Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Pengacara Hotman Paris Hutapea menyatakan tim Hotman 911 memberikan pendampingan hukum secara pro bono kepada anak buah kapal (ABK) bernama Fandi Ramadan, yang dituntut hukuman mati dalam kasus dugaan narkoba di Pengadilan Negeri Batam.

Hotman mengungkap adanya dugaan kejanggalan dalam proses perekrutan Fandi. Dalam kontrak kerja, Fandi disebut seharusnya bekerja di kapal Northstar.

Namun saat hari keberangkatan, ia justru dibawa menggunakan speedboat ke kapal Sea Dragon yang berlabuh di tengah laut.

Menurut Hotman, kapal Sea Dragon inilah yang kemudian tertangkap membawa narkoba.

Ia menegaskan kliennya baru bekerja tiga hari dan tidak mengetahui adanya muatan terlarang tersebut.

Tim kuasa hukum berencana mengajukan pembelaan dalam sidang pekan depan dengan menekankan bahwa Fandi tidak memiliki pengetahuan maupun keterlibatan dalam penyelundupan narkoba.

Hotman menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkara tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan, meski tanpa menerima bayaran.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Aqshal

#hotmanparis #fandiramadhan #narkoba

Baca Juga Richard Lee Tidak Ditahan, Polda Metro Jaya: Proses Perkara Tetap Berjalan di https://www.kompas.tv/nasional/652089/richard-lee-tidak-ditahan-polda-metro-jaya-proses-perkara-tetap-berjalan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652100/hotman-paris-ungkap-dugaan-kejanggalan-kasus-abk-dituntut-mati-di-pn-batam
Transkrip
00:00Jadi di kontrak kerjanya itu, dia itu harusnya bekerja di kapal North Star.
00:04Tapi pada saat hari keberangkatan, tiba-tiba dibawa ke kapal si Dragon yang sudah berlabuh di datang laut.
00:43Salam hari Sabtu siang, di hari libur ini, tim Fortman 9-1-1 bekerja secara rodeo atau tidak dibayar
00:57untuk memberikan sumbangsi pemikiran dan usulan kepada tim kuasa hukum Bandi
01:07untuk nanti hari Senin, tanggal berapa itu, lupa bahwa hari Senin minggu depan
01:15mengajukan pembelian atau plenoy di persidangan di penghadiran negeri Batam,
01:20yang itu Bandi yang baru bekerja tiga hari, tahu-tahu, tahu-tahu, ternyata secara diam-diam
01:29di kapal itu dimasukkan narkoba yang dia tidak tahu.
01:34Satu hal temuan saya, sudah sampai baca semuanya, ternyata awalnya dia dijanjikan bukan di kapal
01:46si Dragon yang ketangkap, tapi apa nama kapalnya, semula dijanjikan di kapal North Star.
01:56Jadi di kontrak kerjanya itu, dia itu harusnya bekerja di kapal North Star.
02:02Tapi pada saat hari keberangkatan, ya, dari tepi pantai menuju kapal, naik speedboat,
02:10tiba-tiba dibawa ke kapal si Dragon yang sudah berlabuh di tengah laut, ya.
02:17Jadi dari situ kelihatan bagaimana kapten kapal telah membohongi,
02:23telah membohongi si terdakwa Bandi ini.
02:29Dia tidak tahu bahwa dia bakal dibawa ke kapal si Dragon.
02:34Karena di kontrak kerjanya adalah di kapal North Star.
02:38Dan yang tertangkap bawa narkoba ini adalah kapal si Dragon.
02:48Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
02:51Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih menjeraikan.
02:55Taksikat Kompas Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan