- 4 jam yang lalu
- #gaza
- #indonesia
- #boardofpeace
- #prabowo
- #dpr
KOMPAS.TV - Hasil rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian menyatakan Indonesia ditunjuk jadi wakil komandan pasukan stabilisasi internasional atau ISF yang baru dibentuk di Gaza.
Lalu, bagaimana Indonesia bisa mengemban tugas ini? Dan bagaimana perdamaian ini bisa terwujud?
Kita akan bahas bersama Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron dan Dosen Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah.
Baca Juga "Board of peace" Dibentuk, Mengapa Israel Hajar Gaza hingga Jadi Remuk? di https://www.kompas.tv/internasional/648023/board-of-peace-dibentuk-mengapa-israel-hajar-gaza-hingga-jadi-remuk
#gaza #indonesia #boardofpeace #prabowo #dpr
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/651876/indonesia-ditunjuk-jadi-wakil-komandan-isf-di-gaza-apa-peran-strategisnya-ini-kata-pakar-hi-dpr
Lalu, bagaimana Indonesia bisa mengemban tugas ini? Dan bagaimana perdamaian ini bisa terwujud?
Kita akan bahas bersama Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron dan Dosen Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah.
Baca Juga "Board of peace" Dibentuk, Mengapa Israel Hajar Gaza hingga Jadi Remuk? di https://www.kompas.tv/internasional/648023/board-of-peace-dibentuk-mengapa-israel-hajar-gaza-hingga-jadi-remuk
#gaza #indonesia #boardofpeace #prabowo #dpr
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/651876/indonesia-ditunjuk-jadi-wakil-komandan-isf-di-gaza-apa-peran-strategisnya-ini-kata-pakar-hi-dpr
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Hasil rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian menyatakan Indonesia ditunjuk menjadi wakil komandan pasukan stabilisasi internasional atau ISF
00:10yang baru dibentuk di Gaza.
00:12Kemudian bagaimana Indonesia bisa mengembang tugas ini dan bagaimana perdamaian ini bisa terwujud.
00:17Kita akan bahas bersama dengan sejumlah narasumber yang akan bergabung saudara di sambungan daring.
00:22Yang sudah bergabung bersama kami ada dosen hubungan internasional Presiden University, Tuku Reza Syah. Selamat pagi Pak Tuku.
00:30Selamat pagi, salam dari Presiden University.
00:33Ya, dan nanti akan bergabung juga saudara Herman Khairon, Sekjen Partai Demokrat.
00:37Tapi sebelum ke Kang Hero yang belum bergabung, kita ke Pak Tuku terlebih dahulu.
00:41Pak Tuku, seperti apa kemudian respons Anda melihat Indonesia kemudian ditunjuk di posisi yang strategis ini sebagai wakil komandan dari
00:50ISF?
00:52Saya pikir penunjukan pada perwira tinggi Indonesia itu sangat wajar ya.
00:57Karena reputasi Indonesia yang sudah mengglobal.
01:01Kita sudah terlibat dalam banyak sekali misi-misi peacekeeping operation di seluruh dunia dari tahun 50-an sampai hari ini.
01:08Dan kualitas peacekeeping operation Indonesia itu luar biasa.
01:12Mereka sangat terlatih, sudah dilatih lama di Sentul.
01:16Kemudian mereka juga sangat memahami hukum internasional.
01:19Mereka sangat memahami budaya lokal dan mereka mampu berinteraksi secara lintas budaya.
01:25Dan yang uniknya adalah kalau mereka itu didatangkan pada suatu wilayah, itu sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di situ.
01:33Karena masyarakat biasanya sadar bahwa prajurit-prajurit Indonesia itu adalah santun.
01:40Santun kemudian menghargai budaya lokal.
01:43Dan biasanya kalau terjadi rotasi atas anak-anak kita tersebut, biasanya masyarakat setempat itu menangis.
01:49Karena mereka minta agar didatakan lagi dari Indonesia.
01:52Dan uniknya, kalau terjadi berbagai peristiwa yang melibatkan masyarakat lokal,
01:57biasanya mereka minta, boleh bantuan pada PBB selama ini ya,
02:01tapi khusus operator di lapangannya orang Indonesia.
02:05Karena mereka tahu orang Indonesia itu bersikap adil.
02:08Orang Indonesia itu bersikap santun dan menghargai masyarakat.
02:12Jadi ini adalah hal yang lumrah terjadi.
02:14Jadi saya tidak terkejut ketika Donald Trump mengatakan akan meminta
02:19atau Indonesia untuk mengirimkan seorang wakil dari ISF.
02:24Dan Presiden Prabowo Subianto sudah mengatakan saat ini sedang memilih ya,
02:28sedang memilih dan selanjutnya akan menunjuk.
02:31Dan hal ini tidak sulit.
02:33Karena saya perhatikan kaderisasi di TNI itu sudah berjalan berdasarkan prinsip-prinsip meritokrasi.
02:39Jadi mereka naik ke atas itu dengan proses berjenjang.
02:43Kemudian mereka juga sudah mengikuti pendidikan pelatihan yang sangat bagus
02:47di level sekolah staff dan komando,
02:50angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara,
02:53dan selanjutnya masuk ke level SESKO TNI.
02:56Nanti dari situ akan naik lagi ke level Lemhanas.
02:59Dan saya yakin dan percaya bahwa siapapun yang dipilih oleh Presiden nanti
03:03untuk menjabat sebagai wakil komandan di Gaza nanti itu akan mampu bertugas dengan baik.
03:12Cuman kita hendaknya memahami bahwa International Stabilization Force ini sangat unik ya.
03:18Mereka menjalankan fungsi-fungsi tertentu seperti misalnya security and law enforcement.
03:23Jadi untuk itu pejabat Indonesia nantinya harus benar-benar memahami
03:28bahwa kalau berbicara security dan law enforcement itu akan melibatkan Hamas.
03:32Itu akan melibatkan pengamanan di perbatasan.
03:35Kemudian juga akan terlibat dalam pelatihan angkatan kepolisian dari masyarakat yang ada di situ.
03:43Kemudian juga aparatur Indonesia nanti akan terlibat juga dalam kegiatan demilitarization.
03:50Dalam hal ini mereka akan mengamati bagaimana terjadinya decommissioning.
03:55Jadi hamat ini adalah identifikasi dari persenjataan dan juga senjata itu hendaknya diproses
04:01sehingga tidak terkesan bahwa Indonesia dan juga kontingen ISF itu berlaku tidak adil.
04:07Karena tidak mustahil akan ada juga masyarakat yang memiliki senjata
04:11dan juga tidak mustahil juga ada orang-orang Israel di situ yang memiliki senjata.
04:16Kemudian tugas lain dari International Stabilization Force itu adalah humanitarian protection.
04:21Jadi untuk itu pimpinan kita nanti di sana dan juga awak dari International Stabilization Force itu
04:28harus punya kemampuan mengamati bagaimana jalur-jalur keluar masuk dari Gaza itu dan keluar.
04:34Dan juga mereka harus mengamati juga bagaimana secara bertahap pasukan Israel itu meninggalkan lokasi.
04:40Jadi ini adalah hal yang tidak mudah dan saya yakin sebelum anak-anak kita diberangkatkan ke sana
04:45karena mereka sudah tersiapkan untuk itu.
04:49Kemudian juga nanti dalam berhubungan dengan pimpinannya konon akan ditunjuk
04:54Mayor General Jasper Jeffers dari Amerika Serikat.
04:59Akan terjadi masalah baru semoga bisa diatasi karena Mayor General Jasper Jeffers ini
05:06akan menginduk kepada United Nations Central Command atau SENTCOM
05:10dan selama ini kita belum pernah masuk ke dalam SENTCOM.
05:14Nah jadi untuk itu kita hendaknya menyiapkan suatu transisi
05:17bahwa tugas Indonesia adalah sebatas di Gaza
05:20dan kita tidak akan terlibat dalam berbagai aksi dari US Central Command di berbagai belahan bumi.
05:26Karena itu jangan sampai nanti terkesan Indonesia itu merupakan bagian dari
05:33Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.
05:35Karena kalau kita ketahui United States Central Command itu reputasinya
05:40cukup banyak di dunia.
05:43Kemudian mereka itu sudah lama berdiri, berdiri tahun 1983
05:47dengan nama sebelumnya Rapid Deployment Joint Task Force.
05:51Kemudian mereka juga terlibat dalam penyelesaian berbagai krisis di Timur Tengah
05:55terutama sekali di Mesir, di Afrika, di Asia Tengah dan juga di Asia Selatan.
06:02Jadi untuk itu kita hendaknya berhati-hati jangan sampai nanti
06:04peran serta kita itu dianggap merupakan perpanjangan dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.
06:10Nah itu dia Pak Teguh yang kita khawatirkan memang khawatirnya kita jadi perpanjangan tangan
06:16dari Amerika Serikat maupun misalnya sekutu dekatnya Israel.
06:19Nah kemudian bagaimana kita bisa memastikan peranan kita di pasukan perdamaian ini
06:24untuk bisa menjaga security dan juga law enforcement.
06:27Ini kalau kata Kemlu kan sebelumnya tidak akan masuk ke ranah pertempuran
06:31maupun juga pelucutan senjata Hamas.
06:35Bagaimana kita bisa memastikan kita tidak terlibat di situ Pak?
06:39Disinilah perlunya dan juga pentingnya Indonesia berada di board office itu sejak dini.
06:44Karena dengan kita berada sejak dini kita bisa membangun kerangka pikir,
06:50kerangka job description, kerangka job specification dari stabilization force ini.
06:56Dan juga terutama sekali bagaimana hubungan antara seorang komandan dan wakil komandan.
07:01Dan karena komandannya adalah berpangkat bintang dua,
07:04tentunya kita juga harus menunjuk seseorang dengan pangkat bintang dua,
07:08tapi juga junior misalnya ya.
07:09Kemudian juga kita harus memikirkan secara psikologis.
07:12Karena kalau kita menunjuk seorang bintang dua yang lebih senior
07:15daripada Mayor General Jasper Jeffers, itu akan ada masalah psikologis.
07:20Karena di masa lalu dalam penunjukan seorang pimpinan dari UN Peacekeeping,
07:24kita pernah menunjuk seorang jenderal namanya Rais Abin.
07:28Tapi ternyata belakangan diketahui, begitu jenderal kita bintang satu,
07:34ternyata di sana itu pangkatnya sama.
07:37Ternyata pimpinannya adalah bintang dua.
07:42Jadi agar terjadi efektivitas, maka kita naikkan dulu pangkat dari jenderal tersebut.
07:48Kemudian kita juga pernah punya pengalaman dengan jenderal Hasnan Habib
07:52yang menangani hal-hal ini.
07:54Dan biasanya kalau pimpinan dari Indonesia yang bertugas di sana,
07:58itu urusan-urusan kepangkatan itu sudah beres di sana.
08:02Kemudian urusan pengetahuan atas struktur organisasi itu juga sudah jelas.
08:07Kemudian juga aturan-aturan dalam berhubungan dengan tokoh Amerika Serikat ini.
08:11Dan juga bagaimana cara tidak berhubungan nanti dengan Senkom.
08:14Karena jangan sampai nanti kan nggak lucu jenderal kita hormatnya kepada panglima dari Senkom
08:20itu bintang empat dari Amerika Serikat, dari Angkatan Laut bintang empat.
08:24Jadi tentunya hal-hal yang ewu-pakewu seperti ini hendaknya kita perhatikan.
08:29Jadi saya pikir seorang jenderal dari Indonesia cukup menjalankan fungsi-fungsi wakil,
08:34kemudian tapi memiliki kemampuan berinteraksi dengan Amerika Serikat.
08:39Dan untuk itu kan saya pikir tadi Pak Presiden mengatakan akan dipilih.
08:43Jadi tentunya tidak sulit memilih karena selama ini saya perhatikan jenderal-jenderal di Indonesia
08:48itu sudah terbiasa mengikuti program-program pelatihan di Amerika Serikat.
08:54Misalnya di Fort, namanya Fort ya, Fort Leavenworth, Fort Brake.
09:00Kemudian itu sudah biasa kita perhatikan misalnya di masa lalu.
09:03Pak Prabowo sendiri pernah berlatih di pangkalan Amerika Serikat.
09:06Kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah juga berlatih di sana.
09:11Dan biasanya perwira-perwira Indonesia kalau berlatih di luar negeri itu rankingnya selalu tinggi.
09:17Karena memang kita memilih prajurit-prajurit dan juga perwira-perwira yang sangat berkualitas.
09:24Karena mereka membawa nama baik bangsa Indonesia.
09:26Jadi saya tidak kaget kalau nanti ada wakil komandan dari Indonesia
09:30itu akan berpengaruh yang sangat aktif dalam berbagai forum-forum internasional
09:34di lingkungan International Stabilization Force dan juga di lingkungan PBB selanjutnya.
09:40Penunjukan komandan yang pas ini juga harus diperhatikan tentunya
09:44untuk tadi menjaga keseimbangan antara komandan juga wakil komandan di ISF.
09:50Sudah bergabung bersama kami, Sekjen Partai Demokrat Herman Heyron.
09:54Selamat pagi, Kang Hero.
09:57Pagi, selamat pagi.
09:59Kang Hero, tadi kita sudah bahas terkait bagaimana peran dari Indonesia nantinya
10:03ketika kita sudah menjadi wakil komandan dari ISF.
10:06Kalau menurut Anda sebagai partai pendukung pemerintah,
10:09seperti apa penunjukan Indonesia ini?
10:12Ya, saya kira ini sebuah penghargaan dan diplomasi yang luar biasa.
10:18Pak Prabowo tentu memiliki sesuatu atau strategi hubungan luar negeri yang baik.
10:27Tentu dengan dasar bahwa kita memiliki politik bebas aktif
10:32dan terus menjalin hubungan baik.
10:35Dan ini adalah sebuah komitmen.
10:37Bahwa kita bisa menunjukkan bukan hanya pada tataran diplomasi,
10:46tapi dengan kesiapan Pak Prabowo dengan 8.000 personil,
10:51bahwa ini adalah komitmen pasukan perdamaian.
10:54yang menurut saya bisa menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berbicara,
11:02tetapi juga menunjukkan kesiapannya.
11:05Bahkan ini merupakan wujud terhadap keinginan Indonesia yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto
11:13sebagai bagian dari solusi dua negara.
11:18Kalau tentu nanti ke depan pasukan ini bisa menjaga perdamaian dan pada akhirnya kemudian bisa mewujudkan
11:26dua negara yang merupakan solusi terbaik dari Palestina,
11:34tentu ini juga akan menjadi sebuah perjalanan sejarah.
11:39Kemudian juga ini adalah merupakan bagian kepercayaan dari berbagai negara,
11:46terutama Amerika yang saya kira Pak Prabowo karena pernah lama juga di Amerika,
11:52tahu bagaimana sesungguhnya memimpin sebuah pasukan perdamaian
11:58dan Indonesia punya pengalaman panjang lah untuk itu.
12:02Dan pada akhirnya ini kan juga akan menjadi langkah penting,
12:10proses diplomasi yang tentu dengan ditunjukkan dengan sebuah nilai-nilai
12:19yang bisa ditunjukkan kepada negara lain.
12:23Dan ini akan menurut saya akan menjadi kekuatan penting Indonesia ke depan.
12:28Ya, oke.
12:28Kang Hero ini yang jadi pertanyaan kami juga.
12:30Ini kan Kementerian Laut Negeri dari tanggal 15 Februari sudah menegaskan
12:34bahwa Indonesia tidak akan pernah terlibat dalam pertempuran
12:36maupun juga demilitarisasi Hamas seperti itu.
12:39Tapi dengan peran Indonesia sekarang sebagai wakil komandan dari ISF,
12:43kemudian bagaimana kita bisa tidak terlibat kalau kita saja sudah jadi wakil komandannya seperti itu?
12:50Ya, kan ini kan sudah satu board ya.
12:54Artinya kan menurut saya ini sebuah proses ya, sebuah proses transisi.
13:03Jadi, dan dengan bagian penting di dalam proses transisi
13:10dan menjadi wakil komandan di pasukan perdamaian ini,
13:15saya yakin punya cara lah.
13:17Punya cara bagaimana pendekatan-pendekatan penting
13:20antara kedua negara,
13:22diplomasi yang panjang tentu harus diteruskan
13:24dan tentu pada akhirnya ya kita bisa menciptakan perdamaian di sana.
13:29Ya, kita lihat saja dan saya meyakini
13:32Presiden Prabowo akan punya kemampuan untuk sampai ke arah perdamaian itu.
13:36Baik. Pertanyaannya sama saya tunjukkan ke Pak Teku.
13:39Pak Teku, kita sebagai wakil, posisi kita strategis
13:42di samping dari komandan dari ISF,
13:44ini kita semakin strategiskah, punya daya tawar yang besarkah juga
13:48untuk tidak ikut dalam demilitarisasi
13:50atau justru kita nanti ikut di komandan,
13:53ikut komandan ya seperti itu?
13:56Terima kasih.
13:57Pandangan dari Bapak Herman Heron itu sangat jelas itu.
14:00Karena kita memiliki pengalaman yang sangat banyak
14:03di berbagai forum internasional.
14:06Banyak sekali misi perdamaian yang sudah kita lakukan
14:09di berbagai belahan bumi.
14:11Dan tentunya kita memiliki data terbaik
14:13yang disebut best practices.
14:15Dan saya sangat berharap best practices itu dapat dibagikan Indonesia.
14:18Karena dibandingkan negara-negara lain,
14:20ya kita termasuk negara yang paling kaya pengalaman,
14:23ya kita termasuk negara yang sudah teruji dan terdeveloped sekaligus.
14:31Jadi untuk itu memang perlu konsultasi dengan semua anggota board of peace ya.
14:36Sehingga tidak terkesan bahwa Indonesia itu melangkah di luar koridor
14:41berlaku di board of peace.
14:43Jadi dengan keberadaan Pak Prabowo di dalam board of peace,
14:46dengan pengalamannya yang sangat tinggi,
14:48dan juga beliau alumnus dari berbagai pelatihan militer Amerika Serikat,
14:52saya pikir tidak sulit bagi Indonesia untuk mendapatkan praktek-praktek terbaik.
14:57Karena banyak sekali namanya misalnya task up, misalnya tugas-tugas akhir
15:00dari aparatur militer dari seluruh dunia yang bertugas di Amerika Serikat.
15:05Jadi Pak Prabowo punya kelebihan.
15:07Beliau bisa mengkombinasikan lembaga-lembaga pelatihan yang ada di Indonesia,
15:12di Asia Pasifik, di Asia Afrika, dan juga lembaga yang ada di Amerika Serikat.
15:17Jadi saya yakin nanti ide-ide yang datang dari Presiden kita itu
15:21dapat dikatakan lebih unggul dan lebih teruji
15:23daripada ide-ide yang datang dari negara-negara lain.
15:26Perlukah juga nih Pak Teku, bagaimana kita bisa membagi tugas yang jelas,
15:30batasan yang jelas, koridor yang jelas,
15:32di mana pasukan kita ditempatkan, apa saja peran mereka,
15:35tentunya untuk menjaga keselamatan pasukan kita juga di sana?
15:38Dan untuk itu memang diperlukan informasi yang sangat detail ya.
15:42Jadi kita bisa dalam kedudukan kita sebagai board of peace,
15:46dalam kedudukan kita sebagai wakil komandan,
15:48ya tentunya kita berhak mendapatkan data-data intelijen
15:51yang selama ini tidak kita miliki.
15:53Mungkin data-data intelijen yang kita peroleh ini kualitasnya akan ada lebih tinggi
15:57daripada data-data intelijen yang berada di media masa
16:00ataupun berada di kalangan tasa pertahanan di Timur Tengah.
16:06Karena biasanya intelijen Amerika Serikat itu sangat baik,
16:10memiliki teknologi remote sensing yang sangat baik,
16:13dan teruji di lapangan.
16:15Dan ini adalah suatu alih teknologi yang sangat bagus
16:18dari Amerika Serikat kepada anak-anak kita.
16:21Saya nyebut anak-anak karena pada setak Prabowo berbicara bulan Oktober silam,
16:25beliau menggunakan kata our sons and daughters.
16:28Jadi anak-anak kita ini saya yakin akan sangat banyak mendapatkan pengalaman
16:32di dalam international stabilization forces,
16:37dan tentunya hal ini ke depannya akan sangat membantu profesionalisme di kalangan
16:42tentara nasional Indonesia dalam penugasan mereka di berbagai belahan bumi
16:47dan juga profesionalisme mereka saat menjabat di dalam negeri sendiri.
16:51Baik, informasi intelijen sebagai wakil komandan ISF tentunya akan didapatkan di Indonesia,
16:56tapi saya mau ke Kang Hero-Kang Hero dengan kita sebagai wakil lagi-lagi gitu ya,
17:00dengan banyaknya informasi intelijen yang bisa kita terima,
17:03kemudian juga bisa memastikan posisi-posisi kita di mana saja,
17:07batasan-batasan kita di mana saja.
17:08Ini bagaimana kita bisa menjamin selamatan pasukan kita di sana, Kang Hero?
