- 2 jam yang lalu
- #cuacaekstrem
- #dipoinvestigasi
- #tniau
JAKARTA, KOMPASTV - Antisipasi cuaca ekstrem, salah satu penanganannya dengan modifikasi cuaca.
Komandan Flight Ops B Skadron Udara 4, Mayor PnB Candra Ary menjelaskan penyebaran garam di udara akan berkordinasi dengan BMKG terkait awan mana yang akan disemai.
"Kru kami akan koordinasi dengan tim BMKG dan akan mengeluarkan garam dari lobang khusus yang sudah dimodifikasi dari PT DI," kata Komandan Flight Ops B Skadron Udara 4, Mayor PnB Candra Ary.
Sementara itu Plt Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramdhani juga menyampaikan gangguan atmosfer bibit sikoon tropis meningkatkan potensi curah hujan ekstrem.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Vila
#cuacaekstrem #dipoinvestigasi #tniau
Baca Juga [FULL] Kompolnas Buka Suara soal Penyidik Polsek Cilandak Diduga Rekayasa BAP | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/648036/full-kompolnas-buka-suara-soal-penyidik-polsek-cilandak-diduga-rekayasa-bap-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/648042/eksklusif-begini-koordinasi-pilot-tni-dengan-bmkg-untuk-modifikasi-cuaca-dipo-investigasi
Komandan Flight Ops B Skadron Udara 4, Mayor PnB Candra Ary menjelaskan penyebaran garam di udara akan berkordinasi dengan BMKG terkait awan mana yang akan disemai.
"Kru kami akan koordinasi dengan tim BMKG dan akan mengeluarkan garam dari lobang khusus yang sudah dimodifikasi dari PT DI," kata Komandan Flight Ops B Skadron Udara 4, Mayor PnB Candra Ary.
Sementara itu Plt Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramdhani juga menyampaikan gangguan atmosfer bibit sikoon tropis meningkatkan potensi curah hujan ekstrem.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Vila
#cuacaekstrem #dipoinvestigasi #tniau
Baca Juga [FULL] Kompolnas Buka Suara soal Penyidik Polsek Cilandak Diduga Rekayasa BAP | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/648036/full-kompolnas-buka-suara-soal-penyidik-polsek-cilandak-diduga-rekayasa-bap-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/648042/eksklusif-begini-koordinasi-pilot-tni-dengan-bmkg-untuk-modifikasi-cuaca-dipo-investigasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:30Setelah awal tahun 2026, sejumlah wilayah di Indonesia diselimuti cuaca ekstrim
00:36Dampaknya sejumlah wilayah tergenang banjir usai diterpa hujan lebat dan angin kencak
00:42Tak berakhir di bulan Januari, puncak musim hujan di Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Februari 2026
00:50Lalu siapkah pemerintah mengantisipasi segala kemungkinan termasuk potensi bencana di dalamnya?
00:57Inilah episode ke-58, Dipo Investigasi, saya Dipo Terbahagia
01:02Saya akan menelusuri dan mencari bukti terkait dengan mitigasi potensi bencana di tengah cuaca ekstrim
01:07Jadi kita terbang di 10.000 kaki, nanti kemudian kita koordinasi dengan Scientist dari BMKG
01:28Nanti mereka akan mengarahkan awan mana yang bisa untuk disemai
01:32Saya akan masuk saudara
01:35Saya masih berada di atas pesawat KASA untuk meliputi secara langsung secara eksklusif operasi modifikasi cuaca
01:46Pemprov DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca, apakah hal itu efektif?
