Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Advokat Hotman Paris turun tangan mendampingi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Sumatera Utara, bernama Fandi Ramadhan yang dituntut hukuman mati dalam kasus dugaan penyelundupan narkoba sebesar 2 ton.

Dia pun meminta agar Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian agar mencegah Fandi dijatuhi hukuman mati seperti tuntutan yang dilayangkan kepadanya.

"Pak Prabowo berjanji akan mencegah adanya miscarriage of justice di negeri ini. Dan inilah bukti pertama," ujar Hotman dalam konferensi pers pada Jumat (20/2/2026).

"290 juta penduduk Indonesia kemungkinan besar, saya yakin, ikut menghimbau kepada Bapak Prabowo agar mempergunakan kewenangannya untuk mencegah anak ibu (ibu Fandi, Nirwana) ini masuk ke tiang gantungan," tambah Hotman.

Sebagai informasi, menurut laman Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), miscarriage of justice adalah suatu kondisi hukum di mana seseorang yang tidak bersalah diproses atau bahkan dihukum pidana, padahal ia tidak bersalah atau tidak ada tindak pidana yang dilakukan.

Baca Juga [FULL] Hotman Paris, Ortu Fandi & Kejagung Soal Kasus ABK Dituntut Hukuman Mati Terkait Narkoba di https://www.kompas.tv/nasional/652035/full-hotman-paris-ortu-fandi-kejagung-soal-kasus-abk-dituntut-hukuman-mati-terkait-narkoba

#hotman #abk #prabowo

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652098/turun-tangan-hotman-paris-minta-bantuan-prabowo-soal-kasus-fandi-abk-yang-dituntut-hukuman-mati
Transkrip
00:00Penyalahgunaan kewenangan untuk keadilan, kesalahan dalam penegakan keadilan.
00:07Pak Prabowo berjanji akan menjaga adanya miskeris objasis di negeri ini.
00:15Dan inilah bukti pertama.
00:17Dan saya yakin, Bapak Prabowo, 290 juta penduduk Indonesia mendukung ibu ini.
00:25Ya, benar ya Pak? 290 juta penduduk Indonesia kemungkinan besar, saya yakin ikut menghimbau kepada Bapak Prabowo
00:36agar mempergunakan kewenangannya untuk mencegah anak ibu ini masuk ke tiang gantungan.
00:43Terima kasih Bapak Prabowo. Ada pertanyaan silahkan.
00:47Siapa namanya? Namamu siapa?
00:50Geral dari Tribun.
00:52Geral Tribun, silahkan.
00:53Ya, bang, mungkin sudah disampaikan dalam persidangan kemarin,
00:57itu yang memberatkan akhirnya pandemi ikut dituntut mati.
01:01Apa sih sebenarnya kalau dari saat ke segera kemarin? Boleh disampaikan ulah?
01:07Secara fakta yang memberatkan sih, sehanya turut serta artin mereka menganggap di pasal itu kolektif kolegial.
01:14Artin mempakatan jahat.
01:17Itu saja.
01:18Dari segi lain tidak.
01:20Karena memang di kapal itu sudah ikut seolah-olah bersama-sama, berkolaborasi untuk melakukan kejahatan itu.
01:29Itu saja sudut pandang dari Kepala Jaksa.
01:31Artinya dianggap sebagai jaringan juga gitu ya?
01:34Iya.
01:36Dan jangan heran dalam setiap, dalam sering dalam BAP-BAP, itu sering, itu sering dalam berbagai kasus, terdakwa itu membuat
01:49pengakuan yang dia tidak mengerti.
01:51Ya, sering dalam berbagai kasus, terdakwa itu atau tersangka itu membuat pengakuan yang dia sendiri tidak mengerti.
01:59Ya, ya.
02:01Saya melihat di dalam BAP-BAP, ada pengakuan-pengakuan sudah istilah hukum.
02:05Yang saya nggak yakin Fandi ngerti itu.
02:07Pakai istilah-istilah hukum.
02:09Pakai istilah, apakah saudara melakukan permupakatan jahat?
02:12Mana ngerti seorang ABK, apa itu permupakatan jahat?
02:16Itu sudah biasa itu bahwa dalam BAP, seseorang akhirnya mematangkan, ya, ya, ya, ya, sesuai dengan pertanyaan penyidik.
02:24Ya, itu sudah saya alami dalam ratusan kasus.
02:28Ya, artinya apapun isi BAP, bukan itu.
02:31Bukan itu yang jadi patokan.
02:32Tapi dari segi ini, dua ton narkoba, ya, baru kenal kapten 1 Mei 2025.
02:40Berangkat 2 Mei, eh, berangkat 2 Mei, ya, ya, habis itu baru nginap di hotel dulu.
02:47Baru tanggal 13 Mei berangkat, naik kapal.
02:5118, di tengah laut, kapal yang lain masuk, yang semuanya adalah orang Thailand.
02:56Semuanya adalah orang Thailand.
02:57Ini orang ngerti juga Thailand nggak kan?
03:00Kaptennya aja baru kenal.
03:02Dari situ sudah jelas bahwa secara logika hukum, itu jelas-jelas tidak ada.
03:07Tidak ada, apa, unsur, tidak terbukti unsur bahwa dia adalah pelaku.
03:13Silahkan pertanyaan lagi.
03:15Ya, silahkan. Dari mana?
03:16Saya linsir dari online Indonesia.
03:18Cepat?
03:19Indonesia, dia online Indonesia.
03:21Oke.
03:22Pak, tadi Ibu pagi mengatakan, katanya kapal kargo waktu tanda-tanda.
03:26Tapi kuatanku mengatakan kapal tanker.
03:30Satu.
03:30Dua, ini untuk kapal kemana, Pak?
03:32Terus, bendera waktu kontrak itu, saya keberingannya, apa, dari negara mana.
03:38Deterutnya, kapal tersebut juga kemana.
03:41Masihnya terus, setahu saya, setahu saya,
03:45kali ini banyak, Pak, penyulungan seperti itu.
03:48Kalau untuk narkoba ini, gua tak memang besar, Pak.
03:51Tapi di saat itu banyak.
03:53Baik, bensin, apa, tolak dengan macam-macamnya, setahu saya,
04:04oke, sebelum dijawab ya, sebelum dijawab,
04:07ini memang bukan penyelujuban untuk masuk ke Indonesia yang saya baca dibe.
04:11Ini tujuannya saya baca dibe dari Thailand ke Filipina.
04:14Cuma melewati, hanya lewat doang Tanjung Karimun.
04:17Jadi bukan untuk konsumsi Indonesia.
04:20Silahkan pertanyaan lain.
04:21Jawaban lain.
04:21Jadi begini, memang di kontrak itu tidak kapal itu,
04:27tapi diajak kapten itu langsung ke kapal itu menggantar,
04:30itu ada yang kuatan itu.
04:32Jadi perusahaan Sian Dragon ini banyak kapalnya.
04:35Kalau saya lihat di situ banyak.
04:37Jadi mungkin saat kapal yang belum siap ini,
04:41ya ini kan lalu kejar kapal ini.
04:43yang itu dia, itu kan enggak.
04:45Ya, abisnya juga begitu.
04:46Kalau kita lihat, kalau orang dari Mr. Kong dari Thailand,
04:52kepercayaan diri kapal itu,
04:53yang tak tersemosi itu.
04:56Tapi di sepanjang Karimun dan Kepulauan Kepi,
04:59ya Mas Kepi itu, itu banyak, Pak.
05:01Kenapa tidak di,
05:03kapal itu tidak menggantar kondisi,
05:04atau di menggantar kondisi?
05:06Gini lho,
05:08Karimun itu enggak ada kaitan dengan kita.
05:10Karena ini memang kapal berbendera Thailand,
05:14tujuannya mau ke Filipin,
05:16cuma lewat doang.
05:18Jadi enggak ada kaitan dengan tindak pidana di Karimun,
05:21segala macam.
05:21Memang tujuannya bukan ke Indonesia.
05:23Ya, itu kira-kira.
05:24Cuma lewat doang ya, siap ketangkap.
05:28Yang lain?
05:31Dari mana?
05:31Dari Kajak Metro, media online Pak.
05:34Saya laporan,
05:36belanjakan mengenai pengacara,
05:38apa yang akan dilakukan ke depan,
05:40keperadilan sempat,
05:41dari pengacara sendiri,
05:43mendatingi pelairan Bapak,
05:45dan tanggungan juga.
05:47Itu pertanyaan kedua.
05:49Ini pandi,
05:50tanggung dari Akademi Pelayaran Menurut.
05:52Oke, Bu, bisa disebutkan enggak namanya?
05:54Ya, Bu.
05:55Itu aja.
05:58Nama pelayarannya Malayati.
06:04Sudah pernah bekerja di kapal di Indonesia,
06:08gajinya 2,5 juta, begitu ya?
06:10Untuk lokal.
06:11Baru pertama kali ini ke luar negeri ya?
06:14Kapal bermendara asing.
06:16Ya, silahkan yang lain.
06:17Jadi jadwal selanjutnya,
06:19Senin kita berada persidangan
06:20untuk memberikan plenoy kita,
06:23untuk pemberang.
06:25Senin depan.
06:27Ini hari Jumat.
06:30Ini hari kami berharap
06:32dengan adanya BIDI ini,
06:33udah-udah itu majelis Pem,
06:35bisa mendengar daripada
06:37apa yang kami tohkan di dalam PD kami.
06:40Kalau dari saya,
06:43apapun bisa tercantum dalam BAP,
06:46kita sudah tahu itu.
06:48Itu sudah bukan rahasia umum itu.
06:49ya, apapun bisa
06:52dicantupkan oleh penyiri dalam BHP
06:54dan orang-orang awam ini
06:56yang menengah
06:58ke bawah
06:59yang dari kalangan
07:01relatif ekonomi pas-pasan
07:03yang tidak sanggup membayar pengacara
07:06seperti kami-kami ini yang punya nyali
07:08ya, itu dia main
07:10tanda tangan aja, jadi
07:11jangan langsung percaya kalau
07:13apa pengakuan di BHP, itulah yang benar
07:16ya, kami sampaikan
07:18boleh tanya ke dua orang tua, kami lawyer
07:20yang dari kantor saya
07:21Salman Siret, A.I.D. Prasikologi
07:23tapi saat ini kami tidak dibayar
07:25boleh ditanya
07:27jadi, ini kantor Medan ya
07:31jadi, Sirait
07:33ini, kaptennya
07:34Samos ya, jangan-jangan hipar lo
07:36bukannya
07:38chief officer-nya juga
07:40saya dengar tempunan
07:41wah ini, sorry ya, maaf
07:44ini gang Batak
07:45oke, jadi itu tadi
07:47ya, oke
07:48silahkan ada lagi
07:50bapak isi bapak
07:50ya silahkan, ini dari mana pak
07:53saya dari serikat pekerjaan ya pak
07:55serikat pekerja pelawat
07:56oh pelawat, oke silahkan
07:58terima kasih
08:01terlepas
08:01perkenalan saya
08:03Sofyan
08:03Ketua Umum Serikat Kapal Transportasi Indonesia
08:05di Tanjurio
08:07terlepas tadi informasi dari bapak
08:10tadi bahwa
08:12kasus yang bermula dari pelawan
08:14kalau saya menilai cara
08:17waktu ini saya
08:18kasus ini berawal
08:20ketika terjadi
08:22ilegal transikmen
08:23ilegal transikmen di tengah laut
08:25kalau kapal ini secara normal
08:27muat dan bukan muatnya di pelabuhan
08:29itu akan ada namanya
08:30kargo manifest
08:31dan kapten tidak bisa dijarakan
08:33dengan pasal 137
08:34naunan pelayaran
08:35di mana kapten tidak
08:36mengetahui isi muatan
08:37tetakan tetapi
08:38karena kapal ini
08:39ilegal transikmen
08:40jadi kita tidak bisa
08:44kemudian
08:45di laut itu
08:46ada hierarki
08:48operasional kapal
08:49yang pertama itu adalah
08:51ship on air
08:51atau ship operator
08:52yang kedua itu adalah
08:54nakoda
08:54yang ketiga itu
08:56ngolong satu
08:56atau periurannya
08:57yang keempat
08:58baru
08:58ABK atau bawahan
09:00nasib pandi ini di bawah
09:01jadi tidak masuk akal
09:03kalau pandi dituntut maksimum
09:05sama dengan yang lain
09:05benar
09:06dari itu aja udah salah
09:08dari itu aja udah salah
09:09maksimum
09:11kalaupun misalnya
09:12kalaupun ini paling-paling
09:13terus serta
09:14paling-paling terus serta
09:16yang hukumannya
09:17gak mungkin hukuman mati
09:18itu aja udah salah ya
09:19nah kemudian
09:20kemudian
09:21Bapak lebih pintar
09:22dari pengacara sih
09:23nah kemudian
09:26kemudian Pak
09:27perlu kira
09:28peran kami disini Pak
09:29kami juga saat ini
09:31tolong Bapak-Bapak
09:31tolong bantu kami juga
09:32dengan Bapak-Bapak
09:33bahwa kami ada bikin petisi
09:34untuk tolak penolak
09:36Bapak menganggap
09:37ini pengadilan sesak
09:38untuk
09:38untuk pandi Ramadan ini
09:40tolong bantu
09:41piralkan
09:41moga ini bisa membantu
09:42atau membuka
09:43hati murami
09:44hati yang menurut
09:45nah itu satu yang bisa saya sampaikan
09:47terima kasih dukungan
09:49dari ikatan
09:52Bapak mantan awak kapal nih
09:55sudah berapa kali
09:56berhenti di tengah
09:57masukin muatan
10:06saya kira sudah cukup
10:08sudah jelas
10:10kalau ada yang mau personal interview
10:13juga boleh
10:14silahkan mau interview lagi
10:16silahkan
10:17demikianlah acara hari ini
10:19yang mau interview langsung
10:21dengan pengacaranya
10:21atau dengan ibunya
10:22secara private
10:23silahkan
10:23tapi disini aja
10:25ya mau
10:25ya
10:26daripada nanti dicegat kemana-mana
10:28silahkan
10:28yang ada
10:29gosi infotemen
10:30no no no no
10:35silahkan
10:36silahkan
10:36oke
10:39lu mata luku
10:41gua melulu
10:45saya juga ada bantu nih
10:48mungkin nih
10:48iya
10:49bantu bantuan
10:49kami
10:50saya juga bantu
10:50bagi
10:51kledo
10:51bersih
10:52kenapa
10:53Bapak gak bawa
10:54anggotanya
10:55halisnya
10:56di persidak
10:57biar seru
10:58ya
10:59pengacarannya
11:00iya
11:05jadi terima kasih
11:06kita ucapkan ini
11:07timnya nih
11:08inilah semua tim
11:09hotman 9-1
11:10ya
11:10ini semua tim
11:12hotman 9-1 ini
11:13ada saskia disini
11:14yang sudah repot
11:16si cantik
11:18ya
11:18siapa
11:19jasmin
11:20ada ini semua
11:21tim hotman 9-1
11:22dari seluruh
11:23dari berbagai kota
11:25ini kumpul disini
11:26ya
11:26yang
11:27kalau macam-macam
11:28kita akan terus
11:29melawan
11:30ya
11:30oke
11:31ya
11:34ya
11:36gak mau
11:38gue
11:38ngertian
11:43berapa
11:44apa
11:46mau
11:47menginsultasi
11:48pribadi
11:50ya
11:55silahkan
11:57ya
12:25bikin video
12:26bikin video
12:30salam hotman 9-1-1
12:32kami seluruh
12:34pengacara dari hotman 9-1-1
12:36dari berbagai kota
12:37siap memberikan
12:40bantuan kepada
12:42keluarga
12:43terdakwa
12:44Fandi
12:44yang disini
12:45hadir orang tuanya
12:46yang
12:47dipondi
12:48yang dituntut
12:50hukuman mati oleh
12:51jaksa di penghadiran
12:52negeri Batam
12:53hotman 9-1-1 akan
12:54terus
12:55memantau
12:56dan memberikan
12:57bantuan maksimum
12:58bekerjasama dengan
12:59tim pengacara
13:00dari Medan Pasirai
13:02dan
13:04Edi Prasetyo
13:06ya
13:06salam hotman 9-1-1
13:08dan program kami
13:10berikutnya adalah
13:11banyaknya kasus
13:13korban
13:14malah menjadi
13:16tersangka
13:17korban
13:19perampokan
13:20ada
13:21ada bapak-bapak
13:22kebunnya mau dirampok
13:23malah dia jadi
13:24tersangka
13:25sekarang ada
13:26viral di Medan
13:27ada korban
13:30memukul
13:31maling
13:31malah
13:32korban pencurian
13:34ini yang jadi
13:34tersangka
13:35malingnya
13:35gak jadi tersangka
13:36itulah
13:38keadaan kita
13:39sekarang ini
13:39dan kalau bukan
13:41rakyat Indonesia
13:42yang sama-sama
13:43berjuang
13:43siapa lagi
13:44jadi kami
13:45memohon
13:46kepada
13:47280 juta
13:49penduduk Indonesia
13:50mungkin sudah
13:50300 juta
13:51kalau ada
13:52ketidakadilan
13:53seperti itu
13:54agar
Komentar

Dianjurkan