Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan keprihatinan Indonesia atas serangan Israel di Gaza pada Sabtu (31/01/2026) waktu setempat.

Mensesneg Prasetyo Hadi juga menegaskan Indonesia akan tetap membantu Palestina setelah menjadi anggota Dewan Perdamaian.

Dirinya menambahkan Presiden Prabowo juga telah memberikan masukan kepada negara-negara anggota Dewan Perdamaian atas serangan Israel.

Dalam serangan ini, sedikitnya 32 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dan tidak akan bergabung dengan pakta militer apa pun.

Prabowo menyebut pilihan untuk bersahabat dengan semua negara dengan tidak memihak sekaligus berarti tidak ada jaminan bantuan jika Indonesia dalam situasi terancam.

Sikap politik ini diyakini Prabowo bertujuan untuk melindungi rakyat Indonesia.

Di masa gencatan senjata, Israel terus melancarkan serangan ke Gaza, Palestina.

Serangan Israel ini juga akan menjadi ujian bagi Board of Peace bentukan Trump, di mana Indonesia ikut terlibat di dalamnya.

Bagaimana Indonesia dan Board of Peace harus menyikapi situasi ini, kita ulas bersama anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Syamsu Rizal dan Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana.

Baca Juga "Board of peace" Dibentuk, Mengapa Israel Hajar Gaza hingga Jadi Remuk? di https://www.kompas.tv/internasional/648023/board-of-peace-dibentuk-mengapa-israel-hajar-gaza-hingga-jadi-remuk

#prabowo #gaza #israel #boardofpeace

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/648039/blak-blakan-guru-besar-hi-dan-dpr-soal-indonesia-gabung-board-of-peace-singgung-anggaran-rp17-t
Transkrip
00:00Terima kasih yang masih bersama kami di Sapa Indonesia Malam, saya Sintia Rompas.
00:07Saudara Mensesnek Prasetyo Hadi mengungkapkan keprihatinan Indonesia atas serangan Israel di Gaza pada Sabtu waktu setempat.
00:16Mensesnek Prasetyo Hadi juga menegaskan Indonesia akan tetap membantu Palestina setelah menjadi anggota Dewan Perdamaian.
00:23Dirinya menambahkan Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan masukan kepada negara-negara anggota Dewan Perdamaian atas serangan Israel.
00:33Dalam serangan ini sedikitnya 32 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia.
00:45Ya tentu kan kita berhatiin ya masih menjadi serangan tapi bagaimanapun juga.
00:53Kita akan terus berupaya karena itu bagian dari komitmen kita bangsa Indonesia untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza dan di Palestina.
01:03Ada tapi kan melalui jalur-jalur.
01:09Sementara itu Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dan tidak akan bergabung dengan fakta militer apapun.
01:19Prabowo menyebut pilihan untuk bersahabat dengan semua negara dengan tidak memihak sekaligus berarti tidak ada jaminan bantuan jika Indonesia dalam situasi terancam.
01:31Sikap politik ini diakini Presiden Prabowo bertujuan untuk melindungi rakyat Indonesia.
01:35Tetap garis kita bebas aktif tapi non-aligned, non-block kita tidak akan ikut fakta militer manapun.
01:49Kalau kita sungguh-sungguh mau non-block, kalau kita sungguh-sungguh mau tidak terlibat dalam fakta,
02:06Kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri.
02:15Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita saudara-saudara.
02:22Percaya sama saya, nobody is going to help us.
02:29Kadang-kadang tidak gampang untuk dilaksanakan.
02:34Kadang-kadang hati kita bergejolak.
02:39Tapi kita harus senyum.
02:41Karena kita sudah memilih, akan baik sama semua untuk melindungi rakyat kita.
02:52Di masa gencatan senjata, Israel terus melancarkan serangan ke Gaza, Palestina.
02:58Serangan Israel ini juga akan menjadi ujian bagi Board of Peace,
03:02bentukan Presiden Trump di mana Indonesia ikut terlibat di dalamnya.
03:06Bagaimana Indonesia dan Board of Peace harus menyikapi situasi ini,
03:09kita ulas bersama anggota Komisi 1 DPR RI dari fraksi PKB,
03:14Syamsu Rizal dan juga Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,
03:19Prof. Hikmahanto Juwana.
03:21Selamat malam Prof. Hikmahanto.
03:23Selamat malam Pak Rizal.
03:31Prof. Hikmahanto, bagaimana Anda melihat ada serangan dari Israel
03:38dan serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata sudah disepakati?
03:47Mohon maaf, ini pertanyaan ke siapa ya?
03:49Mohon maaf tadi...
03:50Ke Prof. Hikmahanto. Silahkan Prof. Hikmahanto.
03:52Ya, jadi sebenarnya setelah gencatan senjata bulan Oktober tahun lalu,
03:59itu serangan Israel ke Hamas tetap berlangsung.
04:03Lalu kemudian setelah terbentuknya Board of Peace kemarin di Davos,
04:09ini yang memang baru pertama kali.
04:12Pertama kali serangan terjadi dan seperti biasa,
04:15saling klaim siapa yang lebih dahulu.
04:20Tetapi yang saya lihat dari berbagai media di luar negeri,
04:24bahwa ada delapan orang mungkin dari Hamas yang keluar dari banker,
04:30kira-kira seperti itu, dan itu dianggap sebagai pelaku teror oleh pihak IDF,
04:36Israel Defense Force.
04:37Nah, permasalahannya kenapa sampai ada anak-anak dan wanita yang menjadi korban?
04:44Apakah ini akan mengulang peristiwa-peristiwa sebelumnya?
04:48Dan kita tahu kemarin itu dari pihak Israel sudah menyatakan bahwa memang
04:53yang terbunuh sampai hari ini itu sekitar 70 ribu orang Palestina.
04:59Ini jadi jumlahnya sungguh sangat besar.
05:01Dan ini menjadi keprihatinan dunia.
05:04Tetapi bagi Indonesia, kita tidak cukup dengan prihatin.
05:06Karena kita kan sudah menjadi anggota dari Board of Peace.
05:10Ya, tadi Bapak Mensesnek juga sudah menyampaikan bahwa Bapak Presiden sudah melakukan kontak
05:17dengan beberapa anggota Board of Peace.
05:19Tetapi menurut saya yang paling efektif adalah kita harus melakukan kontak,
05:24Bapak Presiden harus melakukan kontak kepada Chairman.
05:26Jadi karena Chairman ini di dalam Board of Peace yang menentukan.
05:29Dan ini sangat penting sekali, jangan sampai nanti Board of Peace terbentuk,
05:36tetapi serangan-serangan Israel ke Palestina itu tetap berlangsung.
05:41Dan yang saya khawatirkan, Perdana Menteri Netanyahu beberapa hari kemarin
05:45menyampaikan bahwa dengan adanya Board of Peace bukan berarti bahwa nantinya
05:51negara Palestina ini akan terbentuk dan tidak akan ada rekonstruksi terhadap Palestina
05:56sebelum adanya penunjutan senjata terhadap Hamas seperti ini.
06:00Oke, saya ke Pak Rizal.
06:02Pak Rizal, kalau kita tahu saat ini Indonesia sudah duduk di Board of Peace
06:06bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
06:09Lalu sejauh mana kekuatan Indonesia untuk ikut membantu mencegah
06:14serangan kembali dari Israel ke Gaza?
06:17Ya, makasih banyak. Terima kasih banyak Prof, Iqmawento,
06:24mudah-mudahan sehat selalu, Pompas TV, dimanapun berada.
06:27Yang paling pertama adalah bahwa belum ada sama sekali poin jaminan
06:33terhadap keberadaan atau kontribusi atau peranan Indonesia di Board of Peace ini
06:41terutama dalam konteks masalah di Gaza.
06:44Itu belum ada jaminan sama sekali. Dari 20 poin itu, sebenarnya posisi Indonesia itu tidak kelihatan
06:51bahwa anggota dari Board of Peace ini juga akan memiliki kontribusi tertentu
06:55kecuali hanya sekadar berkontribusi aktif untuk melakukan proses rekonstruksi di daerah Gaza tadi.
07:03Sehingga ini memang menjadi tanggung jawab seorang Presiden
07:06yang kemudian memutuskan untuk masuk dalam Board of Peace itu dengan begitu banyak pengorbanan-pengorbanan
07:12termasuk pengorbanan uang senilai hampir 17 triliun itu.
07:17Tetapi, yang kita ingin lihat di sini adalah bahwa ini adalah kesempatan untuk bertemu langsung
07:23dalam suasana yang diplomasinya itu ditentukan oleh orang yang paling menentukan di dunia ini.
07:29Ini kita protes ini lebih bicara konkrit saja.
07:34Oke, tapi sebelum kita ke sana Pak Rizal, maaf saya potong.
07:37Apakah Presiden Prabowo Subianto ataupun dari pihak pemerintah
07:41sempat mendiskusikan untuk masuk ke Board of Peace?
07:45Dan tentunya ini kan yang kita tahu di pemberitaan bahwa ada uang dalam jumlah yang bisa dikatakan cukup besar
07:52kurang lebih sekitar 17 triliun rupiah.
07:55Ini apakah sudah diperbincangkan dan didiskusikan dengan Komisi 1?
08:01Sudah, beberapa kali didiskusikan bahwa terakhir beberapa waktu lalu sepulang dari Davos itu
08:07Pak Menlu langsung ke Komisi 1 dan kita diskusikan itu.
08:11Dan disetujui oleh Komisi 1?
08:14Ya, bukan dalam konteks setuju tidak setuju.
08:17Karena ini sifatnya adalah anggaran yang boleh dikategorikan itu insidentil.
08:22Jadi sifatnya menjadi diskresi Presiden lah.
08:26Jadi semacam direktif prioritas.
08:28Oke, artinya saya konfirmasi.
08:31Uang sejumlah 17 triliun itu sudah diserahkan atau disetorkan ke Board of Peace?
08:37Belum.
08:38Belum diserahkan dan sumbernya pun juga jelung jelas sampai sekarang.
08:42Jadi sifatnya itu adalah direktif prioritas.
08:45Jadi entah dari mana nanti Kementerian Keuangan yang akan mencarikan itu
08:49kemudian disimpan di Kementerian Luar Negeri atau langsung dibayarkan oleh Kementerian Keuangan.
08:55Mekanismenya juga belum ada.
08:57Tetapi prinsipnya adalah apapun yang diputuskan oleh Presiden karena beliau yang memberikan jaminan bahwa
09:03insya Allah langkah ini adalah langkah yang paling strategis.
09:07Maka mau tidak mau kita memberikan kepercayaan kepenuh kepada Presiden ini untuk memambil langkah-langkah yang dianggap perlu.
09:13Nah disini dilemanya karena kalau kita mau pada asas-asas diplomasi termasuk asas-asas pengeluaran keuangan
09:19seharusnya ini memiliki perencanaan yang jelas.
09:22Sementara perkembangannya dari pertemuan di Sheikh Al-Zamir itu kemudian ditindaklanjuti dengan November di New York
09:30kemudian banyak pertemuan-pertemuan informal lainnya itu sifatnya sangat dinamis.
09:35Oleh karena itu tidak bisa kita mengikuti dengan sistem keuangan kenegaraan sehingga kita memberikan keunangan
09:42tanda kutip keunangan semi-absolut kepada Presiden untuk menentukan langkah-langkah yang dianggap penting.
09:48Nah disinilah sebenarnya menjadi dilema karena mau tidak mau perkembangan dinamis ini mesti direspon dengan cepat.
09:54Oke, Profik kalau melihat ini kan artinya bisa dikatakan urgent.
10:00Sejauh mana Anda melihat ini urgency-nya sejauh mana?
10:04Jika Board of Peace sendiri yang sudah bertujuan untuk mendamaikan di Gaza
10:09saat ini masih terjadi serangan dan menimbulkan korban jiwa?
10:15Ya ini yang menjadi tantangan ya masalah bagi Presiden Tams sebagai Chairman
10:21karena kita tahu di Board of Peace itu Chairman itu sangat-sangat menentukan
10:26dan saat ini Chairman itu sedang menghadapi beberapa perang
10:32ada di Iran, ada di Greenland kemungkinan, kemudian juga sekarang ada di Gaza lagi muncul.
10:40Nah ini yang menjadi tantangan oleh karena itu
10:44Bapak Presiden sudah melakukan kontak dengan beberapa anggota dari Board of Peace
10:49seperti tadi dikatakan oleh Mensesnek
10:51tapi jangan lupa Menteri Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri
10:55mereka harus menyiapkan semua yang mungkin bisa dilakukan oleh Indonesia
11:00kalau kita mau bersuara di Board of Peace
11:03tapi kalau misalnya Kementerian Luar Negeri tidak melakukan apapun
11:08maka sia-sia uang 17 triliun kita belontorkan
11:12tapi tidak ada apa-apanya
11:14misalnya pada saat sekarang Indonesia bisa meminta agar Board of Peace
11:20membentuk fact-finding mission
11:21untuk menentukan sebenarnya apa yang terjadi di lapangan pada tanggal 31 Januari
11:28kedua, harus juga nanti dipastikan bahwa semua pihak tidak lagi melakukan serangan-serangan
11:35jadi harus ada
11:37tidak boleh cuma sekedar menyatakan keprihatinan atau mengutuk dana dan sebagainya
11:42tetapi harus proaktif seperti itu
11:45Pak Rizal, jika Indonesia harus proaktif
11:49sehingga bisa dikatakan dianggap oleh Board of Peace ini
11:55diakui oleh Board of Peace ini
11:57apa yang akan dilakukan, langkah konkret apa yang akan dilakukan Komisi 1 DPR
12:01untuk terus mendorong Kementerian Luar Negeri
12:03tapi dijawabnya usai jeda, tetap bersama kami di Sapa Indonesia Malam
12:06kita lanjutkan kembali diskusi di Sapa Indonesia Malam
12:17dimana di masa gencatan senjata
12:20Israel terus melancarkan serangan ke Gaza dan ke Gaza Palestina
12:24saya ke Pak Rizal
12:26Pak Rizal kalau tadi sudah ada imbauan dan juga masukan dari Provikmanto
12:31jika Indonesia harus memiliki peran yang signifikan
12:35agar bisa dikatakan dianggap, diperhatikan suara-suaranya
12:41apa yang akan dilakukan Komisi 1 DPR?
12:44apakah akan terus mendorong Kementerian Luar Negeri untuk hal ini?
12:47iya, jadi dalam rapat koordinasi kita dengan Kementerian Luar Negeri
12:54kita mencantumkan dua hal pokok yang mesti dipenuhi oleh Kementerian Luar Negeri ini
13:00dengan penuh strategi
13:01tadi catatannya Provikmanto itu sangat bagus sekali
13:04bagaimana Kementerian Luar Negeri menggunakan kesempatan yang sangat langka ini
13:09sehingga diplomasi Indonesia ini memiliki point of view baru
13:13terutama sebagai pemimpin di Global South
13:16bahwa Indonesia itu bukan negara kaleng-kaleng yang siap
13:19dengan segala resiko termasuk dengan segi pembiayaannya
13:23itu yang pertama
13:24dan Kementerian Luar Negeri
13:25mesti menyiapkan bahan yang super komplit
13:28komprehensif
13:29sehingga Presiden ini tidak mengambil langkah yang tidak benar
13:34atau tidak benar-benar mewakili kepentingan rakyat
13:36yang kedua catatan kita itu adalah
13:38jangan lupa bahwa ini akan berefek kepada posisi Indonesia
13:43bukan cuma di luar negeri
13:44tetapi juga di dalam negeri
13:46dan ini Kementerian Luar Negeri harus menyiapkan proposalnya lengkap
13:50dan menjelaskan kepada publik Indonesia
13:52bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Presiden ini
13:55adalah sesuatu yang sangat penting dan strategis
13:58yang akan menentukan kemana Indonesia nanti ke depannya
14:02dalam konteks pergaulan internasional
14:04kalau kita kecilkan sedikit dalam lingkup Board of Peace
14:08apa sebenarnya daya tawar Indonesia?
14:10apa yang dilakukan Indonesia dan juga Board of Peace
14:14ketika masuk di dalamnya?
14:16daya tawar apa?
14:18daya tawar yang paling kuat itu adalah
14:19Indonesia itu adalah negara plural
14:22yang memiliki paling banyak umat muslim
14:25dan ini sangat berpengaruh terhadap mentalnya orang Palestine
14:29itu yang dihitung menjadi mental Palestine dan mental dunia Arab
14:33oleh karena itu Indonesia selalu dijadikan sebagai
14:36first impression untuk negara-negara
14:39terutama Oki dan negara-negara Arab yang lain
14:41jadi kalau ada Indonesia
14:42warnanya jadi berbeda
14:44berbeda juga dengan Pakistan
14:46dengan beberapa negara yang memiliki muslim
14:48tetapi pengaruhnya ke Arab itu tidak terlalu sesignifikan Indonesia
14:52itulah makanya Indonesia menjadi salah satu dari 60 negara pertama
14:56yang mendapatkan undangan langsung
14:58dari chairman ini
15:00chairman Board of Peace itu
15:02Prof. Fikmanto sebenarnya kalau dari hitung-hitungan Anda
15:06dari kacamata Anda
15:07seberapa menguntungkannya Indonesia masuk dalam Board of Peace bentukan Trump ini
15:13karena kalau kita tahu saat ini Board of Peace sudah dibentuk
15:16ada Israel di dalamnya
15:18sudah ada gencatan senjata
15:20tapi serangan masih terjadi
15:22lalu apa fungsi dari Board of Peace ini?
15:24nah itu, itu yang saya minta
15:26pemerintah untuk menunda dulu
15:29ketika harus melakukan pembayaran
15:31kita lihat apa yang terjadi ke depan ini
15:34karena begini
15:35selain ada serangan terhadap rakyat Palestina
15:38masih terjadi
15:39padahal ini seharusnya dijaga betul
15:42dan yang kedua
15:43Perdana Menteri Netanyahu
15:45beberapa hari yang lalu
15:46sudah mengatakan bahwa
15:48tidak akan ada negara Palestina
15:51yang berdiri di Gaza
15:52kalau sudah seperti itu
15:54pertanyaan kita
15:55masa kita akan memasukkan uang ke sana?
15:59kalau misalnya
15:59sekarang akan ada pembangunan
16:02rekonstruksi di Gaza
16:03syarat yang diminta oleh Perdana Menteri Netanyahu
16:06adalah
16:07harus ada
16:09pelucutan senjata terhadap Hamas
16:12tapi saya yakin
16:14setelah serangan yang dilakukan oleh Israel
16:16Hamas tidak akan mau
16:17dia dilucuti senjatanya
16:19karena suatu-waktu
16:21dia harus menyerang Israel
16:23nah ini
16:23yang akan merepotkan
16:25kalaupun nanti
16:26ada dana rekonstruksi terhadap Gaza
16:28yang menurut Bapak Mendu
16:30sebesar 17 triliun
16:32pertanyaannya
16:33developernya siapa?
16:34kalau developernya ini
16:35perusahaan-perusahaan karya Indonesia
16:37hutama karya apa
16:38waskita karya semua
16:40ini kan bagus
16:41tapi
16:41yang sudah dilakukan
16:43ini dibajak oleh
16:44yang developer
16:46yang menurut
16:47siapa?
16:48Kushner
16:49menantu dari
16:51Presiden Trump
16:53itu
16:54adalah orang Israel
16:55kalau misalnya
16:56datang jatuhnya ke sana
16:57kita kan memperkaya
16:59orang Israel
17:01lalu sikap Indonesia
17:02harus bagaimana dong
17:03kalau Anda
17:04menyarankan
17:05untuk sementara waktu
17:06menunda dulu
17:07apakah ini artinya
17:08Board of Peace ini
17:09untuk sementara
17:11saat ini
17:11legitimasinya
17:12masih dipertanyakan?
