Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV -- Institute for Development on Economic and Finance (Indef) menyoroti kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Peneliti Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, Ahmad Heri Firdaus menilai hal tersebut berisiko menekan ruang kebijakan industri nasional.

"Salah satu yang diminta Amerika Serikat, kita diminta untuk menghapus pembatasan ekspor mineralar kritis. Balik lagi ini ke zaman dulu," kata Heri dalam program BOLA LIAR, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga Debat Connie vs Tenaga Ahli Utama KSP soal Tarif Trump, Strategis atau Asimetris? | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/653574/debat-connie-vs-tenaga-ahli-utama-ksp-soal-tarif-trump-strategis-atau-asimetris-bola-liar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653575/kadin-indef-hingga-eks-dubes-ri-bicara-dampak-kesepakatan-tarif-trump-bola-liar
Transkrip
00:01Ya Mas Heri, dari pasal 51-52 ada mekanisme sanksi Amerika Serikat ke negara ketiga yang harus diikuti oleh Indonesia.
00:08Apakah ini akan memaruhi bagaimana juga hubungan kita, baik perdagangan maupun investasi dengan negara lainnya?
00:15Termasuk mungkin mitra dagang utama kita atau investor yang selama ini kita nantikan.
00:20Betul ya, jadi ini yang dikhawatirkan sebenarnya.
00:23Jadi pas negara-negara lain melihat Indonesia, kok pemerintah Indonesia begitu mudahnya mengakomodasi?
00:30Keinginan-keinginan Amerika Serikat, meskipun kita juga berhasil negosiasi untuk beberapa produk yang di nol persenkan.
00:36Tapi itu pasti ya, kalau nggak nol persen Amerika Serikat sendiri yang pasti akan mengalami kerugian.
00:41Karena kita memiliki keunggulan komparatif ya, untuk seperti CPO, alas kaki dan produk-produk yang lainnya seperti itu.
00:49Nah tapi yang dikhawatirkan adalah takutnya negara-negara lain ini juga meminta hal yang sama.
00:56Seperti diringankan dong TKDN-nya, karena kita juga sudah meringankan, kita akan meringankan TKDN dari Amerika Serikat.
01:04Khawatirnya nanti kebijakan industrialisasi kita ini terganggu gitu.
01:09Dan ini mempersempit ruang pemerintah untuk memperkuat kebijakan industri.
01:12Karena kalau kita membuat kebijakan-kebijakan yang terkait dengan industri, kita harus melihat pertimbangan dari Amerika Serikat.
01:20Dan ini dikhawatirkan akan diikuti negara-negara lain yang mereka sudah mau investasi di Indonesia,
01:26ingin membuat produknya Indonesia, kemudian ingin membangun rantai pasok.
01:36Kemudian juga kalau Indonesia ingin bercita-cita, ingin menjadi pemain global dalam rantai pasok produksi industri yang high-tech, yang
01:44advance teknologi.
01:45Nah ini khawatirnya kita turun lagi.
01:47Karena salah satunya kan yang diminta Amerika Serikat, kita diminta untuk menghapus pembatasan ekspor mineral kritis.
01:55Balik lagi ini ke zaman dulu.
01:56Nah ini yang dikhawatirkan.
01:59Nah ini harus di, menurut saya harus dievaluasi lagi, direnegosiasi, jangan sampai kita kebalik.
02:06Apa dampak terbesar?
02:08Misalnya dengan negara yang sangat dekatlah dengan kita soal perdagangan.
02:11Salah satu meter dagang utama kita, China.
02:13Ya, sebagai contoh kita memutuskan untuk mengimport ya.
02:17Kita berencana untuk mengimport, menambah import produk-produk pangan, energi, dan lain sebagainya.
02:23Nah kalau misalnya saya nanya di sangsi ini, terus apa dampaknya ke kita?
02:27Nanti kan kita harus ikut nih dalam klausul tersebut.
02:29Ya, pasti saya rasa pemerintah Indonesia ingin melakukan, lebih memilih negosiasi daripada retaliasi.
02:35Itu yang kita lakukan.
02:37Nah tapi negosiasi yang seperti apa dulu?
02:39Yang harus pertama menjaga kedaulatan ekonomi kita, menjaga keberhasilan industriasi kita ke depan.
02:45Seperti itu yang penting gitu.
02:46Oke, baik.
02:47Pak Pahala, kan sebagai pelaku usaha begitu, apakah konsumennya sama seperti Mas Heri katakan?
02:52Jangan-jangan sejumlah negara lain nanti akan minta ikut.
02:54Atau yang tadi, kita minta dagang kita juga jangan lupakan loh.
02:58China juga merupakan salah satu minta dagang utama kita.
03:00Ya, saya rasa even sebelum Amerika meminta di dalam ART ini,
03:04saya rasa ini memang sudah ada beberapa negara-negara, termasuk misalnya Indonesia, IUSEPA.
03:11Memang mereka mengharapkan bahwa untuk Indonesia bisa melonggarkan ketentuan yang terkait mengenai TKDN tersebut.
03:18Jadi ini menurut saya bukan sesuatu hal yang memang baru dari negara-negara lain,
03:23tetapi negara-negara maju juga tahu bahwa misalnya tadi, mengenai processing daripada mineral kritis,
03:31akan terlalu mahal buat negara-negara maju dan juga terlalu memiliki pengaruh terhadap lingkungan
03:38untuk mereka mengimport dalam bentuk mineral kritis raw atau yang belum diproses,
03:44untuk dibawa ke negaranya mereka, lalu kemudian diproses.
03:46Dan yang ketiga, yang ada di dalam perjanjian ini juga dikatakan sebagai industrialized commodities.
03:52Yang artinya bahwa mineral kritis yang dimaksud di sini bukan adalah dalam bentuk raw,
03:58tetapi yang sudah menjadi bentuk dalam intermediary product.
04:01Jadi ini adalah sesuatu hal yang justru Indonesia saat ini,
04:0590% daripada mineral kritis yang diproses di kita, itu dibawa ke China,
04:11kemudian di China dijual kepada negara-negara lain.
04:13Dengan adanya ketentuan ini, kita justru bisa mendapatkan mitra lain,
04:17sehingga mengurangi ketergantungan kita dari negara seperti China.
04:21Justru ini menjadi bagian daripada kita bisa melakukan diversifikasi
04:25daripada processing critical mineral dunia dan juga bagi Indonesia.
04:29Yang kedua, Indonesia saat ini juga memiliki neraca perdagangan dengan China,
04:35itu melampaui tiga kali lipat dari neraca perdagangan daripada Amerika Serikat.
04:39Padahal sebagai negara importer, Amerika Serikat 50% lebih besar daripada China secara global.
04:47Jadi ini juga menunjukkan bahwa Indonesia juga perlu untuk bisa melakukan diversifikasi
04:52daripada mitra dagang kita, supaya kita mengurangi ketergantungan kepada China.
04:56Kita juga bisa melihat bahwa dengan perubahan geopolitik yang ada saat ini,
05:00Amerika juga akan mengurangi hubungan baik mereka dengan China,
05:04akan lebih bersayang kepada China, sehingga ini juga menjadi kesempatan bagi kita
05:09bagaimana Indonesia bisa menjadi bagian daripada global supply chain.
05:13Saya kembali ke pertanyaan saya, Pak Pahala.
05:15Silahkan.
05:16Kita tahu benar, Amerika Serikat tidak punya hubungan baik dengan China.
05:19Bahkan itu musuhnya dia, nah itu konsennya kita.
05:22Pucu.
05:22Sementara kita terjerat atas klausul tersebut, artikel 51 dan 52.
05:26Betul.
05:27Tapi justru saat ini kenyataan yang ada, justru Indonesia lebih bergantung kepada China
05:32dibandingkan kepada Amerika.
05:33Artinya, justru kita perlu melakukan diversifikasi.
05:37Oke.
05:37Ini adalah satu hal yang memang sangat strategis bagi Indonesia.
05:41Bagaimana kita melakukan diversifikasi daripada perdagangan,
05:44diversifikasi dari berapa besar mineral kritis yang memang kita proses,
05:48yang sebelumnya itu, majoritas itu berasal dari China,
05:50untuk bisa bermitra dengan negara-negara lainnya.
05:53Jadi negara-negara lain juga pada saat ini menghadapi hal yang sama.
05:57Mereka akan sangat paham sekali bahwa kondisi yang harus kita terima oleh Indonesia saat ini
06:02bukan sesuatu hal yang memang kita ingin lakukan.
06:04Dan ini juga dilakukan oleh negara-negara lainnya.
06:07Saat ini sudah ada sembilan negara lainnya,
06:10lapan negara lainnya yang meneretangani ART ini,
06:13dan diperkirakan juga kalau misalnya tidak ada Supreme Court decision kemarin,
06:17mungkin ada lebih banyak lagi.
06:19Bahkan negara-negara seperti misalnya Jepang, Korea,
06:22mereka sudah lebih dulu dari kita untuk bisa melakukan proses negosian.
06:26Baik, Pak Krar, Indonesia berdiri di dua gajah, Amerika Serikat dan juga China.
06:30Apakah Presiden Prabowo Subianto sudah berhasil mendayung di dua karang?
06:36Ini yang jadi persoalan.
06:38Kata diversifikasi itu sah.
06:41Sah sebuah negara itu melakukan diversifikasi ekspor, diversifikasi impor, dan sebagainya.
06:50Tapi di dalam perjanjian antara Indonesia dengan Amerika Serikat itu jelas,
06:57kata diversifikasi itu tidak ada.
07:00Yang ada adalah apakah sebuah negara itu masuk ke dalam third party list yang tidak disukai oleh Amerika Serikat.
07:08Kalau itu masuk, berarti Indonesia itu tidak bisa melakukan hal-hal seperti yang tadi dikatakan oleh Pak Pahala itu.
07:17Jadi tujuan diversifikasi menurut Anda itu tidak akan terwujud?
07:20Tidak akan terwujud.
07:21Lain halnya kalau memang ini,
07:24memang Amerika itu ingin mengurangi hal-hal ketergantungan Indonesia pada China, itu fine.
07:30Tapi kalau kemudian itu masuk ke dalam third party list, itu buat saya impossible untuk bisa lakukan.
07:39Sebentar, saya mau tambahkan soal BOP yang tadi Anda katakan itu ya.
07:43BOP itu, kalau Anda baca pernyataan dari, apa namanya itu,
07:50alumni perwira tinggi TNI jelas itu ada pernyataan dari perwira tinggi TNI itu menolak BOP.
08:04Kenapa? Karena mereka sebagai mantan prajurit TNI,
08:09mereka mengatakan bagaimana mereka mempertahankan nama baik Indonesia dan sebagainya.
08:15Jadi kalau saya berkata keras kepada Presiden misalnya,
08:19ini bukan saya anti Prabowo.
08:22Tapi saya justru mencintai Prabowo supaya jangan sampai dia kayak orang yang diinjak-injak oleh Trump.
08:28Dan jangan lupa, sebentar.
08:30Ayo, singkat aja yuk.
08:31Ini demokrasi Amerika itu harus menjadi pelajaran buat kita,
08:35bahwa walaupun misalnya mereka-mereka yang memutuskan di Mahkamah Agung Amerika Serikat itu sebagian besar,
08:44itu adalah anggota Mahkamah Agung yang dari Partai Republik atau konservatif,
08:50ternyata mereka tetap bisa menjalankan trias politika secara baik.
08:56Oke, baik.
08:57Ini bukan, tarif itu bukan urusan Presiden, ini adalah urusan Kongres.
09:02Oke, nanti kita lanjutkan lagi.
09:03Saudara-saudara kemana-mana, Bola Liar. Sekarang kembali.
09:05Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan