Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 menit yang lalu
MAKASSAR, KOMPAS.TV - Seorang remaja berusia 18 tahun tewas diduga tertembak anggota Polsek Panakkukang.

Peristiwa bermula saat korban bernama Bertrand bermain tembak-tembakan bersama rekannya. Iptu N yang keluar dari mobil membubarkan kerumunan dengan tembakan peringatan ke atas dan menangkap korban.

Namun, belakangan keluarga mengetahui korban meninggal dunia di rumah sakit dengan luka tembak di bagian belakang. Keluarga meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut karena selain luka tembak, korban juga mengalami luka lebam di bagian pipi.

Kapolrestabes Makassar menyebut anggota Polri yang diduga menembak korban telah diperiksa Propam dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil penelusuran diketahui pistol tersebut tidak sengaja meletus saat Iptu N berusaha mengendalikan korban yang meronta ketika ditangkap.

Baca Juga Remaja 18 Tahun Tewas Tertembak Polisi di Makassar, Ibu Korban: Ada Bekas Penganiayaan di Tubuh di https://www.kompas.tv/regional/654711/remaja-18-tahun-tewas-tertembak-polisi-di-makassar-ibu-korban-ada-bekas-penganiayaan-di-tubuh

#makassar #polisi #penembakan #viral

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654748/fakta-remaja-di-makassar-tewas-ditembak-polisi-kapolrestabes-makassar-pistol-tak-sengaja-meletus
Transkrip
00:00Beralik informasi lain, saudara seorang remaja berusia 18 tahun tewas.
00:05Diduga tertembak anggota Polsek Panakukang,
00:08di mana insiden ini terjadi saat korban tengah bermain tembak-tembakan jeli di Jalan Todopuli, Makassar.
00:18Sungguh naas, nasib remaja 18 tahun, Betran Eka Prasetyo.
00:23Ia tewas diduga karena ditembak anggota Polsek Panakukang.
00:28Insiden bermula saat Betran bermain tembak-tembakan bersama rekannya di Jalan Todopuli, Kecamatan Panakukang, Makassar.
00:37Ibtu N yang keluar dari mobil membubarkan kerumunan dengan tembakan peringatan ke atas dan menangkap korban.
00:43Namun belakangan, keluarga mengetahui korban meninggal di rumah sakit dengan luka tembak di bagian belakang.
00:51Keluarga minta polisi mengusut tuntas karena selain luka tembak, korban juga mengalami luka lebam di bagian pipi.
01:00Saya lihat anakku itu, mungkanya itu bengkak-bengkak, bengkak semua anakku.
01:05Terus itu di belakangnya itu, kepalanya itu darah, darah.
01:10Jadi saya bilang, kenapa anakku bisa begini?
01:13Saya bilang, terus kecil anakku umur 18 tahun.
01:16Kenapa harus pakai pistol di pitinghani itu anakku sudah tidak berdaya?
01:20Saya bilang begitu. Ini kan bukan itu. Anakku bukan teroris, bukan rampok.
01:27Kenapa sampai sebegitu-begitunya anakku dibikin?
01:29Baru ternyata yang saya lihat itu kan saya tidak berani, Pak, buka itu videonya anakku.
01:34Yang saya dengar-dengar orang, anakku katanya diseret-seret.
01:37Katanya diseret, dipukul.
01:40Kapolres Tabes, Makassar menyebut anggota Polri yang diduga menembak korban
01:44telah diperiksa propam dan ditetapkan sebagai tersangka.
01:49Dari penelusuran diketahui, pistol tak sengaja meletus saat Ibtu N berusaha mengendalikan korban yang merontah saat ditangkap.
01:58Setelah dilakukan tembakan peringatan, yang lain melarikan diri, hanya satu yang tertangkap si veteran tadi.
02:06Kemudian veteran berusaha untuk melarikan diri, berusaha merontah.
02:10Dan ketika merontah, pistol yang masih dipegang oleh Ibtu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang.
02:17Dalam tahap penyidikan di tindak pidana umumnya, sudah kami naikkan sidik perkaranya dan yang bersangkutan Ibtu N sudah ditetapkan sebagai
02:26tersangka.
02:28Jenazah korban, veteran Eka Prasetyo, sudah dimakamkan keluarga.
Komentar

Dianjurkan