17:14masih dipertanyakan
17:16meskipun kita sudah bergabung
17:18karena berdasarkan
17:19pasal 11
17:20piagam dari Board of Peace
17:21mereka yang menandatangani
17:23sudah masuk
17:24nah sekarang
17:25kan harus ada
17:26rati proses pengesahan
17:27terhadap piagam tersebut
17:28nah pengesahan itu
17:30bisa saja
17:30nantinya misalnya
17:31DPR dari masing-masing negara
17:33mengatakan tidak
17:34ya sudah
17:34jadi berarti kita keluar
17:36tidak bisa masuk
17:37nah ini sekarang
17:39di tangannya
17:39Pak Zamsul Rizal
17:41dan teman-teman
17:41di Komisi 1
17:42dan DPR tentunya
17:43untuk mengkaji
17:44secara mendalam
17:46apakah memang
17:47kita dapat keuntungan
17:48atau tidak
17:48kalau Israel
17:49terus melakukan
17:50serangan-keserangan
17:51kepada rakyat Palestina
17:53saya khawatir
17:54Bapak Presiden
17:55yang akan direpotkan
17:57karena apa
17:58publik akan marah
17:59sementara
18:00serangan tetap
18:02berlanjut
18:03tanpa bisa dihentikan
18:05oleh Board of Peace ini
18:06seperti itu
18:07oke
18:08Pak Rizal
18:09lalu
18:10apa yang akan dilakukan
18:11Komisi 1 DPR
18:12setelah
18:13hari ini
18:14kita tahu bahwa
18:15Israel masih melakukan
18:17serangan ke Gaza
18:18apa yang akan dilakukan
18:19atau akan meminta
18:21pemerintah untuk menunda
18:23sambil melakukan
18:24kajian terlebih dahulu
18:25tidak
18:27kalau itu tidak kita lakukan
18:29kita minta kepada Presiden
18:30melalui Kementerian Luar Negeri ini
18:32untuk menjelaskan
18:33posisi yang ingin
18:35dicapai secara teknis
18:36untuk ruginya maksudnya
18:37ini adalah
18:38selain posisi
18:39termasuk keuntungannya
18:40proposalnya
18:43Kementerian Luar Negeri ini
18:44adalah game changer
18:45kalau kita tidak
18:46masuk di sini
18:47maka kita kehilangan
18:48pintu utama
18:49untuk memastikan
18:50Palestine merdeka
18:51dan itu yang menjadi harapan
18:53sehingga
18:54begitu ada
18:55Palestine merdeka
18:56maka pintu satu-satunya
18:57sekarang ini adalah
18:58Board of Peace
18:59inilah yang menjadi
19:00Pak Rizal
19:01kalau misalnya
19:02Perdana Menteri Netanyahu
19:04ada di Board of Peace
19:05karena Israel di situ
19:06dan Perdana Menteri Netanyahu
19:08tidak mengendaki
19:08adanya negara Palestina
19:10yang merdeka
19:11bagaimana
19:11bahwa ini merupakan
19:12pintu masuk
19:13nah ini tugasnya
19:15dari Presiden Trump
19:16dari Chairman ini
19:18untuk
19:18karena salah satu
19:19jaminannya
19:19dari negara Arab itu
19:21bahwa ini
19:22menjadi tugas dari Amerika
19:24untuk memastikan
19:25tanda kutip
19:26memaksa
19:28Israel untuk
19:29menerima
19:29solusi dua negara tadi
19:31jadi
19:32meskipun
19:32kalau Trump
19:33lebih berpihak
19:34kepada Israel
19:35dan bagi Trump
19:36sebenarnya
19:36negara Palestina
19:38merdeka itu
19:38nomor sekian lah
19:40yang penting adalah
19:41terjadinya perdamaian
19:42di Gaza
19:42dan khawatirnya
19:44di Gaza itu
19:44nanti diisi oleh
19:45orang-orang Israel
19:47karena apa
19:48rakyat Gaza
19:48tidak bisa membeli
19:49bangunan-bangunan
19:50yang sangat mewah itu
19:52menyewa
19:52dan lain sebagainya
19:53itu yang kita juga
19:54harus pikirkan
19:55betul-betul
19:56jadi salah satu
19:57yang menyebabkan
19:58Tony Blair
19:59tidak jadi
19:59chairman
20:01dalam beropis itu
20:02adalah
20:02karena tidak ada
20:03jaminan
20:04bisa memaksakan Israel
20:05lalu untuk apa
20:07ketika jaminannya pun
20:08tidak ada
20:09untuk memastikan
20:10apa namanya
20:11perdamaian di Gaza
20:13Indonesia ikut masuk
20:14ke situ
20:15dan kita tahu
20:16anggarannya
20:17yang disiapkan
20:18cukup besar
20:1917 triliun rupiah
20:20betul
20:22dan itu secara
20:23bertahap
20:23dalam pengertian
20:24itu akan digunakan
20:25oleh
20:26beropis itu
20:26untuk melakukan
20:27rehab-recon
20:28tetapi yang paling penting itu adalah
20:29tidak ada
20:30jaminan
20:31absolut
20:32soal tujuan kita
20:34untuk
20:34palestin merdeka
20:35maka proposal ini
20:37mesti ada
20:38gain yang didapat
20:39kalau Indonesia
20:40dalam konteks diplomasi
20:41yang mesti dijelaskan
20:42oleh Kementerian
20:42Luar Negeri
20:43inilah juga yang kita
20:44tunggu
20:44penjelasan detailnya itu
20:46tetapi
20:46kita memberikan
20:47kepercayaan penuh
20:48begitu kita katakan
20:49bahwa tidak ada
20:50pintu lain selain
20:51pintu ini
20:52maka kita menyerahkan
20:53tanda kutip
20:54kepada Presiden
20:54Prabowo ini
20:55untuk mengambil
20:56keputusan strategis
20:57sambil menjelaskan
20:58kepada DPR
20:59menjelaskan kepada
21:00publik Indonesia terutama
21:01sehingga publik Indonesia
21:02tetap favorable
21:03untuk memberikan
21:04dukungannya
21:05termasuk dalam
21:06pengambilan
21:06keputusan-keputusan yang lain
21:08terutama di
21:08daerah Gaza
21:09tapi Pak Zamsur Rizal
21:11kalau boleh saya memohon
21:12kalau bisa
21:12ini kita
21:14sambil jalan
21:15karena apa
21:17opsi DPR
21:18untuk mengesahkan
21:19atau tidak mengesahkan
21:21itu harus tetap dibuka
21:22karena
21:22kalau misalnya
21:23Bapak Presiden
21:24mengatakan bahwa
21:25ternyata kita
21:26tidak bisa
21:27memberikan
21:28kontribusi
21:29yang signifikan
21:30memberikan warna
21:30terhadap kebijakan-kebijakan
21:32dari penopis
21:32maka kita harus keluar
21:34dan keluarnya itu
21:35memanfaatkan
21:36DPR
21:37yang tidak
21:38mengesahkan
21:38BOP ini
21:39sehingga
21:39Bapak Presiden
21:40punya alasan
21:41kalau misalnya
21:42beliau harus
21:43katakanlah keluar
21:44dari BOP ini
21:45karena sekali lagi
21:46dari sisi Israel
21:48selalu sudah
21:49mengatakan
21:49bahwa mereka
21:50tidak akan
21:51mau
21:51adanya negara
21:52Palestina yang merdeka
21:54justru yang ingin
21:55mereka lakukan
21:56adalah perdamaian
21:57di Gaza
21:57orang-orang Israel
21:59dan
21:59di Gaza itu
22:01kemudian bisa
22:02dikuasai secara
22:03efektif oleh
22:04otoritas di Israel
22:05layaknya di
22:07di Barat
22:07Prof
22:08Prof
22:08dan juga
22:10Pak Rizal
22:11jika memang saat ini
22:12Board of Peace
22:13dinilai
22:14tidak mampu
22:15melakukan perdamaian
22:16saat ini
22:17ketika ada
22:18gencatan senjata saja
22:19serangan masih terjadi
22:20lalu apa
22:21keuntungan Indonesia
22:23ada di situ
22:25keuntungan Indonesia
22:26ada di
22:27Board of Peace
22:28buatan dari
22:29Presiden Trump
22:29itulah yang saya
22:31pertanyakan sebenarnya
22:32Bapak Presiden
22:33sudah
22:34mengontak
22:35beberapa
22:36anggota
22:36Board of Peace
22:37tetapi
22:37belum chairman
22:38karena di dalam
22:39hal seperti ini
22:40chairman lah yang
22:40menentukan
22:41kedua
22:42yang
22:42kalau misalnya
22:43sudah ada kontak
22:44pertanyaannya
22:45bagaimana
22:46Kementerian Luar Negeri
22:48Bapak Menlu
22:49apalagi sekarang
22:50ada wamen
22:50yang mengurusi
22:51Timur Tengah
22:51bisa memberikan
22:53warna
22:53dan itu yang
22:54kemudian harus
22:54didengar
22:55dan bagaimana
22:56akhirnya
22:57Israel itu
22:58tidak melakukan
22:59serangan ke
23:00rakyat Palestina
23:01saya gak bicara
23:02soal Hamas ya
23:03ini rakyat Palestina
23:04ingat 31 orang itu
23:06itu di situ
23:07ada rakyat Palestina
23:09mungkin ada 8 orang
23:10saya tidak tahu
23:108 orang ini mungkin
23:11bisa menyelamatkan diri
23:13tapi 31 orang sipil
23:15yang meninggal
23:16nah ini yang harus
23:17diselamatkan
23:18jangan sampai
23:18terjadi hal seperti ini lagi
23:20oke
23:20Pak Rizal terakhir
23:21apa respon
23:23dari Presiden Prabowo
23:24apakah sudah sempat
23:25didengar oleh Komisi 1
23:27DPR RI
23:27ketika Israel ada
23:29di bagian
23:29Board of Peace
23:30belum
23:32kami belum menanyakan
23:33secara khusus
23:34lalu apa
23:35apa yang akan
23:36didorong Komisi 1
23:37ada dua catatan kita
23:39yang pertama
23:40DPR siap
23:42untuk menjadi
23:42bumper
23:43seperti yang disampaikan
23:44oleh Prof. Bikmanto tadi
23:45untuk menjadi
23:46bumper
23:46reasoning
23:47dari Presiden Prabowo
23:49kalau itu
23:50mengambil
23:50langkah-langkah strategis
23:51yang kedua
23:52kita minta adalah
23:53supaya
23:54Kementerian Luar Negeri
23:55ini menyiapkan
23:55proposal untuk
23:56meyakinkan
23:57rakyat Indonesia
23:58opini rakyat Indonesia
24:00itu terhadap
24:01dukungannya kepada
24:02Prabowo
24:02dan inilah yang
24:03paling penting
24:04sehingga
24:05opini ini
24:05mesti dikerjakan
24:06secara simultan
24:07jadi secara teknis
24:09kepada
24:09DPR
24:10dan kepada
24:11pihak-pihak teknis
24:12terkait
24:12yang paling penting
24:13ini adalah
24:13meyakinkan publik
24:15Indonesia
24:15bahwa langkah ini
24:16adalah
24:16langkah yang penting
24:18strategis
24:18sebagai game changer
24:20dalam penyelesaian
24:21perdamaian di Gaza
24:22oke
24:22sikat saja Pak Rizal
24:2417 triliun
24:25anggarannya betul
24:25dari APBN
24:26betul
24:28pasti dari APBN
24:29oke
24:30saya bilang tadi
24:30iya
24:31oke baik
24:32nanti kita masih akan
24:33lanjutkan
24:34sepertinya akan masih panjang
24:35dan kita juga akan
24:36melihat seperti apa
24:37Board of Peace
24:38bisa melakukan
24:40perdamaian
24:41dan juga mewujudkan
24:41perdamaian di Gaza
24:43terima kasih
24:44Pak Syamsu Rizal
24:46anggota Komisi 1
24:48DPR RI
24:48dan juga Guru Besar
24:49Hukum Internasional
24:51Universitas Indonesia
24:52Prof. Hikmanto Juwana
24:53sudah memberikan perspektif
24:54di Sampai Indonesia
24:55malam
24:55selamat malam
24:55selamat malam
24:57terima kasih
24:57selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan