Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALESTINA, KOMPAS.TV - Di tengah jeda yang disebut gencatan senjata, warga Gaza menjalani puasa di bulan Ramadan dengan penuh kecemasan.

Di sela-sela reruntuhan bangunan dan tenda-tenda pengungsian yang berdiri seadanya, mereka tetap menyambut bulan suci dengan doa dan berpuasa.

Di antara ketakutan dan harapan, mereka tetap bersujud.

Dalam gencatan senjata itu, serangan militer Israel masih menggempur hingga menghilangkan nyawa warga sipil di bulan suci ini.

Damai... bagi warga Gaza seperti seutas benang yang mudah putus.

Gencatan senjata itu tidak benar-benar membuat warga Gaza tenang.

Bahkan di saat bulan Ramadan, suara dentuman dari serangan militer Israel itu masih kerap terdengar.

Situasi itu membuat kekhawatiran tak pernah benar-benar pergi sehingga membuat warga Gaza menjalani Ramadan dengan dua perasaan sekaligus, harapan akan damai dan ketakutan akan kehilangan yang berulang.

Baca Juga Sebut Tak masalah RI gabung di Dewan Perdamaian, Ma'ruf Amin: Asal demi Kemerdekaan Palestina di https://www.kompas.tv/nasional/650859/sebut-tak-masalah-ri-gabung-di-dewan-perdamaian-ma-ruf-amin-asal-demi-kemerdekaan-palestina

#gaza #genjatansenjata #ramadan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/652392/gencatan-senjata-semu-ramadan-warga-gaza-dihantui-serangan-militer-israel
Transkrip
00:00Di tengah jeda yang disebut gencatan senjata, warga Gaza menjalani puasa di bulan Ramadan dengan penuh kecemasan.
00:08Di sela-sela runtuhan bangunan dan tenda-tenda pengungsian yang berdiri seadanya,
00:14mereka tetap menyambut bulan suci dengan doa dan berpuasa.
00:18Di antara ketakutan dan harapan, mereka tetap bersujud.
00:21Dalam gencatan senjata itu, serangan militer Israel masih menggebur hingga menghilangkan nyawa warga sipil di bulan suci ini.
00:30Damai bagi warga Gaza seperti seutas benang yang mudah putus.
01:04Menandai dimulainya bulan suci Ramadan, umat muslim di kota Gaza menyambutnya dengan langkah perlahan namun penuh harap.
01:12Pada selasa malam, warga berbondong-bondong berdatangan menuju Masjid Agung Omari kota Gaza untuk melaksanakan sholat tarawih.
01:21Sholat tarawih dilaksanakan di salah satu ruangan masjid yang telah dibersihkan setelah sempat rusak parah selama dua tahun di bawah
01:29serangan Israel.
01:30Masjid ini adalah salah satu dari puluhan ikon Gaza yang hancur dan rusak selama perang.
01:37Masjid perlahan-lahan mulai dibersihkan untuk menyambut bulan suci Ramadan.
01:51Di tengah puing-puing bangunan yang mengelilingi, warga Gaza tetap menjalankan puasa.
01:58Saat azan maghrib berkumandang, waktu berbuka puasa tiba, mereka bergegas untuk menyantap makanan seadanya.
02:06Di Gaza, berbuka puasa bukan hanya tentang melepas dahaga, tetapi juga bertahan tentang menjaga iman.
02:13Di tengah kehancuran dan tentang harapan yang tetap menyala meski segalanya terlihat nyaris padang.
02:27Bahkan keluarga Al-Zamli harus bergabung dengan ratusan orang berdesak-desakan untuk mendapatkan makanan di dapur amal.
02:36Dalam kerumunan itu, orang tua, perempuan, bahkan anak-anak berdiri mengantre, menggenggam bangkuk atau wadah kosong untuk diisi makanan untuk
02:47berbuka puasa.
02:48Perang Israel Hamas mengubah hidup keluarga kecil ini secara drastis.
03:01Warga Palestina antre di pos pemeriksaan Kalandia untuk bisa menyeberang ke Jerusalem dan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa guna melaksanakan
03:12sholat Jumat pertama di bulan Ramadan.
03:15Ini dilakukan karena pemerintah Israel membatasi jumlah jemaah Palestina yang dapat melaksanakan sholat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsa.
03:24Pembatasan tersebut menetapkan hanya 10 ribu warga Palestina dari tepi barat yang diizinkan masuk dengan syarat memiliki izin dari otoritas
03:35Israel terlebih dahulu.
03:36Izin masuk hanya diberikan kepada pria berusia 55 tahun ke atas, perempuan berusia 50 tahun ke atas, dan anak-anak
03:45hingga usia 12 tahun.
03:59Gencatan senjata itu tidak benar-benar membuat warga Gaza tenang.
04:03Bahkan di saat bulan Ramadan, suara dentuman dari serangan militer Israel itu masih kerap terdengar.
04:10Situasi itu membuat kekhawatiran tak pernah benar-benar pergi.
04:15Sehingga membuat warga Gaza menjalani Ramadan dengan dua perasaan sekaligus.
04:20Harapan akan damai dan ketakutan akan kehilangan yang berulang.
Komentar

Dianjurkan