Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Orang tua Fandi Ramadhan, anak buah kapal yang dituntut hukuman mati karena diduga terlibat penyelundupan sabu seberat 2 ton, meminta Presiden Prabowo Subianto membantu pembebasan Fandi.

Orang tua menyebut Fandi dijebak dan tidak tahu menahu soal adanya sabu dalam kapal karena baru tiga hari bekerja di kapal tersebut.

Keluarga Fandi Ramadhan bersama pengacara Hotman Paris Hutapea menggelar konferensi pers terkait kasus penyelundupan narkotika yang menjerat Fandi.

Keluarga mempertanyakan tuntutan hukuman mati kepada Fandi dari Pengadilan Negeri Batam. Keluarga mengklaim Fandi baru bekerja tiga hari di kapal tanker Sea Dragon dan tidak tahu bahwa kapal tersebut ternyata membawa sabu seberat 2 ton.

#abk #sabu #narkoba

Baca Juga Pilot Pelita Air Korban Kecelakaan Pesawat di Nunukan Dimakamkan di Bogor | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/651988/pilot-pelita-air-korban-kecelakaan-pesawat-di-nunukan-dimakamkan-di-bogor-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651989/tangis-orang-tua-fandi-abk-yang-dituntut-hukuman-mati-dia-dijebak-sapa-malam
Transkrip
00:00Keberita berikut ya Saudara, orang tua Fandi Ramadhan anak buah kapal yang dituntut pidana mati
00:04karena diduga terlibat penyelundupan sabu seberat 2 ton meminta Presiden Prabowo Subianto
00:09membantu pembebasan anaknya.
00:12Orang tua menyebut Fandi di jebak dan tidak tahu menau soal adanya sabu dalam kapal
00:17karena baru 3 hari bekerja sebagai ABK.
00:30Keluarga Fandi bersama pengacara Hotman Paris Hutapea menggelar konferensi pers di Jakarta Utara
00:35terkait kasus penyelundupan narkotika yang menjerat Fandi.
00:38Keluarga mempertanyakan tuntutan hukuman mati kepada Fandi dari pengadilan negeri Batam Kepulauan Riau.
00:44Keluarga mengklaim Fandi baru bekerja 3 hari di kapal tanker Sea Dragon
00:49dan tidak tahu kapal itu ternyata membawa sabu seberat 2 ton.
01:00Dia di jebak itu Pak-Pak Presiden, sekali lagi lah Pak-Pak Presiden mohon kepada Pak Presiden
01:06tolonglah dibebaskan anak saya, dia lah satu-satu tulang punggung kami,
01:10tukang-tukung keluarga untuk cari makan kami, dia lah yang membantu saya, Pak Presiden.
01:16Dan dia masih ada, dia dihatiin untuk di sekolah karena.
01:23Jadi itulah taklisan dari Bapak dan Ibu ini.
01:30Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan