00:00Sedara hari kelima pasir penutupan penerbangan ke Timur Tengah
00:03tercatat hampir 6.000 calon penumpang batal keluar Bali.
00:07Penumpang bingung dan hanya bisa menunggu.
00:24Perang di Timur Tengah belum menandakan tanda-tanda segera usai.
00:27Imbasnya, sejumlah penerbangan yang menuju ke Timur Tengah dibatalkan.
00:33Di Bandara Internasional Igusti Ngurah Rai, Bali,
00:35jumlah penumpang yang gagal berangkat ke Timur Tengah terus bertambah.
00:39Salah satu yang terdampak adalah Bernando.
00:42WNI yang bekerja di Istanbul, Turki,
00:45harus menunda keberangkatannya akibat ketidakpastian penerbangan yang terganggu akibat perang.
00:50Ia juga bingung mencari alternatif karena jika harus ganti rute penerbangan,
00:54ia harus membeli tiket yang jauh lebih mahal,
00:57dua hingga tiga kali lipat dari harga rute semula.
01:02Kita pasti coba cari alternatif lain ya,
01:04tapi namanya yang hubungi Asia sama Eropa kan juga Timur Tengah ya.
01:11Ya, pilihannya mungkin ke Cina,
01:12tapi sekarang kita juga nggak ada kejelasan dari Emiratesnya,
01:15jadi ya mau ngapain lagi, kita nggak bisa menunggu aja.
01:18Ya, sekarang kalau kita mau nyari flight ke Cina aja,
01:21udah nggak masalah kalau harga rute.
01:23Data Angkasa Pura mencatat,
01:25hingga Rabu siang, sebanyak 5.905 penumpang tertahan di Bali.
01:31Mayoritas mereka penumpang tujuan Eropa,
01:33namun rute yang digunakan transit di Timur Tengah.
01:36Hingga saat ini jumlah penerbangan internasional
01:38yang mengalami pembatalan mencapai 35 penerbangan
01:42yang terdiri dari 20 keberangkatan dan 15 kedatangan.
01:46Nandang Astika, Kompas TV, Badung, Bali.
Komentar