Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM memberikan respons terkait aksi saling serang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam pandangannya, Indonesia yang tergabung di Board of Peace (BOP) serta berada di naungan PBB memiliki peluang untuk ikut berkontribusi dalam upaya perdamaian.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya

#israel #as #iran

Baca Juga [FULL] Dirut Patuna Travel Bicara Soal Keselamatan Jemaah Umrah Ditengah Konflik AS-Israel Vs Iran di https://www.kompas.tv/internasional/654702/full-dirut-patuna-travel-bicara-soal-keselamatan-jemaah-umrah-ditengah-konflik-as-israel-vs-iran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654704/ketua-departemen-ilmu-hi-ugm-soal-peran-indonesia-di-tengah-eskalasi-perang-as-israel-vs-iran
Transkrip
00:00...merupakan identitas dan modal sosial yang penting bagi diplomasi Indonesia menyikapi situasi ini.
00:07Oke, jadi perlu ada statement yang lebih tegas lagi dari pemerintah kita terhadap atau menyikapi aksi saling balas serang
00:16antara Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran begitu ya.
00:20Nah, terkait dengan apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia yang kita tahu tergabung juga di BOP,
00:29termasuk juga di naungan PBB, apa sebenarnya yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia
00:35untuk bisa ikut berkontribusi dalam upaya perdamaian antara tiga negara ini?
00:43Ya, baik. Betul bahwa saat ini, nah menurut saya saat ini kita berada dalam BOP, menurut saya ini problematik.
00:52Sudah banyak yang mengulas bahwa BOP ini secara struktur kelembagaan bermasalah,
00:58legitimasinya bermasalah karena sebenarnya BOP yang merupakan mandat dari PBB tetapi kemudian lebih banyak di modifikasi
01:06atau mungkin kalau saya boleh mengatakan dibajak oleh Trump, pemimpin yang sangat dominan di sana.
01:12Dan ternyata kebijakannya malahan tidak sesuai dengan niat untuk membangun perdamaian.
01:18Yang terjadi malahan kemudian apakah BOP ini sebagai instrument of war dan alih-alih sebagai Dewan Perdamaian
01:24karena yang ditunjukkan dengan menyerang Iran itu menjadi kontradiktif dengan semangat BOP.
01:31Sehingga kemudian menurut saya kemudian kita bisa mengusulkan kepada pemerintah untuk segera keluar dari block of peace
01:39karena kemudian jadi tidak relevan dengan politik luar negeri Indonesia bebas aktif
01:43dengan tujuan Indonesia yang semula bergabung ke sana karena ingin berkontribusi besar
01:48dalam mendukung kemerdekaan Palestina tetapi dalam world of peace pun
01:53Palestina tidak diikut sertakan di sana.
01:55Jadi itu sesuatu yang mungkin jadi harus dikoreksi kebijakan itu.
02:00Sehingga kemudian malahan selanjutnya adalah bagaimana kemudian kita bisa kembali memanfaatkan PBB
02:06sebagai forum multilateral yang memiliki legitimasi cukup tinggi
02:10untuk bisa kemudian membuat inisiatif atau opsi.
02:13Kita mungkin bisa mengusulkan inisiatif misalnya dengan apa yang disebut dengan uniting for peace.
02:21Itu merupakan mekanisme yang pernah dilakukan oleh PBB dalam hal ini adalah Majelis Umum PBB.
02:28Kalau yang selama ini kita khawatir karena Dewan Keamanan mandek ya
02:33karena kekuatan veto dari Amerika Serikat ataupun Rusia dan China
02:38tetapi kemudian dengan melalui Majelis Umum PBB tidak mengenal veto seperti itu
02:46kemudian memungkinkan dan ini pernah terjadi ketika Perang Korea di tahun 50
02:51untuk kemudian negara-negara seperti Indonesia yang middle power
02:55dan kemudian menggalang kekuatan solidaritas dengan sejaman negara-negara selatan misalnya
02:59untuk menggolkan inisiatif ini.
03:02Saya kira ini opsi yang cukup penting untuk diupayakan
03:05dan sebenarnya juga pernah, sudah pernah diusulkan oleh Kolombo di beberapa waktu sebelumnya.
03:13Saya kira ini menjadi hal yang bisa kita kolaborasikan.
03:17Oke, ada beberapa opsi.
