00:00Altyazı M.K.
00:29cuaca ekstrim hadir sebagai peringatan dan memberi sinyal kewaspadaan.
00:34Dari hulu hingga hilir, alam menaiki perhatian yang menimbulkan rangkaian ancaman.
00:40Bencana longsor disertai aliran air deras melanda desa Pasir Langu,
00:44Kecamatan Jisarua, Kabupaten Bandung Barat, 24 Januari 2026.
00:52Hingga 1 Februari, tim sargabungan mencatat dari 74 korban jiwa,
00:5654 di antara yang telah berhasil didentifikasi.
00:59Proses pencarian korban masih dilanjutkan hingga hari ke-9,
01:06namun kerap terkendala curah hujan yang tinggi.
01:10Sementara itu sebagian pengungsi telah kembali ke rumah setelah kondisi dinyatakan lebih aman,
01:14sementara sebanyak 159 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian.
01:21Banjir juga merendam ratusan rumah di Kelurahan Priuk, Tangerang, Banten.
01:24Tingginya air bahkan hampir menenggelamkan atap rumah warga.
01:28Tanggung kali angka jebol mengakibatkan sejumlah rumah di Pinang Ria Permai, Tangerang rusak berat.
01:36Sementara itu di Kabupaten Karawang, Jawa Barat,
01:38ribuan rumah warga terendam akibat curah hujan tinggi serta luapan sungai Citarung.
01:44Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 cm hingga 2 meter.
01:48Tak hanya permukiman, ribuan hektare sawah siap panen juga ikut terendam.
01:54Hujan deras juga menyebabkan banjir bandang di wilayah Pegunungan Muria, Kudus, Jawa Tengah,
01:58serta membuat taluk penahan sepanjang 60 meter longsor.
02:03Lebih dari 25 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Kudus terdampak banjir akibat curah hujan tinggi.
02:10Hujan deras yang terus mengguir membuat ribuan rumah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terendam banjir.
02:17Ketinggian air rata-rata mencapai 60 cm hingga 1 meter.
02:22Sejumlah sungai meluap merendam lebih dari separuh kota batik serta sebagian wilayah pantura.
02:28Jalur transportasi terdampak, rel kereta api di petak Pekalongan sempat terendam,
02:33membuat PT KAI Dao 4 Semarang sempat menutup sementara rute Pekalongan seragi.
02:38Ibas yang lima perjalanan kereta api yang melintas jalur utara sempat dibatalkan.
02:45Di ibu kota Jakarta, hujan lebat yang terjadi bersamaan dengan rop di pesisir utara
02:49membuat banjir menggenangi sejumlah wilayah Jakarta.
02:53Ruas jalan utama terendam menyebabkan kemacetan serta keterlambatan pelayanan transportasi umum.
02:59Akibat banjir, sejumlah warga terpaksa mengungsi.
03:04Sebagai langkah mitigasi hujan berintensitas tinggi,
03:07Pemprov DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca
03:10dengan alokasi anggaran sebesar Rp31 miliar sepanjang tahun 2026.
03:17Tak hanya modifikasi cuaca,
03:18Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan 612 unit pompa stasioner di 211 lokasi
03:25serta 590 unit pompa mobile di lima wilayah administratif.
03:29Provinsi DKI Jakarta memiliki anggaran khusus pengendalian banjir
03:34yang pada 2026 mencapai Rp3,64 triliun.
03:38Angka ini jauh berbeda dengan daerah lain yang masih bertumpu pada anggaran belanja tak terduga.
03:44Provinsi Jawa Barat misalnya,
03:46mengalotasikan belanja tak terduga sebesar Rp328 miliar untuk penanggulangan bencana.
03:52Provinsi Banten menyediakan sekitar Rp52 miliar,
03:56sedangkan Jawa Tengah melalui BPBD mengandalkan dana sekitar Rp20 miliar.
04:01Ketimbangan anggaran menjadi potret nyata
04:04keterbatasan mitigasi bencana di tiap-tiap daerah.
04:08Langkaian bencana akibat cuaca ekstrim
04:10seolah menjadi bukti minimnya antisipasi perubahan alam.
04:13Pemerintah dituntut hadir dengan langkah nyata
04:16dan berkelanjutan sebelum resiko menjadi kenyataan.
04:19Bencana bukan sekedar peristiwa alam,
04:22melainkan ancaman bagi keselamatan,
04:24perekonomian, dan masa depan.
04:30Saya sudah bersama dengan Stafsus Gubernur DKI Jakarta
04:33dengan Mas Ciko Ake.
04:34Mas Ciko, terima kasih waktu ya, Mas.
04:36Thank you.
04:36Mas, kita tahu bahwa cuaca ekstrim
04:39dalam bentuk curah hujan yang sangat tinggi
04:42tidak hanya terjadi di akhir Januari 2026,
04:44tapi juga hingga Februari.
04:46Apa langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mantisipasi hal ini?
04:49Bapak Gubernur tentunya mengupayakan
04:51segala daya upaya yang tersedia di era ini
04:55untuk bisa mengatasi itu,
04:56yang pertama terkait dengan modifikasi cuaca.
04:58Kedua, tentunya Dinasium Berdaya Air
05:00melakukan segala daya upaya
05:02dengan kompetensi yang mereka miliki,
05:04dengan peralatan dan infrastruktur yang dimiliki,
05:07untuk kemudian bisa menyurutkan genangan-genangan yang ada.
05:10Dan ini memang bukan pekerjaan yang mudah.
05:12Kenapa?
05:13Karena curah hujannya itu tadi,
05:15curah hujannya ekstrim,
05:16di atas 170 mm perharinya,
05:19bahkan ada yang mencapai 280 mm perhari.
05:22Di mana sebenarnya infrastruktur Jakarta ini
05:24siap untuk sampai 150 mm perhari.
05:28Artinya memang,
05:29kenapa surutnya tidak bisa begitu cepat,
05:32seperti tahun-tahun sebelumnya misalnya ya.
05:34Karena memang 1-2 tahun terakhir ini,
05:36curah hujannya begitu ekstrim.
05:37Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya.
05:39Kita punya hampir 1.200 pompa,
05:42600 yang statis,
05:44kurang lebih 600 yang stesioner.
05:47Dan semuanya dipekerjakan maksimal
05:50selama beberapa hari ini.
05:52Dan saking maksimalnya,
05:53ada kerusakan di beberapa yang kita miliki.
05:55Dan ke depan tentunya ini menjadi evaluasi,
05:57karena akan ada penambahan-penambahan pompa.
05:59Percayalah bahwa pengendalian banjir ini
06:02menjadi prioritas dari Bapak Pramuno Anung.
06:04Dan sudah dianggarkan hampir 3,7 triliun rupiah.
06:073,7 triliun rupiah?
06:08Yang utama komponennya adalah pembangunan polder.
06:13Normalisasi sungai.
06:14Pembersihan saluran-saluran.
06:16Perluasan saluran-saluran drenase-drenase yang dibutuhkan.
06:21Dan cuaca ekstrim tentu harus dilakukan dari hulu ke hindir.
06:23Saya ingin tanyakan soal operasi modifikasi cuaca.
06:26Bahwa cuaca ekstrim ini masih diprediksi akan terjadi pada Februari.
06:30Apakah OMC ini akan diperpanjang?
06:32Mengingat butuh anggaran yang cukup banyak untuk melakukan OMC.
06:35Kalau mengutip apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur,
06:38berapapun anggarannya akan dikeluarkan dan dibutuhkan
06:41untuk OMC atau operasi modifikasi cuaca ini
06:45sentuhnya lebih sedikit ketimbang dengan dampak banjir yang kita rasakan.
06:52Banyak kerugian.
06:54Masyarakat tidak bisa berdagang,
06:56masyarakat tidak bisa berusaha,
06:57tidak bisa bersekolah,
06:58tidak bisa pergi ke kantor.
07:00Artinya Bapak Gubernur menyatakan,
07:02sampai kapanpun kita akan siapkan anggaran.
07:03Tapi apakah ketika berbicara soal potensi banjir
07:07atau banjir itu sendiri di Jakarta,
07:09apakah ini Pemprov memaknanya hanya sekedar cuaca ekstrim
07:12atau Pemprov juga mengakui bahwa sistem dry nasa di Jakarta
07:15ini memang perlu dibenahi karena sudah tidak baik lagi?
07:18Sangat mengakui,
07:19karena memang Jakarta ini kan bukan baru dibangun 1-2 tahun kebelakang.
07:22Memang ada pembangunan-pembangunan yang terlalu rapit,
07:25terlalu masif terkait dengan urbanisasi misalnya.
07:28Sudah terjadi sejak tahun 1990-an misalnya kan.
07:32Dan ini rasa-rasanya memang ada ketimpangan
07:36antara pembangunan-pembangunan
07:38untuk perumahan, untuk perkantoran,
07:40dan juga pembangunan dry nasenya.
07:41Jadi tidak sepadan.
07:42Dan ini yang harus kita perbaiki.
07:44Dan tentu di tahun anggaran 2026 ini,
07:46termasuk dalam anggaran 3,7 triliun tadi,
07:49akan ada unsur di mana komponen itu berada,
07:52di mana kita harus memperbaiki
07:54berkaitan dengan saluran dry nasa.
07:55Yang jadi menarik juga bahwa
07:57salah satu proyek yang kemudian sedang digarap oleh
07:59Mepros Jakarta adalah Jakarta Yerta.
08:01Mungkin bisa disampaikan untuk ke depan ini
08:03akan seperti apa implementasinya?
08:04Proyek besarnya yang bersama dengan
08:06pemerintah pusat tentunya.
08:07Suatu proyek yang memang selama ini
08:09sudah dibicarakan,
08:10bahkan sejak zaman Orde Baru,
08:11yaitu Giant Sea Wall.
08:13Yang kemungkinan besar,
08:14insya Allah,
08:15seperti Bapak Gubernur telah menyampaikan,
08:17akan di-kick off pada bulan September 2022.
08:20Oke.
08:20Yang jadi tantangan untuk Jakarta,
08:22Mas Jiko,
08:22tidak hanya air yang turun dari langit,
08:24tetapi juga air yang bersumber dari lautan.
08:27Karena kita tahu bahwa
08:28di daratan utara Jakarta,
08:30ini banjirop kerap kali terjadi.
08:32Antisipasi untuk kemudian terjadi banjirop
08:34dan juga banjir akibat curah hujan yang tinggi,
08:36ini seperti apa?
08:37Itu adalah lens accidents,
08:38atau penurunan muka tanah.
08:40Yang terjadi di Jakarta ini
08:42antara 3 cm sampai 10 cm per tahunnya.
08:45Bayangin nggak,
08:46artinya kalau dalam 10 tahun bisa 1 meter itu.
08:48Betul.
08:48Dan ini terjadi umumnya di daerah-daerah
08:50yang memang terjadi banyak penggunaan air tanah.
08:55Dan itu juga sudah menjadi bagian dari pemikiran Bapak Pramona Anung,
08:58sehingga ketika beliau pertama kali menjabat,
09:00beliau khusus memanggil PAMJAYA
09:03untuk kemudian memastikan
09:05dalam 1-2 tahun ke depan,
09:07PAMJAYA bisa melayani 100%
09:09wilayah-wilayah di Jakarta.
09:10Sehingga apa?
09:11Sehingga tidak ada lagi warga
09:13atau badan usaha yang kemudian menggunakan air tanah.
09:18Jakarta?
Komentar