Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto sudah tiba di Amerika Serikat. Prabowo akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace dan rencana penandatanganan tarif resiprokal dengan Presiden Donald Trump.

Presiden Prabowo tiba di Pangkalan Militer Andrews, Maryland, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) siang waktu setempat, disambut sejumlah pejabat AS dan Indonesia.

Prabowo kemudian bertolak ke hotel tempatnya menginap di Washington DC dan langsung menyapa puluhan diaspora yang menyambut kedatangannya.

Dalam lawatannya ke AS, Prabowo rencananya akan menghadiri pertemuan perdana soal Board of Peace pada 19 Februari mendatang.

Agenda lainnya yaitu penandatanganan tarif resiprokal dengan Presiden Donald Trump.

Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, di New York, Amerika Serikat, Senin (16/2/2026) waktu setempat.

Sugiono menegaskan dukungan penuh Indonesia bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan melalui solusi dua negara.

Sugiono juga menyampaikan rencana partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC pekan ini, bersama sejumlah pemimpin dunia.

Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump di Amerika Serikat.

Peran apa yang bisa diambil Indonesia dalam pertemuan itu demi masa depan Palestina? Kami akan membahasnya bersama Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Yulius Purwadi Hermawan.

Baca Juga Prabowo Hadiri KTT Board of Peace, Pengamat: Indonesia Siap Mainkan Peran Vital di https://www.kompas.tv/internasional/651470/prabowo-hadiri-ktt-board-of-peace-pengamat-indonesia-siap-mainkan-peran-vital

#prabowo #trump #palestine

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/651498/full-pakar-hi-unpar-desak-prabowo-tuntut-transparansi-rencana-trump-di-board-of-peace
Transkrip
00:16PEMBICARA 1
00:48PEMBICARA 1
01:01Saudara Kompas TV lawatan malam pertama Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat.
01:06Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan menemui pengusaha yang diagenakan pada 18 Februari 2026.
01:15Apa yang akan dibicarakan tentu saja hubungan dagang antara Indonesia juga dengan Amerika Serikat dan beberapa sektor usaha
01:22yang kemudian menjadi komoditas paling strategis antara Indonesia dan juga Amerika Serikat.
01:29Nah kalau dilihat memang agenda besar yang harus diemban Presiden Prabowo Subianto dalam lawatannya kali ini ada dua
01:36yaitu terkait dengan pertemuan perdana Board of Peace yang akan diselenggarakan langsung oleh Presiden Donald Trump
01:44dan juga yang kedua terkait dengan rencana penanda tanganan kesepakatan tarif resiprokal
01:50yang dijanjikan oleh Presiden Donald Trump usai keanggotaan Indonesia dalam BOP.
01:56Nah agenda terakhir yang kemudian menjadi sangat penting juga adalah kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dengan Amerika Serikat
02:04mengingat hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat ini sangat besar dengan nilai perdagangan yang juga terus meningkat setiap tahunnya
02:13dan ini juga mengingat bahwa tarif resiprokal ini nantinya akan berdampak pada sektor-sektor tentu
02:20apalagi sektor strategis yang akan diekspor Indonesia ke Amerika Serikat.
02:24Namun hal ini Indonesia harus tetap optimis karena kemarin yang dijanjikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto
02:33sebagai salah satu negosiator yang menyebutkan bahwa memang sampai saat ini kesepakatannya adalah 19% dari terakhir negosiasi yang sudah
02:42dilakukan
02:42tetapi hal ini bisa saja berada di bawah angka tersebut atau bisa mencapai 0% untuk sektor-sektor tertentu yang
02:51kemudian sangat dibutuhkan oleh Amerika Serikat
02:53untuk kemudian dikabulkan begitu tarifnya oleh Presiden Donald Trump.
02:58Kita akan nantikan bersama apakah Presiden Prabowo Subianto akan membawa oleh-oleh segar untuk Indonesia dari lawatannya kali ini
03:07atau justru negosiasinya akan semakin alot mengingat karakter dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
03:13Alvanya Rizky, Kompas TV, Washington DC
03:19Sementara itu Saudara Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansur
03:26di New York, Amerika Serikat pada Senin waktu setempat.
03:30Sugiono menegaskan dukungan penuh Indonesia bagi perdamaian yang adil dan berkelajutan melalui solusi dua negara.
03:37Sugiono juga menyampaikan rencana partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC.
03:44Pekan ini bersama sejumlah memimpin dunia.
03:55Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump di Amerika Serikat,
04:00peran apa yang bisa diambil Indonesia dalam pertemuan itu demi masa depan Palestina.
04:05Kami akan membahasnya bersama pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan, Julius Purwadi Hermawan.
04:11Mas Julius, selamat petang.
04:14Selamat petang Mas Dipo.
04:15Mas Julius, saya ingin tanyakan langsung, bagaimana Anda membaca jalannya pertemuan Perdana Board of Peace yang kemudian dihadiri oleh Presiden
04:22Prabowo Subianto nanti?
04:23Ya, ini akan menjadi saat yang sangat penting untuk Prabowo.
04:28Presiden Prabowo membuktikan bahwa benar Indonesia siap untuk memainkan peran yang vital.
04:35Peran vital itu seperti apa?
04:37Memastikan bahwa Board of Peace itu nanti tujuannya jelas untuk kemerdekaan Palestina, bukan untuk kepentingan yang lain.
04:45Nah, disitulah saya kira hal-hal yang harus ditunjukkan oleh Presiden kita.
04:51Oke, artinya ini akan menjadi gambaran apakah kemudian Indonesia betul-betul siap untuk mengambil peran vital di Board of Peace.
04:57Saya ingin tegaskan lagi, apa yang kemudian harus diprioritaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan nanti?