03:19Salah satu yang tadi Anda sebutkan, Buririn, bisa menjadi opsi agar kemudian
03:25berbagai macam negara juga bisa ikut bersatu untuk bisa mewujudkan adanya perdamaian
03:32antara ketiga negara agar aksi saling balas serang ini tidak berkepanjangan
03:38begitu yang menyebabkan warga sipil terluka bahkan kehilangan nyawa.
03:43Kalau kita lihat pasca serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran
03:50aksi balas serang ini tidak hanya di wilayah Iran
03:53tapi ada juga negara-negara yang kemudian kita lihat punya dampak juga yang diserang oleh rudal
04:02begitu terkena dampaknya antara lain ada di Qatar, kemudian juga ada di Irak, Kuwait,
04:08ada juga di Bahrain, Uni Emirat Arab begitu.
04:12Nah, bagaimana kemudian langkah yang harus segera dilakukan oleh pemerintah Indonesia
04:18untuk menyelamatkan warga negara kita yang ada di beberapa negara yang juga urut ikut terdampak
04:25walaupun begitu ya kita sudah melihat pemerintah kita melalui kementerian luar negeri
04:30sudah memerintahkan dubes Republik Indonesia di Iran untuk melakukan secara segera
04:38evakuasi terhadap warga negara kita di sana.
04:41Tapi bagaimana dengan negara-negara lain yang juga terdampak.
04:45Kami akan tampilkan, ini dia grafisnya, pasca serangan Amerika Serikat dan Israel
04:50yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran yakni Ayatullah Ali Khamenei.
04:56Pada Sabtu 28 Februari 2026, Iran balas menyerang lewat gempuran serangan udara
05:03yang kemudian dasyat ke Israel dan juga pangkalan militer Amerika.
05:07Nah, serangan ini dilancarkan negara Iran dalam pembalasan dari serangan
05:10yang dilakukan oleh Israel dan Amerika.
05:12Dalam serangan balasan ini, sejumlah negara di Timur Tengah juga mengalami dampak
05:16diantaranya tadi ada Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Irak, Jordania, dan juga Siprus.
05:24Nah, apa yang harus segera dilakukan oleh pemerintah Indonesia
05:28untuk menyelamatkan WNI kita di beberapa negara terdampak?
05:32Benarkah langkah evakuasi harus segera dilakukan?
05:36Tidak hanya di Iran, tapi juga negara-negara yang juga terdampak.
05:41Ya, sangat setuju Mbak Adisti, ya betul.
05:45Tugas utama perwakilan Indonesia di negara lain adalah memberikan proteksi,
05:52memberikan perlindungan kepada warganya di negara tujuan.
05:56Sehingga tadi ketika situasi sudah terjadi, situasi yang tidak aman seperti ini,
06:02maka wajib untuk perwakilan Indonesia di sana untuk segera mengidentifikasi warga negara Indonesia
06:09yang tinggal di negara-negara terdampak, kemudian segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait
06:15untuk mengevakuasi.
06:16Saya kira semakin cepat, semakin bisa meminimalisir kemungkinan terburuk
06:21untuk aspek perlindungan warga kita di sana.
06:24Oke, jadi perlu ada opsi untuk mengevakuasi, menyelamatkan warga negara kita
06:30tidak hanya yang ada di Iran, tapi juga di beberapa negara yang juga turut terdampak
06:34dari aksi balas serang antara tiga negara ini.
06:38Terakhir, saya ingin tahu juga, begini, soal apa yang dilakukan saat ini oleh tiga negara ini,
06:48Anda melihat apakah nanti akan ada langkah yang harus segera dilakukan oleh PBB
06:56untuk kemudian mencegah atau melakukan gencatan senjata, upaya gencatan senjata,
07:03atau kemudian justru ini berkepanjangan begitu ya, tapi kita tidak berharap ini berkepanjangan
07:11karena tidak ada sisi positif dari apa yang sudah dilakukan oleh ketiga negara ini.
07:19Betul, saya kalau menyimak sekjen PBB, sekjen PBB juga sudah dengan segera
07:26merespon situasi yang berkembang di Timur Tengah ini dengan menyatakan sikap tegas
07:31agar kemudian pihak-pihak tiga negara ini untuk saling menahan diri
07:36dan kemudian bersusaha sekuat mungkin untuk menggunakan cara-cara penyelesaian senggeta
07:43dengan cara-cara damai yang banyak yang bisa di opsi-opsi tersebut.
07:47Tapi memang mungkin tentu di dalam situasi seperti ini perlu dipikirkan opsi mana yang paling baik
07:54tetapi sebagai organisasi internasional yang di mana semua negara,
08:00193 negara menjadi anggotanya memiliki legitimasi yang sangat kuat di tataran internasional,
08:06saya percaya dengan PBB dalam hal ini melalui sekretariat jeneralnya,
08:13Pak Kuterres harus segera mendorong pihak-pihak tersebut untuk melakukan ceasefire atau genjata senjata
08:20supaya kemudian tadi inisiatif-inisiatif penyelesaian senggeta yang lebih peaceful itu bisa kemudian dimulai.
08:29Oke, terakhir saya ingin tahu apa yang kemudian menjadi bahan rujukan yang bisa dilakukan oleh Indonesia
08:36selain tadi Anda menyebutkan ada United for Peace,
08:39yang kemudian di bawah naungan PBB untuk bisa negara-negara lain juga bersatu
08:44untuk bisa mewujudkan segera perdamaian di tiga negara ini.
08:51Saya kira kita bisa kembali kepada prinsip bebas aktif ya,
08:59yang di mana kemudian ya prinsip proyek terwarni bebas aktif,
09:02di mana kemudian Indonesia tadi menegaskan,
09:06mendorong negara-negara ketiga tersebut untuk kembali
09:12menepati prinsip-prinsip atau menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional
09:16dan justru tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan
09:20ataupun senggeta di antara mereka.
09:22Kemudian juga saya kira juga perlu kita menguatkan tadi,
09:27mendorong inisiatif melalui PBB ya sebagai organisasi internasional
09:32yang cukup kredibel untuk bisa melakukan tekanan kepada negara-negara tersebut
09:39untuk bisa mengambil cara-cara yang lebih damai.
09:43Dan kemudian tentu saja Indonesia tadi,
09:46saya kira kita bisa memanfaatkan berbagai forum-forum selain dengan PBB,
09:50kemudian berbagai forum multilateral yang Indonesia ada di dalamnya
09:54untuk menggalang solidaritas bersama,
09:58menguatkan atau mengingatkan semua negara
10:01untuk selalu konsisten dengan prinsip-prinsip perdamaian
10:04daripada alih-alih menggunakan cara-cara kekerasan.
10:07Terima kasih.
10:07Oke, terakhir sekali lagi saya ingin tanyakan,
10:10dari soal ekonomi, hubungan internasional ekonomi,
10:13setelah terjadinya apa yang kita lihat saat ini situasi selat hormus,
10:19kemudian ditutup tentu ada dampak ekonomi yang kemudian terasa di Indonesia,
10:25apa yang kemudian bisa dilakukan oleh Indonesia
10:28jika memang terkena imbasnya, paling tidak soal minyak begitu,
10:32walaupun kemarin kita sudah melihat bagaimana Menteri SDM Bahlil mengatakan
10:36ada 25 persen impor kita ke Amerika Serikat,
10:43bagaimana Anda melihat ini?
10:46Ya, baik.
10:47Betul bahwa konflik ini atau perang di Iran ini sangat besar dampaknya
10:53tidak hanya secara politik dan keamanan,
10:55tentu kemudian secara ekonomi.
10:59Karena minyak merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh semua negara termasuk Indonesia
11:06dan negara-negara tersebut merupakan sumber minyak utama.
11:10Saya kira salah opsi untuk mengalihkan sumber minyak tadi kita dari negara lain
11:17menjadi salah satu opsi yang bisa diambil,
11:20mungkin tidak hanya dari Amerika Serikat,
11:23tetapi mungkin juga dari negara lain yang juga memiliki supply
11:28yang cukup potensial untuk kita kolaborasi kami.
11:31Oke, baik. Terima kasih Bu Ririn telah bergabung bersama kami dalam Breaking News Kompas TV.
11:36Sehat selalu, Ibu.
11:36Assalamualaikum, selamat datang.
11:38Terima kasih.
11:39Terima kasih.
11:40Waalaikumsalam.
11:42Breaking News Kompas TV masih akan kembali usai.
11:44Jadi,
11:44Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan