Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim menjelaskan ada ragam penanganan yang sudah dilakukan untuk mengatasi cuaca ekstrem.

"Di antaranya 1200 pompa air disiagakan, hadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem, normaliasasi sungai," kata Chico.

Ia pun menjelaskan meskipun biaya untuk operasi modifikasi cuaca tinggi, akan tetap kecil dibandingkan kerugian akibat banjir.

Lebih lanjut terkait Giant Sea Wall ditujukan sebagai pengendalian banjir, akan dikick off Pemprov Jakarta pada September 2026.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

#cuacaekstrem #dipoinvestigasi #pemprovjakarta

Baca Juga Arahan Presiden Prabowo di Rakornas 2026: Dorong MBG di Daerah hingga Respons Kritik ke Pemerintah di https://www.kompas.tv/nasional/648037/arahan-presiden-prabowo-di-rakornas-2026-dorong-mbg-di-daerah-hingga-respons-kritik-ke-pemerintah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/648046/solusi-pemprov-tangani-banjir-jakarta-hingga-rencana-kick-off-giant-sea-wall-dipo-investigasi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Altyazı M.K.
00:29cuaca ekstrim hadir sebagai peringatan dan memberi sinyal kewaspadaan.
00:34Dari hulu hingga hilir, alam menaiki perhatian yang menimbulkan rangkaian ancaman.
00:40Bencana longsor disertai aliran air deras melanda desa Pasir Langu,
00:44Kecamatan Jisarua, Kabupaten Bandung Barat, 24 Januari 2026.
00:52Hingga 1 Februari, tim sargabungan mencatat dari 74 korban jiwa,
00:5654 di antara yang telah berhasil didentifikasi.
00:59Proses pencarian korban masih dilanjutkan hingga hari ke-9,
01:06namun kerap terkendala curah hujan yang tinggi.
01:10Sementara itu sebagian pengungsi telah kembali ke rumah setelah kondisi dinyatakan lebih aman,
01:14sementara sebanyak 159 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian.
01:21Banjir juga merendam ratusan rumah di Kelurahan Priuk, Tangerang, Banten.
01:24Tingginya air bahkan hampir menenggelamkan atap rumah warga.
01:28Tanggung kali angka jebol mengakibatkan sejumlah rumah di Pinang Ria Permai, Tangerang rusak berat.
01:36Sementara itu di Kabupaten Karawang, Jawa Barat,
01:38ribuan rumah warga terendam akibat curah hujan tinggi serta luapan sungai Citarung.
01:44Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 cm hingga 2 meter.
01:48Tak hanya permukiman, ribuan hektare sawah siap panen juga ikut terendam.
01:54Hujan deras juga menyebabkan banjir bandang di wilayah Pegunungan Muria, Kudus, Jawa Tengah,
01:58serta membuat taluk penahan sepanjang 60 meter longsor.
02:03Lebih dari 25 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Kudus terdampak banjir akibat curah hujan tinggi.
02:10Hujan deras yang terus mengguir membuat ribuan rumah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terendam banjir.
02:17Ketinggian air rata-rata mencapai 60 cm hingga 1 meter.
02:22Sejumlah sungai meluap merendam lebih dari separuh kota batik serta sebagian wilayah pantura.
02:28Jalur transportasi terdampak, rel kereta api di petak Pekalongan sempat terendam,
02:33membuat PT KAI Dao 4 Semarang sempat menutup sementara rute Pekalongan seragi.
02:38Ibas yang lima perjalanan kereta api yang melintas jalur utara sempat dibatalkan.
02:45Di ibu kota Jakarta, hujan lebat yang terjadi bersamaan dengan rop di pesisir utara
02:49membuat banjir menggenangi sejumlah wilayah Jakarta.
02:53Ruas jalan utama terendam menyebabkan kemacetan serta keterlambatan pelayanan transportasi umum.
02:59Akibat banjir, sejumlah warga terpaksa mengungsi.
03:04Sebagai langkah mitigasi hujan berintensitas tinggi,
03:07Pemprov DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca
03:10dengan alokasi anggaran sebesar Rp31 miliar sepanjang tahun 2026.
03:17Tak hanya modifikasi cuaca,
03:18Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan 612 unit pompa stasioner di 211 lokasi
03:25serta 590 unit pompa mobile di lima wilayah administratif.
03:29Provinsi DKI Jakarta memiliki anggaran khusus pengendalian banjir
03:34yang pada 2026 mencapai Rp3,64 triliun.
03:38Angka ini jauh berbeda dengan daerah lain yang masih bertumpu pada anggaran belanja tak terduga.
03:44Provinsi Jawa Barat misalnya,
03:46mengalotasikan belanja tak terduga sebesar Rp328 miliar untuk penanggulangan bencana.
03:52Provinsi Banten menyediakan sekitar Rp52 miliar,
03:56sedangkan Jawa Tengah melalui BPBD mengandalkan dana sekitar Rp20 miliar.
04:01Ketimbangan anggaran menjadi potret nyata
04:04keterbatasan mitigasi bencana di tiap-tiap daerah.
04:08Langkaian bencana akibat cuaca ekstrim
04:10seolah menjadi bukti minimnya antisipasi perubahan alam.
04:13Pemerintah dituntut hadir dengan langkah nyata
04:16dan berkelanjutan sebelum resiko menjadi kenyataan.
04:19Bencana bukan sekedar peristiwa alam,
04:22melainkan ancaman bagi keselamatan,
04:24perekonomian, dan masa depan.
04:30Saya sudah bersama dengan Stafsus Gubernur DKI Jakarta
04:33dengan Mas Ciko Ake.
04:34Mas Ciko, terima kasih waktu ya, Mas.
04:36Thank you.
04:36Mas, kita tahu bahwa cuaca ekstrim
04:39dalam bentuk curah hujan yang sangat tinggi
04:42tidak hanya terjadi di akhir Januari 2026,
04:44tapi juga hingga Februari.
04:46Apa langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mantisipasi hal ini?
04:49Bapak Gubernur tentunya mengupayakan
04:51segala daya upaya yang tersedia di era ini
04:55untuk bisa mengatasi itu,
04:56yang pertama terkait dengan modifikasi cuaca.
04:58Kedua, tentunya Dinasium Berdaya Air
05:00melakukan segala daya upaya
05:02dengan kompetensi yang mereka miliki,
05:04dengan peralatan dan infrastruktur yang dimiliki,
05:07untuk kemudian bisa menyurutkan genangan-genangan yang ada.
05:10Dan ini memang bukan pekerjaan yang mudah.
05:12Kenapa?
05:13Karena curah hujannya itu tadi,
05:15curah hujannya ekstrim,
05:16di atas 170 mm perharinya,
05:19bahkan ada yang mencapai 280 mm perhari.
05:22Di mana sebenarnya infrastruktur Jakarta ini
05:24siap untuk sampai 150 mm perhari.
05:28Artinya memang,
05:29kenapa surutnya tidak bisa begitu cepat,
05:32seperti tahun-tahun sebelumnya misalnya ya.
05:34Karena memang 1-2 tahun terakhir ini,
05:36curah hujannya begitu ekstrim.
05:37Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya.
05:39Kita punya hampir 1.200 pompa,
05:42600 yang statis,
05:44kurang lebih 600 yang stesioner.
05:47Dan semuanya dipekerjakan maksimal
05:50selama beberapa hari ini.
05:52Dan saking maksimalnya,
05:53ada kerusakan di beberapa yang kita miliki.
05:55Dan ke depan tentunya ini menjadi evaluasi,
05:57karena akan ada penambahan-penambahan pompa.
05:59Percayalah bahwa pengendalian banjir ini
06:02menjadi prioritas dari Bapak Pramuno Anung.
06:04Dan sudah dianggarkan hampir 3,7 triliun rupiah.
06:073,7 triliun rupiah?
06:08Yang utama komponennya adalah pembangunan polder.
06:13Normalisasi sungai.
06:14Pembersihan saluran-saluran.
06:16Perluasan saluran-saluran drenase-drenase yang dibutuhkan.
06:21Dan cuaca ekstrim tentu harus dilakukan dari hulu ke hindir.
06:23Saya ingin tanyakan soal operasi modifikasi cuaca.
06:26Bahwa cuaca ekstrim ini masih diprediksi akan terjadi pada Februari.
06:30Apakah OMC ini akan diperpanjang?
06:32Mengingat butuh anggaran yang cukup banyak untuk melakukan OMC.
06:35Kalau mengutip apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur,
06:38berapapun anggarannya akan dikeluarkan dan dibutuhkan
06:41untuk OMC atau operasi modifikasi cuaca ini
06:45sentuhnya lebih sedikit ketimbang dengan dampak banjir yang kita rasakan.
06:52Banyak kerugian.
06:54Masyarakat tidak bisa berdagang,
06:56masyarakat tidak bisa berusaha,
06:57tidak bisa bersekolah,
06:58tidak bisa pergi ke kantor.
07:00Artinya Bapak Gubernur menyatakan,
07:02sampai kapanpun kita akan siapkan anggaran.
07:03Tapi apakah ketika berbicara soal potensi banjir
07:07atau banjir itu sendiri di Jakarta,
07:09apakah ini Pemprov memaknanya hanya sekedar cuaca ekstrim
07:12atau Pemprov juga mengakui bahwa sistem dry nasa di Jakarta
07:15ini memang perlu dibenahi karena sudah tidak baik lagi?
07:18Sangat mengakui,
07:19karena memang Jakarta ini kan bukan baru dibangun 1-2 tahun kebelakang.
07:22Memang ada pembangunan-pembangunan yang terlalu rapit,
07:25terlalu masif terkait dengan urbanisasi misalnya.
07:28Sudah terjadi sejak tahun 1990-an misalnya kan.
07:32Dan ini rasa-rasanya memang ada ketimpangan
07:36antara pembangunan-pembangunan
07:38untuk perumahan, untuk perkantoran,
07:40dan juga pembangunan dry nasenya.
07:41Jadi tidak sepadan.
07:42Dan ini yang harus kita perbaiki.
07:44Dan tentu di tahun anggaran 2026 ini,
07:46termasuk dalam anggaran 3,7 triliun tadi,
07:49akan ada unsur di mana komponen itu berada,
07:52di mana kita harus memperbaiki
07:54berkaitan dengan saluran dry nasa.
07:55Yang jadi menarik juga bahwa
07:57salah satu proyek yang kemudian sedang digarap oleh
07:59Mepros Jakarta adalah Jakarta Yerta.
08:01Mungkin bisa disampaikan untuk ke depan ini
08:03akan seperti apa implementasinya?
08:04Proyek besarnya yang bersama dengan
08:06pemerintah pusat tentunya.
08:07Suatu proyek yang memang selama ini
08:09sudah dibicarakan,
08:10bahkan sejak zaman Orde Baru,
08:11yaitu Giant Sea Wall.
08:13Yang kemungkinan besar,
08:14insya Allah,
08:15seperti Bapak Gubernur telah menyampaikan,
08:17akan di-kick off pada bulan September 2022.
08:20Oke.
08:20Yang jadi tantangan untuk Jakarta,
08:22Mas Jiko,
08:22tidak hanya air yang turun dari langit,
08:24tetapi juga air yang bersumber dari lautan.
08:27Karena kita tahu bahwa
08:28di daratan utara Jakarta,
08:30ini banjirop kerap kali terjadi.
08:32Antisipasi untuk kemudian terjadi banjirop
08:34dan juga banjir akibat curah hujan yang tinggi,
08:36ini seperti apa?
08:37Itu adalah lens accidents,
08:38atau penurunan muka tanah.
08:40Yang terjadi di Jakarta ini
08:42antara 3 cm sampai 10 cm per tahunnya.
08:45Bayangin nggak,
08:46artinya kalau dalam 10 tahun bisa 1 meter itu.
08:48Betul.
08:48Dan ini terjadi umumnya di daerah-daerah
08:50yang memang terjadi banyak penggunaan air tanah.
08:55Dan itu juga sudah menjadi bagian dari pemikiran Bapak Pramona Anung,
08:58sehingga ketika beliau pertama kali menjabat,
09:00beliau khusus memanggil PAMJAYA
09:03untuk kemudian memastikan
09:05dalam 1-2 tahun ke depan,
09:07PAMJAYA bisa melayani 100%
09:09wilayah-wilayah di Jakarta.
09:10Sehingga apa?
09:11Sehingga tidak ada lagi warga
09:13atau badan usaha yang kemudian menggunakan air tanah.
09:18Jakarta?
Komentar

Dianjurkan