Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan anggota Brimob hingga menewaskan seorang pelajar di Tual, Maluku.

Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, meminta kepolisian menindak pelaku secara cepat, proporsional, dan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

YLBHI juga mendesak adanya perbaikan struktural menyeluruh di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Salah satu yang disoroti adalah perlunya evaluasi terhadap peran Brimob di tengah masyarakat.

Baca Juga KPAI Desak Proses Cepat Kasus Penganiayaan Pelajar oleh Oknum Brimob: Jangan Ada Intimidasi! di https://www.kompas.tv/nasional/652350/kpai-desak-proses-cepat-kasus-penganiayaan-pelajar-oleh-oknum-brimob-jangan-ada-intimidasi

#brimob #penganiayaan #polri #ylbhi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652351/keras-ylbhi-kecam-brimob-tersangka-penganiayaan-pelajar-di-tual-desak-perbaikan-struktural-polri
Transkrip
00:00YLBHI mengecam tindakan penganiayaan anggota BRIMOB yang menewaskan seorang pelajar di Tual Maluku.
00:07Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, meminta polisi menindak pelaku secara cepat, proporsional dan tegas.
00:14YLBHI juga mendesak perbaikan struktural menyeluruh di tubuh Polri.
00:18Salah satunya dengan menghilangkan peran BRIMOB di tengah masyarakat.
00:25Tentu kita sangat mengecam atas tindakan brutal dari anggota BRIMOB di Tual Maluku.
00:34Pasukan khusus ditujukan untuk kepentingan khusus.
00:37Jadi jangan sampai BRIMOB digunakan untuk menghadapi masyarakat, menghadapi demonstran, menghadapi warga, menghadapi yang sedang melindungi tanah dan lingkungannya.
00:47Jadi tarik semua pasukan BRIMOB dari urusan-urusan dengan masyarakat.
Komentar

Dianjurkan