00:00Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara APBN 2026.
00:07Hingga 31 Januari 2026, APBN tercatat mengalami defisit 54,6 triliun rupiah.
00:22Dalam peparannya Purbaya menyebut defisit APBN disebabkan oleh pendapatan negara yang tercatat baru 172,7 triliun rupiah hingga akhir bulan
00:32lalu.
00:32Sementara pada saat yang sama belanja negara tercatat mencapai 227,3 triliun rupiah.
00:39Sampai 31 Januari 2026, defisit APBN sebesar 54,6 triliun rupiah atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto.
00:51Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu yakni 23 triliun rupiah atau 0,09
00:59persen terhadap PDB.
01:05Pendapatan negara telah mencapai 172,7 triliun rupiah atau 5,5 persen dari target APBN tumbuh sebesar 9,5 persen
01:19year on year.
01:20Kinerjaan ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tetap kuat serta PNBP yang mulai menunjukkan pemulihan di luar komponen non berulang
01:30tahun lalu.
01:31Di sisi belanja, belanja negara terrealisasi sebesar 227,3 triliun rupiah atau 5,9 persen dari pagu APBN tumbuh tinggi
01:42sebesar 25,7 persen year on year.
01:45Dengan dinamika yang saya sebutkan tadi, posisi defisit APBN tercatat mencapai 54,6 triliun rupiah atau hanya 0,21 persen
01:54dari PDB.
01:56Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026.
02:01Terima kasih telah menonton!
Komentar