02:04Ada kondisi di mana awan itu bisa mereplikasi dirinya sendiri
02:09Terus menerus seperti itu sehingga masuk ke darat
02:11Jadi kalau kita memaksa ada hujan biar turun di sini
02:17Tidak menjamin dia tidak akan menghasilkan awan hujan yang baru
02:21Kalau kita masuk ke bulan Februari 2026, artinya Pulau Jawa, sebagian Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa pulau lainnya
02:37Ini dalam kondisi potensi banjir yang cukup bisa dikatakan tinggi
02:42Karena ada gangguan siklon tropis di situ, itu juga tetap berpotensi ekstrim
02:46Jakarta didesain tahun 1973 bagaimana sistem pengendalian banjirnya
02:56Itu menunjukkan bahwa ini sudah jadul
03:00Sistem drenase kita sudah tidak mampu mengantisipasi perubahan
03:06Pemprov memaknanya hanya sekedar
03:15Cuaca ekstrim atau Pemprov juga mengakui bahwa sistem drenase di Jakarta
03:19Ini memang perlu dibenahi karena sudah tidak baik lagi
03:21Sangat mengakui
03:27Setelah badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika
03:30Memprediksi potensi cuaca ekstrim
03:33Yakni dalam bentuk puncak musim hujan
03:35Akan terjadi pada bulan Februari 2026
03:38Sejumlah wilayah diprediksi akan mengalami peningkatan potensi cuaca ekstrim
03:42Mulai dari sebagian besar Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Nusa Tenggara Barat
03:50Kondisi ini juga berpotensi melahirkan bencana hidrometeorologi
03:54Mulai dari banjir hingga tanah longsor
03:56Setelah saya berada di Gedung D, Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
04:04Saya akan mendalami apa yang sesungguhnya terjadi dalam fenomena cuaca
04:08Hingga menyebabkan sejumlah cuaca ekstrim terjadi di berbagai wilayah Indonesia
04:12Saya bersama dengan PLT Deputi Meteorologi BMKG dengan Pak Andri Ramdhani
04:17Terima kasih Pak Andri
04:19Selamat datang
04:21Kita tahu bahwa pada akhir Januari Pak
04:23Begitu masif cuaca ekstrim dalam bentuk curah hujan yang tinggi
04:27Dan BMKG memprediksi hal ini akan terjadi pada Februari 2026
04:33Mencapai puncaknya
04:34Apa yang sesungguhnya terjadi Pak?
04:36Januari di beberapa wilayah khususnya di selatan Ekuator
04:40Termasuk mungkin kita di Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT hingga mungkin Papua bagian selatan dan juga Sulasi bagian selatan
04:52Itu periode pucat musim hujan di Januari
04:55Oke
04:56Kemudian Februari berlanjut di beberapa wilayah ini Februari ya
04:59Ini Februari ya
05:00Februari terlihat tuh di wilayah Jawa Tengah itu yang hijau
05:03Jadi cara membacanya adalah ketika hijau itu yang harus diwaspadai karena curah hujan tinggi
05:08Oke ini indikator ya Pak ya
05:10Indikator
05:11Dalam satu bulan berarti curah hujan 300 hingga 500 ya
05:15Kurang lebih itu berarti kategori sangat tinggi
05:18Ini akumulasi dalam satu bulan
05:21Jawa Tengah itu ya
05:22Kelihatan hijau sampai pekat ya
05:24Berarti kan lebih dari 500 mm
05:26Namun ini adalah akumulasi
05:28Kalau secara umum Pak
05:29Bahwa kita tahu di akhir Januari intensitas hujan ini sangat luar biasa
05:32Apakah intensitas ini akan konsisten dari akhir Januari hingga Februari
05:37Atau memungkinkan untuk lebih lebat
05:39Biasanya ketika menuju Februari Maret sudah mulai melandai
05:43Sudah mulai melandai
05:44Ya
05:45Nah susah kita bicara Jawa ya
05:47Namun saya ada namunnya
05:49Ini kan dari klimatologis ya
05:51Nah dinamika atmosfernya ada di sebelah nih di meteorologi
05:55Bisa kenal lihat Pak
05:56Baik
05:57Faktor yang nanti yang bisa
05:59Bahkan meningkatkan potensi ekstrim
06:02Ada yang namanya
06:03Pipit siklon tropis
06:05Atau siklon tropis itulah gangguan atmosfer
06:07Oke baik
06:08Jadi ini yang nantinya sebagai
06:10Apanya sistem yang tentu akan meng
06:13Apa namanya mengenhance ataupun
06:15Variasi memvariasikan ya
06:17Dan juga disamping dinamika atmosfer lainnya
06:20Nah saat ini secara background hatinya
06:23Bahwa musim hujan itu kan dipengaruhi oleh
06:26Monsoon Asia
06:27Itu adalah membawa
06:28Masa udara lembab tinggi
06:30Kalau ke tempat tinggi
06:31Berarti kan potensi untuk tubuh tubuhnya
06:32Awan hujan juga tinggi
06:33Apalagi disertai dengan fenomena penyertaan yang lain
06:37Pandri kalau sederhananya ini berwarna oranye artinya
06:40Nah ini adalah tangkapan citra satelit
06:43Awan
06:45Gumpalan awan
06:47Gumpalan awan
06:48Ini diukurnya dari suhu puncak awannya
06:51Nah ini suhu nih
06:52Ini suhu minus 100
06:55100 semakin dingin
06:56Berarti adalah
06:57Ini berbeda diindikasi potensi awan-awan hujan awan konfliktif
07:00Karena dari atas
07:01Ini sangat tebal
07:02Iya betul
07:03Kalau dilihat dari lihat satelit
07:05Ini pemirsa semua
07:06Kalau dilihat satelit BMKG
07:08Ada tebal sampai
07:09Mau merah pekat
07:10Itu berarti hati-hati
07:11Itu juga tersebut berpotensi hujan
07:13Nah satelit ini kan dari atas
07:16Dari bawah
07:17Kita konfirmasi dengan data radar
07:20Berlapis seperti yang tadi disebutkan ya
07:22Iya
07:23Ini berlatih dalam lapisan
07:24Saat ini memang terkonsentrasi Indonesia hujan di wilayah Jawa
07:27Di Jawa ya
07:28Sesuai dengan prediksi
07:29Siapa teman-teman
07:30Diri klimatologi
07:32Oke
07:33Yang sekarang kita waspada di selatan Ekuator tadi disini
07:35Oke
07:36Yang perlu diwaspadai
07:37Tidaknya Jawa ya
07:38Bali
07:39NTB
07:40NTB
07:41Selatan Ekuator lah
07:42Misalnya Sumatera bagian selatan
07:43Ya bagian selatan
07:44Oke
07:45Dan juga Sulawesi bagian selatan juga
07:47Beberapa
07:48Juga perlu diwaspadai ya
07:50Pandri apakah kemudian dari hasil deteksi yang kemudian dilakukan oleh BMKG
07:54Apakah BMKG juga memprediksi mungkin saja potensi bencana
07:58Seperti misalnya banjir atau bencana hidrometeorologi
08:00Tentu ya itu kan sangat berkaitan
08:02Kita bisa menyampaikan bahwa
08:05Wilayah itu dengan curah hujan
08:07Oke
08:08Misalkan ekstrim
08:09Kalau kita bicara harian
08:10150 mili tepat pasti itu akan terjadi banjir
08:14Tapi kita lebih ke arah potensi dampaknya
08:17Potensi dampaknya
08:18Potensi dampaknya
08:19Yang itu pak
08:20Nah itu
08:21Boleh kita lihat yang itu
08:23Silahkan
08:24Ini sebagai guidance referensi
08:26Mas Dipo
08:27Jadi
08:28Ini yang akan kemudian diberikan mungkin
08:30Rekomendasi kepada beberapa kementerian dan lembaga TK
08:33Betul
08:34Kalau kita masuk ke bulan Februari 2026
08:36Ini kan
08:37Saya ambil contoh Jawa pak
08:38Jawa ini kuning
08:39Dan
08:40Indikatornya menyebutkan menengah
08:42Artinya
08:43Pulau Jawa
08:44Sebagian Pulau Sumatra
08:45Kalimantan
08:46Sulawesi dan beberapa pulau lainnya
08:48Ini dalam kondisi potensi banjir
08:50Yang cukup
08:51Bisa dikatakan tinggi
08:52Karena masuk ke tahap menengah
08:54Atau seperti apa
08:55Menengah gitu
08:56Kalau diturunkan dalam 1-2 hari
08:59Kita lihat misalkan ada gangguan siklon tropis
09:01Disitu
09:02Itu juga tetap berpotensi ekstrim
09:04Saya ingin coba yang merah ya
09:05Ini ada di provinsi Jawa Barat ya pak
09:08Di bulan Februari ini Jawa Barat
09:10Berpotensi banjir bulanan
09:12Dan cukup tinggi
09:13Kemudian juga disini ada Jawa Tengah
09:15Dan disini Sulawesi Selatan
09:17Dan Jakarta ini masih menengah
09:19Ataupun masuk dalam kategori kuning
09:21Dan ini tentu yang harus diwaspada ya pak ya
09:24Adakah mitigasi bencana lain
09:26Yang kemudian direkomendasikan oleh BMKG
09:28Mungkin saja seperti OMC dan lain sebagainya
09:30Betul
09:31Jadi
09:32BMKG itu
09:33Kalau dalam konteks rantaian peringatan dini
09:35Kita berada di sisi hulu
09:36Deteksi awal dari sisi hazard
09:38Kemudian BMKG
09:40Karena kita dapat mendeteksi awal
09:42Memberi juga artinya bahwa di satu wilayah
09:44Oh akan ada potensi
09:46Misalkan Jawa Barat
09:47Tinggi gitu ya
09:48Di bulan Februari
09:49Nah kita dari awal juga sudah bersampaikan
09:51Ada alternatif
09:52Artinya ada sebagai salah satu upaya
09:53Dengan modifikasi cuaca itu
09:55Sampaikan
09:56Tapi modifikasi cuaca
09:57Dalam konteks situasional
10:05Setelah saya berada di landasan udara
10:06Halim Perdana Kusuma Jakarta
10:08Yang menjadi pos komando
10:10Terkait dengan operasi modifikasi cuaca
10:13Di awal tahun 2026
10:15Ada sejumlah instansi
10:16Yang kemudian juga terlibat
10:17Dalam operasi modifikasi cuaca
10:20Mulai dari BMKG
10:22BPPD
10:23Dan tentunya juga
10:24TNI Angkatan Udara
10:25Dan saya akan tunjukkan
10:26Ini adalah pesawat KASA
10:29Yang menjadi salah satu armada yang digunakan
10:31Oleh TNI Angkatan Udara
10:33Untuk kemudian
10:34Melakukan operasi
10:36Modifikasi cuaca
10:37Saya akan coba mendekat
10:40Dan ini garam ya
10:42Bisa ditunjukkan
10:43Mungkin lebih dekat
10:44Berapa banyak ini mas?
10:46Garamnya mas?
10:4740
10:4840 karung ya
10:49Beratnya itu berapa kira-kira?
10:50Kira-kira
10:5120 kg
10:5320 kg per karung ya?
10:55Total?
10:56800
10:57Oh 800 kg
10:58800 kg
10:59Oke
11:00Berarti ada 800 kg total garam yang sedang dimasukkan
11:05Ke dalam pesawat KASA
11:10TNI Angkatan Udara
11:11Yang kemudian nanti akan digunakan ya
11:13Untuk proses operasi modifikasi cuaca
11:17Setelah secara eksklusif saya akan coba untuk mengikuti operasi modifikasi cuaca bersama dengan TNI Angkatan Udara
11:29Tapi sebelum itu saya akan berbincang secara langsung dengan pilot dari pesawat KASA dengan mayor penerbang Chandra
11:36Mas Sandra terima kasih untuk waktunya
11:38Sama-sama mas
11:39Sebelum kita terbang untuk melakukan operasi modifikasi cuaca
11:43Bisa dijelaskan untuk armada yang digunakan nanti pesawat apa?
11:45Oke dari TNI Angkatan Udara sendiri
11:47Kita menggunakan pesawat NC 212
11:49Yang sudah dimodifikasi untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca
11:53Oke artinya ada berapa armada mungkin mas Sandra yang digunakan selama operasi modifikasi cuaca?
11:57Oke selama di Jakarta ini khususnya ya
12:00Kita menyiapkan satu pesawat dan dibantu oleh BBBD
12:05Satu pesawat sehingga kita menggunakan dua pesawat di sini di DKI Jakarta
12:08Boleh mungkin saya lihat ke dalam sebelum kita terbang bersama?
12:11Oke
12:12Untuk teknisnya sendiri nanti ketika menaburkan garam ya
12:16Di atas ketinggian?
12:18Ya kita di 10 ribu mas
12:2010 ribu kaki?
12:21Ya 10 ribu kaki
12:22Oke
12:23Saya izin melihat ya mas Sandra
12:25Ya silahkan
12:26Oke saya akan coba masuk saudara untuk melihat situasi di dalam pesawat KASA
12:31Untuk teknisnya nanti seperti apa?
12:32Jadi kita terbang di 10 ribu kaki
12:36Nanti kemudian kita koordinasi dengan saintis dari BMKG
12:42Nanti mereka akan mengarahkan awan mana yang bisa untuk disemai
12:47Kemudian kru kami koordinasi dengan tim dari BMKG
12:51Boleh mengeluarkan dari garam-garam ini sendiri
12:55Jadi ini garamnya ya?
12:56Ya betul ini garamnya
12:57Kita keluarkan dari sini
12:59Jadi di bawah ini ada lubangnya mas
13:01Oh di bawah ada lubangnya?
13:02Ya ada lubangnya
13:03Sudah dimodifikasi dari PTDI
13:05Oke
13:06Sehingga kita bisa melakukan operasi modifikasi cuaca itu sendiri
13:09Karena kita harus segera terbang
13:10Untuk wilayahnya saat ini kita akan terbang di wilayah mana saja?
13:14Ya
13:15Karena kita fokus untuk mereduksi hujan
13:18Sehingga kita melaksanakan operasi di area selanjutnya mas
13:22Sehingga kita harapannya kan
13:23Angin kan dari barat ini mas
13:24Sehingga harapannya di selanjutnya gitu hujan sudah turun dulu
13:27Sebelum masuk ke wilayah DKI Jakarta
13:30Sudah boleh masuk mas?
13:31Oke
13:32Dan ini adalah yang termasuknya
13:34Saya akan masuk sederah
13:37Menurut saya bersama dengan
13:38Revenue dari TNI Akatan Udara
13:40Menggunakan pesawat KASA
13:43Akan lepas landas untuk kemudian melakukan operasi
13:47Identifikasi cuaca
13:50Kemil berantak dari landasan Udara Halim Jadak Sumer Jakarta
13:53Dan saya lihat itu adalah garam menanti
13:55Kemudian juga akan
13:57Dan ditebar di titik-titik awan di Selat Sunda
14:01Dengan ketinggian 10.000 kaki
14:11Menurut saya berada di ketinggian 11.000 kaki
14:15Dan masih menuju ke Selat Sunda
14:18Yang menjadi lokasi operasi modifikasi cuaca
14:21Di mana nanti sejumlah NACL ataupun garam
14:25Sebanyak 800 kubang akan ditebar di sana
14:29Dan saya akan tunjukkan sedikit
14:31Jadi adalah situasi
14:33Tokpit ya
14:34Di dalam pesawat KASA
14:35Dan
14:36Kita nanti tadi punya perayaannya itu
14:38Bukan perusahaan di Selat Sunda ya
14:40Tempatnya itu
14:42Dari di Jepang Senang Atau
14:44Oke
14:45Sekitar
14:47Derajatnya ke 107 derajat
14:49Sekitar 90 sampai 163 miles
14:51Oke
14:52Situasinya saat ini masih aman ya?
14:54Cuaca?
14:55Kemudian masih terkendali ya
14:56Oke, baik
14:57Oke, baik
15:07Saya masih berada di atas pesawat KASA
15:10Untuk mengikuti secara langsung secara eksklusif
15:12Koperasi modifikasi cuaca
15:14Yang dianggung oleh FN yang tenggaram
15:16Sama juga dengan stakeholder lainnya
15:27Seluruh saya berada di atas titik
15:31Yang kemudian ada kekembalan awan
15:34Kemudian disebar garam ataupun enajel
15:37Ini adalah proses yang kemudian dilakukan
15:40Oleh personil TMI Akanan Udara
15:42Untuk kemudian melakukan operasi modifikasi cuaca
15:48Yaitu penyemayan awan agar hujan yang kemudian terbawa oleh awan
15:54Ini tidak sampai ke Ibu Pota DKI Jakarta
15:57Dan hujan tersebut diturunkan di perairan Selat Sunda
16:02Tadi saya sudah mendapatkan informasi bahwa
16:05Ada 800 kg garam yang kemudian digunakan
16:12Kalau bisa juga ya, jika tadi ketika anda memasuki Selat Sunda
16:17Memang situasinya awan cenderung clear
16:22Ataupun tidak ada awan tetapi bisa dilihat
16:24Situasinya untuk saat ini begitu banyak kumpalan awan
16:28Yang ada di sekitar area Selat Sunda
16:31Dan ini adalah proses penebaran garam
16:34Ataupun enajel yang masih terus dilakukan di titik-titik awan
16:38Yang kemudian ada di bawah pesawat kami, saudara
16:42Dan seperti yang tadi disebutkan oleh mayor penerbang Canggrang
16:51Pilot dari pesawat KASA menyebutkan bahwa
16:54Proses dari operasi modifikasi cuaca ini teknisnya adalah
16:58Pesawat ini menyisir di pinggir dari gumpalan-gumpalan awan
17:04Sebelum nanti garam-garam tersebut berada di titik-titik awan yang memang sudah direncanakan juga oleh pihak dari PMKG dan juga sejumlah pihak terkait lainnya
17:18Melakukan operasi modifikasi cuaca, apakah hal itu efektif?
17:26Kalau kita memaksa ada hujan biar turun di sini
17:30Tidak menjamin dia tidak akan menghasilkan awan hujan yang baru
17:34Terima kasih
17:36Terima kasih
17:40Terima kasih
17:44Terima kasih
Komentar