00:27PENGAMAT SOSIAL PONTI ANAK
00:30Siman Bahar Bongkin Pin, Manipulasi Data Ekspor Impor Emas, merugikan negara Rp189 miliar.
00:37Bagian dari transaksi mencurigakan Rp349,87 triliun temuan pusat pelaporan dan analisa transaksi keuangan, PPATK, 2009-2013.
00:49Akumulasinya terjadi ketimpangan sosial masyarakat, kata Syarifuddin Usman, pengamat sosial Pontianak, Kamis, 5 Maret 2026.
00:58Menimbulkan ketimpangan sosial masyarakat, keuntungan terbesar di tangan jaringan Siman Bahar Bongkin Pin, bukan masyarakat di lapangan.
01:06Jaringan Siman Bahar Bongkin Pin, sebagai cukong, memiliki dana membeli alat berat dan mesin sedot mendapatkan bagian terbesar.
01:13Komplotan Siman Bahar Bongkin Pin, hidup dalam kemewahan di perkotaan, jauh dari risiko fisik tambang di Provinsi Kalimantan Barat.
01:20Siman Bahar Bongkin Pin bisa membangun Hotel Mewah, Hotel Golden Tulip, Jalan Teku Umar, Pontianak Selatan.
01:28Hasil dari bisnis ilegal gold mining and trading di Provinsi Kalimantan Barat selama 40 tahun, sebagai manusia kebal hukum.
01:36Warga lokal seringkali hanya menjadi buruh dengan upah harian yang tidak menentu, kata Syarifuddin Usman.
01:41Mereka menanggung risiko kesehatan akibat paparan merkuri dan kecelakaan kerja.
01:46Akumulasi kekayaan tetap berada di tangan segelintir elit jaringan Siman Bahar Bongkin Pin dan Oknum Aparat Penegak Hukum sebagai baking.
01:54Siman Bahar Bongkin Pin menciptakan distorsi ekonomi lokal, banyak petani tradisional tergiur melibatkan diri karena diklaim untung besar.
02:02Termasuk pemanasan ilegal bahan tambang dan manipulasi data kepabianan atas impor dan ekspor emas batangan hindari beya dan pajak.
02:08Modus ilegal gold mining and trading Siman Bahar Bongkin Pin, memungkinkan uang dari aktivitas ilegal.
02:15Dicuci melalui skema bisnisah untuk menyamarkan asal-usulnya diselusuri di Tipeksus Bares Krim Polri.
02:21Direkturat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia, di Tipeksus Bares Krim Polri, bergerak cepat.
02:29Geledah dua rumah dan satu toko emas milik Teddy Wijaya di Surabaya dan Nganjuk di Provinsi Jawa Timur, 19-20
02:36Februari 2026.
02:37Sehubungan temuan PPATK, 2023-2025 transaksi mencurigakan 25,8 triliun rupiah.
02:46Distribusi emas ilegal hasil ilegal gold mining and trading melibatkan Antonius Wandi Aliong warga Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.
02:54Antonius Wandi Aliong difonis ringan satu tahun penjara pengadilan negeri Pontianak, Kamis, 8 Desember 2022.
03:00Teddy Wijaya, Mitra Bisnis Iman Bahar Bongkin Pin Tekuni Bisnis Ilegal Gold Mining and Trading Bukti TPPU.
03:08Praktik TPPU melibatkan manipulasi data ekspor-impor dan transaksi emas ilegal sebabkan hilangnya potensi penerimaan negara sangat besar.
03:16Termasuk pajak dan biaya masuk yang seharusnya dipungut dari perdagangan emas batangan.
03:20Kerugian negara Rp189 triliun merupakan kerugian real bagi kas negara.
03:27Menurunkan potensi pendapatan yang seharusnya digunakan untuk pembangunan nasional.
03:32Ilegal gold mining and trading dilakukan tanpa memperhatikan aturan lingkungan.
03:36Melibatkan penggunaan bahan kimia beracun seperti merkuri dan cyanida yang mencemari tanah dan perairan,
03:42merusak ekosistem, membunuh ikan dan satwa air, serta mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
03:48Pembukaan lahan secara ilegal mempercepat deforestasi dan degradasi lahan yang luas.
03:54Praktik TPPU dari ilegal gold mining and trading mengakibatkan distorsi ekonomi.
03:59Sebagian kecil individu mendapatkan keuntungan besar dari sumber daya alam yang diperoleh secara ilegal.
04:04Sementara masyarakat lokal tidak menerima manfaat yang adil dari kekayaan alam.
04:09Ketidakadilan memperlebar kesenjangan antara elit ekonomi dan masyarakat umum.
04:14Memperlemah kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan ekonomi negara,
04:17kata Syarifuddin Usman.
04:19Aliran uang yang disamarkan melalui sistem perbankan dan aktivitas ekonomi formal
04:23melemahkan sistem keuangan nasional.
04:26Menyulitkan pengawasan, meningkatkan risiko infiltrasi dana hasil kejahatan ke dalam sektor formal.
04:32Mengaburkan penegakan hukum yang seharusnya menindak tegas para pelakunya,
04:36ujar Syarifuddin Usman.