17:13Ya, kita bisa melihat dulu ya dari sebuah tujuan,
17:17bahwa apa yang hari ini diberikan kepercayaan kepada Indonesia
17:22ini merupakan keberhasilan dalam penguatan soft power dan kemimpinan global.
17:27Ini dulu yang penting.
17:28Dan tentu yang kedua, kita lihat dari komitmen Presiden Prabowo,
17:33bahwa dengan mempersiapkan personil yang profesional
17:37dan kemudian memberikan kepercayaan tingkat internasional pada hari ini
17:43karena dijadikan sebagai wakil komandan,
17:46dan tentu ini merupakan sebuah kepercayaan yang bernilai
17:52dan dipandang bahwa Indonesia cukup mumpuni dalam posisi menjadi sebuah negara
18:02yang mampu untuk menciptakan perdabean dunia.
18:05Peran aktif ini tentu akan memperkuat posisi Indonesia dalam forum-forum multilateral lainnya,
18:11termasuk menurut saya dalam upaya bagaimana mereformasi Dewan Kaman PBB di masa depan.
18:18Dan ini merupakan langkah maju lah gitu ya.
18:21Dan bagaimana teknisnya nanti tentu berkaitan dengan tingkat keamanan dan lain sebagainya.
18:28Ini kan bukan hanya menjadi tanggung jawab Indonesia,
18:31tentu ada beberapa negara yang telah bergabung di board office
18:35yang tentu juga di dalamnya ada Amerika Serikat,
18:38kemudian ada Israel, dan lain-lainnya yang tentu akan membawa
18:42hal-hal yang lebih penting kepada meja perdamaian.
18:46Dan kita berharap bahwa dengan adanya pasukan perdamaian ini
18:50bukan berarti kemudian kita terjun dalam sebuah konflik peperangan,
18:55tetapi justru dengan adanya ini adalah merupakan transisi pemerintahan
19:00menuju kepada pemerintahan yang teknokratis dan dirjalan dengan damai
19:06dan pada akhirnya kita bisa mewujudkan two-state solution.
19:11Oke, tadi juga sempat saya bahas bersama dengan Pak Tuku
19:15soal siapa kira-kira pemimpin ataupun komandan yang tepat
19:18untuk bisa memimpin Indonesia sebagai wakil komandan ISF di Gaza.
19:23Kalau menurut Kang Hero nih sebagai partai pendukung pemerintah,
19:27ada nggak nama yang disulukan ataupun misalnya pandangan terkait dengan siapa komandannya?
19:32Saya kira banyak pilihan ya, dan tentu kalau melihat dari perjalanan secara,
19:39Pak SP sendiri pernah menjadi komandan pasukan perdamaian
19:44di beberapa negara yang saya kira dari pengalaman-pengalaman panjang
19:50kemudian bisa didiskusikan dengan Pak Prabowo yang juga punya pengalaman panjang
19:56di dalam dunia militer dan bisa menilai sesungguhnya siapa,
20:00tentu ini kita serahkan saja profesionalitas kepada pimpinan negara ini
20:04untuk menunjuk siapa yang tepat untuk bisa memimpin pasukan perdamaian dari Indonesia,
20:11dan tentu akhirnya ini bisa mewujudkan misi negara bersama dengan negara-negara lainnya
20:19yang pada akhirnya bisa menciptakan perdamaian dunia.
20:22Oke, baik. Tentunya selain soal jumlah pasukan yang akan dikirim ke sana,
20:27tentunya kita juga bicara soal biaya tentunya,
20:29biaya yang kita harus keluarkan untuk bisa mengirimkan pasukan kita ke sana.
20:33Bagaimana kemudian dari Partai Demokrat melihat kemampuan kita sebagai sebuah negara di Indonesia
20:39yang mungkin punya fiskal yang sedang terjepit juga sekarang?
20:42Bagaimana Kang Hero melihatnya?
20:45Ya semuanya sudah dalam perhitungan menurut saya,
20:48karena pasti ya bukan kita hanya terjun dalam sebuah komitmen
20:54mewujudkan perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan dan berkonsekuensi terhadap biaya.
20:59Tapi pada sisi lain menurut saya ada tingkat kepercayaan yang semakin baik terhadap Indonesia,
21:06dan ini sesungguhnya juga akan menciptakan sebuah opportunity,
21:14dan ini akan berkembang menurut saya kepada diplomasi, ekonomi, dan lainnya.
21:18Tentu ada sesuatu yang ini menjadi bagian penting dalam prestasi bangsa kita,
21:25juga ini bisa mendatangkan hal lain.
21:28Dalam konteks politik dunia, kita semakin aktif,
21:33semakin bisa menunjukkan kapasitas, profesionalitas,
21:36dan bisa berhasil mewujudkan apa yang menjadi keinginan banyak bangsa-bangsa.
21:41Saya kira pada sisi lain juga ini juga akan mewujudkan opportunity lain
21:46yang juga bisa meningkatkan perekonomian bangsa.
21:49Dan kewajiban menciptakan perdamaian dunia kan bukan hanya menjadi kewajiban bangsa kita,
21:56tentu pada akhirnya nanti hal-hal seperti ini akan menjadi pertimbangan.
22:00Dan saya meyakini Presiden Prabowo Subianto sudah mempertimbangkan
22:04dengan matang persoalan konsekuensi dan apa yang tentu menjadi resiko
22:11terhadap keterlibatan kita di dalam komitmen ini.
22:16Oke, baik. Sudah dipertimbangkan pastinya oleh Pak Presiden terkait dengan biaya.
22:21Kembali saya ke Pak Tuku.
22:23Pak Tuku, ini kita Indonesia tidak hanya satu-satunya negara yang mengirimkan pasukan
22:27yang sudah berkomitmen dari lima negara,
22:29termasuk Indonesia ada Maroko, kemudian Kazakhstan, ada Kosovo, ada Albania juga.
22:33Ini bagaimana kemudian kita nanti bisa berkolaborasi,
22:37bekerjasama dengan tujuan yang sama mungkin?
22:39Bagaimana kemudian kita bisa menyatukan ide dan juga gagasan yang sama
22:43untuk perdamaian Palestina dan juga untuk solusi dua negara?
22:48Memang disinilah peranan hubungan internasional ya.
22:52Kita memiliki hubungan baik dengan negara-negara tersebut di level bilateral,
22:56misalnya dengan Moroko, dengan Albania, dengan Kosovo, dengan Kazakhstan.
23:01Nah, dengan adanya hubungan baik tersebut, maka kita sudah mengerti
23:05bagaimana proses perkembangan militer dan kepolisian yang ada di sana.
23:09Bahkan kalau nanti misalnya dari Turki juga akan ada timnya,
23:13kita juga sudah memiliki hubungan yang baik dengan Turki,
23:15apalagi di dalam berbagai forum-forum kerjasama bilateral dan juga mixta misalnya.
23:21Kemudian juga kita juga sadar bahwa untuk itu diperlukan memang seleksi
23:27anak-anak kita yang nanti masuk ke dalam stabilization force itu yang benar-benar siap pakai,
23:34yang sudah bukan hanya terlatih dengan baik,
23:38tapi juga sudah mengikuti seleksi psikologi sebelum mereka berangkat.
23:42Dan ini juga hal-hal yang harus kita, yang juga harus pikirkan.
23:45Kemudian juga bagi para operator Indonesia, nanti yang levelnya lebih senior,
23:50tentunya kan mereka sudah harus mengerti, sehingga tidak perlu belajar lagi.
23:55Karena pelatihan di sentul itu sudah sangat bagus.
23:58Jadi nanti mereka sudah mengerti bagaimana yang namanya transisi pemerintahan,
24:02kemudian bagaimana prosedur bekerja secara damai,
24:05dan juga mereka sudah siap dari segi profesionalism.
24:10Mereka sudah terlatih secara meritokrasi, dan juga mereka sudah juga memenuhi kriteria kapabilitas dan akseptabilitas.
24:17Jadi ini yang harus kita yakinkan pada diri kita sendiri bahwa
24:21anak-anak kita yang berkat nanti itu sudah siap pakai,
24:24sudah siap berinteraksi secara lintas kelembagaan,
24:27dan juga setaat pada hukum internasional,
24:29dan benar-benar mampu menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila di lingkungan yang baru tersebut.
24:35Karena lingkungan baru tersebut tidak aman-aman saja.
24:37Itu kita berhadapan di satu lingkungan di mana masyarakatnya,
24:40satu keluarga itu pasti ada beberapa orang yang sudah meninggal.
24:43Pasti ada mereka yang menyaksikan bagaimana anak kecil itu meninggal.
24:47Mereka sudah melihat juga bagaimana bom itu bekerja.
24:50Dan juga harus diperhatikan nanti anak-anak kita yang bertugas di bidang zeni,
24:54itu harus berhati-hati sekali.
24:55Kalau berurusan dengan puing-puing bangunan,
24:59itu barangkali suasana kejiwanya akan lain.
25:03Kemudian juga di bekas-bekas wilayah yang sudah dibom tersebut,
25:07tidak mustahil itu masih ada bom yang bekerja.
25:09Kemudian juga tidak mustahil masih ada sisa-sisa kimia yang sangat berbahaya.
25:15Jadi untuk itu mohon Indonesia benar-benar mempersiapkan tim Indonesia,
25:20sehingga benar-benar siap datang ke sana dan siap bertugas dan siap untuk berprestasi.
25:25Dan untuk itu saya berharap ini merupakan suatu lahan
25:28buat diplomasi publik Indonesia di level internasional.
25:31Karena belum pernah kejadian kita datang kepada suatu misi yang luar biasa ini
25:39dan yang masih banyak dipertanyakan oleh kalangan PBB sekaligus.
25:42Dan untuk itu tentunya kita harus benar-benar serius.
25:46Karena kalau kita perhatikan hari ini,
25:48PBB itu masih mengadakan pertemuan sampai kemarin.
25:52Mereka masih membahas situasi di Timur Tengah
25:55dan mereka juga mengkritisi gejolak yang terjadi di West Bank.
26:00Jadi kedepannya saya pikir bom of peace yang ada di Indonesia juga sudah berbicara juga.
26:05Bukan hanya soal Gaza,
26:06tapi juga perkembangan di West Bank yang sangat menguatirkan.
26:09Oke, baik. Terakhir saya ke Kang Hero.
26:11Kang Hero tadi sempat disebutkan juga oleh Pak Tuku.
26:14Bagaimana kita bisa mempersiapkan 8.000 pasukan kita
26:17untuk bisa berangkat ke sana dalam keadaan siap,
26:19baik secara fisik, psikologis, juga maupun teknis.
26:21Masukan Anda untuk pemerintah.
26:25Ya, semoga ini bisa dijalankan misi ini dengan baik.
26:31Dan tentu ada manfaat penting bagi kita
26:35bagaimana dengan pengiriman pasukan dengan skala besar ini
26:39akan memberikan keuntungan teknis pertahanan bagi nasional kita.
26:45Dan tentu pengalaman operasional personel TNI
26:48akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.
26:53Karena di sana akan kita dihadapkan dengan pengelolaan zona konflik
26:57yang kompleks dan berteknologi.
27:00Dan tentu pengalaman ini akan menjadikan hubungan baik
27:03dengan negara-negara lain dalam meningkatkan akses
27:07akusisi terhadap alutsista yang lebih modern.
27:10Ini penting gitu ya.
27:12Dan pengalaman ini tentu akan menjadi pengalaman berharga,
27:15akan tercatat dalam sejarah.
27:18Dan mudah-mudahan ini adalah jalan terbaik
27:21menuju kepada pembentukan to state solution
27:24yang pada akhirnya Indonesia berperan aktif
27:27dan pada akhirnya juga akan memberikan kepercayaan dunia.
27:31Indonesia bagian penting di dalam percaturan dunia internasional.
27:36Dan mudah-mudahan bisa didukung penuh oleh negara-negara
27:40yang saat ini terlibat langsung di dalamnya.
27:43Dan pada akhirnya pengiriman pasukan perdamaian
27:47bukan untuk berperang.
27:48Tetapi tentu untuk bisa mewujudkan
27:52sebuah transisi pemerintahan yang teknokratis
27:55dan tentu pada akhirnya bisa menjadi negara yang damai,
27:59menciptakan sebuah hubungan baik antar negara
28:02dan pada akhirnya Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari semua ini.
28:07Itu yang kita harapkan bersama-sama Indonesia
28:09apapun posisinya, apapun jabatannya
28:11dan apapun seberapapun besar perannya
28:14ini adalah konsisten untuk mewujudkan perdamaian di Palasina
28:18dan juga mewujudkan solusi dua negara.
28:20Terima kasih Pak Tuku Reza Syah,
28:23Pak Karhubungan Internasional Presiden Universiti
28:25dan juga Kang Herman Heyron, Sekjen Partai Demokrat
28:28sudah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia Pagi.
28:30Selamat pagi.
Komentar