Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
WASHINGTON, KOMPAS.TV Menko Perekonomian Airlangga menanggapi putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden AS, Donald Trump.

"Lebih terkejut lagi. Jadi ini lebih terkejut daripada kejutan," ujar Menko Airlangga dalam keterangannya di Washington pada Sabtu (21/2/2026).

Menko Airlangga juga menambahkan dirinya tidak mengetahui adanya pemberlakuan tarif impor AS sebesar 10 persen pasca putusan tersebut.

Baca Juga Prabowo soal Tarif Dagang Trump Jadi 10 Persen: Saya Kira Menguntungkan di https://www.kompas.tv/internasional/652233/prabowo-soal-tarif-dagang-trump-jadi-10-persen-saya-kira-menguntungkan

#airlanggahartarto #trump #tarif #indonesia


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652301/terkejut-tarif-trump-balik-ke-10-menko-airlangga-lebih-daripada-kejutan
Transkrip
00:00Kemarin sudah ada keputusan dari Supreme Court terkait dengan pembatalan tarif secara global
00:06dan meminta pemerintah Amerika mengembalikan, reimbursa tarif yang sudah dikenakan ke masing-masing korporasi.
00:13Nah, bagi Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian, ini namanya perjanjian antar dua negara,
00:20ini masih tetap berproses karena ini diminta dalam perjanjian adalah untuk berlakunya dalam periode 60 hari
00:30sesudah ditandatangani dan masing-masing pihak berkonsultasi dengan institusi yang diperlukan.
00:38Artinya dalam tanda petik mungkin Amerika juga perlu berbicara dengan Kongres atau Senat, sedangkan Indonesia kan dengan DPR.
00:46Namun keputusan kemarin yang 10% itu hanya berlaku untuk 150 hari, yang 10%.
00:55Sesudah itu mereka bisa perpanjang atau mereka bisa merubah dengan regulasi yang ada.
01:01Nah, bagi Indonesia karena perjanjian ini masih berlaku akan efektif 60 hari, kita punya waktu.
01:07Kami sudah berkoordinasi dengan USTR dan mereka mengatakan akan ada keputusan kabinet mereka
01:14terhadap mereka yang sudah menandatangani perjanjian.
01:17Dan Alhamdulillah kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian.
01:21Dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10%,
01:27tetapi yang sudah diberikan 0%, itu kita minta tetap.
01:33Karena itu sebagian sudah ada yang untuk agriculture dalam bentuk executive order yang berbeda.
01:39Jadi itu tidak dibatalkan. Nah, itu termasuk kopi, kakao, produk-produk yang terkait dengan agriculture.
01:46Namun kan kita juga yang 0% itu ada supply chain untuk elektronik, dan juga CPO, dan juga tekstil dan
01:56foodware, dan yang lain.
01:57Nah, jadi ini yang kita tunggu sampai dengan 60 hari ke depan.
02:02Pak, itu menguntungan Indonesia, Pak?
02:04Ya, dua-dua untung, Pak.
02:06Kalau yang ITR yang berdasarkan kuota itu jadinya gimana, Pak?
02:10Ini juga 60 hari kita bahas, tetapi mereka masih konsentrasi untuk menangani tarif global ke seluruh dunia.
02:19Pak, Bapak kan sudah negosiasi begitu lama. Apakah ada pembedaan antara negara-negara yang sudah tanda tangan ART ini?
02:25Akan ada pembedaan. Karena beberapa negara yang sudah, itu akan diberikan kebijakan yang tidak sama secara global.
02:33Kalau barang AS yang masuk ke Indonesia, Pak, itu tarifnya jadi gimana? Kemarin kan kita kasih 0%.
02:37Kemarin ada yang sudah 0, kayak wheat itu sudah 0. Kemudian ada soyabin dan yang lain. Ada yang 5%.
02:43Kalau itu masih tetap seperti itu, sampai dengan implementasi daripada agreement on reciprocal tarif.
02:53Kemarin kami sudah lapor ke Pak Presiden dan beliau minta kita mempelajari seluruh risiko-risiko yang mungkin timbul.
03:04Dan Indonesia siap dengan berbagai senario.
03:07Karena senario keputusan Mahkamah Agungnya Amerika ini sudah dibahas dengan USDR sebelum kita tanda tangan ini.
03:16Kemarin Pak Erlangga Somas tadi sempat bilang bahwa ini tuh ada kejutan baru atau ada keuntungan baru yang akan diterima
03:23Indonesia.
03:24Lebih terkejut lagi. Jadi ini lebih terkejut daripada kejutan.
03:29Akhirnya memang tidak tahu akan terjadi seperti saat ini?
03:32Yang keputusan 10%-nya kita tidak tahu. Tetapi kemungkinan terkait pembatalan agak kelihatan sedikit.
03:41Pak Erlangga Somas tadi kita sama aja sama negara lain.
03:44Sekarang 10% meskipun Pak Erlangga Somas tadi sudah berdekosiasi negara kali ini.
03:48Ya pertama kita ada yang 10% tetapi ada yang kita senang bicarakan yang sudah diputus 0 supaya tetap 0.
Komentar

Dianjurkan