Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUKABUMI, KOMPAS.TV - Satreskrim Polres Sukabumi menaikkan status kasus anak yang meninggal dunia diduga dianiaya ibu tiri naik ke tahap penyidikan.

Tangis haru Anwar Satibi pecah mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.

Korban yang berusia 13 tahun diduga dianiaya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dalam pengusutan yang dilakukan, polisi menilai ada unsur tindak pidana kekerasan yang menimpa korban berdasarkan alat bukti yang ditemukan.

Polisi fokus pada penguatan pembuktian dengan pendekatan scientific crime investigation atau investigasi kejahatan secara ilmiah untuk mengungkap sebab kematian korban.

16 saksi telah diperiksa oleh pihak kepolisian, termasuk ayah kandung dan ibu tiri korban.

Sebelumnya, saat di rumah sakit, korban menyebut mengalami penyiksaan ibu tirinya.

Anwar Satibi pun meminta autopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.

Tak hanya luka melepuh, dokter RSUD Jampang Kulon menyampaikan korban juga mengalami gangguan pola napas.

Kini, selain menaikkan status ke penyidikan, polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksikologi forensik terhadap sampel organ dalam korban.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga 2 Hari Buron, Pelaku Penganiaya Anak di Sragen Ditangkap di Hutan | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/652405/2-hari-buron-pelaku-penganiaya-anak-di-sragen-ditangkap-di-hutan-sapa-pagi

#kekerasan #kdrt #ibutiri #penganiayaananak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652412/kasus-anak-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-naik-ke-penyidikan-16-saksi-diperiksa-sapa-pagi
Transkrip
00:00Anda masih di Sapa Indonesia pagi saudara, saat Reskrim Polres Sukabumi menaikkan status kasus anak yang meninggal dunia, diduga di
00:07Anwar Satibi pecah, mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.
00:25Korban yang berusia 13 tahun diduga dianiaya sebelum akhirnya meninggal dunia.
00:32Dalam pengusutan yang dilakukan polisi menilai ada unsur tindak pidana kekerasan yang menipah korban berdasarkan alat bukti yang ditemukan.
00:40Polisi fokus pada penguatan pembuktian dengan pendekatan scientific crime investigation atau investigasi kejahatan secara ilmiah untuk mengungkap sebab kematian korban.
00:5116 sasi telah diperiksa oleh polisi termasuk ayah kandung dan ibu tiri korban.
00:57Dengan perkara kematian daripada anak NS, kita maraton selama 24 jam melakukan penyelidikan dan perkara sudah kita naikkan pada tingkat
01:10penyelidikan.
01:11Karena kita sudah menemukan beberapa alat bukti yang tentunya bisa kita yakini ini ada peristiwa pidana.
01:20Yaitu pidana dugaan kekerasan baik fisik ataupun psikis terhadap korban anak, yakni saudara NS.
01:31Sebelumnya saat di rumah sakit korban menyebut mengalami penyiksaan ibu tirinya.
01:36Anosat ibu pun meminta otopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.
01:41Saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh.
01:46Saya tanya, ma kenapa ini kulitnya sirahnya seperti ini?
01:50Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
01:54Ditanya lah ini anak, gitu ditanya.
01:58Ya, ngaku dikasih minum air panas.
02:01Nah, memang kalau berantem anak saya dengan anak itu, anak dia itu kelas 2 SMA ya, waktu itu.
02:10Sekarang berarti kelas 3, anak saya kelas 6 SMA.
02:12Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantem anak saya.
02:16Pas terjadi penyihayaan yang saya laporkan satu tahun yang lalu di Pores, itu gara-gara berantem sama anak itu.
02:22Jadi ini sudah pernah terjadi, cuma di meliasi sama Pak Haji Isen.
02:27Ya, sujud ke saya, jangan lapor, mamah mau otobat.
02:32Dorong ingin sekali sama luka otopsi, karena saya ingin tahu ini seperti itu.
02:36Ingin memastikan.
02:37Saya nggak bisa nuduh-nuduh sembarang, nggak bisa, nanti kenanya pitnah.
02:42Tak hanya luka melepuh, dokter RSUD Campang Kulon menyampaikan, korban juga mengalami gangguan pola napas.
02:50Lalu kami menemukan kegawat daruratannya adalah gangguan di pola napas.
02:55Tetapi, apakah gangguan pola napas ini disebabkan oleh luka-luka yang dialami pasien tidak bisa langsung kita simpulkan.
03:05Jadi mungkin ada kondisi penyakit lain yang bisa menyebabkan kondisi napas pasien mengalami pola napas yang tidak adekuat atau tidak
03:14baik seperti itu.
03:15Jadi tindakan yang kami lakukan adalah penanganan untuk memberikan jalan napas yang terbaik.
03:20Jadi apakah ini suatu kondisi akibat meminum air panas belum bisa kita pastikan.
03:29Kini selain menaikkan status kepenyidikan, polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksiologi forensik terhadap sampel organ dalam korban.
03:38Tim Liputan, Kompasivi Sukabumi, Jawa Barat
Komentar

Dianjurkan