Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal global Presiden AS Donald Trump, Jumat (20/2/2026).

Kebijakan tersebut dinilai melampaui kewenangan presiden karena urusan tarif merupakan ranah fiskal yang berada di tangan Kongres.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai putusan ini berpotensi berdampak pada perjanjian tarif antara Indonesia dan AS yang diteken sebelumnya.

Menurutnya, secara logika hukum, perjanjian tersebut diharapkan batal demi hukum, karena dasar kebijakan tarifnya telah dibatalkan.

Namun, ia menegaskan pembatalan itu tidak otomatis terjadi.

"Belum tentu otomatis batal. AS bisa saja bermanuver menggunakan dasar hukum lain," ujarnya.

Wijayanto menilai jika perjanjian benar-benar gugur, situasi justru menguntungkan Indonesia karena kesepakatan sebelumnya dinilai memaksa Indonesia membayar tarif lebih tinggi dan meningkatkan pembelian produk AS.

Ia pun meminta pemerintah bersikap hati-hati dan menunggu kepastian hukum final sebelum menentukan langkah lanjutan.

"Saya rasa pemerintah kita harus belajar, di mana Trump terlalu ugal-ugalan berbasis insting dan bisa cepat sewaktu-waktu. Ini bisa merugikan negara yang berkerja sama," kata Samirin kepada KompasTV, Minggu (22/2/2026).

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku kecewa terhadap putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif global yang dibuatnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Galih

#tariftrump #amerikaserikat #indonesia

Baca Juga Indonesia Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen Meski AS Terapkan Tarif Global 10 Persen di https://www.kompas.tv/ekonomi/652328/indonesia-minta-tarif-produk-unggulan-tetap-0-persen-meski-as-terapkan-tarif-global-10-persen



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652336/ma-as-batalkan-tarif-trump-ekonom-harap-perjanjian-ri-as-ikut-batal
Transkrip
00:00Saya rasa komunitas kita harus belajar dari pengalaman beberapa waktu yang lalu
00:03dimana Trump itu cenderung ugal-ugalan
00:06dia mengambil keputusan secara instan, berbasis insting, dan kemudian bisa berubah dengan cepat, sewaktu-waktu
00:12Sebelum membahas apa dampak statement MA yang mengatakan keputusan Trump terkait resolokan tarif adalah ilegal
00:20mari kita melakukan flashback sebentar untuk mendapatkan situasi yang lebih jelas
00:24Jadi Trump itu menerapkan tarif lebih tinggi kepada hampir seluruh negara di dunia
00:29menggunakan IEPA atau Undang-Undang Kebawasan Ekonomi Darurat Internasional
00:34Ini memberikan wonan kepada Presiden Amerika Serikat untuk membatasi perdagangan internasional
00:39Undang-undang ini yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat untuk memberikan sanksi kepada negara-negara di dunia
00:44termasuk Rusia, Iran, Korea Utara, dan lain sebagainya
00:48Nah, karena kenaikan tarif itu bersifat luas kepada mayoritas negara di dunia
00:54maka MA mengatakan ini ilegal
00:56karena ini sejujurnya adalah wonanan MA, wonanan Kongres
01:00Kongres Amerika Serikat itu mempunyai wonanan fiskal termasuk menaikkan tarif
01:06Nah, seperti biasa, Trump tidak menyerah, tidak berhenti di situ
01:09dia retaliate dengan mengubah dasar hukum
01:12dari IEPA menjadi Undang-Undang Perdagangan 1974
01:15yang memberikan wonan kepada Presiden Amerika untuk menaikkan tarif hingga 10 atau 15%
01:21dalam konteks untuk memelihundungi ekonomi Amerika dari beberapa hal
01:26misalnya defisit perdagangan yang sangat besar, kondisi fiskal yang tidak stabil
01:35kemudian juga nilai tukar gas dolar yang terus-menerus turun
01:38Nah, dalam konteks ini
01:41sebenarnya bukan solusi juga bagi Trump
01:43karena ini sifatnya temporer
01:45hanya 150 hari
01:46kalau Trump ingin ini menjadi permanen
01:49maka Kongres harus menyetujui
01:50dan saya yakin hampir 100%
01:53Kongres tidak akan menyetujui
01:55Lalu, dalam konteks perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Presiden Trump dan Presiden Prabowo
02:01apa dampaknya?
02:03Tentunya kita berharap ini batal demi hukum
02:06Kenapa?
02:07Karena itu situasi yang menguntungkan kita
02:09Situasi sebelum perjanjian dan setelah perjanjian
02:13itu lebih bagus sebelum perjanjian
02:14karena perjanjian itu paling tidak memaksa kita untuk membayar tarif lebih tinggi
02:19yang kedua, memaksa kita untuk membeli begitu banyak produk dari Amerika Sida
02:23Tetapi, apakah secara otomatis ini batal demi hukum?
02:27Belum tentu
02:28Karena bisa saja
02:29Amerika bermaneuver
02:31kembali menggunakan dasar hukumnya adalah IEPA
02:33dan Indonesia diposisikan sebagai negara yang mengganggu ekonomi Amerika Sida
02:37dalam konteks
02:38trade surplus kita dalam Amerika sangat tinggi
02:41Kemudian yang kedua
02:43kita dianggap menghambat masuknya investasi dan produk dari Amerika
02:46melalui non-trade barrier seperti TKDN
02:50kemudian perjanjian yang rumit dan lain sebagainya
02:53Nah, dalam konteks ini
02:55saya rasa pemerintah kita harus belajar dari pengalaman beberapa waktu yang lalu
02:59di mana Trump itu jendol kegagalan
03:01dia mengambil keputusan secara instan
03:03berbasis insting
03:04dan kemudian bisa berubah dengan cepat
03:06sewaktu-waktu
03:07yang ini bisa merugikan negara yang menjadi counterpart negosiasi
03:12dalam konteks ini Indonesia
03:14seperti beberapa waktu yang lalu
03:15Nah, sehingga harus menunggu
03:18perseteruan antara Trump dan Kongres ini jelas
03:21konklusi akhirnya jelas
03:23baru kita kemudian menentukan sikap dan melangkah
03:27itu usulan saya kepada pemerintah
03:31tetapi tentunya saya berharap
03:32yang terjadi adalah otomatis ini batal demi hukum
03:36terima kasih
03:44Terima kasih telah menonton!
04:08Well, thank you very much for being here
04:11The Supreme Court's ruling on tariffs
04:15is deeply disappointing
04:18and I'm ashamed of certain members of the court
04:21absolutely ashamed
04:23for not having the courage to do what's right for our country
04:28I'd like to thank and congratulate
04:30Justices Thomas, Alito, and Kavanaugh
04:32for their strength and wisdom
04:36and love of our country
04:38which is right now very proud of
04:41those justices
04:43when you read the dissenting opinions
04:46there's no way that anyone can argue
04:49against them
04:50there's no way
04:52foreign countries that have been ripping us off for years
04:55are ecstatic
04:57they're so happy
05:00and they're dancing in the streets
05:02but they won't be dancing for long
05:04that I can assure you
05:05the Democrats on the court
05:09are thrilled
05:10but they will automatically vote no
05:12they're an automatic no
05:14just like in Congress
05:15they're an automatic no
05:17they're against anything
05:19that makes America strong, healthy
05:21and great again
05:23they also are a
05:25frankly disgrace to our nation
05:27those justices
05:29they're an automatic no
05:31no matter how good a case you have
05:32it's a no
05:37kecepatan informasi dan akurasi data
05:40adalah komitmen kami
05:42satu langkah lebih dekat
05:43satu langkah lebih terpercaya
05:46saksikan Sapa Indonesia Malam
05:48di Kompas TV Channel 11
05:51di televisi Anda
05:52oh
Komentar

Dianjurkan