Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan lebih dari seribu bangunan koperasi desa telah rampung 100 persen. Maka, fasilitas tersebut perlu dilengkapi kendaraan operasional yang disebut menjadi hak desa.

Ferry menegaskan, koperasi desa beserta sarana dan prasarananya, termasuk mobil, bukan milik Kementerian Koperasi maupun pemerintah pusat. Seluruh aset tersebut akan menjadi milik koperasi desa.

Ia menyebut, langkah ini merupakan bagian dari upaya Presiden untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.

Presiden sebelumnya memutuskan penyediaan gudang, gerai, dan perlengkapan pendukung melalui instruksi Presiden. Pemerintah menyediakan infrastruktur tersebut agar koperasi desa memiliki tempat penyimpanan dan penjualan barang.

Dengan tersedianya fasilitas itu, koperasi desa yang dimiliki anggota masyarakat diharapkan dapat langsung menjalankan kegiatan usaha.

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis sekaligus CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto mengkritisi soal polemik mobil impor dari India.

Menurutnya perlu dipertimbangkan manfaat ekonominya akan dilihat dari sejauh mana kendaraan tersebut mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, terutama dalam mengurangi ongkos logistik.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/QrdLwfkqzuw



#koperasidesamerahputih #prabowo #menterikoperasi



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/653618/mobil-impor-india-untuk-koperasi-desa-merah-putih-siapa-diuntungkan-rosi
Transkrip
00:00Ini yang harus kita lihat juga ada faktor yang positif.
00:04Tapi import barang modal ini kan untuk mendukung kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita Pak Menteri, Pak Presiden Prabowo.
00:11Dan saya kira ini harus kita lihat nilai positifnya bahwa import barang modal ini adalah untuk meningkatkan kedaulatan pangan tadi.
00:23Nah dalam konteks ini itu kan menurunkan ongkos logistik kan gitu.
00:30Karena apa? Dengan adanya pilihan produk yang terbaik untuk bisa manuver kegiatan-kegiatan yang ada di tempat-tempat yang struggle.
00:39Seperti di desa-desa yang sulit sekali kita lihat medannya.
00:46Dengan tenaga penggerak 4x4 ini juga menjadi bahan pertimbangan saya kira itu ya.
00:50Yang penting adalah manfaat yang terbaik untuk rakyat.
00:53Kalau misalnya dibelikan yang harganya mahal terus Pak Menteri nggak ngasih jatah nanti juga ribut juga yang lain-lain kan
00:59gitu.
00:59Karena memang jumlah anggaran yang disediakan itu kan rata-rata 3 miliar per kooperasi desa.
01:05Itu terdiri dari bangunan fisik plus kelengkapan jadi fasilitas mekanikal elektrikalnya.
01:13Kemudian kelengkapan gudang gere itu termasuk dengan rak-rak dan lain sebagainya termasuk dengan mobilnya.
01:19Jadi memang ada keterbatasan dari sisi itunya.
01:21Jadi memang tadi yang seperti yang disampaikan oleh Pak Surato tadi bahwa memang Presiden ingin di setiap desa kelurahan apalagi
01:31desa-desa kita kan tipologinya juga banyak yang memang perlu kendaraan yang memadai.
01:37Jadi yang memungkinkan arus barang, mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa itu yang digunakan oleh
01:44kooperasi desa itu bisa terfasilitasi dengan baik.
01:47Pak Menteri kalau itu kan memang butuh mobilitas sampai ke desa-desa, daerah-daerah yang memang butuh kendaraan dengan spek
01:54demikian.
01:55Tapi sekarang dalam kondisinya mau itu dibatalkan ataupun ditunda sekalipun tidak semudah itu.
02:01Beberapa hari lalu saya wawancara langsung juga dengan Direktur Utama Agrinas bahwa sudah ada mobil yang datang ke sini dan
02:07pengadaannya sudah dilakukan secara bertahap.
02:09Nah apa yang harus dilakukan?
02:11Karena memang gini juga Pak Friska, jadi sekarang yang sudah, ini sekalian lapor aja update, yang sudah 100% selesai
02:20bangunan fisiknya itu sudah seribuan.
02:23Jadi memang harus dilengkapi dengan kendaraan itu karena itu menjadi haknya desa.
02:31Kan ini bukan milik kementerian kooperasi, bukan miliknya pemerintah.
02:36Kooperasi desa plus dengan segala sarana-prasarananya ini termasuk mobilnya adalah kembali milik desa, milik kooperasi desa itu juga.
02:46Jadi sebenarnya nggak ada kepentingan dari pemerintah pusat ini semata-mata betul-betul adalah untuk supaya Presiden ingin meningkatkan taraf
02:55hidup masyarakat.
02:56Dan sekarang dengan dibuatkan badan usaha kooperasi desa Kelurahan Merah Putih itu diharapkan masyarakat sekarang mampu melaksanakan fungsi sebagai subyek
03:08dari ekonomi, sebagai pelaku.
03:10Kalau kemarin kan kita dengan segala hormat banyak menempatkan masyarakat itu hanya sebagai obyek atau sebagai penerima manfaat.
03:18Paradigma ini dibalik oleh Presiden dan ini luar biasa sekali terobosannya.
03:24Nah dibukakan badan usaha kooperasi desa dengan segala bangunan fisiknya, alat kelengkapan.
03:31Tadinya kan waktu kita meresmikan di Bentangan di Kelaten Jawa Tengah pada saat kita meresmikan 80 ribu badan hukum kooperasi
03:39desa Kelurahan Merah Putih.
03:40Kita sebenarnya mengharapkan ada inisiatif dari masyarakat tapi ternyata kan akhirnya Presiden menyatakan lebih baik naruh barang kan perlu gerai.
03:51Naruh apa namanya barang-barang yang mau dijual perlu gerai dan akhirnya diambil keputusan untuk kemudian oleh Presiden dikeluarkan instruksi
04:01Presiden.
04:02Dan gudang, gerai-gerai dan alat kelengkapannya disediakan oleh pemerintah.
04:06Jadi si kooperasi desanya yang notabene milik anggota masyarakat desa itu sendiri itu sebenarnya tinggal sekarang menjalankan kegiatan usahanya.
04:18Nah kalau gitu solusi yang paling logis apa dengan polemik kelengkapan ini soal pengadaan mobil impor ini apa yang bisa
04:24dilakukan?
04:24Saya kira kembali ke aspek tujuan utamanya.
04:28Jadi dengan adanya pengadaan kendaraan ini kita ini akan lihat menilai manfaat ekonominya untuk masyarakat apa.
04:36Kalau memang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat dalam arti mengurangi ongkos logistik tadi ya.
04:46Yang kita tahu Pak Presiden mungkin memiliki keprihatinan seperti yang katakan Pak Menteri tadi.
04:51Bahwa masyarakat kita di desa itu banyak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi karena aspek logistik yang bermasalah tadi.
05:03Jadi dan juga saya kira karena uangnya ini kan sebetulnya kan banyak uang anggur yang ada di bank juga.
05:11Yang ditransfer ke bank Himbara itu kan juga dana sal.
05:14Kalau tidak salah yang ada cadangan di BI terus dipindahkan ke bank itu untuk mengakselerasi.
05:20Jadi kemampuan untuk mengakselerasi uang ini ini menurut saya butuh kecepatan.
05:26Apalagi ini dalam terminologi sekarang ini kan ada aspek geopolitiknya juga.
05:31Kalau kita membuka kerjasama dengan India artinya import barang modal yang kita dapatkan dari mereka dengan adanya pengadaan truk itu
05:40juga akan menjalin hubungan baik.
05:43Ketika kita surplus pangan nanti atau paling tidak pangan kita menjadi lebih bernilai tambah lebih baik.
05:49Kita akan bisa mengekspor pangan dan itu juga akan bernilai devisa juga.
05:54Jadi devisa itu adalah bukan hanya kita lihat masa sekarang ini kita import truk ini atau kendaraan-kendaraan ini.
06:05Tapi kita juga harus lihat efek jangka panjangnya nanti ke depan.
06:08Dan ini nanti akan diputuskan saat Presiden.
06:11Ya saya rasa ini keputusan yang bijaksana.
06:14Kita juga tetap harus mendengarkan aspirasi dari kepentingan stakeholder di dalam negeri juga.
06:20Dan saya rasa tapi yang terpenting tujuan keinginan Presiden untuk menyediakan fasilitas kendaraan operasional
06:26bagi kooperasi desa yang akan bisa memajukan perekonomian di desa-desa dan keurahan itu menjadi concern yang utamanya.
06:35Begitu Pak.
Komentar

Dianjurkan