00:00Polisi menangkap pelaku penganiayaan mahasiswi di Riau.
00:03Polisi menyebut pelaku sudah merencanakan aksinya dengan membawa dua senjata tajam.
00:09Polisi menyebut saudara pelaku memang telah mengenal dan sempat berhubungan dekat dengan korban.
00:16Namun pelaku merasa diabaikan oleh korban yang sedang fokus menyelesaikan skripsinya.
00:23Pelaku akhirnya merencanakan penganiayaan kepada korban dengan membawa dua senjata tajam.
00:30Hingga menyerang korban saat sedang menunggu jadwal ujian.
00:38Suatu hubungan yang cukup dekat, saling mengisi dan saling memperhatikan.
00:43Namun karena memang konsentrasi daripada mahasiswi saudari korban ini adalah saudari parah ini sangat konsentrasi untuk persiapan ujian akhir atau
00:53skripsi ini.
00:54Tersangka merasa kurang diperhatikan.
00:56Intinya seperti itu, sudah merencanakan membawa dua senjata tajam berupa parang dan kapak.
01:03Dan pada saat kejadian di pagi hari tersebut, pelaku menyerang korban saudari parah itu dengan menggunakan parang yang mengakibatkan tiga
01:12luka,
01:13yaitu di bagian kepala, kemudian di daerah tengkuk, dan juga di lengan ataupun di pergelangan tangannya.
01:20Sementara pihak kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim berjanji menerapkan sanksi tegas kepada mahasiswa yang melakukan penganiayaan kepada rekannya.
01:30Pihak kampus prihatin dan tak menyangka aksi brutal terjadi di lingkungan kampus.
01:36Mengantisipasi kejadian serupa, kampus UIN Sultan Syarif Qasim bekerja sama dengan sejumlah pihak bakal meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kampus.
01:49Kami komitmen untuk menegakkan kode etik di kampus dan kami menyerahkan proses hukum sebesar-besarnya dan setelah sebaran teratunya kepada
01:57pihak berwetak.
01:59Kampus secara internal memiliki aturan kode etik, tetapi jika dia kasus kriminal, biasanya otomatis mahasiswa ini akan mendapatkan hukuman berberat
02:10secara etis.
Komentar