00:16PEMBICARA 1
00:48PEMBICARA 1
01:01Saudara Kompas TV lawatan malam pertama Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat.
01:06Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan menemui pengusaha yang diagenakan pada 18 Februari 2026.
01:15Apa yang akan dibicarakan tentu saja hubungan dagang antara Indonesia juga dengan Amerika Serikat dan beberapa sektor usaha
01:22yang kemudian menjadi komoditas paling strategis antara Indonesia dan juga Amerika Serikat.
01:29Nah kalau dilihat memang agenda besar yang harus diemban Presiden Prabowo Subianto dalam lawatannya kali ini ada dua
01:36yaitu terkait dengan pertemuan perdana Board of Peace yang akan diselenggarakan langsung oleh Presiden Donald Trump
01:44dan juga yang kedua terkait dengan rencana penanda tanganan kesepakatan tarif resiprokal
01:50yang dijanjikan oleh Presiden Donald Trump usai keanggotaan Indonesia dalam BOP.
01:56Nah agenda terakhir yang kemudian menjadi sangat penting juga adalah kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dengan Amerika Serikat
02:04mengingat hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat ini sangat besar dengan nilai perdagangan yang juga terus meningkat setiap tahunnya
02:13dan ini juga mengingat bahwa tarif resiprokal ini nantinya akan berdampak pada sektor-sektor tentu
02:20apalagi sektor strategis yang akan diekspor Indonesia ke Amerika Serikat.
02:24Namun hal ini Indonesia harus tetap optimis karena kemarin yang dijanjikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto
02:33sebagai salah satu negosiator yang menyebutkan bahwa memang sampai saat ini kesepakatannya adalah 19% dari terakhir negosiasi yang sudah
02:42dilakukan
02:42tetapi hal ini bisa saja berada di bawah angka tersebut atau bisa mencapai 0% untuk sektor-sektor tertentu yang
02:51kemudian sangat dibutuhkan oleh Amerika Serikat
02:53untuk kemudian dikabulkan begitu tarifnya oleh Presiden Donald Trump.
02:58Kita akan nantikan bersama apakah Presiden Prabowo Subianto akan membawa oleh-oleh segar untuk Indonesia dari lawatannya kali ini
03:07atau justru negosiasinya akan semakin alot mengingat karakter dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
03:13Alvanya Rizky, Kompas TV, Washington DC
03:19Sementara itu Saudara Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansur
03:26di New York, Amerika Serikat pada Senin waktu setempat.
03:30Sugiono menegaskan dukungan penuh Indonesia bagi perdamaian yang adil dan berkelajutan melalui solusi dua negara.
03:37Sugiono juga menyampaikan rencana partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC.
03:44Pekan ini bersama sejumlah memimpin dunia.
03:55Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump di Amerika Serikat,
04:00peran apa yang bisa diambil Indonesia dalam pertemuan itu demi masa depan Palestina.
04:05Kami akan membahasnya bersama pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan, Julius Purwadi Hermawan.
04:11Mas Julius, selamat petang.
04:14Selamat petang Mas Dipo.
04:15Mas Julius, saya ingin tanyakan langsung, bagaimana Anda membaca jalannya pertemuan Perdana Board of Peace yang kemudian dihadiri oleh Presiden
04:22Prabowo Subianto nanti?
04:23Ya, ini akan menjadi saat yang sangat penting untuk Prabowo.
04:28Presiden Prabowo membuktikan bahwa benar Indonesia siap untuk memainkan peran yang vital.
04:35Peran vital itu seperti apa?
04:37Memastikan bahwa Board of Peace itu nanti tujuannya jelas untuk kemerdekaan Palestina, bukan untuk kepentingan yang lain.
04:45Nah, disitulah saya kira hal-hal yang harus ditunjukkan oleh Presiden kita.
04:51Oke, artinya ini akan menjadi gambaran apakah kemudian Indonesia betul-betul siap untuk mengambil peran vital di Board of Peace.
04:57Saya ingin tegaskan lagi, apa yang kemudian harus diprioritaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan nanti?
05:02Mas Julius.
05:03Ya, pertama saya harus melihat bahwa Board of Peace bekerja dalam ranah kerangka mandat PBB.
05:13Dalam mana ini kita bicara di KPBP 2803.
05:17Lalu termasuk di dalamnya adalah IESF, International Stabilization Force, juga menjadi bagian dari proses itu.
05:25Kritik kan sudah muncul ya, bahwa Board of Peace sudah punya kelemahan, IESF saya kira cacat gitu ya.
05:31Nah, Presiden kita tetap bersikukuh gitu.
05:34Ini adalah satu-satunya ruang yang tersedia bagi Indonesia untuk membuktikan kita bisa berperan untuk bangsa Palestina.
05:43Dan ini menurut saya itu saatnya.
05:45Jadi di dalam pertemuan itu gitu, harusnya Pak Bro akan menyampaikan begini.
05:51Pastikan ini dalam kerangka mandat PBB.
05:55Oke.
05:56Yang kedua, menurut saya rambut-rambut yang kedua itu saja adalah tujuannya two-state solution.
06:01Bukan one-state solution.
06:03Saya kira itu dua kunci utama, Mas Dipo.
06:05Oke, two-state solution ini yang kemudian betul-betul harus didorong oleh negara kita lah.
06:09Tapi pertanyaannya bagaimana Indonesia bisa memastikan solusi dua negara ini bisa dipahami oleh negara anggota Dewan Pertamaian,
06:15khususnya Amerika Serikat, dan tidak terkecuali Israel yang kemudian juga sudah bergabung?
06:20Ya, ada strategi menurut saya.
06:23Pertama, bertemulah dengan like-minded countries.
06:26Ingat, disitu ada Turki, ada Yordania, ada Arab Saudi.
06:30Mereka kan sebenarnya punya ide yang sama tentang bagaimana seharusnya kita bisa membangun perdamaian untuk orang-orang Palestina.
06:37Bertemulah dengan mereka.
06:39Jangan bermain dengan individua.
06:40Saya nggak membayangkan seorang Presiden Prabowo bisa memenangkan negosiasi terkait dengan board of peace, terkait dengan pembentukan ISF, kalau bermain
06:51sendiri.
06:52Mas Dipo, itu pandangan saya.
06:54Oke, apakah itu hal yang kemudian akan menjadi strategi utama menurut Anda yang kemudian akan digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto
07:01atau mungkin ada opsi-opsi lain?
07:03Mas Yulius?
07:04Ya, sayang kita tidak mendengar bahwa setelah dilakukan kajian yang mendalam, sudah dirumuskan strategi yang holistik gitu ya.
07:13Kecuali kita mendengar bahwa board of peace dan ISF itu adalah satunya solusi yang tersedia untuk bangsa Palestina.
07:21Saya agak khawatir kita tidak punya strategi gitu.
07:23Tapi strategi yang paling mungkin adalah, karena nanti akan bertemu besok ya, saya kira akan memulai pembahasan di Washington, di
07:30summit gitu ya.
07:30Dan itu saya kira Indonesia harus menyampaikan, kalau saya menyarankan semalam ini cobalah bernegosiasi juga, bertemu juga dengan negara-negara
07:38yang punya ide yang sama, punya empati yang sama dengan bangsa Palestina.
07:43Oke, bahwa sebelumnya...
07:45Saya tidak membayangkan ada strategi yang lain gitu ya.
07:48Kecuali kita memanfaatkan pendekatan kita, hubungan personal Presiden Prabowo dengan Presiden Trump.
07:55Oke, bahwa kita tahu juga sebelumnya menjadi perhatian, Israel beberapa kali juga masih menyerang Gaza, kemudian juga Hamas meminta Dewan
08:02Perdamaian atau Board of Peace ini mendesak Israel untuk menghentikan serangan ke Gaza.
08:06Bagaimana memastikan Israel ini tidak lagi melakukan penyerangan di Gaza? Mas Julius?
08:11Nah, itu sulit ya. Sangat sulit.
08:13Karena selama ini negosiasi sudah berlangsung, ada kesepakatan dan tidak ada yang permanen.
08:18Itu sangat sulit. Sehingga saya pribadi sangat skeptis ya.
08:21Pengiriman pasukan Indonesia yang 8 ribu, saya pernah sampaikan di dialog petang juga, itu akan mengubah situasi.
08:27Apalagi kesan kita, kesan Indonesia terburu-buru ya, mengiripkannya.
08:34Nah, bayangan saya sebetulnya, besok bisa dengar dulu rencana dari Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
08:42Donald Trump sebagai chair dan Presiden Amerika Serikat sebagai anggota Board of Peace.
08:47Disini saya kira sangat unik gitu ya, dengar dulu apa rencananya gitu ya.
08:50Baru kemudian kita bisa menyampaikan Indonesia bisa apa, komitmen apa yang Indonesia berikan.
08:55Posisi ini kurang lebih sama dengan Arab Saudi.
08:57Arab Saudi juga sudah menyampaikan sangat jelas, belum bisa berkomitmen sampai mendengar dengan gamblang terus terang-benderang gitu.
09:06Apa rencana Presiden Donald Trump terkait dengan Board of Peace dan proses selanjutnya.
09:12Oke, artinya penjelasan soal makna dari Board of Peace termasuk perannya terhadap Gaza ataupun Palestina,
09:19ini harus betul-betul menjadi pembahasan yang di-clearkan dalam pertemuan perdana ini, Mas Julius.
09:24Saya kira ya, dan itu sudah bisa ditawar.
09:27Dan kita hanya bisa menyampaikan komitmen kita kalau belak-belakan, kalau semuanya clear, transparan,
09:34visinya jelas, termasuk juga timeline-nya.
09:39Menurut saya itu dulu gitu ya, dan besok harusnya disepakai di situ gitu.
09:42Mas Dippo, saya sendiri jujur skeptis ya, saya harus sampaikan juga,
09:46bisa nggak Indonesia menyampaikan itu gitu, meminta itu gitu.
09:52Clearance, sesuatu yang transparan dari Presiden Donald Trump
09:55untuk apa sih sebetulnya rencana yang akan dilakukan terkait dengan rekonstruksi di Gaza.
10:04Oke, di sisi lain juga Menlu sudah bertemu dengan wakil tetap Palestina untuk PBB.
10:09Anda membacanya seperti apa pertemuan ini?
10:12Ya, wakil Palestina itu sangat jelas.
10:14Bahwa semua proses perdamaian di Palestina, termasuk di Gaza, itu harus dalam mandat PBB.
10:22Itu clear sekali gitu.
10:23Dan saya berharap pertemuan Menteri Luar Negeri kita dengan perwakilan dari Palestina,
10:28itu juga clear, terang beneran.
10:29Dan seharusnya, dengan saya, Pak Menli juga mencatat dengan baik,
10:34lalu kemudian besok akan dibawa, disampaikan oleh Presiden kita,
10:38bahwa ayo kita bicara sesuai dengan track multilateralisme.
10:42Mandat harus jelas.
10:44Mas Dippo.
10:45Oke, artinya tidak hanya BOP, tetapi juga melalui PBB,
10:50Indonesia masih terus bisa bersuara untuk kemudian menyatakan sikapnya untuk mendukung Palestina.
10:54Ya, sayangnya sekarang jalurnya kan terpisah ya.
10:58BOP itu sendiri, lalu kemudian PBB terpisah gitu.
11:02Dalam hal ini saya bicara soal DKPBB.
11:04Dan Indonesia kan tidak menjadi anggota DKPBB.
11:07Bukan anggota, tidak tetap juga bukan gitu ya.
11:10Tetapi Indonesia bisa menyalurkan pandangannya,
11:12kepada mereka yang sekarang ada yang duduk di DKPBB.
11:15Untuk proaktif, saya kira menyampaikan pentingnya DKPBB menjadi proaktif,
11:20dalam kasus pembentukan BOP yang tidak sesuai dengan mandat PBB.
11:23Oke, bahwa tentu menjadi menarik juga melihat dinamika politik yang ada di dunia saat ini.
11:30Apakah menurut Anda Dewan Perdamaian bisa memberikan solusi bagi Gaza
11:34dan tidak jadi alat kepentingan bagi negara tertentu, Mas Yulius?
11:38Nah, itu yang saya khawatir betul ya.
11:40Bahwa kalau kita membaca dari awal,
11:42BOP ini sepertinya lebih condong ada alat kepentingan.
11:46Kepentingan atas nama kemerdekaan Palestina,
11:50martabat bangsa Palestina gitu ya.
11:53Lalu muncullah BOP ini.
11:55Dan kalau kita cermati charter dari BOP itu kan banyak kejanggalan.
11:59Saya kira ini sudah disampaikan oleh banyak pakar HI,
12:02termasuk juga oleh diploma-diploma senior gitu, kejanggalan-kejanggalan itu gitu.
12:06Tetapi lagi kan rasionalisasi kita nyebut bahwa BOP ini kan satu-satunya jalan sekarang,
12:11nggak ada yang lain gitu.
12:12Nggak ada yang lain gitu.
12:13Nah, kalau nggak ada yang lain, sekarang tinggal gimana kita memainkan strategi yang efektif
12:19yang saya bayangkan sudah disiapkan oleh negosiator-negosiator kita,
12:24oleh alih-alih strategi kita yang sekarang bergabung di Washington gitu.
12:27Harapan saya itu gitu.
12:28Baik.
12:29Baik.
12:29Tentu kita sama-sama menunggu peran vital dan juga strategi dari negara kita
12:33untuk betul-betul berperan dalam pertemuan Perdana Board of Peace,
12:36termasuk juga untuk mendukung Palestina.
12:38Terima kasih Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahiangan,
12:41Mas Julius Purwadi Hermawan, telah bergabung di Kompas Petang.
12:45Terima kasih Mas Dipo.
12:46Terima kasih Mas Dipo.
Komentar