Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menyusuri Sungai Cisadane bersama Ketua Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane, Ade Yunus.

Ade mengatakan pencemaran Sungai Cisadane akibat gudang pestisida lebih dari 30 kilometer. Pencemaran aliran air Sungai Cisadane melintasi 3 kota/kabupaten di Tangerang.

Menurut Ade, lebih dari 1 juta ikan mati akibat keracunan residu kimia di Sungai Cisadane.

Awalnya ia menduga ikan-ikan yang mati dan mengapung itu adalah tumpukan sampah. Namun setelah dilihat lebih detail, terkuak bahwa itu adalah ikan yang mengalami keracunan. Tercium bau dari air tersebut bahkan sempat terlihat berwarna putih.



Sebelumnya gudang berisi sekitar 20 ton bahan kimia pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan terbakar pada 9 Februari 2026. Residu dari terbakarnya gudang pestisida itu mencemari Sungai Cisadane.



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/YLoxQWH4MfI?si=XIfduuvic8Z4iHeE



#cisadane #terbakar #limbah




Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/652693/pegiat-lingkungan-1-juta-ikan-mati-akibat-keracunan-residu-kimia-di-sungai-cisadane
Transkrip
00:11Intro
00:14Saya bersama dengan Mas Ade Yunus, saudara akan naik ya
00:18Menggunakan speedboat, silahkan Mas Ade
00:20Saya akan coba untuk melihat
00:23Dimana sebenarnya titik dari
00:24Pencemaran yang terjadi akibat kebakaran di
00:27Budang milik PT Biotek Serana Tama
00:43Bapak, sebelumnya Mas Ade
00:46Informasi yang beredar 22,5 km
00:50Sungai Cisadane ini tercemar
00:51Bahkan lebih mungkin, Mas
00:53Bahkan lebih?
00:53Iya
00:54Informasi yang dimiliki Bang Sasuci mungkin?
00:5533-an
00:56Sampai ke Tanjung, Burung, Muara, 30
00:59Artinya itu melintasi
01:013 kota kabupaten
01:03Kota Tangsel, ini kita di kabupaten
01:05Di seberang kita Tangsel
01:07Nah disana kota, jadi melintasi
01:09Kota Tangsel, Kota Kabupaten
01:11Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang
01:21Begitu banyak ikan yang mati
01:23Mungkin bisa digambarkan seberapa banyak sebenarnya ikan yang mati akibat keracunan
01:28Dari peristiwa kebakaran di PT Biotek
01:59Menurut keyakinan saya
02:01Dan itu termasuk ke dalam tekstur dari air sungai Cisadane yang juga berubah
02:06Airnya sudah sangat tercium bau
02:09Lalu juga berwarna putih
02:19Saya akan coba mengecek ya
02:22Tekstur dari air sungai Cisadane
02:24Apakah masih mengandung minyak dan juga berbau
02:34Oke, saya akan coba mengambil airnya ya
02:46Untuk segi tekstur memang nampaknya sudah tidak berminyak
02:50Atau ini sebenarnya masih berminyak?
02:52Sudah tidak terlalu sih
02:54Kebetulan ini juga ada air kiriman dari Bogor sana
02:56Jadi sudah tidak terlalu teksturnya
02:58Tapi kami masih mengkhawatirkan ya
03:00Karena ada beberapa juga
03:03Di beberapa tingkungan kita
03:05Ada tekstur yang cium bau dan beberapa warna putih
03:12Tapi saya ingin tanyakan Mas Ade
03:13Apakah pencemaran yang terjadi di sungai Cisadane
03:17Ini merupakan kali pertama atau sebelumnya sudah pernah terjadi?
03:22Sebelumnya sudah terjadi
03:24Tapi tidak terlalu signifikan dan masif seperti hari ini ya
03:27Seperti kemarin itu
03:28Karena kalau kemarin kita hanya menemukan tekstur berwarna saja
03:32Dan cium bau
03:33Tapi ikan-ikan mati itu kita jarang sekali menemukan
03:37Tapi kalau kemarin itu sangat luar biasa
03:49Bahwa yang kita tunggu sampai saat ini adalah hasil uji laboratorium Mas Ade
03:52Yang kemudian diambil oleh Kementerian Lingkungan Hidup
03:55Saya ingin tanyakan
