Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polisi menangkap pelaku penganiayaan mahasiswi di Riau. Polisi menyebut pelaku sudah merencanakan aksinya dengan membawa dua senjata tajam.

Polisi menyebut pelaku memang telah mengenal dan sempat berhubungan dekat dengan korban. Namun pelaku merasa diabaikan oleh korban yang sedang fokus menyelesaikan skripsinya.

Pelaku akhirnya merencanakan penganiayaan korban dengan membawa dua senjata tajam, hingga menyerang korban saat sedang menunggu jadwal ujian.

#mahasiswi #penganiayaan #pekanbaru

Baca Juga Roti MBG di Blora Ditemukan Berjamur, SPPG Tarik & Ganti Dengan yang Baru | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/653529/roti-mbg-di-blora-ditemukan-berjamur-sppg-tarik-ganti-dengan-yang-baru-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/653531/terungkap-motif-mahasiswi-di-pekanbaru-dianiaya-pelaku-merasa-diabaikan-sapa-malam
Transkrip
00:00Polisi menangkap pelaku penganiayaan mahasiswi di Riau.
00:03Polisi menyebut pelaku sudah merencanakan aksinya dengan membawa dua senjata tajam.
00:09Polisi menyebut saudara pelaku memang telah mengenal dan sempat berhubungan dekat dengan korban.
00:16Namun pelaku merasa diabaikan oleh korban yang sedang fokus menyelesaikan skripsinya.
00:23Pelaku akhirnya merencanakan penganiayaan kepada korban dengan membawa dua senjata tajam.
00:30Hingga menyerang korban saat sedang menunggu jadwal ujian.
00:38Suatu hubungan yang cukup dekat, saling mengisi dan saling memperhatikan.
00:43Namun karena memang konsentrasi daripada mahasiswi saudari korban ini adalah saudari parah ini sangat konsentrasi untuk persiapan ujian akhir atau
00:53skripsi ini.
00:54Tersangka merasa kurang diperhatikan.
00:56Intinya seperti itu, sudah merencanakan membawa dua senjata tajam berupa parang dan kapak.
01:03Dan pada saat kejadian di pagi hari tersebut, pelaku menyerang korban saudari parah itu dengan menggunakan parang yang mengakibatkan tiga
01:12luka,
01:13yaitu di bagian kepala, kemudian di daerah tengkuk, dan juga di lengan ataupun di pergelangan tangannya.
01:20Sementara pihak kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim berjanji menerapkan sanksi tegas kepada mahasiswa yang melakukan penganiayaan kepada rekannya.
01:30Pihak kampus prihatin dan tak menyangka aksi brutal terjadi di lingkungan kampus.
01:36Mengantisipasi kejadian serupa, kampus UIN Sultan Syarif Qasim bekerja sama dengan sejumlah pihak bakal meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kampus.
01:49Kami komitmen untuk menegakkan kode etik di kampus dan kami menyerahkan proses hukum sebesar-besarnya dan setelah sebaran teratunya kepada
01:57pihak berwetak.
01:59Kampus secara internal memiliki aturan kode etik, tetapi jika dia kasus kriminal, biasanya otomatis mahasiswa ini akan mendapatkan hukuman berberat
02:10secara etis.
Komentar

Dianjurkan