00:00Anda kembali di Kompas Siang.
00:02Saudara banjir merendam permukiman di Keluruhan Ulujami, Pesanggerahan, Jakarta Selatan.
00:06Banjir dipicu anak kali pesanggerahan yang meluap pasca hujan deras yang melanda Jakarta sejak Kamis malam.
00:12Penyempitan aliran kali ikut memicu banjir.
00:20Untuk menahan air, warga membuat tanggul atau penahan, namun air tetap masuk ke dalam rumah.
00:26Nah, meski banjir, warga tidak mengungsi lantaran mayoritas rumah warga berlantai 2 dan masih bisa digunakan untuk beraktivitas.
00:33Warga berharap Pemprov mengeruk dan melebarkan kali untuk meminimalisasi banjir kembali terjadi.
00:47Banjir terjadi di Keluruhan Cipete Utara imbas meluapnya aliran air kali krukut.
00:52Hingga Jumat siang, saudara, banjir belum sepenuhnya surut.
00:56Banjir menggenangi jalan-jalan di rumah warga, bahkan hingga masuk ke dalam rumah.
01:01Ketinggian air bervariasi, walau demikian warga memilih bertahan di rumah mereka dan enggan mengungsi.
01:14Saudara, kita pantau kondisi terkini banjir di perumahan warga di Cipete Utara.
01:18Sudah ada jurnalis Kompas TV Medina Andas dan juru kamera Arief Rahman di Cipete Utara.
01:24Selamat siang, Medina. Jadi bagaimana kondisi rumah warga yang terendam banjir hingga saat ini?
01:35Ya, Fidi dan juga saudara, untuk situasi di Keluruhan Cipete Utara,
01:40tepatnya di Jalan Gangkoba RT3 RW6, tempat saya melaporkan saat ini,
01:45memang terpantau masih digedangi oleh banjir.
01:48Dan untuk ketinggian airnya sendiri, ini memang variatif,
01:51dikarenakan kontur jalan yang tidak merata, mulai dari kisaran 15 hingga 70 cm.
01:57Namun kalau kita berbicara mengenai ketinggian air tadi malam,
02:01ini saya sempat berbicara dengan beberapa warga bilang bahwa ketinggian airnya sendiri ini
02:06bahkan mencapai sekitar 110 cm, namun sekarang sudah mulai berangsur-surut.
02:12Dan penyebab banjir ini juga dikarenakan, selain dikarenakan adanya curah hujan dengan intensitas yang tinggi,
02:20ini juga dikarenakan adanya peluapan di Kali Krukut
02:23yang menyebabkan Jalan Gangkoba ini genangan airnya hingga mencapai 110 cm.
02:31Dan untuk arusnya sendiri, ini di tempat saya melaporkan,
02:34tempatnya di RT3 ini memang arusnya ini masih tenang,
02:37namun tadi saya sempat berjalan menelusuri ke Jalan RT4,
02:41di sana arusnya masih cukup deras hingga saat ini.
02:45Dan juga tadi kami sempat berbicara dengan beberapa warga mengatakan bahwa hingga saat ini
02:51mereka masih belum ada keputusan untuk mengungsi begitu,
02:56sehingga hingga saat ini memang mereka masih belum ada ingin pergi ke lokasi pengungsian,
03:03dikarenakan mereka juga sudah mengantisipasi,
03:06dikarenakan titik ini memang sudah menjadi titik yang rawan banjir,
03:10jadi mereka sudah meninggikan rumahnya begitu dan mereka akan naik ke lantai 2 tingkat rumahnya masing-masing.
03:18Jadi hingga saat ini memang masih belum ada rencana untuk pengungsian
03:22dan belum ada titik-titik lokasi pengungsian yang disediakan oleh warga FIDI.
03:28Baik May, jadi upaya apa di sana yang dilakukan untuk membuat air cepat surut?
03:46Bisa mendengar suara saya, May?
03:50May?
03:52Medina, jadi apa upaya untuk membuat air cepat surut?
04:00Ya FIDI dan juga saudara,
04:02hingga saat ini kami masih belum melihat adanya pompa air maupun pompa mobile yang disediakan,
04:07begitu dan namun hingga saat ini dikarenakan memang walaupun tidak ada pompa yang disediakan,
04:15para warga tetap sudah antisipasi dengan memindahkan barang-barangnya,
04:19kemudian juga memindahkan kendaraan roda 2 dan juga kendaraan roda 4nya ke tempat yang lebih tinggi
04:25dan mereka juga sudah memindahkan barang-barangnya ke lantai 2 rumahnya masing-masing.
04:31Walaupun tadi juga kami sempat berbicara dengan beberapa warga,
04:34warga bilang mereka sudah mulai merasakan pegal-pegal begitu dikarenakan mereka kelelahan
04:40memindah-mindahkan barangnya masing-masing dari lantai dasar menuju lantai atasnya, FIDI.
04:45Baik May Dina, terima kasih untuk laporan Anda.
Komentar