03:56Di tengah ketidakpastian apakah ikan di sungai Cisadane aman dikonsumsi atau tidak
04:02Sampai dengan saat ini masih ada warga yang memancing mungkin?
04:05Masih Mas ya
04:06Karena kalau bagi warga karena satu selain hobi ya
04:09Terus memang kalau di bulan Ramadan lebih banyak lagi kadang-kadang memancing
04:14Tapi setelah seminggu ya
04:16Setelah seminggu kejadian
04:18Saya akan tunjukkan saudara ini salah satu aktivitas masyarakat ya
04:21Yang memancing di sungai Cisadane
04:24Sudah dapet ikannya Mas?
04:27Belum dapet?
04:29Tapi sebelumnya tahu nggak sungai Cisadane ini tercemar?
04:33Tahu ya?
04:34Oke
04:36Tapi tahu nggak kalau ikan yang terkena ataupun tercemar pesticida itu tidak boleh dikonsumsi
04:42Tahu ya?
04:44Oke baik siap
04:45Terima kasih Mas
04:54Mbak bertanya ke beberapa warga disini saudara yang memancing di sungai Cisadane
05:01Pak izin tanya-tanya Pak dengan Dipo Kompas TV
05:03Dengan Bapak siapa Pak?
05:04Pak Sunardi
05:05Pak Sunardi
05:07Sudah dapet ikan Pak?
05:09Sudah dapet tiga
05:09Sudah dapet tiga?
05:10Ikan ini ditaruh di mana Pak?
05:11Ini antar Bang
05:12Izin lihat apa ya?
05:14Ya boleh
05:15Ini ikan
05:16Lele
05:18Oh tiga-tiganya lele
05:19Ini bisa dilihat ini ikan lele yang didapat oleh Bapak yang sedang memancing
05:28Tapi Bapak sebelumnya tahu nggak Pak sungai Cisadane ini 9 Februari 2026 tercemar oleh bahan kimia?
05:34Oh iya pernah melihat saya ada orang banyak orang yang mendapatkan ikan yang kena kimia katanya ada ledakan katanya
05:43Oke
05:44Ikannya kondisi sepertinya apa Pak yang Bapak tahu saat itu?
05:47Saya tahunya sudah pada mengambang gitu
05:49Mati Pak?
05:50Iya pada mati semua
05:51Kecil, besar sampai ke sapu-sapu dia ikan paling kuat kan dia
05:56Tapi mati gitu
05:58Waktu itu ikannya itu diambil warga Pak?
06:01Kayaknya sebagian pas kejadian banyak yang ngambil
06:04Pas kejadian itu
06:06Nanti itu ikannya untuk dikonsumsi?
06:08Kalau ini kan istilahnya air sudah berubah ini
06:12Berarti air sudah normal lagi
06:14Kayaknya enak juga
06:16Tapi sebelumnya ada larangan mancing Pak?
06:18Tidak ada
06:18Bapak tidak mendengar ada larangan mancing?
06:20Tidak ada
06:32Ada satu hal lagi yang kemudian menjadi pertanyaan publik
06:35Siapa yang harus bertanggung jawab?
06:36Terkait dengan pencemaran di Sungai Jaletreng
06:38Ataupun Kali Jaletreng dan juga Sungai Cisadane
06:40Menurut Mas Ade
06:41Apakah cukup biotek saranan tambah yang kemudian harus bertanggung jawab?
06:45Atau seperti apa?
06:46Itu tadi Mas
06:47Kalau biotek sudah jelas ya
06:49Karena dia adalah sumber daripada terjadinya tumpahan pesticida itu
06:55Dan kawasan pergudangan dan pengelola kawasan pergudangan ini juga tentunya
06:59Harus juga bertanggung jawab
07:00Karena mereka harusnya punya IPAL
07:02Apalagi di kawasan tersebut adalah
07:05Kawasan yang menyimpan jat-jat berbahaya
07:08Jat-jat kimia tersebut
07:09Apakah kemudian ini juga menjadi gambaran bahwa
07:12Pengawasan yang kemudian dilakukan oleh pemerintah ini bercelah?
07:16Betul, ini yang kami sangat resahkan ya
07:20Karena lemahnya pengawasan ini lah akhirnya terjadi seperti ini
07:25Ada tujuh ya, tujuh saksi sementara ya
07:28Dari mana itu Pak?
07:29Dari pihak yang terkait di sini ya
07:31Dari karyawan sama?
07:32Ya, karyawan juga
07:33Nanti sambil jalan ya nanti
07:35Kadang-kadang masih proses penyelidikan
07:37Kita masih mencari apakah ada peristiwanya
07:41Bidananya atau tidak
07:42Sementara itu
07:43Tapi kita sudah coba untuk melakukan upaya-upaya
07:47Masuk untuk mengambil sampel segala macam
07:49Kita mengundang selapor juga
07:52Yang habis juga kaitan dengan prosesnya
07:59Sudara, tim investigasi khusus terus melakukan kajian untuk mendalami seberapa masif sebenarnya
08:04Dampak dari kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia
08:07Pestisida terhadap pencemaran lingkungan khususnya
08:10Di sungai Jaletreng dan juga sungai Cisadane
08:14Lalu pertanyaannya siapa sebenarnya pihak yang harus bertanggung jawab
08:17Terkait dengan peristiwa pencemaran lingkungan ini
08:19Secara eksklusif, Sudara, saya akan tanyakan kepada Menteri Lingkungan Hidup
08:23Bapak Hanif Faisal Nur Afiq
08:25Pak Hanif, terima kasih untuk waktunya Pak
08:27Masih, mas
08:27Sehat Pak Menteri?
08:28Alhamdulillah doanya Mas
08:30Saya ingin langsung tanyakan Pak
08:32Bahwa Kementerian Lingkungan Hidup tentu sudah mengkaji
08:35Seberapa masif dampak pencemaran lingkungan yang terjadi
08:39Di sungai Jaletreng dan juga sungai Cisadane
08:41Akibat peristiwa kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia Pestisida
08:45Sudahkah ada hasilnya Pak?
08:47Bahwa kejadian ini bermula dari kebakaran gudang penyimpanan Pestisida
08:53Dengan segala macam komponen kimianya
08:58Dan sebagian besar memang memiliki sifat akut dan akut kronis
09:05Jadi dua-duanya memang sangat berbahaya
09:07Kemudian ada satu juga yang sifatnya formigan
09:10Jadi formigan itu memiliki suhu bakar yang rendah
09:16Sehingga memang di dalam penanganannya pada saat terjadi suatu kebakaran
09:21Tidak boleh digunakan air
09:22Tidak boleh digunakan air untuk memadamkan
09:25Harus dalam bentuk foam
09:26Nah karena disemprot dengan air
09:27Maka semua kandungan tadi
09:30Pestisida larutlah dalam drainasenya
09:32Kemudian langsung masuk ke sungai Jaletreng
09:35Jadi Jaletreng ke Cisadane itu 9 kg
09:37Ya ketemulah sungai Cisadane
09:39Saya izin Pak Menteri
09:40Artinya kelalaian pertama ketika pencembaran lingkungan terjadi
09:43Usai peristiwa kebakaran itu bermula ketika pemadaman dilakukan dengan menggunakan air
09:47Ya karena pemadaman dengan air ini karena tidak terserijiannya sarana SOP kedaruratan yang harusnya
09:53Di dalam peraturan pemerintahan nomor 7 tahun 1973 dan permentan 104 2014
10:00Itu harusnya dimiliki oleh tenan tersebut
10:02Kemudian tidak ada bariernya dalam bentuk ipal
10:06Dua-duanya ini sangat penting dan itulah yang terjadi
10:08Kemudian ngalirlah itu ke drainase
10:11Masuk kemudian ke sungai Jaletreng dan akhirnya masuk ke Cisadane
10:16Kalau di awal ini sempat disebutkan kurang lebih sepanjang 22,5 km pencemaran sungai itu terjadi
10:24Apakah itu masih di angka yang sama pada detik ini atau mungkin sudah meluas Pak Menteri?
10:30Proyeksi kita sesuai dengan data visual yang kami dapat
10:34Maka pencemaran ini mengalir terus sampai ke Teluk Naga
10:38Jadi sepanjang 41,66 km
10:42Sehingga terjadi kerusakan yang cukup masif dari biota sungai
10:47Baik itu mungkin dari fauna maupun floranya
10:52Yang ada di sepanjang kejadian yang mengalir mengikuti aliran sungai
10:56Yang membawa cemaran itu dari mulai Jaletreng sampai ke Teluk Naga
11:05Biotek Sarana Tama itu tidak boleh dia
11:07Ini Pak saya hanya korban begal
11:09Enggak, kamu tidak menyiapkan sarana
11:11Maka dia boleh dikategorikan sebagai sengaja melakukan pencemaran
11:15Tetapi ada sejumlah pihak yang juga kemudian menilai
11:17Pencemaran lingkungan ini terjadi
11:19Menggambarkan kelalaian dari kementerian lingkungan hidup Pak
11:23Tanggapan Anda Pak Menteri?
11:26Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan