00:03Ya baik Mas Agung pertanyaan saya tadi, sekarang kesepakatan dagang sudah ditanda tangani, sudah dinegosiasikan sejak lama, lalu kemudian kita
00:12juga sudah bergabung dengan BOP, apakah ini tanda bahwa diplomasi kita sudah naik kelas?
00:19Ya saya mengacu ke judul kita hari ini ya, kesepakatan tarif teram strategis atau asimetris, pertama strategis kenapa? Saya merujuk
00:28ke survei terbaru, approval rating pemerintah 79,9 sampai 82 sekian persen, tapi di ekonomi ada gap, 35 sampai 38
00:37persen, nah strategis kenapa? Karena teman-teman bisa mengamankan lapangan kerja yang 4 juta sampai 5 juta itu tidak terdampak,
00:45Jadi menurut saya dari sisi domestik ini strategis, memastikan lapangan kerja kita di sektor CPO, kakao, manufaktur, tekstil, garmen, alas
00:54kaki dan selain lain itu terjaga
00:56Ini kan harus kita pikirkan, harus kita akomodasi, jangan sampai approval rating yang 35 sampai 38 itu mengalami kontraksi lagi,
01:03karena approval rating, elektabilitas itu penyangganya adalah kepuasan di bidang ekonomi, satu itu
01:09Yang kedua kalau saya bandingkan dengan prioritas sebelumnya presiden, hari ini jauh sangat atraktif, jauh sekali, kita aktif di banyak
01:16poros organisasi dunia, sangat menarik, sangat, ya buat saya itu satu hal gitu, walaupun pro kontra ada, kontroversi pasti semacam
01:24itu
01:24Yang kedua asimetris, asimetris kalau DPRnya hanya stempel, penonton DPR kita, DPRnya harus sangat atraktif juga sebagaimana presidennya, sebagaimana pemerintahnya
01:35Cek semua aturan kita, undang-undang UMKM kita, perdagangan kita, investasi kita, fit and proper enggak ketika perjanjian ini ditara
01:44tangani
01:44Kalau enggak segera ratifikasi, kan ada waktu 90 hari, jadi DPR kita, ya teman-teman Mas Umam, teman-teman PDIP,
01:51teman-teman partai di parlemen, harus sangat gesit, harus sangat atraktif
01:55Seperti tadi di belakang panggung kita bahas, kalau Amerika ngeluarin 44 poin, ya kesepakatan tentang kita, kita juga harus merespon
02:03itu semua, 44 poin, bahkan lebih, dengan sangat sempurna
02:07Mungkin seperti itu Mbak Ili
02:08Jadi Ibu Koni, melihat tadi pertanyaannya adalah kesepakatan dagang sudah ditantangani, BOP juga, kita sudah gabung, begitu, apakah ini sudah
02:17menunjukkan atau sudah mencapai kepentingan nasional?
02:21Enggak lah, termasuk misalnya kalau BOP saya lebih concern juga misalnya, gini loh, ada dua hal yang buat saya terkejut
02:27ya
02:27BOP keluar tanpa kita bicara sebelumnya, tanpa ada sinyal bahwa kita akan ikut di BOP, kemudian ikuti sekarang
02:35Jadi semua itu seolah-olah Presiden dengan sekelompok orang, ya kan menentukan sendiri
02:39Pertanyaannya adalah, tadi saya bilang, siap enggak dengan isi-isi masing-masing contoh?
02:44Tadi dibilang, kita dengan Amerika itu apa beda, apa tidak saling bersaing ya, dalam produknya
02:50Pertanyaannya memang kita mau di posisi itu terus, kalau saya balik sekarang, kita ke BOP, lalu kita jadi tentara yang
02:56paling masif
02:56Karena kita jadi besar, tentara yang kita kirim ke sana itu jadi major forces loh, kalau dilihat dari komparasi
03:02Artinya kan kita mesti menghidupkan industri pertahanan nasional misalnya
03:06Nah itu akan jadi kompetitif kalau kita bicara soal TKDN, saya orang industri pertahanan sebelumnya, jadi saya tahu nih kalau
03:11ngomongin itu bisa jadi bahaya nih
03:13Nah artinya, ada enggak sekarang kita tuh punya wargaming skenario
03:18Tadi kan yang dibilangin sekolah skenario indah semua nih, war skenario gimana?