05:02Mas Julius.
05:03Ya, pertama saya harus melihat bahwa Board of Peace bekerja dalam ranah kerangka mandat PBB.
05:13Dalam mana ini kita bicara di KPBP 2803.
05:17Lalu termasuk di dalamnya adalah IESF, International Stabilization Force, juga menjadi bagian dari proses itu.
05:25Kritik kan sudah muncul ya, bahwa Board of Peace sudah punya kelemahan, IESF saya kira cacat gitu ya.
05:31Nah, Presiden kita tetap bersikukuh gitu.
05:34Ini adalah satu-satunya ruang yang tersedia bagi Indonesia untuk membuktikan kita bisa berperan untuk bangsa Palestina.
05:43Dan ini menurut saya itu saatnya.
05:45Jadi di dalam pertemuan itu gitu, harusnya Pak Bro akan menyampaikan begini.
05:51Pastikan ini dalam kerangka mandat PBB.
05:55Oke.
05:56Yang kedua, menurut saya rambut-rambut yang kedua itu saja adalah tujuannya two-state solution.
06:01Bukan one-state solution.
06:03Saya kira itu dua kunci utama, Mas Dipo.
06:05Oke, two-state solution ini yang kemudian betul-betul harus didorong oleh negara kita lah.
06:09Tapi pertanyaannya bagaimana Indonesia bisa memastikan solusi dua negara ini bisa dipahami oleh negara anggota Dewan Pertamaian,
06:15khususnya Amerika Serikat, dan tidak terkecuali Israel yang kemudian juga sudah bergabung?
06:20Ya, ada strategi menurut saya.
06:23Pertama, bertemulah dengan like-minded countries.
06:26Ingat, disitu ada Turki, ada Yordania, ada Arab Saudi.
06:30Mereka kan sebenarnya punya ide yang sama tentang bagaimana seharusnya kita bisa membangun perdamaian untuk orang-orang Palestina.
06:37Bertemulah dengan mereka.
06:39Jangan bermain dengan individua.
06:40Saya nggak membayangkan seorang Presiden Prabowo bisa memenangkan negosiasi terkait dengan board of peace, terkait dengan pembentukan ISF, kalau bermain
06:51sendiri.
06:52Mas Dipo, itu pandangan saya.
06:54Oke, apakah itu hal yang kemudian akan menjadi strategi utama menurut Anda yang kemudian akan digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto
07:01atau mungkin ada opsi-opsi lain?
07:03Mas Yulius?
07:04Ya, sayang kita tidak mendengar bahwa setelah dilakukan kajian yang mendalam, sudah dirumuskan strategi yang holistik gitu ya.
07:13Kecuali kita mendengar bahwa board of peace dan ISF itu adalah satunya solusi yang tersedia untuk bangsa Palestina.
07:21Saya agak khawatir kita tidak punya strategi gitu.
07:23Tapi strategi yang paling mungkin adalah, karena nanti akan bertemu besok ya, saya kira akan memulai pembahasan di Washington, di
07:30summit gitu ya.
07:30Dan itu saya kira Indonesia harus menyampaikan, kalau saya menyarankan semalam ini cobalah bernegosiasi juga, bertemu juga dengan negara-negara
07:38yang punya ide yang sama, punya empati yang sama dengan bangsa Palestina.
07:43Oke, bahwa sebelumnya...
07:45Saya tidak membayangkan ada strategi yang lain gitu ya.
07:48Kecuali kita memanfaatkan pendekatan kita, hubungan personal Presiden Prabowo dengan Presiden Trump.
07:55Oke, bahwa kita tahu juga sebelumnya menjadi perhatian, Israel beberapa kali juga masih menyerang Gaza, kemudian juga Hamas meminta Dewan
08:02Perdamaian atau Board of Peace ini mendesak Israel untuk menghentikan serangan ke Gaza.
08:06Bagaimana memastikan Israel ini tidak lagi melakukan penyerangan di Gaza? Mas Julius?
08:11Nah, itu sulit ya. Sangat sulit.
08:13Karena selama ini negosiasi sudah berlangsung, ada kesepakatan dan tidak ada yang permanen.
08:18Itu sangat sulit. Sehingga saya pribadi sangat skeptis ya.
08:21Pengiriman pasukan Indonesia yang 8 ribu, saya pernah sampaikan di dialog petang juga, itu akan mengubah situasi.
08:27Apalagi kesan kita, kesan Indonesia terburu-buru ya, mengiripkannya.
08:34Nah, bayangan saya sebetulnya, besok bisa dengar dulu rencana dari Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
08:42Donald Trump sebagai chair dan Presiden Amerika Serikat sebagai anggota Board of Peace.
08:47Disini saya kira sangat unik gitu ya, dengar dulu apa rencananya gitu ya.
08:50Baru kemudian kita bisa menyampaikan Indonesia bisa apa, komitmen apa yang Indonesia berikan.
08:55Posisi ini kurang lebih sama dengan Arab Saudi.
08:57Arab Saudi juga sudah menyampaikan sangat jelas, belum bisa berkomitmen sampai mendengar dengan gamblang terus terang-benderang gitu.
09:06Apa rencana Presiden Donald Trump terkait dengan Board of Peace dan proses selanjutnya.
09:12Oke, artinya penjelasan soal makna dari Board of Peace termasuk perannya terhadap Gaza ataupun Palestina,
09:19ini harus betul-betul menjadi pembahasan yang di-clearkan dalam pertemuan perdana ini, Mas Julius.
09:24Saya kira ya, dan itu sudah bisa ditawar.
09:27Dan kita hanya bisa menyampaikan komitmen kita kalau belak-belakan, kalau semuanya clear, transparan,
09:34visinya jelas, termasuk juga timeline-nya.
09:39Menurut saya itu dulu gitu ya, dan besok harusnya disepakai di situ gitu.
09:42Mas Dippo, saya sendiri jujur skeptis ya, saya harus sampaikan juga,
09:46bisa nggak Indonesia menyampaikan itu gitu, meminta itu gitu.
09:52Clearance, sesuatu yang transparan dari Presiden Donald Trump
09:55untuk apa sih sebetulnya rencana yang akan dilakukan terkait dengan rekonstruksi di Gaza.
10:04Oke, di sisi lain juga Menlu sudah bertemu dengan wakil tetap Palestina untuk PBB.
10:09Anda membacanya seperti apa pertemuan ini?
10:12Ya, wakil Palestina itu sangat jelas.
10:14Bahwa semua proses perdamaian di Palestina, termasuk di Gaza, itu harus dalam mandat PBB.
10:22Itu clear sekali gitu.
10:23Dan saya berharap pertemuan Menteri Luar Negeri kita dengan perwakilan dari Palestina,
10:28itu juga clear, terang beneran.
10:29Dan seharusnya, dengan saya, Pak Menli juga mencatat dengan baik,
10:34lalu kemudian besok akan dibawa, disampaikan oleh Presiden kita,
10:38bahwa ayo kita bicara sesuai dengan track multilateralisme.
10:42Mandat harus jelas.
10:44Mas Dippo.
10:45Oke, artinya tidak hanya BOP, tetapi juga melalui PBB,
10:50Indonesia masih terus bisa bersuara untuk kemudian menyatakan sikapnya untuk mendukung Palestina.
10:54Ya, sayangnya sekarang jalurnya kan terpisah ya.
10:58BOP itu sendiri, lalu kemudian PBB terpisah gitu.
11:02Dalam hal ini saya bicara soal DKPBB.
11:04Dan Indonesia kan tidak menjadi anggota DKPBB.
11:07Bukan anggota, tidak tetap juga bukan gitu ya.
11:10Tetapi Indonesia bisa menyalurkan pandangannya,
11:12kepada mereka yang sekarang ada yang duduk di DKPBB.
11:15Untuk proaktif, saya kira menyampaikan pentingnya DKPBB menjadi proaktif,
11:20dalam kasus pembentukan BOP yang tidak sesuai dengan mandat PBB.
11:23Oke, bahwa tentu menjadi menarik juga melihat dinamika politik yang ada di dunia saat ini.
11:30Apakah menurut Anda Dewan Perdamaian bisa memberikan solusi bagi Gaza
11:34dan tidak jadi alat kepentingan bagi negara tertentu, Mas Yulius?
11:38Nah, itu yang saya khawatir betul ya.
11:40Bahwa kalau kita membaca dari awal,
11:42BOP ini sepertinya lebih condong ada alat kepentingan.
11:46Kepentingan atas nama kemerdekaan Palestina,
11:50martabat bangsa Palestina gitu ya.
11:53Lalu muncullah BOP ini.
11:55Dan kalau kita cermati charter dari BOP itu kan banyak kejanggalan.
11:59Saya kira ini sudah disampaikan oleh banyak pakar HI,
12:02termasuk juga oleh diploma-diploma senior gitu, kejanggalan-kejanggalan itu gitu.
12:06Tetapi lagi kan rasionalisasi kita nyebut bahwa BOP ini kan satu-satunya jalan sekarang,
12:11nggak ada yang lain gitu.
12:12Nggak ada yang lain gitu.
12:13Nah, kalau nggak ada yang lain, sekarang tinggal gimana kita memainkan strategi yang efektif
12:19yang saya bayangkan sudah disiapkan oleh negosiator-negosiator kita,
12:24oleh alih-alih strategi kita yang sekarang bergabung di Washington gitu.
12:27Harapan saya itu gitu.
12:28Baik.
12:29Baik.
12:29Tentu kita sama-sama menunggu peran vital dan juga strategi dari negara kita
12:33untuk betul-betul berperan dalam pertemuan Perdana Board of Peace,
12:36termasuk juga untuk mendukung Palestina.
12:38Terima kasih Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahiangan,
12:41Mas Julius Purwadi Hermawan, telah bergabung di Kompas Petang.
12:45Terima kasih Mas Dipo.
12:46Terima kasih Mas Dipo.
Komentar

Dianjurkan