Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang anak usia 13 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dengan luka bakar dan lebam. Polisi masih menyelidiki penyebab utama kematian sang anak yang diduga dianiaya ibu tiri.

Tangis haru Anwar Satibi pecah mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.

Korban yang berusia 13 tahun diduga dianiaya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Saat di rumah sakit, korban menyebut mengalami penyiksaan ibu tirinya.

Anwar Satibi pun meminta autopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.

Tak hanya luka melepuh, dokter RSUD Jampang Kulon menyampaikan korban juga mengalami gangguan pola napas.

Polisi memeriksa 16 saksi, termasuk ibu tiri korban dan saksi ahli dari tenaga medis. Penyidik juga membenarkan adanya luka bakar di tubuh korban.

Terkait sebab pasti kematian korban, polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksikologi forensik terhadap sampel organ dalam korban.

Baca Juga 2 Hari Buron, Ayah Pelaku Penganiayaan Anak di Sragen Ditangkap Bawa Kabur Korban di https://www.kompas.tv/regional/652385/2-hari-buron-ayah-pelaku-penganiayaan-anak-di-sragen-ditangkap-bawa-kabur-korban

#penganiayaan #ibutiri #sukabumi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652389/ungkap-kondisi-bocah-korban-penganiayaan-oleh-ibu-tiri-dokter-ada-gangguan-pola-napas-pada-korban
Transkrip
00:00Sedara seorang anak usia 13 tahun di Sukabumi, Jawa Barat meninggal dengan luka bakar dan lebam.
00:08Polisi masih menyeldiki penyebab utama kematian sang anak yang diduga dianiaya ibu tiri.
00:19Tangis haruan war satibi pecah, mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.
00:28Korban yang berusia 13 tahun diduga dianiaya sebelum akhirnya meninggal dunia.
00:37Saat di rumah sakit, korban menyebut mengalami peniksaan ibu tirinya.
00:43Anwar satibi pun meminta autopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.
00:49Saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepung.
00:54Saya tanya, ma kenapa kulitnya seperti ini?
00:57Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
01:02Ditanya lah ini anak.
01:04Ditanya, ya ngaku dikasih minum air panas.
01:09Nah, memang kalau berantem anak saya dengan anak itu,
01:15anak dia itu kelas 2 SMA ya, waktu itu.
01:18Sekarang berarti kelas 3.
01:19Anak saya kelas 6 SMA.
01:20Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantem anak saya.
01:24Pas terjadi penglihayaan yang saya laporkan 1 tahun yang lalu di Pores,
01:27itu gara-gara berantem sama anak itu.
01:30Jadi ini sudah pernah terjadi.
01:32Cuman di mediasi sama Pak Haji Iseng.
01:35Dia sujud ke saya, jangan lapor.
01:38Mamah mau otobat.
01:39Dorong ingin sekali saya melakukan autopsi,
01:41karena saya ingin tahu, ingin seperti itu.
01:43Ingin memastikan.
01:45Saya nggak bisa nuduh-nuduh sembarang, nggak bisa.
01:47Nanti kenanya pitnah.
01:49Tak hanya luka melepuh,
01:51dokter RSUD Jampang Kulon
01:53menyampaikan korban juga mengalami gangguan pola nafas.
01:57Lalu kami menemukan kegawat daruratannya adalah gangguan di pola nafas.
02:03Tetapi apakah gangguan pola nafas ini disebabkan oleh luka-luka yang dialami pasien
02:09tidak bisa langsung kita simpulkan.
02:13Jadi mungkin ada kondisi penyakit lain yang bisa menyebabkan kondisi nafas pasien
02:18mengalami pola nafas yang tidak adekuat atau tidak baik seperti itu.
02:23Jadi tindakan yang kami lakukan adalah penanganan untuk memberikan jalan nafas yang terbaik.
02:28Jadi apakah ini suatu kondisi akibat meminum air panas belum bisa kita pastikan.
02:36Polisi memeriksa 16 saksi termasuk ibu tiri korban dan saksi ahli dari tenaga medis.
02:42Penyidik juga membenarkan adanya luka bakar di tubuh korban.
02:47Terkait sebab pasti kematian korban,
02:49polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksikologi forensik
02:54terhadap sampel organ dalam korban.
02:56Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan