Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Kuasa hukum Roy Suryo, membeberkan adanya pembicaraan antara mantan Ketua KPK Abraham Samad dengan Presiden Prabowo Subianto yang turut menyinggung polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Hal itu disampaikan saat memberikan keterangan kepada media usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (2/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu yang disebut ikut dibahas adalah perkara ijazah Jokowi yang kini tengah bergulir secara hukum.

Disebutkan pula adanya atensi dari Presiden Prabowo agar aparat penegak hukum berhati-hati dan tidak menggunakan pendekatan yang berlebihan dalam menangani kasus tersebut.

"Dan yang paling penting adalah ada atensi yang saya kutip dari Pak Abraham Samad, dari Pak Presiden sendiri memberikan arahan kepada Pak Kapolri, Pak Listyo Prabowo agar ya hati-hati ya tidak kemudian menggunakan pendekatan yang berlebihan dalam menangani kasus ijazah palsu dengan kata kunci karena khawatir nanti jika di kemudian hari ternyata ya terbukti berbeda," katanya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila Randita

#roysuryo #ijazahjokowi #breakingnews

Baca Juga Kasus Korupsi Kredit Bank NTT, Kejari Kupang Tetapkan Komut BPR Christa Jaya Tersangka di https://www.kompas.tv/regional/647991/kasus-korupsi-kredit-bank-ntt-kejari-kupang-tetapkan-komut-bpr-christa-jaya-tersangka



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/647999/khozinudin-beberkan-omongan-abraham-ke-presiden-prabowo-soal-ijazah-jokowi
Transkrip
00:00Saya ingin tegaskan ada sepil-sepilan yang penting untuk kami sampaikan.
00:03Belum lama ini Pak Abraham Samad termasuk yang diundang dalam undangan Pak Presiden Prabowo Subianto di Ketanegara.
00:09Salah satu hal yang dibahas termasuk soal masalah ijasa.
00:12Dan yang paling penting adalah ada atensi yang saya kutip dari Pak Abraham Samad, dari Pak Presiden sendiri,
00:17memberikan arahan kepada Pak Kapolri, Pak Lestosikit Prabowo agar ya hati-hati ya tidak kemudian menggunakan pendekatan yang berlebihan
00:26dalam menangani kasus ijasa palsu dengan kata kunci.
00:31Karena khawatir nanti jika di kemudian hari ternyata ya terbukti berbeda.
00:35Nah ini kan sebuah indikasi bahwa boleh jadi hari ini dianggap asli tapi di suatu saat ternyata dapat dibuktikan palsu.
00:43Karena apa? Karena otoritas hari ini sedang tidak berpihak kepada Pak Roy Suryo.
00:48Yang saya maksud otoritas bukan otoritas Presiden ya tapi otoritas penyidikan, otoritas dari Polri.
00:54Karena yang lalu saya sudah pernah menyatakan bahwa saya mengkritik proses SP3 yang diberikan itu lebih mengikuti SOP Sulu.
01:02Termasuk pelimpahan.
01:02Karena kalau mengikuti SOP yang sebelumnya sudah disampaikan juga harusnya adalah pemeriksaan ahli terlebih dahulu baru pelimpahan.
01:09Dan terbukti hari ini ketika barang itu dipaksakan dilimpahkan setelah kunjungan dua orang ke Sulu ya.
01:16Polak-balik ternyata balik lagi.
01:18Itu mengkonfirmasi memang harusnya prosedur hukum yang ditaati tetapi tidak dan itu bisa memungkinkan sesuatu yang sebenarnya palsu menjadi asli karena otoritas yang mendalikan.
01:27Karena itu saya pikir kita semua harus menghormati atensi dari Pak Presiden agar jangan terlalu berlebihan.
01:33Dan dalam konteks terlalu belian ini kami sudah tafsikan diantaranya memang kelian kami tidak ditahan.
01:39Saya kira kalau ditahan memang sangat berlebihan.
01:41Dan pada konteks selanjutnya saya pikir kasus ini harus dihentikan karena memang tidak ada pidana dalam kasus ini.
01:46Insya Allah kita akan terus berjuang dan seluruh rakyat terus mendukung kami.
Komentar

Dianjurkan