00:00Banyak fakta-fakta mengujudkan terhadap penyalahgunaan narkotika ini.
00:04Bayangkan barang bukti yang disalahgunakan oleh para petugas.
00:13Ya terima kasih ya, memang Komunas itu kita memantau.
00:19Salah satunya adalah penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.
00:24Dan ini sangat luar biasa.
00:26Bahkan kalau bisa disebutkan, saya pun pernah tugas di BNN, kami menyebutkan bahwa akibat dari penyalahgunaan narkotika itu ibarat soft
00:40terrorism.
00:41Kenapa? Berdasarkan data yang ada, hampir, bukan hampir, 35-50 orang itu meninggal setiap hari.
00:51Tapi tanpa terasa.
00:52Yang kedua, hari ini kita mengandalkan rapat koordinasi atau forum grup diskusian dengan mengundang para pakar.
01:01Jadi dari barisim itu hadir dari Direkturat Tindak Pidana Narkotika, kemudian dari Propam, kemudian juga dari Irwasun,
01:10kemudian dari narasumber ahli di bidang tindak pidana pencucian uang, kemudian dari BNN.
01:17Dan ternyata banyak fakta-fakta mengejutkan, banyak fakta-fakta mengejutkan terhadap penyalahgunaan narkotika ini.
01:25Bayangkan barang bukti yang disalahgunakan oleh para petugas, para penegak hukum itu,
01:35itu bisa diselemengkan, disisihkan, digelapkan dengan harga yang fantastis.
01:41Kita tadi juga dengar ya, satu kilogram sabu saja bisa dijual sampai 1 miliar, sampai 5 miliar.
01:51Kasus di Bandara, Bandara Suta, itu sampai 90 miliar.
01:56Kasus di Barelang, kasus di Lampung, masih masuk dalam jaringan Freddy Pratama.
02:04Bandara, Lampung, dengan di tempat lain.
02:09Nah ini kenapa? Karena kelemahan daripada pengawasan barang bukti.
02:15Saya pribadi dengan tim komponas itu berangkat, sebagai contoh Oktober yang lalu kami berangkat ke Kepri, Barelang.
02:24Itu ada 16 anggota polri yang kena kasus narkoba, mereka sudah di sidang kodetik dan juga di sidang pidana.
02:34Salah satunya adalah kasus res narkoba Barelang.
02:37Barang bukti digelapkan, coba 16 orang.
02:41Nah kemudian kami berangkat ke Kaltara, Nunukan, Tarakan, Bulungan.
02:46Di sana ada kasus narkoba, Nunukan itu juga kena kasus narkobanya, ada 8 orang di sana.
02:52Nah kenapa? Karena di daerah-daerah yang agak jauh itu mereka tidak punya ensenator dan lapor.
03:00Ensenator itu alat pemusnah barang bukti.
03:02Jadi dengan mereka membawa ke Surabaya kalau dari Tarakan itu, di perjalanan kan pasti akan ada, bisa diganggu oleh bandar.
03:12Bisa, yang kedua bisa disisikan barang bukti.
03:16Barang bukti untuk dijual kembali.
03:20Nah tadi kami dapat kabar gembira, bagus, dari Deputi Hukum dan Kerjasama BNN.
03:25Mereka mempersilahkan untuk polda-polda setempat yang tidak punya alat pemusnah barang bukti kerjasama dengan BNNP.
03:32Jadi barang bukti bisa dimusnahkan di situ, termasuk lapor.
03:36Jadi ini bisa meminimai penyimpangan oleh anggota.
03:41Bukan hanya Kaltara dan Kepri yang kami datangi, tapi Kalteng dan juga Kalbar.
03:45Kalteng dan Kalbar juga tidak punya alat pemusnah, begitu juga Kalbar.
03:49Begitu juga polda Ambon yang kemarin ada kasus di Tual itu.
03:53Ini yang kami bisa laksanakan dan insya Allah ke depan aparat penegak hukum ini bisa lebih semangat, fokus dalam penanganan
04:07narkoba ini.
04:08Karena ini merupakan serius crime, serius crime, kejahatan yang serius, dan ini merupakan fokus daripada program nasional Bapak Presiden Astacita.
04:19Begitu, Pak.
04:39Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:43Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:47Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar