Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menkeu Purbaya Yudhi memastikan bahwa rencana impor 105.000 mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak akan membebani kondisi fiskal negara.

Menurut Purbaya, Kopdes Merah Putih memperoleh pembiayaan melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu. Cuma sekarang cara belanjanya berubah. Jadi seperti itu pembiayaannya," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Senin (23/2/2026).

Baca Juga Penerimaan Pajak Januari 2026 Melonjak 30,7 Persen, Menteri Purbaya: Ekonomi Membaik di https://www.kompas.tv/ekonomi/652614/penerimaan-pajak-januari-2026-melonjak-30-7-persen-menteri-purbaya-ekonomi-membaik



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652696/menkeu-purbaya-pastikan-impor-105-000-pikap-kopdes-merah-putih-tak-bebani-fiskal
Transkrip
00:00Jangan berbagai langkah nanti, itu ke depan.
00:04Pak Menkyu, Agrinas beli 105.000 mobil pick up India buat kopdesk Merah Putih.
00:15Itu dari APBN, alokasi yang lainnya berapa?
00:20Jadi, kompresiden Merah Putih adalah mereka meminjam uang dari imbara, dari bank imbara.
00:28Karena kewajiban saya, Kementerian Keuangan adalah setiap tahun kira-kira akan menyicil pinjamannya sebesar Rp40.000.000 selama 6 tahun,
00:396 tahun ke depan.
00:41Jadi, untuk saya sih, risikonya clear, tidak ada tambahan risiko fiskal, karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari
00:49uang dana desa.
00:51Jadi, setiap tahun pun memang kita belanja segitu, cuman sekarang cara belanjanya berubah.
00:55Jadi, seperti itu pembiayanya.
00:59Pak Purbaya, bagaimana tanggapan soal AUNI LPDP yang bangga anak WNA, dan bagaimana update pemanggilan suami dia yang saat ini
01:12masih...
01:15Ini masih kuliah?
01:17Lalu lulusan?
01:20Kalau masih di, masih ini.
01:22Jadi, kalau saya, saya nggak tahu nih, saya baca ini ya.
01:26Pada saat ini begini, itu seperti itu hal yang kami sesalkan.
01:29Jadi, kami akan menegakkan aturan yang ada di LPDP, sehingga yang bersanggutan menyelesaikan tanggap tanggung jawabnya LPDP.
01:43Tadi sudah bicara dengan dia ya?
01:45Jadi, ke Pak Bos LPDP.
01:47Loh?
01:54Jadi, Pak Dirut ini, Bosnya LPDP ini, sudah bicara tadi dengan suami terkait ya?
02:00Dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang di...
02:08Di...
02:09Di...
02:09Di...
02:10Di...
02:10Di...
02:10Di...
02:11Di...
02:21Di...
02:22Di...
02:24Di...
02:24Ini termasuk bunganya loh.
02:26Jadi, di bunga uang-uang, kan kalau saya taruh uang itu di bank juga ada bunganya, kan?
02:29Dengan-dengan...
02:30Tretmen yang fair.
02:31Saya harapkan, ke depan teman-teman yang dapat...
02:37Pinjaman LPDP...
02:37ya kalau
02:39gak seneng
02:42yang gak seneng tapi jangan menghina
02:43negara lah
02:44jangan begitu
02:46itu uang dari pajak dan sebagian dari utang
02:49yang kita sisihkan untuk memastikan
02:51SDM kita tumbuh
02:52tapi kalau dipakai untuk menghina negara
02:55ya kita
02:56uangnya dengan bunganya
02:58terima kasih
Komentar

Dianjurkan