Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani perjanjian tarif timbal balik atau tarif resiprokal.

Penandatanganan itu dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, perjanjian dagang itu akan memperkuat akses pasar dan meningkatkan kepastian usaha bagi kedua negara.

Baca Juga Ada Freeport, Indonesia Tak Perlu Jadi Vietnam Lunakkan Tarif Trump? Begini Kata CELIOS di https://www.kompas.tv/ekonomi/608582/ada-freeport-indonesia-tak-perlu-jadi-vietnam-lunakkan-tarif-trump-begini-kata-celios

#tariftimbalbalik #tarifressiprokal #donaltrump

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651909/kesepakatan-tarif-dagang-indonesia-amerika-serikat-menko-airlangga-ungkap-poin-pentingnya
Transkrip
00:00Saudara kita akan langsung bergabung ke Amerika Serikat untuk melihat bagaimana ataupun pernyataan apa yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Erlangga
00:07Hartarto terkait dengan kesepakatan tarif dagang bersama Amerika Serikat berikut ini.
00:11Untuk pembelian energi, pembelian agrikultur dan juga untuk pembelian lain yang nanti Pak Rosan akan menjelaskan itu nilainya sebesar 38
00:23,4 miliar juga ada sektor teknologi.
00:29Nah, di samping itu juga ada pengembangan kritikal mineral dalam hal ini adalah perpanjangan daripada Freeport McMoran dari 2041 sampai
00:412061.
00:43Kemudian ada pembelian jagung, pembelian cotton, kemudian terkait dengan shredded worn clothes, kemudian terkait dengan furniture, terkait dengan oil field
00:57recovery,
00:59kemudian juga ada hilirisasi dari pengembangan silika sampai silika ion untuk produksi semiconductor.
01:08Di samping itu juga ada juga kerjasama antar kawasan industri ataupun kawasan perdagangan dengan perusahaan Amerika.
01:22Nah, hari ini, tadi pagi, Bapak Presiden langsung menandatangani kerjasama Agreement of Recipital Trade
01:35yang diberi judul Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance
01:41dan ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump.
01:51Dan dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin, itu berjalan cukup lama, selama 30 menit,
01:59sesudah kegiatan Board of Peace tadi pagi.
02:05Dan dokumen terkait dengan Agreement on Recipital Trade, ini lampirannya itu tadi juga dilanjutkan bersama di kantor daripada USTR,
02:20ambasador Jameson Greer.
02:23Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi
02:31dan ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment.
02:40Sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara.
02:44Dan ini hasil daripada Agreement of Recipital Trade, sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika
02:55nanti akan dibahas dulu di dalam Council of Trade apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi
03:06atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara.
03:14Tujuan dan visi perjanjian adalah untuk mengwujudkan kemakmuran ekonomi bersama,
03:20lantai pasok yang kuat, dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara.
03:25Jadi saya garis bawahi menghormati kedaulatan dari masing-masing negara,
03:30itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani.
03:34Sejak diumumkan oleh Presiden Trump pada tanggal 2 April 2025 yang lalu,
03:43pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat untuk proses negosiasi tarif
03:51di bulan April, Juni, Juli, dan Agustus 2025.
03:56Dan juga 90 persen daripada dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika.
04:04Jadi usulan Indonesia dipenuhi oleh Amerika yang tertuang dalam Agreement on Reciprocal Tarif.
04:12Dan dalam periode tersebut, Indonesia mengunjungi Washington DC empat kali,
04:18kemudian tujuh kali putaran perundingan,
04:22dan lebih dari sembilan kali pembahasan in-person maupun virtual
04:27dengan USTR atau Duta Besar Jameson Greer.
04:31Di dalam proses sebetulnya juga kita berbicara dengan
04:35Commerce ataupun Commerce Secretary dan Treasury Amerika,
04:42namun Indonesia ini perjanjiannya memang kita dengan USTR,
04:47dengan ambasador Jameson Greer.
04:51Kemudian AS melakukan penurunan pengenaan tarif resiprokal bagi Indonesia,
04:58itu seperti yang dituangkan dalam joint statement yang lalu,
05:03dan berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain,
05:08Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non-kerjasama ekonomi,
05:15antara lain untuk terkait pengembangan reaktor nuklil,
05:19kemudian terkait dengan kebijakan Laut Cina Selatan,
05:24terkait dengan pertahanan dan keamanan perbatasan,
05:27sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan.
05:32Dalam ART ini ada 1.819 post tarif produk Indonesia,
05:39baik itu pertanian maupun industri,
05:43antara lain minyak sawit, kopi, kakao,
05:46rempah-rempah, karet, komponen elektronik,
05:50termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang,
05:54yang tarifnya adalah 0%.
05:57Dan khusus untuk produk tekstil dan aparel Indonesia,
06:03Amerika juga akan memberikan tarif 0%
06:07dengan mekanisme tarif rate kuota atau TRQ.
06:12Dan tentunya ini memberikan manfaat
06:15bagi 4 juta pekerja di sektor ini,
06:18dan kalau kita hitung dengan keluarga,
06:20ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia.
06:26Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas
06:29untuk produk Amerika dengan tarif 0,
06:33karena utamanya Indonesia mengimport produk pertanian,
06:37wheat, kemudian juga soyabin,
06:41sehingga masyarakat Indonesia membayar 0%
06:46untuk barang yang diproduksi dari soyabin
06:51ataupun wheat dalam hal ini,
06:54noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe.
06:57Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban,
07:00tambahan biaya untuk bahan baku
07:03yang kita import dari Amerika Serikat.
07:06Kemudian dia sesuai dengan posisi di dalam forum WTO,
07:12kedua belah negara sepakat untuk tidak mengenakan
07:15bea masuk transaksi elektronik,
07:18dan ini juga dikita berikan kepada Eropa,
07:22jadi bukan Amerika saja.
07:24Ini yang mendorong nanti untuk adanya moratorium
07:29dalam forum ministerial conference di WTO.
07:35Indonesia juga mendorong transfer data lintas batas-terbatas
07:40sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia,
07:44dan juga merekernis bahwa Amerika pun
07:47akan memberikan perlindungan kepada data konsumen
07:51setara dengan perlindungan data konsumen
07:54yang diberlakukan di Indonesia.
07:57Indonesia juga akan menerapkan strategic trade management,
08:01terutama untuk perdagangan agar perdagangan aman
08:07dan tidak digunakan untuk fungsi-fungsi di luar
08:12fungsi yang diperlukan untuk perdamaian.
08:17Kemudian juga Indonesia akan memberikan
08:20kemudahan untuk perizinan import
08:24dan juga standarisasi barang,
08:27baik itu industri maupun pertanian asal Amerika.
08:31Nah, Indonesia juga komitmen untuk mengurangi
08:34hambatan tarif dan non-tarif,
08:37dan juga memberikan kepastian,
08:39terutama di sektor ICT,
08:42kesehatan, dan farmasi.
08:44Perjanjian ini bahkan berlaku 90 hari
08:47setelah proses hukum diselesaikan ke dua belah pihak,
08:51baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR,
08:57maupun di Amerika dengan proses internalnya.
09:01Dan juga di dalam perjanjian ini juga diatur
09:04bahwa kedua belah pihak dapat mengubah perjanjian
09:09dengan kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis,
09:12dan juga ada ruang untuk perbedaan tarif.
09:21Apakah itu lebih rendah dengan tadi dibahas
09:26di dalam council of board yang akan dibentuk.
09:32Dan selanjutnya tentu kami dari pemerintah
09:36akan segera menyampaikan kepada DPR RI
09:40terkait dengan undang-undang ini,
09:44dan juga dalam perjanjian ini
09:48tujuannya juga untuk mencapai Indonesia emas,
09:53sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai
09:56New Golden Age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat itu sendiri.
Komentar

Dianjurkan