Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SULSEL, KOMPAS.TV - Dari kasus tewasnya Bripda Dirja Pratama, 1 senior korban ditetapkan tersangka penganiayaan.

Hal ini diungkap Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro usai memeriksa 5 senior korban tewas di asrama Polda Sulsel.

Diduga korban meninggal karena dianiaya seniornya. Hal itu didapat dari keterangan yang bersangkutan dan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dari Biddokes.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Selatan mendatangi rumah duka Bripda Dirja. Tangis histeris menyambut kedatangan Kapolda Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro bersama rombongan.

Kepada kapolda, ibu korban meminta pelaku dihukum seberat-beratnya. Sang ibu juga meminta agar Bripda Dirja digantikan adiknya menjadi polisi.

Ayah korban Bripda Dirja Pratama, Aipda Muhammad Jabir, mengatakan anaknya tidak ada riwayat sakit. Meski ada yang mengatakan korban meninggal akibat terbentur, tetapi ayah korban tak melihat adanya luka di bagian kepala.

Sebelum meninggal, korban sempat mengirim pesan kepada ibunya pada dini hari. Namun, paginya keluarga tak menyangka mendapat kabar Bripda Dirja meninggal dunia.

Keluarga meminta kasus kematian anaknya diusut tuntas.

Baca Juga Kematian NS Bocah 13 Tahun di Sukabumi: Polisi Cek Alibi Ibu Tiri, Dokter Ungkap Luka Korban di https://www.kompas.tv/nasional/652517/kematian-ns-bocah-13-tahun-di-sukabumi-polisi-cek-alibi-ibu-tiri-dokter-ungkap-luka-korban

#polisi #penganiayaan #sulawesiselatan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652607/kapolda-sulsel-tetapkan-1-senior-korban-jadi-tersangka-ini-kronologi-kematian-bripda-dirja
Transkrip
00:00Saudara, dari kasus tewasnya Bribda Dirja Pratama, seorang senior korban ditetapkan tersangka penganiayaan.
00:07Hal ini diungkap Kapolda Solusi Selatan, Irjen Juhandani Raharjo Puro, usai memeriksa 5 senior korban tewas di asrama Polda Sulsel.
00:16Diduga korban meninggal karena dianiaya seniornya.
00:19Hal itu didapat dari keterangan yang bersangkutan dan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dari BIDOKES.
00:36Dari keterangan salah seorang bersangka atas B itu dihubungkan dengan hasil pemeriksaan dari BIDOKES,
00:49itu ada persesuaian, baik itu dengan cara memukul di bagian kepala dan bagian badan tubuh lainnya,
00:58ini sudah simpon.
01:00Jadi dapat kita yakini bahwa saudara P adalah telakunya dan kita akan melaksanakan proses lebih lanjut.
01:13Sebelumnya Kapolda Solusi Selatan mendatangi rumah duka Bribda Dirja.
01:18Tangis histeris menyambut kedatangan Kapolda Irjen Juhandani Raharjo Puro bersama rombongan.
01:23Kepada Kapolda, ibu korban meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
01:28Sang ibu juga meminta agar Bribda Dirja digantikan adiknya menjadi polisi.
01:37Bersama-beratnya tidak menjadikan.
01:43Bersama-beratnya tidak menjadikan.
01:46Kami kata Kapolda diri dianat.
01:49Kami kakak lain juga ketua, ya ampun lah.
01:53Jangan-jangan pangkak Polda, berjanjikan pangkak Polda ya.
01:57Hanya kekuannya satu.
01:59Tolong kasih perbudaya ke siang-iangkat.
02:02Berjuangan, benar.
02:04Ayah korban Bribda Dirja Pratama, Aibda Muhammad Jabir mengatakan anaknya tidak ada riwayat sakit
02:11Meski ada yang mengatakan korban meninggal akibat terbentur
02:14Tapi ayah korban tidak melihat adanya luka di bagian kepala
02:18Sebelum meninggal korban sempat mengirim pesan kepada ibunya pada dini hari
02:22Namun di paginya keluarga tidak menyangka mendapat kabar Bribda Dirja meninggal dunia
02:28Keluarga meminta kasus kematian anaknya diusut tuntas
02:37Tidak pernah sakit, tidak adalah terbelakang sakitnya
02:40Dan semuanya di sini semuanya seharusnya keluar darah terus dari mulut
02:47Dan dikasih ada yang mengatakan penuturan kepala
02:51Luka kepalanya tapi tidak ada luka di kepala
02:53Tidak ada
02:54Di sekitar jam 5an masih sempat komunikasi dengan keluarga
02:58Iya jam 5an sempat komunikasi
03:00Dan 6 ibunya balas ceknya
03:02Tidak ada jawaban
03:03Apa cek terakhirnya?
03:06Dia cek ibunya karena segini hari saya membawakan ini
03:08Aspalaktur dari BINRA
Komentar

Dianjurkan