Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, APBN 2026.

Hingga 31 Januari 2026, APBN tercatat mengalami defisit Rp54,6 triliun.

Dalam paparannya, Purbaya menyebut defisit APBN disebabkan oleh pendapatan negara yang tercatat baru Rp172,7 triliun hingga akhir bulan lalu.

Sementara pada saat yang sama, belanja negara tercatat mencapai Rp227,3 triliun.

Sampai 31 Januari 2026, defisit APBN sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto.

Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni Rp23 triliun atau 0,09 persen terhadap PDB.

Baca Juga Menkeu Purbaya Jelaskan soal Inflasi Inti Naik ke 2,45 Persen, Didorong Harga Emas di https://www.kompas.tv/nasional/652444/menkeu-purbaya-jelaskan-soal-inflasi-inti-naik-ke-2-45-persen-didorong-harga-emas

#menkeu #purbaya #defisit #apbn

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/652501/apbn-defisit-rp54-6-triliun-per-januari-2026-ini-penjelasan-menkeu-purbaya-jmp
Transkrip
00:00Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara APBN 2026.
00:07Hingga 31 Januari 2026, APBN tercatat mengalami defisit 54,6 triliun rupiah.
00:22Dalam peparannya Purbaya menyebut defisit APBN disebabkan oleh pendapatan negara yang tercatat baru 172,7 triliun rupiah hingga akhir bulan
00:32lalu.
00:32Sementara pada saat yang sama belanja negara tercatat mencapai 227,3 triliun rupiah.
00:39Sampai 31 Januari 2026, defisit APBN sebesar 54,6 triliun rupiah atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto.
00:51Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu yakni 23 triliun rupiah atau 0,09
00:59persen terhadap PDB.
01:05Pendapatan negara telah mencapai 172,7 triliun rupiah atau 5,5 persen dari target APBN tumbuh sebesar 9,5 persen
01:19year on year.
01:20Kinerjaan ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tetap kuat serta PNBP yang mulai menunjukkan pemulihan di luar komponen non berulang
01:30tahun lalu.
01:31Di sisi belanja, belanja negara terrealisasi sebesar 227,3 triliun rupiah atau 5,9 persen dari pagu APBN tumbuh tinggi
01:42sebesar 25,7 persen year on year.
01:45Dengan dinamika yang saya sebutkan tadi, posisi defisit APBN tercatat mencapai 54,6 triliun rupiah atau hanya 0,21 persen
01:54dari PDB.
01:56Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026.
02:01Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan