Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Rencana impor mobil pikap dari India kembali menjadi polemik. PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai BUMN berencana mengimpor lebih dari 100 ribu pikap India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Di satu sisi, pengusaha nasional meminta impor tersebut dibatalkan karena industri dalam negeri dinilai masih sanggup menyediakan kendaraan niaga yang dibutuhkan, sekaligus untuk menjaga ekosistem otomotif nasional.

DPR pun bersuara dan meminta agar impor pikap dari India ditunda. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah menunda impor kendaraan niaga dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih.

Dasco menyatakan telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India ditunda. Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi salah satu pertimbangan.

Baca Juga [FULL] DPR Soroti Impor Mobil India, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/652776/full-dpr-soroti-impor-mobil-india-pemerintah-diminta-tinjau-ulang-sapa-malam

#imporpikap #pikapindia #dpr #kadin #pemerintah

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652898/serba-serbi-polemik-impor-mobil-pikap-india-untuk-kopdes-merah-putih-begini-kata-kadin-dpr
Transkrip
00:01Sampai Indonesia panggil badur untuk Anda, mobil pickup India lagi jadi polemik.
00:06Ini karena PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai BUMN akan mengimpor 100 ribu lebih pickup India untuk koperasi Desa Merah Putih.
00:16Di satu sisi pengusaha nasional minta impor dibatalkan karena masih sanggup menyediakan dan untuk membantu ekosistem otomotif nasional.
00:24DPR pun bersuara meminta impor pickup India ditunda.
00:33Inilah mobil pickup asal India Mahindra yang punya spesifikasi 4x4 dengan mesin turbo diesel.
00:42Dan yang ini adalah pickup dari India lainnya Tata Motors.
00:46Kira-kira seperti inilah pickup yang akan diimpor oleh BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.
00:54Agrinas Pangan Nusantara akan impor 105 ribu unit dengan rincian 35 ribu unit pickup Mahindra Scorpio, 35 ribu unit pickup
01:04Tata Yoda, dan 35 ribu unit truk Tata Ultra T7.
01:09Dengan nilai proyek 24,66 triliun rupiah.
01:14Impor pickup India kini jadi polemik karena Kamar Dagang dan Industri atau KADIN Indonesia meminta Presiden Prabu Subianto membatalkan impor
01:22mobil pickup India tersebut.
01:24Wakil Ketua KADIN, Salih Husin bilang, produsen otomotif dalam negeri masih mampu menyediakan kebutuhan mobil pickup untuk Koperasi Desa Merah
01:32Putih
01:32dan dengan menggunakan mobil produksi dalam negeri dapat menciptakan multiplier effect bagi industri otomotif.
01:39Sebelumnya kan memang kami menghimbau agar apa yang akan terjadi dalam hal ini untuk mengimport mobil pickup untuk kebutuhan Koperasi
01:51Desa itu
01:52kan dengan jumlah yang begitu besar kami menghimbau agar Bapak Presiden kalau bisa membatalkan rencana tersebut
01:58karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
02:07Yang dipikirkan adalah kapasitas daripada produksi mobil di dalam negeri itu mampu untuk menyediakan apa yang dibutuhkan.
02:15Sehingga ya saya kira sudah seharusnya utamakan produksi dalam negeri.
02:22Agrina Sepangan Nusantara menanggapi polemik impor pickup India.
02:26Direktur utama PT Agrinas, Pangan Nusantara, Jau Angelo De Sousa Mota bilang
02:32telah membicarakan pada sejumlah produsen mobil untuk kebutuhan pickup Koperasi Merah Putih namun tidak ditemukan kesepakatan.
02:39Anggelo menambahkan Agrinas Pangan dapat melakukan efisiensi lebih dari 46 triliun rupiah dengan impor pickup dari India.
02:47Agrinas juga menanggapi permintaan DPR untuk menunda impor mobil pickup dari India.
02:52Apapun keputusan negara, keputusan DPR itu adalah suara rakyat dan menguapinya rakyat.
03:03Saya sebagai Direktur Badan Usami negara, saya akan taat, saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara.
03:15Saya melihat bahwa di situ, saya juga sempat membaca bahwa Pak Dasko minta untuk ditunda.
03:22Jadi, seluruh para kesempatan ini juga, saya ingin memanfaatkan untuk menyampaikan kepada teman-teman.
03:28Dan selanjutnya dokumen yang sudah saya punya ini ditambah dengan kontrak,
03:32saya akan meminta waktu kepada Pak Dasko untuk menyampaikan kepada beliau juga,
03:37karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi gitu.
03:40Jadi sekarang saya pun akan mencoba mencari waktu beliau.
03:44Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad, meminta pemerintah untuk menunda impor mobil pickup dari India
03:50untuk operasional Koperasi Merah Putih.
03:52Dasko bilang, telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana impor 105.000 unit mobil pickup dari India ditunda.
03:59Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi pertimbangan.
04:03Jadi rencana untuk impor 105.000 mobil pickup dari India,
04:09saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu,
04:19mengingat presiden masih di luar negeri.
04:22Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut.
04:35Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
04:45Ditunggu bagaimana solusi terbaik terkait pengadaan mobil operasional ini
04:49supaya Koperasi Desa Merah Putih berjalan dengan baik
04:52dengan tetap memberikan manfaat sebanyak mungkin untuk ekosistem perekonomian nasional.
Komentar

Dianjurkan