00:00Anda masih di Sapa Indonesia pagi saudara, saat Reskrim Polres Sukabumi menaikkan status kasus anak yang meninggal dunia, diduga di
00:07Anwar Satibi pecah, mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.
00:25Korban yang berusia 13 tahun diduga dianiaya sebelum akhirnya meninggal dunia.
00:32Dalam pengusutan yang dilakukan polisi menilai ada unsur tindak pidana kekerasan yang menipah korban berdasarkan alat bukti yang ditemukan.
00:40Polisi fokus pada penguatan pembuktian dengan pendekatan scientific crime investigation atau investigasi kejahatan secara ilmiah untuk mengungkap sebab kematian korban.
00:5116 sasi telah diperiksa oleh polisi termasuk ayah kandung dan ibu tiri korban.
00:57Dengan perkara kematian daripada anak NS, kita maraton selama 24 jam melakukan penyelidikan dan perkara sudah kita naikkan pada tingkat
01:10penyelidikan.
01:11Karena kita sudah menemukan beberapa alat bukti yang tentunya bisa kita yakini ini ada peristiwa pidana.
01:20Yaitu pidana dugaan kekerasan baik fisik ataupun psikis terhadap korban anak, yakni saudara NS.
01:31Sebelumnya saat di rumah sakit korban menyebut mengalami penyiksaan ibu tirinya.
01:36Anosat ibu pun meminta otopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.
01:41Saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh.
01:46Saya tanya, ma kenapa ini kulitnya sirahnya seperti ini?
01:50Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
01:54Ditanya lah ini anak, gitu ditanya.
01:58Ya, ngaku dikasih minum air panas.
02:01Nah, memang kalau berantem anak saya dengan anak itu, anak dia itu kelas 2 SMA ya, waktu itu.
02:10Sekarang berarti kelas 3, anak saya kelas 6 SMA.
02:12Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantem anak saya.
02:16Pas terjadi penyihayaan yang saya laporkan satu tahun yang lalu di Pores, itu gara-gara berantem sama anak itu.
02:22Jadi ini sudah pernah terjadi, cuma di meliasi sama Pak Haji Isen.
02:27Ya, sujud ke saya, jangan lapor, mamah mau otobat.
02:32Dorong ingin sekali sama luka otopsi, karena saya ingin tahu ini seperti itu.
02:36Ingin memastikan.
02:37Saya nggak bisa nuduh-nuduh sembarang, nggak bisa, nanti kenanya pitnah.
02:42Tak hanya luka melepuh, dokter RSUD Campang Kulon menyampaikan, korban juga mengalami gangguan pola napas.
02:50Lalu kami menemukan kegawat daruratannya adalah gangguan di pola napas.
02:55Tetapi, apakah gangguan pola napas ini disebabkan oleh luka-luka yang dialami pasien tidak bisa langsung kita simpulkan.
03:05Jadi mungkin ada kondisi penyakit lain yang bisa menyebabkan kondisi napas pasien mengalami pola napas yang tidak adekuat atau tidak
03:14baik seperti itu.
03:15Jadi tindakan yang kami lakukan adalah penanganan untuk memberikan jalan napas yang terbaik.
03:20Jadi apakah ini suatu kondisi akibat meminum air panas belum bisa kita pastikan.
03:29Kini selain menaikkan status kepenyidikan, polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksiologi forensik terhadap sampel organ dalam korban.
03:38Tim Liputan, Kompasivi Sukabumi, Jawa Barat
Komentar