03:22Black Swan skenario seperti apa?
03:24Ya kan, baseline skenario seperti apa?
03:26Lalu ada enggak sih wargaming ekonominya?
03:28Jangan dianggap semuanya bakal mulus-mulus aja, bakal baik-baik aja gitu loh
03:31Kalau terjadi X, Y, Z yang tidak diperkirakan itu siapa?
03:35Kemudian tadi saya bilang, menurut saya negara normal tuh pasti punya doktrin
03:39Dia tuh punya doktrin geoekonomi yang simetrik gitu
03:42Yang semuanya bisa diukur, elemen-elemennya bisa terukur betul gitu
03:45Sehingga ketika kita tidak memenuhi aspek itu, kita tidak mudah menatangani, ada kecurigaan
03:51Contoh gini aja lah, BOP
03:53Kenapa Rusia negara sebesar itu, Cina negara sebesar itu gak ikut BOP?
03:58Mereka tetap hormat sama orang yang ikutnya BOP
04:00Tapi mereka punya skeptical, ini kenapa nih Amerika bikin gini?
04:03Kenapa dia jadi menyaingi UN, and so on and so forth
04:06Saya gak usah bacakan question di Kremlin misalnya tentang BOP
04:09Tapi ya silahkan mau ikut, tadi jadi pertanyaan
04:12Untuk saya jadi pertanyaan, Malaysia aja gak ikut?
04:15Kenapa kita ikut?
04:16Jadi gini, pertanyaan saya lebih ke apa, disini, siapa sekitar presiden
04:21Ya kan, kan kita rakyat, saya boleh tahu dong
04:24Apakah unsur-unsur intelijen ekonomi tadi sudah ada?
04:27Apakah unsur-unsur fiskal tadi sudah ada?
04:29Ahli-ahli intelijen fiskal?
04:30Ahli-ahli intelijen industri? Ahli-ahli intelijen sains?
04:34Dan termasuk cyber gitu?
04:37Apakah sudah ada?
04:37Jangan-jangan nih, kita ini cuma kayak mau kelihatan gini
04:41Naik kelas tiba-tiba aja
04:42Dari level negara nomor berapa dunia
04:44Tiba-tiba selebbaran sama Trump
04:46Walaupun nyebelinya terus disuruh megang
04:47Maaf, kalau gue sih marah banget tuh
04:49Beneran
04:49Buat saya itu, itu saya mencoreng gitu loh
04:52Mencoreng harga diri saya sebagai
04:53Saya masih rakyat Indonesia, masih paspor hijau
04:55Karena saya bangga dengan paspor hijau
04:56Jadi buat saya presiden disuruh megang begitu
04:59Jadi cosplay seperti Mayor Teddy
05:01Saya gak terima sebenarnya
05:02Tapi apa?
05:03Sekarang kan pertanyaan begini
05:04Kenapa Trump punya attitude
05:05Ngasih ini ke Prabowo, bukan ngasih ke sebelah kirinya
05:09Atau kasihlah ke wakilnya gitu loh
05:11Ada bahasa-bahasa gestur dari seorang Trump
05:16Yang sangat impulsif orangnya
05:18Yang kita harus baca
05:19Kembali, ini masalah benar-benar salah udah terjadi
05:22Tapi bagaimana semuanya ujungnya nanti
05:25Akan betul-betul untuk kepentingan nasional
05:29Dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia
05:31Jadi intinya yang sekarang ini menurut Anda memang
05:33Belum dong
05:33Tidak mewakil kepentingan nasional
05:35Even BOP sebentar ya, saya tambahkan sebagai soal BOP
05:38BOP itu para sendiri gak ada disitu loh
05:40Gimana sekarang kita ngomongin BOP
05:43Sementara the main actor tuh gak disana
05:46Kan kita harus hati-hati
05:47Jadi maksud saya, kenapa kalau saya punya pikiran
05:49Seolah Presiden terjebak
05:51Memutuskan sesuatu
05:52Tanpa ngobrol lah istilahnya
05:55Siapa yang salah, apa yang salah, kenapa
05:56Ini yang gak boleh terus terjadi
05:58Harus ada doktrin tentang bagaimana nanti ke depan
06:01Supaya tidak terus terulang
06:02Karena kalau sudah dipikirkan betul Mas Tama
06:05Kita gak duduk disini bahas ini
06:06Gak akan, kita udah happy aja
06:08Saya bisa bilang ya
06:09Rusia itu perang berapa tahun
06:10Empat tahun saya disana loh
06:11Ya kan
06:12I've been there for four years
06:13Tidak ada satupun kebijakan Presiden Putih
06:15Mengenai apapun
06:16Hari ini kita ngobrol tiba-tiba
06:18WA kita semua mati
06:19Tiga hari juga WA semua kacau
06:20Kita diam
06:20Karena tau nih
06:22Oh Presiden bikin yang terbaik
06:23Dia tau yang terbaik
06:23Trust
06:25Di sini ini kenapa gak ada trust
06:27Karena orang sekeliling Presiden
06:29Itu kita bertanya dia siapa ya
06:30Apa ya siapa yang advice Presiden gitu
06:32Kita kan gak punya itu
06:33At least saya gak tau siapa
06:35Termasuk yang memutuskan tadi
06:36Gabung ke BOP
06:37Dan juga gabung dalam kesepakatan tarif ini
06:40Oke
06:41Kalau terkait tadi
06:42Bu Koni sampaikan
06:44Kita cenderung tergesa-gesa
06:46Tadi saya balik
06:47Sudah saya bilang
06:48Ini penuh kalkulasi Bu
06:49Bahkan tadi saya sampaikan juga
06:51Berapa
06:53Perbandingannya
06:54Kalkulasinya
06:54Gak hanya kita untung berapa
06:56US untung berapa
06:57Gimana caranya
06:58Ini
06:59Kita malah gak kalah
07:00Atau malah kita
07:01Kehilangan
07:02Lapan kerja yang
07:03Yang tadi kita udah bergantung
07:04Pada industri padat karya kita
07:05Udah bergantung pada
07:07Ekspor kita ke US
07:08Sekarang kita udah
07:09Udah
07:10Udah bagus Bu
07:10Saat ini kita udah
07:11Ada kesepakatan
07:13Dengan Uni Eropa
07:15Dalam bingkai EU CEPA
07:16Yang saat ini lagi proses
07:18Lagi seraping
07:18Tapi
07:19Kalau tidak ada US
07:20Lebih turun lagi
07:21Ekspor untuk
07:22Untuk ini kita
07:23Nah
07:23Mas
07:23Mas
07:24Tianti ya
07:24Sebentar saya potong
07:25Indonesia
07:25Sebentar
07:26Indonesia itu negara non-block
07:27Mas
07:28Mas boleh puji
07:29Soal Amerika
07:30Kita dan Amerika
07:31Uni Eropa
07:31Tapi jangan lupa
07:32Kita breaks
07:33Tadi diingatkan oleh
07:33Ambas Ador
07:34Kita breaks
07:34Dan breaks itu
07:35Gak berdiri sendiri Mas Tama
07:36Udah jadi lebih besar sekarang
07:37Dan Malaysia udah ikut
07:38Namanya Greater Eurasia Partnership
07:40Akankah berimbang
07:41Ke apa ya
07:42Karpet merah kita
07:43Untuk Amerika dan Eropa
07:45Sekali lagi saya gak mendebat
07:46Mas Tama salah atau bener
07:47Yang saya cuma mau bilang
07:48Indonesia harus bener gitu loh
07:49Betul
07:49Saya sebut setuju
07:50Apakah sekarang
07:51Karpet merah kita berikan
07:52Kepada Eropa dan Amerika
07:53Akan membuat
07:55Tidak terganggunya
07:56Karpet merah kita
07:56Kepada breaks
07:57Greater Eurasia Partnership
07:58Dan non-block alignment
07:59Itu loh intinya
08:00Itu yang saya bilang tadi Bu
08:02Jadi kalau misalkan tadi
08:02Kalau kita ngomong
08:04Ini seperti apa sih
08:05Nantinya malah kita banjir impor
08:06Atau kita malah terganggu
08:08Ekonomi kita
08:08Ada klausul disitu
08:10Adalah
08:10Council
08:10Of Trade and Investment
08:13Jadi ada
08:14Council itu bertugas
08:15Untuk melihat
08:16Mengevaluasi
08:16Cara periodik
08:17Ketika ada
08:18Lonjakan impor
08:19Di masing-masing negara
08:20Yang secara signifikan
08:22Itu akan diaktifasi
08:23Akan ada penanganan
08:24Ya sama lah
08:25Dengan konsep safeguard
08:26Yang biasa dilakukan
08:28Jadi pun itu
08:29Sudah diantisipasi
08:30Disitu siapa aja orangnya
08:31Kenapa Bu
08:31Disitu siapa aja
08:32Antara Indonesia dengan
08:33Oh tau
08:34Tapi dari kita siapa
08:35Dari kementerian apa
08:36KL apa
08:37Itu kan penting
08:37Buat saya
08:38Bisa kita tahu
08:38Contoh
08:39Buat saya tetap ya
08:41Di titik ini
08:41Saya cua jawab
08:42Kita kedodoran di intelijen
08:43Udah
08:43Mau intelijen apapun
08:45Namaikan lah
08:45Ekonomi lah
08:46Fiskal lah
08:46Kita kedodoran
08:47Makanya tiba-tiba
08:48Kita retara tangan
08:49Baru kita bingung nih
08:50Sekarang bersama-sama
08:51Mungkin mas sama aja gak bingung
08:53Kalau saya sih
08:54Lebih ke arah tadi ya
08:55Mungkin ini
08:56Tentunya harus
08:59Diluruskan
08:59Ada pembahasan-pembahasan
09:00Sosialisasikan dong
09:01Sebetul
09:01Sosialisasikan
09:02Lalu ada beberapa hal
09:04Yang mungkin
09:04Kritikan-kritikan
09:05Tadi kan
09:06Pasti ya Bu ya
09:07Pasti ada beberapa hal
09:08Yang jadi masukan
09:08Dan tentu saat ini
09:09Saya meyakini kok
09:10Masukan-masukan yang disampaikan
09:12Itu juga menjadi
09:13Suplemen tambahan
09:14Pemerintah untuk melakukan
09:15Negosiasi
09:16Dengan
09:16Dengan apa
09:17Ataupun diskusi
09:17Dengan
09:18Dengan USTR
09:19Dan itu juga
09:20Jadi
09:20Tentunya ya tadi
09:22Ada beberapa hal
09:23Yang kami
09:23Lihat
09:24Ada beberapa hal
09:25Yang harus diluruskan
09:26Ada beberapa hal
09:27Yang sebenarnya
09:28Tidak seperti itu faktanya
09:29Dan itu yang kita
09:29Sampaikan disini
09:30Bisa saya tambahkan
09:31Nanti saya jeda
09:33Tapi sebelumnya
09:33Saya coba ke
09:34Mas Heri
09:35Mas Heri
09:35Ada klausul
09:37Yang mewajibkan
09:38Indonesia harus ikut
09:39Apakah TAMRK
09:39Yang tadi disinggung juga
09:40Oleh Bu Kony
09:41Apakah ini tidak
09:42Mengganggu hubungan kita
09:43Dengan negara lain
09:43Baik dari segi perdagangan
09:45Maupun investasi
09:46Nanti dijawab
09:46Kami seringkan
09:47Tetapi Bola Liar
09:48Terima kasih
Komentar