00:00Ini yang harus kita lihat juga ada faktor yang positif.
00:04Tapi import barang modal ini kan untuk mendukung kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita Pak Menteri, Pak Presiden Prabowo.
00:11Dan saya kira ini harus kita lihat nilai positifnya bahwa import barang modal ini adalah untuk meningkatkan kedaulatan pangan tadi.
00:23Nah dalam konteks ini itu kan menurunkan ongkos logistik kan gitu.
00:30Karena apa? Dengan adanya pilihan produk yang terbaik untuk bisa manuver kegiatan-kegiatan yang ada di tempat-tempat yang struggle.
00:39Seperti di desa-desa yang sulit sekali kita lihat medannya.
00:46Dengan tenaga penggerak 4x4 ini juga menjadi bahan pertimbangan saya kira itu ya.
00:50Yang penting adalah manfaat yang terbaik untuk rakyat.
00:53Kalau misalnya dibelikan yang harganya mahal terus Pak Menteri nggak ngasih jatah nanti juga ribut juga yang lain-lain kan
00:59gitu.
00:59Karena memang jumlah anggaran yang disediakan itu kan rata-rata 3 miliar per kooperasi desa.
01:05Itu terdiri dari bangunan fisik plus kelengkapan jadi fasilitas mekanikal elektrikalnya.
01:13Kemudian kelengkapan gudang gere itu termasuk dengan rak-rak dan lain sebagainya termasuk dengan mobilnya.
01:19Jadi memang ada keterbatasan dari sisi itunya.
01:21Jadi memang tadi yang seperti yang disampaikan oleh Pak Surato tadi bahwa memang Presiden ingin di setiap desa kelurahan apalagi
01:31desa-desa kita kan tipologinya juga banyak yang memang perlu kendaraan yang memadai.
01:37Jadi yang memungkinkan arus barang, mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa itu yang digunakan oleh
01:44kooperasi desa itu bisa terfasilitasi dengan baik.
01:47Pak Menteri kalau itu kan memang butuh mobilitas sampai ke desa-desa, daerah-daerah yang memang butuh kendaraan dengan spek
01:54demikian.
01:55Tapi sekarang dalam kondisinya mau itu dibatalkan ataupun ditunda sekalipun tidak semudah itu.
02:01Beberapa hari lalu saya wawancara langsung juga dengan Direktur Utama Agrinas bahwa sudah ada mobil yang datang ke sini dan
02:07pengadaannya sudah dilakukan secara bertahap.
02:09Nah apa yang harus dilakukan?
02:11Karena memang gini juga Pak Friska, jadi sekarang yang sudah, ini sekalian lapor aja update, yang sudah 100% selesai
02:20bangunan fisiknya itu sudah seribuan.
02:23Jadi memang harus dilengkapi dengan kendaraan itu karena itu menjadi haknya desa.
02:31Kan ini bukan milik kementerian kooperasi, bukan miliknya pemerintah.
02:36Kooperasi desa plus dengan segala sarana-prasarananya ini termasuk mobilnya adalah kembali milik desa, milik kooperasi desa itu juga.
02:46Jadi sebenarnya nggak ada kepentingan dari pemerintah pusat ini semata-mata betul-betul adalah untuk supaya Presiden ingin meningkatkan taraf
02:55hidup masyarakat.
02:56Dan sekarang dengan dibuatkan badan usaha kooperasi desa Kelurahan Merah Putih itu diharapkan masyarakat sekarang mampu melaksanakan fungsi sebagai subyek
03:08dari ekonomi, sebagai pelaku.
03:10Kalau kemarin kan kita dengan segala hormat banyak menempatkan masyarakat itu hanya sebagai obyek atau sebagai penerima manfaat.
03:18Paradigma ini dibalik oleh Presiden dan ini luar biasa sekali terobosannya.
03:24Nah dibukakan badan usaha kooperasi desa dengan segala bangunan fisiknya, alat kelengkapan.
03:31Tadinya kan waktu kita meresmikan di Bentangan di Kelaten Jawa Tengah pada saat kita meresmikan 80 ribu badan hukum kooperasi
03:39desa Kelurahan Merah Putih.
03:40Kita sebenarnya mengharapkan ada inisiatif dari masyarakat tapi ternyata kan akhirnya Presiden menyatakan lebih baik naruh barang kan perlu gerai.
03:51Naruh apa namanya barang-barang yang mau dijual perlu gerai dan akhirnya diambil keputusan untuk kemudian oleh Presiden dikeluarkan instruksi
04:01Presiden.
04:02Dan gudang, gerai-gerai dan alat kelengkapannya disediakan oleh pemerintah.
04:06Jadi si kooperasi desanya yang notabene milik anggota masyarakat desa itu sendiri itu sebenarnya tinggal sekarang menjalankan kegiatan usahanya.
04:18Nah kalau gitu solusi yang paling logis apa dengan polemik kelengkapan ini soal pengadaan mobil impor ini apa yang bisa
04:24dilakukan?
04:24Saya kira kembali ke aspek tujuan utamanya.
04:28Jadi dengan adanya pengadaan kendaraan ini kita ini akan lihat menilai manfaat ekonominya untuk masyarakat apa.
04:36Kalau memang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat dalam arti mengurangi ongkos logistik tadi ya.
04:46Yang kita tahu Pak Presiden mungkin memiliki keprihatinan seperti yang katakan Pak Menteri tadi.
04:51Bahwa masyarakat kita di desa itu banyak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi karena aspek logistik yang bermasalah tadi.
05:03Jadi dan juga saya kira karena uangnya ini kan sebetulnya kan banyak uang anggur yang ada di bank juga.
05:11Yang ditransfer ke bank Himbara itu kan juga dana sal.
05:14Kalau tidak salah yang ada cadangan di BI terus dipindahkan ke bank itu untuk mengakselerasi.
05:20Jadi kemampuan untuk mengakselerasi uang ini ini menurut saya butuh kecepatan.
05:26Apalagi ini dalam terminologi sekarang ini kan ada aspek geopolitiknya juga.
05:31Kalau kita membuka kerjasama dengan India artinya import barang modal yang kita dapatkan dari mereka dengan adanya pengadaan truk itu
05:40juga akan menjalin hubungan baik.
05:43Ketika kita surplus pangan nanti atau paling tidak pangan kita menjadi lebih bernilai tambah lebih baik.
05:49Kita akan bisa mengekspor pangan dan itu juga akan bernilai devisa juga.
05:54Jadi devisa itu adalah bukan hanya kita lihat masa sekarang ini kita import truk ini atau kendaraan-kendaraan ini.
06:05Tapi kita juga harus lihat efek jangka panjangnya nanti ke depan.
06:08Dan ini nanti akan diputuskan saat Presiden.
06:11Ya saya rasa ini keputusan yang bijaksana.
06:14Kita juga tetap harus mendengarkan aspirasi dari kepentingan stakeholder di dalam negeri juga.
06:20Dan saya rasa tapi yang terpenting tujuan keinginan Presiden untuk menyediakan fasilitas kendaraan operasional
06:26bagi kooperasi desa yang akan bisa memajukan perekonomian di desa-desa dan keurahan itu menjadi concern yang utamanya.
06:35Begitu Pak.
Komentar