Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia hanya berkisar maksimal 25 hari.

Bahlil menyebut, ketersediaan BBM itu mengikuti ketersediaan fasilitas penyimpanan.

Sejauh ini kata Bahlil, kapasitas penyimpanan (storage) BBM di dalam negeri hanya berkisar 22-23 hari.

"Jadi kita enggak bisa katakanlah teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari mau isi taruh di mana? Kita nggak punya Storage-nya (nggak cukup)," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Bahlil sebelumnya mengatakan cadangan BBM di Indonesia cukup untuk 20 hari pasca penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi BBM dunia, akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga Bahlil: Pemerintah Negosiasi Bebaskan 2 Kapal Tanker Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/nasional/654804/bahlil-pemerintah-negosiasi-bebaskan-2-kapal-tanker-pertamina-yang-terjebak-di-selat-hormuz



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654968/bahlil-beberkan-alasan-stok-bbm-indonesia-bertahan-maksimal-25-hari
Transkrip
00:00Gini loh, saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari.
00:13Maksimal.
00:15Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20-23 hari.
00:21Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari.
00:25Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana kelazimnya.
00:31Jadi kita nggak bisa katakanlah teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari.
00:37Mau isi taruh di mana?
00:39Kita nggak punya storage.
00:41Makanya sekarang arahan BBM segera kita membangun storage.
00:45Jadi bukan kita nggak punya cadangan untuk mengisi minyak.
00:50Tapi sekarang mau taruh di mana?
00:52Inilah kekurangan kita.
00:54Tapi tidak usah kita saling menyalahkan siapa-siapa.
00:57Ini yang harus kita perbaiki.
00:59Dengan cara apa?
01:00Membangun storage.
01:03Agar cadangan kita bisa sampai dengan 3 bulan.
01:06Gimana?
01:08Kemarin saya sudah jelaskan di teman-teman di media waktu di SDM.
01:13Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya adalah di wilayah Sumatera.
01:17Ya.
01:17Baik, makasih.
01:18Pasal kandang marah B jadinya izinnya gimana ya Pak?
01:21Oh ya.
01:22Saya nanti cek dirjen saya ya.
01:25Karena kemarin kan saya baru pulang dari kunjungan ke luar negeri.
01:29Dan belum saya mengecek dirjen saya.
01:33Ya.
01:33Nanti setelah saya cek dari dirjen saya baru saya akan menyampaikan kepada teman-teman.
01:37Seberapa besar potensi ini sih Pak?
01:39Apa AS sama Iran ini sudah mulai mengganggu ke pasokan energi, pasokan BBM di nasional?
01:44Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu.
01:47Belum terganggu.
01:48Tapi ke depan kan pasti kalau perannya lama pasti akan berdampang.
01:52Itu sudah pasti.
01:53Sampai dengan 1-2 bulan ke depan insya Allah kita masih clear.
01:57Insya Allah tidak ada masalah.
01:59Ada antisipasinya Pak?
02:00Mungkin diskusi dengan Pak Presiden?
02:01Kemarin kan di rapat DEN, rapat Perdana DEN sudah kita mengantisipasi bahwa 25% crude kita itu kan kita ambil
02:11dari Middle East.
02:12Dari Selat, Hormuz.
02:14Dan dari 25% itu kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya
02:23dengan Selat, Hormuz.
02:24Itu aja.
02:25Jadi kalau menyangkut LPG nggak ada masalah.
02:27Jadi relatif clear lah.
02:28Kalau menyangkut BBM yang kita imporkan tinggal bensin.
02:31Dan itu kita belinya di Asia Tenggara.
02:34Tidak ada di Middle East.
02:35Jadi relatif insya Allah clear.
02:37Ya, oke.
02:38Terima kasih.
02:39Ada potensi pembicaraan ini nggak sih Pak?
02:41BBM yang kita inginkan Pak?
Komentar

Dianjurkan