Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
DENPASAR, KOMPAS.TV - Hari kelima pasca penutupan penerbangan ke Timur Tengah, tercatat hampir 6000 calon penumpang batal keluar Bali.

Perang di Timur Tengah belum menandakan tanda-tanda segera usai.

Imbasnya, sejumlah penerbangan yang menuju ke Timur Tengah dibatalkan.

Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, jumlah penumpang yang gagal berangkat ke Timur Tengah terus bertambah.

Salah satu yang terdampak adalah Bernando.

WNI yang bekerja di Istanbul Turki harus menunda keberangkatannya akibat ketidakpastian penerbangan yang terganggu akibat perang.

Ia terpaksa harus menunda keberangkatannya akibat ketidakpastian penerbangan yang terganggu akibat perang.

Ia juga bingung mencari alternatif karena jika harus ganti rute penerbangan dia harus membeli tiket yang jauh lebih mahal, dua hingga tiga kali lipat dari harga rute semula.

Data Angkasa Pura mencatat hingga Rabu (4/3/2026) siang, sebanyak 5905 penumpang tertahan di Bali.

Mayoritas mereka penumpang tujuan Eropa, namun rute yang digunakan transit di Timur Tengah.

Hingga saat ini jumlah penerbangan internasional yang mengalami pembatalan mencapai 35 penerbangan yang terdiri dari 20 keberangkatan dan 15 kedatangan.

Baca Juga Israel Klaim Hancurkan 300 Peluncur Rudal Iran dan Serang Bandara Mehrabad | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/654707/israel-klaim-hancurkan-300-peluncur-rudal-iran-dan-serang-bandara-mehrabad-kompas-malam

#iran #israel #bandarabali

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654708/penumpang-tertahan-di-bali-imbas-perang-timur-tengah-35-penerbangan-batal-berut
Transkrip
00:00Sedara hari kelima pasir penutupan penerbangan ke Timur Tengah
00:03tercatat hampir 6.000 calon penumpang batal keluar Bali.
00:07Penumpang bingung dan hanya bisa menunggu.
00:24Perang di Timur Tengah belum menandakan tanda-tanda segera usai.
00:27Imbasnya, sejumlah penerbangan yang menuju ke Timur Tengah dibatalkan.
00:33Di Bandara Internasional Igusti Ngurah Rai, Bali,
00:35jumlah penumpang yang gagal berangkat ke Timur Tengah terus bertambah.
00:39Salah satu yang terdampak adalah Bernando.
00:42WNI yang bekerja di Istanbul, Turki,
00:45harus menunda keberangkatannya akibat ketidakpastian penerbangan yang terganggu akibat perang.
00:50Ia juga bingung mencari alternatif karena jika harus ganti rute penerbangan,
00:54ia harus membeli tiket yang jauh lebih mahal,
00:57dua hingga tiga kali lipat dari harga rute semula.
01:02Kita pasti coba cari alternatif lain ya,
01:04tapi namanya yang hubungi Asia sama Eropa kan juga Timur Tengah ya.
01:11Ya, pilihannya mungkin ke Cina,
01:12tapi sekarang kita juga nggak ada kejelasan dari Emiratesnya,
01:15jadi ya mau ngapain lagi, kita nggak bisa menunggu aja.
01:18Ya, sekarang kalau kita mau nyari flight ke Cina aja,
01:21udah nggak masalah kalau harga rute.
01:23Data Angkasa Pura mencatat,
01:25hingga Rabu siang, sebanyak 5.905 penumpang tertahan di Bali.
01:31Mayoritas mereka penumpang tujuan Eropa,
01:33namun rute yang digunakan transit di Timur Tengah.
01:36Hingga saat ini jumlah penerbangan internasional
01:38yang mengalami pembatalan mencapai 35 penerbangan
01:42yang terdiri dari 20 keberangkatan dan 15 kedatangan.
01:46Nandang Astika, Kompas TV, Badung, Bali.
Komentar

Dianjurkan