Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Dr Hermanus Mayong Andreas Acin OFM Cap, merayakan 25 tahun imamat, 25 tahun hidup membiara dalam Ordo Fratrum Minorum Capucinorum.

PONTIANAK, DI-TV.COM, Sabtu, 28 Februari 2026 - Perayaan 25 tahun imamat digelar misa sederhana di tanah kelahirannya di Desa Mawang Muda, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau.

Pada wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Minggu, 8 Februari 2026.

Hermanus Mayong Andreas Acin menyelesaikan pendidikan program doktoral di Ateneo de Manila University, Manila, Filipina.

Lahir di Desa Mawang Muda, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, 15 Februari 1974.

Hermanus Mayong menjadi Provinsial Kapusin Provinsi Pontianak, 2018 – 2021.

Hermanus Mayong masuk biara Ordo Fratrum Minorum Capucinorum, 3 Juli 1992, kaul perdana, 2 Agustus 1999.

Kaul kekal, 21 Agustus 1999, tabhisan imamat, 27 Januari 2001. Minggu, 8 Februari 2026, Hermanus Mayong merayakan 25 tahun imamat.

Hermanus Mayong, salah satu staf pengajar STAKat Negeri Pontianak.

Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri atau STAKat Negeri Pontianak, diresmikan Menteri Agama, Lukman Syaifuddin, 6 April 2017.

STAKat Negeri Pontianak sebelumnya Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus, diinisiasi Andreas Muhrotein, Wakil Bupati Kubu Raya.

Serta Joseph Pangki, Pembimbing Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

Didukung sepenuhnya Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, ketika itu.

STAKat Negeri Pontianak, satu-satunya perguruan tinggi Katolik seratus persen biaya operasional dibiayai Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dari momentum 25 tahun imamat Hermanus Mayong memgambarkan sejarah panjang iman Katolik hadir di tanah misi di Pulau Borneo.

Pastor Loojman, biarawan Jesuit diutus dari Vikariat Apostolik Batavia, Jakarta ke tanah misi di Sejiham, Kabupaten Kapuas Hulu, 29 Juli 1890.

Digantikan biarawan dari Ordo Fratrum Minorum Kapusinorum atau OFM Cap, 1905, mendirikan Paroki Pemangkat, Singkawang dan Pontianak.

Dua imam Katolik dari Belanda, datang, Pastor Jan de Vries OFM Cap dan Pastor Ewaldus OFM Cap, tiba di Pontianak.

Pontianak berubah menjadi Prefektur Apostolik dan naik menjadi Vikariat Apostolik dan sekarang Keuskupan Agung Pontianak.

Pada tahun 1994, provinsi kapusin di Indonesia dipecah menjadi tiga, Medan, Sibolga dan Pontianak, sampai sekarang.

Kapusin cukup berjasa membangun sumberdaya manusia di antaranya kehadiran Universitas Katolik Widya Dharma Pontianak.

Kapusin Provinsi Pontianak berperan aktif di dalam melestarikan lingkungan hidup dengan kehadiran Wisma Pelangi seluas 100 hektar.

Berupa lahan tandus disulap menjadi hutan alami ditanami tanaman kehutanan khas Kalimantan.

Wisma Pelangi di Dusun Benuah, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimatan Barat.

Wisma Pelangi menjadi tujuan wisata alam andalan masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat karena aksesnya dekat dari Kota Pontianak. ***

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:06Dr. Hermanus Mayong Andreas Acin, merayakan 25 tahun imamat, 25 tahun hidup membiara dalam Ordo Fratrum Minorum Capusinorum.
00:15Perayaan 25 tahun imamat digelar misa sederhana di tanah kelahirannya di Desa Mawang Muda, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau.
00:23Pada wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Minggu, 8 Februari 2026.
00:28Hermanus Mayong Andreas Acin menyelesaikan pendidikan program doktoral di Ateneo de Manila University, Manila, Filipina.
00:37Lahir di Desa Mawang Muda, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, 15 Februari 1974.
00:46Hermanus Mayong menjadi provinsial Kapusin Provinsi Pontianak, 2018-2021.
00:52Hermanus Mayong masuk biara Ordo Fratrum Minorum Capusinorum, 3 Juli 1992, Kaul Perdana, 2 Agustu 1999.
01:02Kaul Kekal, 21 Agustu 1999, Tabhisan Imamat, 27 Januari 2001.
01:09Minggu, 8 Februari 2026.
01:13Hermanus Mayong merayakan 25 tahun imamat.
01:15Hermanus Mayong, salah satu staff pengajar ST Aket Negeri Pontianak.
01:20Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri atau ST Aket Negeri Pontianak,
01:24diresmikan Menteri Agama, Lukman Syaifuddin, 6 April 2017.
01:29ST Aket Negeri Pontianak sebelumnya Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus,
01:33di inisiasi Andreas Muhrotein, Wakil Bupati Kuburaya.
01:37Serta Joseph Pangki, pembimbing masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.
01:44Didukung sepenuhnya Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, ketika itu.
01:49ST Aket Negeri Pontianak,
01:51satu-satunya perguruan tinggi Katolik 100% biaya operasional dibiayai Kementerian Agama Republik Indonesia.
01:57Dari momentum 25 tahun,
01:59Imamat Hermanus Mayong menggambarkan sejarah panjang iman Katolik hadir di Tanah Misi di Pulau Borneo.
02:03Pastor Lojman, biarawan Jesuit diutus dari Fikariat Apostolik Batavia,
02:09Jakarta ke Tanah Misi di Sejiham, Kabupaten Kapuasulu, 29 Juli 1890.
02:15Digantikan biarawan dari Ordo Fratrum Minorum Kapusinorum atau OFM Cup, 1905,
02:21mendirikan paroki pemangkat, Singkawang dan Pontianak.
02:25Dua imam Katolik dari Belanda, datang,
02:28Pastor Jan de Vries OFM Cup dan Pastor Ewaldus OFM Cup, tiba di Pontianak.
02:33Pontianak berubah menjadi prefektur apostolik dan naik menjadi fikariat apostolik
02:37dan sekarang keuskupan agung Pontianak.
02:40Pada tahun 1994,
02:43Provinsi Kapusin di Indonesia dipecah menjadi tiga,
02:45Medan, Sibolga dan Pontianak, sampai sekarang.
02:49Kapusin cukup berjasa membangun sumber daya manusia
02:52di antaranya kehadiran Universitas Katolik Widya Dharma Pontianak.
02:56Kapusin Provinsi Pontianak berperan aktif di dalam lestarikan lingkungan hidup
03:00dengan kehadiran Wisma Pelangi seluas 100 hektar.
03:03Berupa lahan tandus disulap menjadi hutan alami
03:05ditanami tanaman kehutanan khas Kalimantan.
03:08Wisma Pelangi di Dusun Benuah,
03:10Desa Teluk Bakung,
03:12Kecamatan Ambawang,
03:13Kabupaten Kuburaya,
03:15Provinsi Kalimantan Barat.
03:17Wisma Pelangi menjadi tujuan wisata alam andalan masyarakat
03:20di Provinsi Kalimantan Barat
03:21karena aksesnya dekat dari kota Pontianak.

Dianjurkan