Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Donald Trump bersikeras mempertahankan kebijakan tarif resiprokal, meskipun telah dibatalkan Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Agung Baskoro selaku Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis menilai langkah pemerintah strategis karena berorientasi pada perlindungan lapangan kerja jutaan orang di sektor padat karya.

Berbeda dengan Agung Baskoro, Guru Besar Hubungan Internasional Connie Rahakundini mempertanyakan proses pengambilan keputusan yang dinilai minim transparansi dan kesiapan.

Muhammad Putra Hutama Tenaga Ahli Utama KSP mengatakan proses negosiasi tarif Trump penuh dengan kalkulasi.

Baca Juga Adu Argumen! Connie Rahakundini vs KSP-KADIN soal Kesepakatan Tarif Trump | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/653573/adu-argumen-connie-rahakundini-vs-ksp-kadin-soal-kesepakatan-tarif-trump-bola-liar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653574/debat-connie-vs-tenaga-ahli-utama-ksp-soal-tarif-trump-strategis-atau-asimetris-bola-liar
Transkrip
00:03Ya baik Mas Agung pertanyaan saya tadi, sekarang kesepakatan dagang sudah ditanda tangani, sudah dinegosiasikan sejak lama, lalu kemudian kita
00:12juga sudah bergabung dengan BOP, apakah ini tanda bahwa diplomasi kita sudah naik kelas?
00:19Ya saya mengacu ke judul kita hari ini ya, kesepakatan tarif teram strategis atau asimetris, pertama strategis kenapa? Saya merujuk
00:28ke survei terbaru, approval rating pemerintah 79,9 sampai 82 sekian persen, tapi di ekonomi ada gap, 35 sampai 38
00:37persen, nah strategis kenapa? Karena teman-teman bisa mengamankan lapangan kerja yang 4 juta sampai 5 juta itu tidak terdampak,
00:45Jadi menurut saya dari sisi domestik ini strategis, memastikan lapangan kerja kita di sektor CPO, kakao, manufaktur, tekstil, garmen, alas
00:54kaki dan selain lain itu terjaga
00:56Ini kan harus kita pikirkan, harus kita akomodasi, jangan sampai approval rating yang 35 sampai 38 itu mengalami kontraksi lagi,
01:03karena approval rating, elektabilitas itu penyangganya adalah kepuasan di bidang ekonomi, satu itu
01:09Yang kedua kalau saya bandingkan dengan prioritas sebelumnya presiden, hari ini jauh sangat atraktif, jauh sekali, kita aktif di banyak
01:16poros organisasi dunia, sangat menarik, sangat, ya buat saya itu satu hal gitu, walaupun pro kontra ada, kontroversi pasti semacam
01:24itu
01:24Yang kedua asimetris, asimetris kalau DPRnya hanya stempel, penonton DPR kita, DPRnya harus sangat atraktif juga sebagaimana presidennya, sebagaimana pemerintahnya
01:35Cek semua aturan kita, undang-undang UMKM kita, perdagangan kita, investasi kita, fit and proper enggak ketika perjanjian ini ditara
01:44tangani
01:44Kalau enggak segera ratifikasi, kan ada waktu 90 hari, jadi DPR kita, ya teman-teman Mas Umam, teman-teman PDIP,
01:51teman-teman partai di parlemen, harus sangat gesit, harus sangat atraktif
01:55Seperti tadi di belakang panggung kita bahas, kalau Amerika ngeluarin 44 poin, ya kesepakatan tentang kita, kita juga harus merespon
02:03itu semua, 44 poin, bahkan lebih, dengan sangat sempurna
02:07Mungkin seperti itu Mbak Ili
02:08Jadi Ibu Koni, melihat tadi pertanyaannya adalah kesepakatan dagang sudah ditantangani, BOP juga, kita sudah gabung, begitu, apakah ini sudah
02:17menunjukkan atau sudah mencapai kepentingan nasional?
02:21Enggak lah, termasuk misalnya kalau BOP saya lebih concern juga misalnya, gini loh, ada dua hal yang buat saya terkejut
02:27ya
02:27BOP keluar tanpa kita bicara sebelumnya, tanpa ada sinyal bahwa kita akan ikut di BOP, kemudian ikuti sekarang
02:35Jadi semua itu seolah-olah Presiden dengan sekelompok orang, ya kan menentukan sendiri
02:39Pertanyaannya adalah, tadi saya bilang, siap enggak dengan isi-isi masing-masing contoh?
02:44Tadi dibilang, kita dengan Amerika itu apa beda, apa tidak saling bersaing ya, dalam produknya
02:50Pertanyaannya memang kita mau di posisi itu terus, kalau saya balik sekarang, kita ke BOP, lalu kita jadi tentara yang
02:56paling masif
02:56Karena kita jadi besar, tentara yang kita kirim ke sana itu jadi major forces loh, kalau dilihat dari komparasi
03:02Artinya kan kita mesti menghidupkan industri pertahanan nasional misalnya
03:06Nah itu akan jadi kompetitif kalau kita bicara soal TKDN, saya orang industri pertahanan sebelumnya, jadi saya tahu nih kalau
03:11ngomongin itu bisa jadi bahaya nih
03:13Nah artinya, ada enggak sekarang kita tuh punya wargaming skenario
03:18Tadi kan yang dibilangin sekolah skenario indah semua nih, war skenario gimana?
03:22Black Swan skenario seperti apa?
03:24Ya kan, baseline skenario seperti apa?
03:26Lalu ada enggak sih wargaming ekonominya?
03:28Jangan dianggap semuanya bakal mulus-mulus aja, bakal baik-baik aja gitu loh
03:31Kalau terjadi X, Y, Z yang tidak diperkirakan itu siapa?
03:35Kemudian tadi saya bilang, menurut saya negara normal tuh pasti punya doktrin
03:39Dia tuh punya doktrin geoekonomi yang simetrik gitu
03:42Yang semuanya bisa diukur, elemen-elemennya bisa terukur betul gitu
03:45Sehingga ketika kita tidak memenuhi aspek itu, kita tidak mudah menatangani, ada kecurigaan
03:51Contoh gini aja lah, BOP
03:53Kenapa Rusia negara sebesar itu, Cina negara sebesar itu gak ikut BOP?
03:58Mereka tetap hormat sama orang yang ikutnya BOP
04:00Tapi mereka punya skeptical, ini kenapa nih Amerika bikin gini?
04:03Kenapa dia jadi menyaingi UN, and so on and so forth
04:06Saya gak usah bacakan question di Kremlin misalnya tentang BOP
04:09Tapi ya silahkan mau ikut, tadi jadi pertanyaan
04:12Untuk saya jadi pertanyaan, Malaysia aja gak ikut?
04:15Kenapa kita ikut?
04:16Jadi gini, pertanyaan saya lebih ke apa, disini, siapa sekitar presiden
04:21Ya kan, kan kita rakyat, saya boleh tahu dong
04:24Apakah unsur-unsur intelijen ekonomi tadi sudah ada?
04:27Apakah unsur-unsur fiskal tadi sudah ada?
04:29Ahli-ahli intelijen fiskal?
04:30Ahli-ahli intelijen industri? Ahli-ahli intelijen sains?
04:34Dan termasuk cyber gitu?
04:37Apakah sudah ada?
04:37Jangan-jangan nih, kita ini cuma kayak mau kelihatan gini
04:41Naik kelas tiba-tiba aja
04:42Dari level negara nomor berapa dunia
04:44Tiba-tiba selebbaran sama Trump
04:46Walaupun nyebelinya terus disuruh megang
04:47Maaf, kalau gue sih marah banget tuh
04:49Beneran
04:49Buat saya itu, itu saya mencoreng gitu loh
04:52Mencoreng harga diri saya sebagai
04:53Saya masih rakyat Indonesia, masih paspor hijau
04:55Karena saya bangga dengan paspor hijau
04:56Jadi buat saya presiden disuruh megang begitu
04:59Jadi cosplay seperti Mayor Teddy
05:01Saya gak terima sebenarnya
05:02Tapi apa?
05:03Sekarang kan pertanyaan begini
05:04Kenapa Trump punya attitude
05:05Ngasih ini ke Prabowo, bukan ngasih ke sebelah kirinya
05:09Atau kasihlah ke wakilnya gitu loh
05:11Ada bahasa-bahasa gestur dari seorang Trump
05:16Yang sangat impulsif orangnya
05:18Yang kita harus baca
05:19Kembali, ini masalah benar-benar salah udah terjadi
05:22Tapi bagaimana semuanya ujungnya nanti
05:25Akan betul-betul untuk kepentingan nasional
05:29Dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia
05:31Jadi intinya yang sekarang ini menurut Anda memang
05:33Belum dong
05:33Tidak mewakil kepentingan nasional
05:35Even BOP sebentar ya, saya tambahkan sebagai soal BOP
05:38BOP itu para sendiri gak ada disitu loh
05:40Gimana sekarang kita ngomongin BOP
05:43Sementara the main actor tuh gak disana
05:46Kan kita harus hati-hati
05:47Jadi maksud saya, kenapa kalau saya punya pikiran
05:49Seolah Presiden terjebak
05:51Memutuskan sesuatu
05:52Tanpa ngobrol lah istilahnya
05:55Siapa yang salah, apa yang salah, kenapa
05:56Ini yang gak boleh terus terjadi
05:58Harus ada doktrin tentang bagaimana nanti ke depan
06:01Supaya tidak terus terulang
06:02Karena kalau sudah dipikirkan betul Mas Tama
06:05Kita gak duduk disini bahas ini
06:06Gak akan, kita udah happy aja
06:08Saya bisa bilang ya
06:09Rusia itu perang berapa tahun
06:10Empat tahun saya disana loh
06:11Ya kan
06:12I've been there for four years
06:13Tidak ada satupun kebijakan Presiden Putih
06:15Mengenai apapun
06:16Hari ini kita ngobrol tiba-tiba
06:18WA kita semua mati
06:19Tiga hari juga WA semua kacau
06:20Kita diam
06:20Karena tau nih
06:22Oh Presiden bikin yang terbaik
06:23Dia tau yang terbaik
06:23Trust
06:25Di sini ini kenapa gak ada trust
06:27Karena orang sekeliling Presiden
06:29Itu kita bertanya dia siapa ya
06:30Apa ya siapa yang advice Presiden gitu
06:32Kita kan gak punya itu
06:33At least saya gak tau siapa
06:35Termasuk yang memutuskan tadi
06:36Gabung ke BOP
06:37Dan juga gabung dalam kesepakatan tarif ini
06:40Oke
06:41Kalau terkait tadi
06:42Bu Koni sampaikan
06:44Kita cenderung tergesa-gesa
06:46Tadi saya balik
06:47Sudah saya bilang
06:48Ini penuh kalkulasi Bu
06:49Bahkan tadi saya sampaikan juga
06:51Berapa
06:53Perbandingannya
06:54Kalkulasinya
06:54Gak hanya kita untung berapa
06:56US untung berapa
06:57Gimana caranya
06:58Ini
06:59Kita malah gak kalah
07:00Atau malah kita
07:01Kehilangan
07:02Lapan kerja yang
07:03Yang tadi kita udah bergantung
07:04Pada industri padat karya kita
07:05Udah bergantung pada
07:07Ekspor kita ke US
07:08Sekarang kita udah
07:09Udah
07:10Udah bagus Bu
07:10Saat ini kita udah
07:11Ada kesepakatan
07:13Dengan Uni Eropa
07:15Dalam bingkai EU CEPA
07:16Yang saat ini lagi proses
07:18Lagi seraping
07:18Tapi
07:19Kalau tidak ada US
07:20Lebih turun lagi
07:21Ekspor untuk
07:22Untuk ini kita
07:23Nah
07:23Mas
07:23Mas
07:24Tianti ya
07:24Sebentar saya potong
07:25Indonesia
07:25Sebentar
07:26Indonesia itu negara non-block
07:27Mas
07:28Mas boleh puji
07:29Soal Amerika
07:30Kita dan Amerika
07:31Uni Eropa
07:31Tapi jangan lupa
07:32Kita breaks
07:33Tadi diingatkan oleh
07:33Ambas Ador
07:34Kita breaks
07:34Dan breaks itu
07:35Gak berdiri sendiri Mas Tama
07:36Udah jadi lebih besar sekarang
07:37Dan Malaysia udah ikut
07:38Namanya Greater Eurasia Partnership
07:40Akankah berimbang
07:41Ke apa ya
07:42Karpet merah kita
07:43Untuk Amerika dan Eropa
07:45Sekali lagi saya gak mendebat
07:46Mas Tama salah atau bener
07:47Yang saya cuma mau bilang
07:48Indonesia harus bener gitu loh
07:49Betul
07:49Saya sebut setuju
07:50Apakah sekarang
07:51Karpet merah kita berikan
07:52Kepada Eropa dan Amerika
07:53Akan membuat
07:55Tidak terganggunya
07:56Karpet merah kita
07:56Kepada breaks
07:57Greater Eurasia Partnership
07:58Dan non-block alignment
07:59Itu loh intinya
08:00Itu yang saya bilang tadi Bu
08:02Jadi kalau misalkan tadi
08:02Kalau kita ngomong
08:04Ini seperti apa sih
08:05Nantinya malah kita banjir impor
08:06Atau kita malah terganggu
08:08Ekonomi kita
08:08Ada klausul disitu
08:10Adalah
08:10Council
08:10Of Trade and Investment
08:13Jadi ada
08:14Council itu bertugas
08:15Untuk melihat
08:16Mengevaluasi
08:16Cara periodik
08:17Ketika ada
08:18Lonjakan impor
08:19Di masing-masing negara
08:20Yang secara signifikan
08:22Itu akan diaktifasi
08:23Akan ada penanganan
08:24Ya sama lah
08:25Dengan konsep safeguard
08:26Yang biasa dilakukan
08:28Jadi pun itu
08:29Sudah diantisipasi
08:30Disitu siapa aja orangnya
08:31Kenapa Bu
08:31Disitu siapa aja
08:32Antara Indonesia dengan
08:33Oh tau
08:34Tapi dari kita siapa
08:35Dari kementerian apa
08:36KL apa
08:37Itu kan penting
08:37Buat saya
08:38Bisa kita tahu
08:38Contoh
08:39Buat saya tetap ya
08:41Di titik ini
08:41Saya cua jawab
08:42Kita kedodoran di intelijen
08:43Udah
08:43Mau intelijen apapun
08:45Namaikan lah
08:45Ekonomi lah
08:46Fiskal lah
08:46Kita kedodoran
08:47Makanya tiba-tiba
08:48Kita retara tangan
08:49Baru kita bingung nih
08:50Sekarang bersama-sama
08:51Mungkin mas sama aja gak bingung
08:53Kalau saya sih
08:54Lebih ke arah tadi ya
08:55Mungkin ini
08:56Tentunya harus
08:59Diluruskan
08:59Ada pembahasan-pembahasan
09:00Sosialisasikan dong
09:01Sebetul
09:01Sosialisasikan
09:02Lalu ada beberapa hal
09:04Yang mungkin
09:04Kritikan-kritikan
09:05Tadi kan
09:06Pasti ya Bu ya
09:07Pasti ada beberapa hal
09:08Yang jadi masukan
09:08Dan tentu saat ini
09:09Saya meyakini kok
09:10Masukan-masukan yang disampaikan
09:12Itu juga menjadi
09:13Suplemen tambahan
09:14Pemerintah untuk melakukan
09:15Negosiasi
09:16Dengan
09:16Dengan apa
09:17Ataupun diskusi
09:17Dengan
09:18Dengan USTR
09:19Dan itu juga
09:20Jadi
09:20Tentunya ya tadi
09:22Ada beberapa hal
09:23Yang kami
09:23Lihat
09:24Ada beberapa hal
09:25Yang harus diluruskan
09:26Ada beberapa hal
09:27Yang sebenarnya
09:28Tidak seperti itu faktanya
09:29Dan itu yang kita
09:29Sampaikan disini
09:30Bisa saya tambahkan
09:31Nanti saya jeda
09:33Tapi sebelumnya
09:33Saya coba ke
09:34Mas Heri
09:35Mas Heri
09:35Ada klausul
09:37Yang mewajibkan
09:38Indonesia harus ikut
09:39Apakah TAMRK
09:39Yang tadi disinggung juga
09:40Oleh Bu Kony
09:41Apakah ini tidak
09:42Mengganggu hubungan kita
09:43Dengan negara lain
09:43Baik dari segi perdagangan
09:45Maupun investasi
09:46Nanti dijawab
09:46Kami seringkan
09:47Tetapi Bola Liar
09:48Terima kasih
Komentar

Dianjurkan