Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggelar forum diskusi bertajuk "Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum Terhadap Penyalahgunaan Narkotika oleh Personel Polri" di Hotel Ambhara, Jakarta, pada Kamis (26/2/2026).

Usai acara, Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono mengatakan diskusi berangkat dari penyalahgunaan peredaran narkotika yang di antaranya justru melibatkan polisi.

"Ternyata banyak fakta-fakta mengejutkan terhadap penyalahgunaan narkotika ini. Bayangkan, barang bukti yang disalahgunakan oleh para petugas, para penegak hukum itu itu bisa diselewengkan, disisihkan, digelapkan dengan harga yang fantastis," ujar Arief.

Baca Juga Kompolnas Kawal Sidang Etik Bripda MS Anggota Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku di https://www.kompas.tv/nasional/652431/kompolnas-kawal-sidang-etik-bripda-ms-anggota-brimob-yang-aniaya-pelajar-hingga-tewas-di-maluku

#polisi #kompolnas #narkotika

Video Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653617/kompolnas-ungkap-fakta-mengejutkan-soal-penyalahgunaan-barang-bukti-narkoba-oleh-polisi
Transkrip
00:00Banyak fakta-fakta mengujudkan terhadap penyalahgunaan narkotika ini.
00:04Bayangkan barang bukti yang disalahgunakan oleh para petugas.
00:13Ya terima kasih ya, memang Komunas itu kita memantau.
00:19Salah satunya adalah penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.
00:24Dan ini sangat luar biasa.
00:26Bahkan kalau bisa disebutkan, saya pun pernah tugas di BNN, kami menyebutkan bahwa akibat dari penyalahgunaan narkotika itu ibarat soft
00:40terrorism.
00:41Kenapa? Berdasarkan data yang ada, hampir, bukan hampir, 35-50 orang itu meninggal setiap hari.
00:51Tapi tanpa terasa.
00:52Yang kedua, hari ini kita mengandalkan rapat koordinasi atau forum grup diskusian dengan mengundang para pakar.
01:01Jadi dari barisim itu hadir dari Direkturat Tindak Pidana Narkotika, kemudian dari Propam, kemudian juga dari Irwasun,
01:10kemudian dari narasumber ahli di bidang tindak pidana pencucian uang, kemudian dari BNN.
01:17Dan ternyata banyak fakta-fakta mengejutkan, banyak fakta-fakta mengejutkan terhadap penyalahgunaan narkotika ini.
01:25Bayangkan barang bukti yang disalahgunakan oleh para petugas, para penegak hukum itu,
01:35itu bisa diselemengkan, disisihkan, digelapkan dengan harga yang fantastis.
01:41Kita tadi juga dengar ya, satu kilogram sabu saja bisa dijual sampai 1 miliar, sampai 5 miliar.
01:51Kasus di Bandara, Bandara Suta, itu sampai 90 miliar.
01:56Kasus di Barelang, kasus di Lampung, masih masuk dalam jaringan Freddy Pratama.
02:04Bandara, Lampung, dengan di tempat lain.
02:09Nah ini kenapa? Karena kelemahan daripada pengawasan barang bukti.
02:15Saya pribadi dengan tim komponas itu berangkat, sebagai contoh Oktober yang lalu kami berangkat ke Kepri, Barelang.
02:24Itu ada 16 anggota polri yang kena kasus narkoba, mereka sudah di sidang kodetik dan juga di sidang pidana.
02:34Salah satunya adalah kasus res narkoba Barelang.
02:37Barang bukti digelapkan, coba 16 orang.
02:41Nah kemudian kami berangkat ke Kaltara, Nunukan, Tarakan, Bulungan.
02:46Di sana ada kasus narkoba, Nunukan itu juga kena kasus narkobanya, ada 8 orang di sana.
02:52Nah kenapa? Karena di daerah-daerah yang agak jauh itu mereka tidak punya ensenator dan lapor.
03:00Ensenator itu alat pemusnah barang bukti.
03:02Jadi dengan mereka membawa ke Surabaya kalau dari Tarakan itu, di perjalanan kan pasti akan ada, bisa diganggu oleh bandar.
03:12Bisa, yang kedua bisa disisikan barang bukti.
03:16Barang bukti untuk dijual kembali.
03:20Nah tadi kami dapat kabar gembira, bagus, dari Deputi Hukum dan Kerjasama BNN.
03:25Mereka mempersilahkan untuk polda-polda setempat yang tidak punya alat pemusnah barang bukti kerjasama dengan BNNP.
03:32Jadi barang bukti bisa dimusnahkan di situ, termasuk lapor.
03:36Jadi ini bisa meminimai penyimpangan oleh anggota.
03:41Bukan hanya Kaltara dan Kepri yang kami datangi, tapi Kalteng dan juga Kalbar.
03:45Kalteng dan Kalbar juga tidak punya alat pemusnah, begitu juga Kalbar.
03:49Begitu juga polda Ambon yang kemarin ada kasus di Tual itu.
03:53Ini yang kami bisa laksanakan dan insya Allah ke depan aparat penegak hukum ini bisa lebih semangat, fokus dalam penanganan
04:07narkoba ini.
04:08Karena ini merupakan serius crime, serius crime, kejahatan yang serius, dan ini merupakan fokus daripada program nasional Bapak Presiden Astacita.
04:19Begitu, Pak.
04:39Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:43Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:47Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan