu
29:03Bupati
29:04Dalam pemerintahan
29:05Itu
29:06Cukup baik
29:07Dan kemudian
29:09Waktu itu
29:10Pada saat
29:10Kita mau mencalonkan
29:12Saudara Fadiya
29:13Ya kita
29:14Lihat dulu kan
29:15Semua kan
29:16Survei dan segala macam
29:17Respon publik
29:18Seperti apa
29:18Cukup bagus
29:20Ya
29:22Kita calonkan
29:23Jadi artinya
29:24Itu tadi saya katakan
29:25Ini dua hal yang berbeda
29:27Satu soal
29:28Apa namanya
29:30Performance
29:31Sebagai
29:31Atau skill
29:32Sebagai pejabat publik
29:36Yang
29:37Diberi tanggungjawab
29:38Untuk melaksanakan
29:39Sebuah pemerintahan
29:40Itu mungkin bisa
29:41Itu bisa baik
29:42Dan semua saya kira
29:43Apa namanya
29:45Kita bisa
29:46Cek nanti
29:47Satu-satu ya
29:48Kepala-kepala daerah
29:49Saja misalnya
29:49Contohnya yang
29:50Terkena kasus korupsi ini
29:53Itu coba cek
29:54Bisa jadi
29:56Proses perjalanan
29:58Tanggungjawabnya
29:59Sebagai kepala daerah
30:00Dan pemerintahan itu
30:01Memang diurus dengan baik
30:02Tapi salah
30:03Sisi yang lain
30:05Untuk menjalankan
30:06Semua pemerintahan itu
30:06Menjaga kinerja yang baik
30:09Itu gak cukup
30:10Harus dibantu
30:11Dengan soal
30:12Integritas yang juga
30:14Tinggi
30:15Ya
30:16Sehingga memang mereka
30:18Selain bisa menjalankan
30:20Tanggungjawabnya
30:21Sebagai kepala daerah
30:23Tapi juga
30:24Punya
30:24Integritas
30:25Dan moralitas
30:26Yang bagus
30:27Sehingga
30:27Tidak
30:30Terjebak
30:31Atau tergoda
30:32Untuk melakukan
30:33Praktik-praktik
30:34Yang tidak benar
30:35Seperti korupsi ini
30:36Kita kira begitu
30:37Baik-baik
30:38Saya terakhir nih
30:39Bang Ray
30:40Sebelum kita tutup
30:41Bang Ray
30:41Mungkin selain
30:42Tadi faktor
30:43Soal
30:44Nepotisme
30:45Kemudian juga
30:46Soal hukum kita
30:47Yang mungkin
30:47Kurang
30:49Bikin jera
30:50Untuk para
30:50Kepala daerah
30:52Untuk
30:52Tindak korupsi lagi
30:54Ada juga
30:55Kemudian faktor-faktor
30:56Misalnya
30:57Mengembalikan
30:58Biaya politik
30:59Yang sudah dikeluarkan
31:00Selama dia mencalonkan diri
31:01Dan bagaimana
31:02Kemudian seharusnya
31:03Hal ini bisa
31:04Diantisipasi
31:05Dan juga bisa
31:06Jadi perhatian
31:07Oleh partai politik
31:12Bang Ray
31:18Bang Ray
31:18Ya Bang Ray
31:19Suaranya masih
31:19Dimute
31:20Bang Ray
31:26Ya Bang Ray
31:27Bisa dinyalakan
31:29Bang Ray
31:32Ya
31:34Baik
31:35Sepertinya
31:35Masih
31:36Dimatikan
31:37Saya terakhir
31:39Mungkin ke
31:40Bang Doli dulu
31:41Bang Doli
31:41Kemudian
31:42Apa yang kemudian
31:44Bisa Anda
31:45Pastikan lagi nih
31:46Bang Ray
31:46Jangan sampai
31:47Kader-kader
31:48Partai politik
31:49Terutama juga
31:50Dari Golkar
31:50Nanti kena lagi gitu
31:52Mungkin edukasi
31:52Sudah dilakukan
31:53Kemudian
31:54Pengawasan juga
31:55Sudah dilakukan
31:56Apa yang kemudian
31:57Bisa dipastikan lagi
31:57Oleh partai Golkar
31:58Khususnya
31:59Agar
32:00Kedepannya
32:00Tidak ada lagi nih
32:01Kader-kader
32:02Partai politik
32:03Dari Golkar
32:03Yang terjerat
32:04Korupsi
32:05Ya kita
32:07Sebetulnya
32:08Terus-menerus
32:12Mengingatkan
32:13Kemudian
32:14Memberikan
32:15Informasi
32:16Kemudian
32:17Pemutaran
32:18Terhadap
32:20Semua
32:20Seluruh
32:21Kader kita
32:22Untuk
32:23Apalagi dengan
32:23Terakhir ini kan
32:25Beruntun
32:26Ini ya
32:26Beruntun
32:27Dan saya kira
32:28Memang
32:28Ya kita
32:30Makin hari
32:31Pemimpinan partai
32:32Seluruhnya
32:33Termasuk
32:33Kami
32:34Partai Golkar
32:34Ya harus
32:35Betul-betul
32:37Alat ya
32:38Terus
32:39Memasang
32:40Mata telinga
32:41Gitu
32:42Untuk kemudian
32:42Memonitor
32:44Seluruh
32:45Jajaran partai
32:46Kita
32:46Supaya memang
32:47Tidak lagi
32:48Tidak akan ada lagi
32:50Kedepan yang
32:50Terjebak
32:51Dengan
32:52Hal yang sama
32:53Gitu
32:54Ini kan
32:55Ya tadi itu
32:56Mungkin
32:57Ini saya
32:58Waktu itu
32:59Tadi melanjutkan
33:00Apa yang disampaikan
33:01Orang Burai
33:01Ya
33:04Jadi
33:04Mungkin tidak ada lagi
33:06Rasa takut
33:07Ya buat mereka
33:08Karena
33:08Ya mungkin
33:09Teman-temannya
33:10Sudah banyak
33:11Gitu
33:11Ya nanti juga
33:12Pasti teman-teman
33:13Temu teman-teman lagi
33:14Nah ini kan
33:15Bahaya gitu
33:16Sebetulnya
33:17Buat
33:18Buat
33:19Kita yang
33:20Mengaku sebagai
33:21Negara hukum
33:21Ketika semua orang
33:23Sudah merasa
33:23Tidak ada ketakutan lagi
33:25Untuk
33:26Melakukan
33:27Tidak pidana korupsi
33:28Karena
33:28Mungkin tadi
33:29Ya
33:30Satu
33:31Aturannya
33:32Yang mengatur
33:34Soal itu
33:35Memberikan saksi
33:37Mungkin kurang
33:38Apa namanya ya
33:40Kurang keras
33:41Gitu ya
33:42Sehingga tidak
33:43Ditakui lagi
33:44Yang kedua
33:45Ya semakin
33:45Masif
33:46Jadi kan tidak
33:47Ya orang juga
33:49Mungkin merasa
33:50Tidak lagi ada
33:51Persoalan
33:51Pertanggungjawaban moral
33:53Kepada masyarakat kita
33:54Karena masyarakat
33:54Melihat bahwa
33:55Ini sudah banyak
33:56Orang melakukan
33:58Hal yang sama
33:58Menjadi sesuatu
33:59Yang biasa saja
34:01Ini yang bahaya
34:02Menurut saya
34:02Itu yang saya katakan
34:03Alarm kuat
34:05Buat kita
34:06Semuanya
34:07Bahwa
34:08Ini persoalan yang
34:09Sangat serius
34:10Buat bangsa kita
34:11Baik
34:12Terakhir
34:12Singkat saja
34:13Bang Doli
34:13Sudah
34:14Masuk kami
34:14Bang Rai
34:15Sudah bisa mendengar
34:16Dan sudah bisa terdengar
34:17Suaranya
34:17Mungkin coba cek audio lagi
34:19Bang Rai
34:23Oke
34:23Sepertinya
34:25Oh iya
34:26Sepertinya
34:27Ah itu ada
34:28Sudah
34:29Sudah
34:29Bang Rai
34:30Singkat saja
34:30Bang Rai
34:31Bang Rai
34:31Singkat saja
34:32Ini mungkin terakhir
34:33Kemudian bagaimana
34:34Kita bisa memutus
34:35Mata rantai
34:36Pejabat
34:36Daerah yang korupsi
34:38Sudah ada delapan
34:38Selama tahun
34:392025 sampai 2026
34:41Apa yang bisa kita lakukan
34:42Sekarang konkretnya
34:45Mengoptimalkan
34:46Pengawasan terhadap
34:47Dana kampanye
34:48Inilah salah satu
34:50Yang menurut saya
34:51Agak lemah
34:52Kita lakukan
34:53Oleh karena itu
34:54Saya punya usul
34:55Kedepan ini
34:56Mungkin dana kampanye
34:57Langsung diserahkan
34:58Ke KPK
34:59Gitu
35:00Nah KPK
35:02Yang langsung
35:02Mengawasi
35:03Sejauh apa
35:04Penggunaan dana kampanye
35:05Para calon
35:06Sehingga
35:06Kita bisa
35:07Mengantisipasi
35:08Orang ini punya potensi
35:10Untuk korupsi
35:10Apa tidak
35:11Nah yang kedua
35:12Pengawasan terkait
35:13Dengan praktek
35:14Politik uang
35:14Sayangnya
35:16Bawaslu kita
35:17Tidak terlalu optimal
35:18Bekerja pada wilayah ini
35:19Dan oleh karena itulah
35:21Saya juga merasa
35:22Bawaslu kita ini
35:22Perlu direpropasi
35:24Bundol
35:24Jadi
35:25Tidak perlu kita memiliki
35:26Bawaslu yang sedemikian
35:27Gede
35:28Besar
35:28Terstruktur
35:29Tapi kalau
35:30Terkait dengan
35:31Politik uang
35:31Kinerjanya sangat lemah
35:33Mereka hanya
35:34Mengatur soal administrasi
35:35Mengurusi hal administrasi
35:37Tapi gak masuk
35:38Ke istruksi yang sangat
35:39Surtantik
35:39Bagaimana dana kampanye
35:41Bagaimana praktek
35:42Penggunaan dana kampanye
35:44Bagaimana praktek
35:45Politik uang
35:46Dan sebagainya
35:46Sebab aturan
35:47Praktek politik uang itu
35:48Sudah sangat terang
35:50Benderang
35:50Di dalam undang-undang kita
35:52Tapi seringkali itu
35:53Kemudian
35:54Justru jadi alasan
35:55Untuk tidak terjadi
35:56Apa namanya itu ya
35:58Apa namanya itu ya
36:00Pemasalah terkait
36:02Dengan praktek
36:02Politik uang
36:03Nah ini semua
36:04Sangat tergantung
36:05Pada visi
36:06Daripada Bawaslu nya
36:07Kalau Bawaslu nya
36:08Seperti sekarang
36:08Gak bisa optimal
36:09Dalam kerangka
36:11Ya
36:11Memberantas penyakit
36:13Paling fundamental
36:14Dalam pemilu
36:15Satu manipulasi suara
36:16Kedua adalah
36:17Praktek politik uang
36:18Yang ketiga adalah
36:20Penggunaan kekerasan
36:21Dan hoax
36:21Yang keempat adalah
36:23Daftar pemili
36:24Yang ngapain kita bentuk
36:25Bawaslu yang sedemikian
36:26Gede gitu loh
36:27Bagus aja kita buat
36:29Apa namanya itu ya
36:31Apa istilahnya
36:32Panitia ad hoc lah
36:33Satgas-satgas
36:34Satgas anti politik uang
36:36Satgas anti
36:38Pemilihan suara
36:39Manipulasi suara
36:40Daripada membuat
36:42Badan Bawaslu yang
36:43Sedemikian besar
36:44Tapi tidak mampu
36:46Melakukan
36:47Pemberantasan
36:48Terhadap praktek
36:49Politik uang itu
36:50Baik
36:50Berarti dari
36:51Hulu
36:52Tengah
36:52Dan juga hilir
36:53Dari hulu
36:53Mulai dari perekrutan
36:54Pencalonan di partai politik
36:56Kemudian ketika
36:57Pemilihan di kampanye
36:58Pengawasannya harus diperketat
37:00Dan juga
37:00Pemilihan di kampanye
Komentar

Dianjurkan