00:00...merupakan identitas dan modal sosial yang penting bagi diplomasi Indonesia menyikapi situasi ini.
00:07Oke, jadi perlu ada statement yang lebih tegas lagi dari pemerintah kita terhadap atau menyikapi aksi saling balas serang
00:16antara Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran begitu ya.
00:20Nah, terkait dengan apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia yang kita tahu tergabung juga di BOP,
00:29termasuk juga di naungan PBB, apa sebenarnya yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia
00:35untuk bisa ikut berkontribusi dalam upaya perdamaian antara tiga negara ini?
00:43Ya, baik. Betul bahwa saat ini, nah menurut saya saat ini kita berada dalam BOP, menurut saya ini problematik.
00:52Sudah banyak yang mengulas bahwa BOP ini secara struktur kelembagaan bermasalah,
00:58legitimasinya bermasalah karena sebenarnya BOP yang merupakan mandat dari PBB tetapi kemudian lebih banyak di modifikasi
01:06atau mungkin kalau saya boleh mengatakan dibajak oleh Trump, pemimpin yang sangat dominan di sana.
01:12Dan ternyata kebijakannya malahan tidak sesuai dengan niat untuk membangun perdamaian.
01:18Yang terjadi malahan kemudian apakah BOP ini sebagai instrument of war dan alih-alih sebagai Dewan Perdamaian
01:24karena yang ditunjukkan dengan menyerang Iran itu menjadi kontradiktif dengan semangat BOP.
01:31Sehingga kemudian menurut saya kemudian kita bisa mengusulkan kepada pemerintah untuk segera keluar dari block of peace
01:39karena kemudian jadi tidak relevan dengan politik luar negeri Indonesia bebas aktif
01:43dengan tujuan Indonesia yang semula bergabung ke sana karena ingin berkontribusi besar
01:48dalam mendukung kemerdekaan Palestina tetapi dalam world of peace pun
01:53Palestina tidak diikut sertakan di sana.
01:55Jadi itu sesuatu yang mungkin jadi harus dikoreksi kebijakan itu.
02:00Sehingga kemudian malahan selanjutnya adalah bagaimana kemudian kita bisa kembali memanfaatkan PBB
02:06sebagai forum multilateral yang memiliki legitimasi cukup tinggi
02:10untuk bisa kemudian membuat inisiatif atau opsi.
02:13Kita mungkin bisa mengusulkan inisiatif misalnya dengan apa yang disebut dengan uniting for peace.
02:21Itu merupakan mekanisme yang pernah dilakukan oleh PBB dalam hal ini adalah Majelis Umum PBB.
02:28Kalau yang selama ini kita khawatir karena Dewan Keamanan mandek ya
02:33karena kekuatan veto dari Amerika Serikat ataupun Rusia dan China
02:38tetapi kemudian dengan melalui Majelis Umum PBB tidak mengenal veto seperti itu
02:46kemudian memungkinkan dan ini pernah terjadi ketika Perang Korea di tahun 50
02:51untuk kemudian negara-negara seperti Indonesia yang middle power
02:55dan kemudian menggalang kekuatan solidaritas dengan sejaman negara-negara selatan misalnya
02:59untuk menggolkan inisiatif ini.
03:02Saya kira ini opsi yang cukup penting untuk diupayakan
03:05dan sebenarnya juga pernah, sudah pernah diusulkan oleh Kolombo di beberapa waktu sebelumnya.
03:13Saya kira ini menjadi hal yang bisa kita kolaborasikan.
03:17Oke, ada beberapa opsi.
03:19Salah satu yang tadi Anda sebutkan, Buririn, bisa menjadi opsi agar kemudian
03:25berbagai macam negara juga bisa ikut bersatu untuk bisa mewujudkan adanya perdamaian
03:32antara ketiga negara agar aksi saling balas serang ini tidak berkepanjangan
03:38begitu yang menyebabkan warga sipil terluka bahkan kehilangan nyawa.
03:43Kalau kita lihat pasca serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran
03:50aksi balas serang ini tidak hanya di wilayah Iran
03:53tapi ada juga negara-negara yang kemudian kita lihat punya dampak juga yang diserang oleh rudal
04:02begitu terkena dampaknya antara lain ada di Qatar, kemudian juga ada di Irak, Kuwait,
04:08ada juga di Bahrain, Uni Emirat Arab begitu.
04:12Nah, bagaimana kemudian langkah yang harus segera dilakukan oleh pemerintah Indonesia
04:18untuk menyelamatkan warga negara kita yang ada di beberapa negara yang juga urut ikut terdampak
04:25walaupun begitu ya kita sudah melihat pemerintah kita melalui kementerian luar negeri
04:30sudah memerintahkan dubes Republik Indonesia di Iran untuk melakukan secara segera
04:38evakuasi terhadap warga negara kita di sana.
04:41Tapi bagaimana dengan negara-negara lain yang juga terdampak.
04:45Kami akan tampilkan, ini dia grafisnya, pasca serangan Amerika Serikat dan Israel
04:50yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran yakni Ayatullah Ali Khamenei.
04:56Pada Sabtu 28 Februari 2026, Iran balas menyerang lewat gempuran serangan udara
05:03yang kemudian dasyat ke Israel dan juga pangkalan militer Amerika.
05:07Nah, serangan ini dilancarkan negara Iran dalam pembalasan dari serangan
05:10yang dilakukan oleh Israel dan Amerika.
05:12Dalam serangan balasan ini, sejumlah negara di Timur Tengah juga mengalami dampak
05:16diantaranya tadi ada Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Irak, Jordania, dan juga Siprus.
05:24Nah, apa yang harus segera dilakukan oleh pemerintah Indonesia
05:28untuk menyelamatkan WNI kita di beberapa negara terdampak?
05:32Benarkah langkah evakuasi harus segera dilakukan?
05:36Tidak hanya di Iran, tapi juga negara-negara yang juga terdampak.
05:41Ya, sangat setuju Mbak Adisti, ya betul.
05:45Tugas utama perwakilan Indonesia di negara lain adalah memberikan proteksi,
05:52memberikan perlindungan kepada warganya di negara tujuan.
05:56Sehingga tadi ketika situasi sudah terjadi, situasi yang tidak aman seperti ini,
06:02maka wajib untuk perwakilan Indonesia di sana untuk segera mengidentifikasi warga negara Indonesia
06:09yang tinggal di negara-negara terdampak, kemudian segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait
06:15untuk mengevakuasi.
06:16Saya kira semakin cepat, semakin bisa meminimalisir kemungkinan terburuk
06:21untuk aspek perlindungan warga kita di sana.
06:24Oke, jadi perlu ada opsi untuk mengevakuasi, menyelamatkan warga negara kita
06:30tidak hanya yang ada di Iran, tapi juga di beberapa negara yang juga turut terdampak
06:34dari aksi balas serang antara tiga negara ini.
06:38Terakhir, saya ingin tahu juga, begini, soal apa yang dilakukan saat ini oleh tiga negara ini,
06:48Anda melihat apakah nanti akan ada langkah yang harus segera dilakukan oleh PBB
06:56untuk kemudian mencegah atau melakukan gencatan senjata, upaya gencatan senjata,
07:03atau kemudian justru ini berkepanjangan begitu ya, tapi kita tidak berharap ini berkepanjangan
07:11karena tidak ada sisi positif dari apa yang sudah dilakukan oleh ketiga negara ini.
07:19Betul, saya kalau menyimak sekjen PBB, sekjen PBB juga sudah dengan segera
07:26merespon situasi yang berkembang di Timur Tengah ini dengan menyatakan sikap tegas
07:31agar kemudian pihak-pihak tiga negara ini untuk saling menahan diri
07:36dan kemudian bersusaha sekuat mungkin untuk menggunakan cara-cara penyelesaian senggeta
07:43dengan cara-cara damai yang banyak yang bisa di opsi-opsi tersebut.
07:47Tapi memang mungkin tentu di dalam situasi seperti ini perlu dipikirkan opsi mana yang paling baik
07:54tetapi sebagai organisasi internasional yang di mana semua negara,
08:00193 negara menjadi anggotanya memiliki legitimasi yang sangat kuat di tataran internasional,
08:06saya percaya dengan PBB dalam hal ini melalui sekretariat jeneralnya,
08:13Pak Kuterres harus segera mendorong pihak-pihak tersebut untuk melakukan ceasefire atau genjata senjata
08:20supaya kemudian tadi inisiatif-inisiatif penyelesaian senggeta yang lebih peaceful itu bisa kemudian dimulai.
08:29Oke, terakhir saya ingin tahu apa yang kemudian menjadi bahan rujukan yang bisa dilakukan oleh Indonesia
08:36selain tadi Anda menyebutkan ada United for Peace,
08:39yang kemudian di bawah naungan PBB untuk bisa negara-negara lain juga bersatu
08:44untuk bisa mewujudkan segera perdamaian di tiga negara ini.
08:51Saya kira kita bisa kembali kepada prinsip bebas aktif ya,
08:59yang di mana kemudian ya prinsip proyek terwarni bebas aktif,
09:02di mana kemudian Indonesia tadi menegaskan,
09:06mendorong negara-negara ketiga tersebut untuk kembali
09:12menepati prinsip-prinsip atau menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional
09:16dan justru tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan
09:20ataupun senggeta di antara mereka.
09:22Kemudian juga saya kira juga perlu kita menguatkan tadi,
09:27mendorong inisiatif melalui PBB ya sebagai organisasi internasional
09:32yang cukup kredibel untuk bisa melakukan tekanan kepada negara-negara tersebut
09:39untuk bisa mengambil cara-cara yang lebih damai.
09:43Dan kemudian tentu saja Indonesia tadi,
09:46saya kira kita bisa memanfaatkan berbagai forum-forum selain dengan PBB,
09:50kemudian berbagai forum multilateral yang Indonesia ada di dalamnya
09:54untuk menggalang solidaritas bersama,
09:58menguatkan atau mengingatkan semua negara
10:01untuk selalu konsisten dengan prinsip-prinsip perdamaian
10:04daripada alih-alih menggunakan cara-cara kekerasan.
10:07Terima kasih.
10:07Oke, terakhir sekali lagi saya ingin tanyakan,
10:10dari soal ekonomi, hubungan internasional ekonomi,
10:13setelah terjadinya apa yang kita lihat saat ini situasi selat hormus,
10:19kemudian ditutup tentu ada dampak ekonomi yang kemudian terasa di Indonesia,
10:25apa yang kemudian bisa dilakukan oleh Indonesia
10:28jika memang terkena imbasnya, paling tidak soal minyak begitu,
10:32walaupun kemarin kita sudah melihat bagaimana Menteri SDM Bahlil mengatakan
10:36ada 25 persen impor kita ke Amerika Serikat,
10:43bagaimana Anda melihat ini?
10:46Ya, baik.
10:47Betul bahwa konflik ini atau perang di Iran ini sangat besar dampaknya
10:53tidak hanya secara politik dan keamanan,
10:55tentu kemudian secara ekonomi.
10:59Karena minyak merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh semua negara termasuk Indonesia
11:06dan negara-negara tersebut merupakan sumber minyak utama.
11:10Saya kira salah opsi untuk mengalihkan sumber minyak tadi kita dari negara lain
11:17menjadi salah satu opsi yang bisa diambil,
11:20mungkin tidak hanya dari Amerika Serikat,
11:23tetapi mungkin juga dari negara lain yang juga memiliki supply
11:28yang cukup potensial untuk kita kolaborasi kami.
11:31Oke, baik. Terima kasih Bu Ririn telah bergabung bersama kami dalam Breaking News Kompas TV.
11:36Sehat selalu, Ibu.
11:36Assalamualaikum, selamat datang.
11:38Terima kasih.
11:39Terima kasih.
11:40Waalaikumsalam.
11:42Breaking News Kompas TV masih akan kembali usai.
11:44Jadi,
11:44Terima kasih.
Komentar