Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Modifikasi cuaca menjadi salah satu pilihan pemerintah pusat atau daerah untuk mengatasi cuaca ekstrem.

Sementara itu Peneliti Klimatologi BRIN Erma Yulihastin menjelaskan modifikasi cuaca tidak menjamin pembentukan awan hujan baru.

BRIN menjelaskan bahwa modifikasi cuaca memicu kondisi awan mereplikasi diri.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

#cuacaekstrem #dipoinvestigasi #BRIN

Baca Juga Blak-blakan! Guru Besar HI dan DPR soal Indonesia Gabung Board of Peace, Singgung Anggaran Rp17 T di https://www.kompas.tv/internasional/648039/blak-blakan-guru-besar-hi-dan-dpr-soal-indonesia-gabung-board-of-peace-singgung-anggaran-rp17-t



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/648044/modifikasi-cuaca-efektif-tangkal-cuaca-ekstrem-ini-kata-brin-dipo-investigasi
Transkrip
00:00si dirinya sendiri
00:30bisa dilihat setelah ini
00:34tinggal mengisahkan
00:364 kantung ya
00:38nasional yang kemudian akan dihabiskan
00:41ditabur
00:42di awan yang berada di seluruh Sunda
00:44dan ini menjadi hal yang penting
00:46untuk kemudian dilakukan
00:47dalam respon cuaca ekstrim
00:50yang kemudian saat ini masih terus terjadi
00:52karena juga tadi sebelum kami berangkat
00:54cuaca di sekitar area
00:56Jakarta ini sangat ekstrim
00:58dan diharapkan dari proses
01:00operasi modifikasi cuaca ini setidaknya
01:02dapat mereduksi
01:03ataupun mengurangi debit hujan
01:06yang kemudian berpotensi
01:08masuk ke wilayah Ibu Kota DKI
01:10Jakarta sehingga potensi bencana
01:12seperti banjir ini dapat
01:14diantisipasi
01:15seterusnya baru saja tiba di
01:28Tandasan Udera Halim, Perdana Kusuma, Jakarta
01:30tadi pada saat
01:31turun ataupun landing
01:33memang cuaca sangat buruk ya
01:35dan turbulence terjadi beberapa kali
01:37dan pertanyaannya adalah
01:38seberapa efektif sebenarnya
01:40operasi modifikasi cuaca ini
01:42dilakukan untuk kemudian mereduksi
01:44curah hujan yang terjadi di Ibu Kota
01:46saya akan coba tanyakan
01:47secara langsung kepada pihak dari BPBD
01:50DKI Jakarta
01:50sebenarnya saya sudah bersama dengan
01:54Bapak Budi Harsoyo selaku Direktur Operasional
01:56Modifikasi Cuaca BMKG
01:58dan juga Bapak Muhammad Yohan
01:59Kapus Datin BPBD Provinsi DKI Jakarta
02:02Bapak-bapak terima kasih untuk waktunya
02:03saya ingin ke Pak Budi dulu Pak Budi
02:05saya tadi sudah mengikuti
02:06proses ataupun operasi modifikasi cuaca
02:09di Selat Sunda
02:10kalau secara teoris
02:11seberapa efektif sebenarnya
02:13operasi modifikasi cuaca ini
02:14untuk mereduksi hujan di Ibu Kota
02:16berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah
02:19rata-rata pengurangan curah hujan
02:21berhasil intervensi modifikasi cuaca ini
02:23kurang lebih sekitar 30-45%
02:2630-45%
02:28jadi intensitas curah hujan dikurangi
02:30ekstremitasnya juga kita kurangi
02:32begitu
02:32saya ingin ke payohan-payohan
02:34ketika tadi disebut efektifitasnya
02:36menyentuh angka 30-45%
02:39apakah ini sudah dapat dipastikan
02:40tidak ada banjir di Ibu Kota?
02:42baik, untuk memastikan ada tidak banjir di Jakarta
02:45tentunya kita tidak bisa berbicara
02:47berdasarkan batasan administratif
02:50bekerjanya tentu sepanjang tahun
02:52kita merapikan saluran
02:53membangun infrastruktur
02:55melakukan pengerukan
02:57namun demikian ketika cuaca ekstrim
03:01sesuai prediksi dan
03:02rekomendasi dari BMKG
03:05sesuai arahan gubernur
03:06kita ikuti arahan dari BMKG
03:08kita melanjutkan yang namanya
03:10operasi modifikasi cuaca
03:12Pak, karena disini juga cuaca hujan
03:14mungkin kita bisa wawancara di bawah
03:16sayap pesawat ya
03:17boleh kita geser dulu saudara
03:18karena cuaca ekstrim juga nampaknya
03:20masih terus terjadi
03:21dan ini hujan yang kemudian terjadi
03:23di landasan udara
03:23Halim Perdana Kusuma, Jakarta
03:25saya ingin ke Pak Budi lagi
03:27Pak Budi bahwa
03:28selain ancaman
03:30bencana banjir terkait dengan
03:32curah hujan yang tinggi
03:33tapi sebelumnya
03:34Jakarta juga diterpa
03:36fenomena bahwa
03:37permukaan air laut di Jakarta Utara
03:40itu tinggi
03:41dan menyebabkan banjir rob
03:42bagaimana kemudian
03:43kesiapan dari BPBD
03:45untuk mengantisipasi
03:46banjir yang terjadi karena rob
03:47dan juga cuaca ekstrim
03:48di akhir-akhir tahun
03:50penghujung tahun 2025
03:52itu mungkin bisa dilihat
03:54Pak Gubernur
03:56mengarahkan untuk melaksanakan
03:58api kesiap-siagaan bencana
03:59itu memang betul-betul dicek
04:01kesiapan personil
04:02termasuk bukan hanya
04:04perahu karet, pompa, dan lain-lain
04:06dan ini dirasakan betul
04:08ketika terjadi cuaca ekstrim
04:10seperti sekarang
04:11sehingga
04:12boleh dilihat
04:14banyak tim yang diturunkan
04:15pada saat penanganan
04:16penanganan
04:17hari ini ya
04:18jadi apa yang terjadi
04:20beberapa
04:21termasuk yang terjadi hari ini
04:23ini
04:24kita gak gagap
04:26untuk menanggapinya
04:27karena memang sudah
04:28terlatih, berlatih ya
04:30saudara di hadapan saya
04:45sudah ada
04:46Ibu Erma Yuli Hastin
04:47pakar klimatologi
04:48dan perubahan iklim
04:50dan juga
04:50ada Pak Joko Gunawan
04:52mereka ya
04:53seahlima dia senior
04:54pusat riset
04:54iklim dan atmosfer
04:56Bapak Ibu
04:57terima kasih
04:57untuk waktunya
04:58saya ingin ke Ibu Erma dulu
05:00Ibu Erma
05:00bahwa kita tahu
05:01prediksi
05:02dari BMKG
05:03cuaca ekstrim ini
05:04tidak hanya terjadi
05:05di akhir Januari
05:05bahkan hingga Februari
05:06dan kita tahu juga
05:08cuaca ekstrim ini
05:09tidak hanya berbicara
05:10soal hujan lebat
05:11tapi juga di sejumlah
05:13wilayah di Indonesia
05:13begitu banyak
05:14angin yang berhembus
05:15kencang
05:15analisa Brin
05:17apa yang sesungguhnya terjadi
05:18Bu
05:18di negara kita
05:19ya
05:20saya kira bisa terlihat
05:22dari
05:22penjalaran angin
05:24dari utara
05:24ini adalah angin dari utara
05:26yang berasal dari
05:27Laut Cina Selatan
05:28menuju kemudian
05:29Laut Jawa
05:30dan menuju ke
05:31Pulau Jawa
05:32gitu ya
05:32dengan sangat kuat
05:33nah kekuatan angin ini
05:35biasanya dari munsun
05:36kalau dia normal
05:37maka ini seharusnya
05:38tidak sekuat ini
05:39jadi ada penguatan
05:41fenomena itu disebut dengan
05:42cross equatorial
05:44northern desert
05:45atau change itu
05:46inilah yang sedang terjadi
05:48kemudian ada dua
05:49gangguan cuaca lagi
05:50yang terjadi
05:50yang pertama adalah
05:51siklon tropis
05:5391S
05:54yang hari ini
05:55sudah kategori 1
05:56dengan kecepatan angin
05:5875 km per jam
06:00ini persis di selatan
06:01Pulau Sumba
06:03ini ya
06:03jadi dia ada di
06:05Laut Timur
06:05inilah kemudian
06:07gangguan yang ada
06:08di timur
06:08dan ini memperkuat
06:09jadi angin yang dari
06:11utara tadi
06:13karena ada tekanan rendah
06:15yang terjadi di sini
06:16maka dia akan
06:17semakin kuatkan anginnya
06:18nah sehingga
06:19itulah yang terjadi
06:20jadi banyak
06:21angin kencang
06:23yang terjadi di berbagai wilayah
06:24kemudian gangguan yang kedua
06:25ada di sini
06:26ini baru terbentuk hari ini
06:28gitu ya
06:28ada semacam
06:30sirkulasi kecil
06:31yang kita sebut
06:32dengan small
06:33vortex
06:34jadi vortex ini adalah
06:35bibit
06:36menjadi badai tropis juga
06:37gitu ya
06:38dan itu terjadi
06:39di selatan
06:40Jawa bagian barat
06:41nah inilah
06:42ada tiga jenis
06:43yang berkaitan dengan
06:44angin
06:45sehingga
06:46angin-angin kencang
06:47yang sekarang marak terjadi
06:48itu bukan
06:49angin kencang
06:50yang biasa
06:51gitu ya
06:51tapi ada drivernya
06:54oke
06:55gitu ya
06:55ada yang memicunya
06:57gitu ya
06:57yaitu di
06:58tiga area besar ini
07:00yang ada di wilayah Indonesia
07:01apakah kemudian
07:02arah angin ini
07:03yang kemudian
07:04dideteksi oleh
07:05BRIN ini juga turut
07:06meningkatkan
07:07intensitas hujan
07:08atau mungkin ada
07:09deteksi lain
07:09betul
07:10saya mengkontifikasi
07:11hubungan antara
07:12kekuatan angin ini
07:13dengan hujan
07:14ekstrim
07:15yang terjadi
07:16pada saat
07:17pagi hari
07:18karena biasanya
07:19pagi hari
07:20hujan itu ada di sini
07:21masih di tengah laut
07:22gitu ya
07:23atau di sini lah ya
07:24di tengah laut
07:24gitu ya
07:25nah di tengah laut ini
07:26ternyata bergeser
07:27menuju ke darat
07:29nah itu namanya
07:30ada pergeseran fase
07:31fase hujan
07:32dan seharusnya
07:34hujan itu
07:34adanya di tengah laut
07:35kenapa ada pergeseran
07:36ya karena ada fenomena itu
07:38tadi
07:38yang saya katakan
07:39bahwa ada chance
07:40yang terlibat di situ
07:40artinya bahwa
07:42kekuatan angin ini
07:44punya korelasi positif
07:46terhadap
07:46peningkatan
07:47intensitas hujan
07:48sekaligus
07:49menggeser fasenya
07:50pemerintah
07:51setempat
07:52dalam hal ini
07:53Pemprov DKI Jakarta
07:54melakukan operasi
07:55modifikasi cuaca
07:56apakah hal itu efektif
07:58misalnya kita melakukan
07:59penembakan
08:00atau apa ya
08:01penurunan hujan
08:02kita paksa hujan
08:03yang ada
08:03ke Selat Sunda
08:04oh Selat Sunda
08:06ya mungkin Selat Sunda
08:06ini ditembak
08:08supaya gak masuk
08:08menjalar ke Jakarta
08:10begitu ya
08:11tapi secara teori
08:12kita mengenal
08:14ada namanya
08:14mikro ya
08:15secara mikro
08:16dan meso
08:17itu ada kondisi
08:18dimana awan itu bisa
08:20mereplikasi dirinya sendiri
08:22nah itu disebut dengan
08:23cold pool
08:24awan hujan
08:25yang sudah turun di sini
08:26luruh
08:27menghasilkan awan hujan
08:29yang baru
08:29jadi itu menjalar
08:31jadi awan yang di sini
08:32udah selesai
08:33hujannya nih
08:33udah luruh nih
08:34menghasilkan awan yang depannya
08:36hujannya luruh
08:37menghasilkan awan lagi
08:38di depannya
08:39terus menerus
08:39seperti itu
08:40sehingga masuk ke darat
08:41jadi kalau kita memaksa
08:44ada apa hujan
08:46biar turun di sini
08:46tidak menjamin
08:48dia gak akan
08:48menghasilkan awan
08:50hujan yang baru
08:50gitu
08:50paham gak di sini
08:52betul artinya
08:54misalnya kalau awan
08:55di sini dihilangkan
08:55bukan berarti
08:56tidak muncul awan
08:57di sebelah
08:57apalagi
08:58anginnya sedang kuat masuk
09:00gitu
09:01jadi kecuali
09:02kondisinya gak
09:03gak lagi ada angin
09:04tenang dan seterusnya
09:05itu efektif
09:06mungkin itu signifikan
09:07dari paparan yang disampaikan
09:08oleh Bu Erma
09:09mungkin masukkan
09:10kepada publik
09:12untuk kemudian
09:13mengantisipasi
09:14risiko-risiko yang mungkin
09:15terjadi
09:15seperti apa
09:16ya saya gila
09:17karena ada
09:19gangguan cuaca
09:20dan masih belum terakhir
09:21begitu ya
09:21tinggal yang tinggal
09:22di sekitar das
09:23itu sudah mulai
09:24harus mawas diri
09:26tetap harus menjaga
09:27apa
09:28siap-siap
09:29mengevakuasi diri
09:30terutama kalau sudah
09:31berlangsung
09:323 jam lebih
09:33itu hujannya
09:35deres banget
09:35dan tengah malam
09:37misalnya ya
09:38malam hari
09:38kemudian tinggal
09:40di sekitar das
09:40nah itu harus bersiap
09:42dengan evakuasi mandiri
09:43saya ingin ke
09:44Pak Joko
09:44bahwa tadi
09:45sebelum kita berbincang
09:47juga Pak Joko
09:48sudah memperlihatkan ya
09:49bahwa Pak Joko
09:49sudah pernah bahkan
09:51melakukan operasi
09:52modifikasi cuaca
09:53sejak tahun 1980-an
09:55apakah Pak Joko
09:56juga sepakat
09:57dengan Bu Erma
09:58bahwa ketika melihat
09:59apa yang kemudian terjadi
10:01fenomena saat ini
10:01OMC
10:02itu bisa dikatakan
10:04tidak terlalu efektif
10:04Pak Joko
10:052011
10:06kami dulu
10:08belum brain
10:08itu BBT
10:09justru mengembangkan kompetisi
10:11jadi menghambat
10:13pertumbuhan awan
10:16jadi sebelum awan terbentuk
10:18itu kita
10:18hambat malah
10:19ya jadi ini
10:20drone dengan
10:23tipe
10:23vertical takeoff landing
10:25jadi tidak tergantung
10:28landasan
10:28dan tidak menggunakan
10:30pesawat
10:30iya dan
10:31karena pesawat kan
10:33high risk ya
10:35apalagi
10:35cuaca es krim
10:37es krim seperti ini kan
10:39kita cari yang selamat
10:41kemudian efektif
10:42dan efisien tadi
10:44dan ini
10:44sebetulnya bisa
10:46kami
10:46rekomendasikan
10:49untuk digunakan
10:50untuk
10:50mengurangi hujan
10:51atau
10:51menghambat
10:54pertumbuhan awan
10:55drone tadi
10:56artinya membawa
10:57material ini Pak
10:58iya
10:59oke mungkin bisa dijelaskan
11:00tabung ini
11:00fungsinya apa
11:01jadi ini adalah
11:02garam yang
11:04dipadatkan
11:05dipadatkan
11:06kemudian
11:07dengan adanya
11:09oksidator
11:11itu terbakar
11:12burning
11:12seperti kayak
11:13petasan atau
11:14apa itu kemampi
11:16flare ya
11:16oke
11:16iya flare atau kemampi
11:18artinya sederhananya Pak
11:19mungkin agar publik juga
11:21mengetahui dengan
11:22lebih mudah
11:23alat ini
11:24ataupun
11:25tabung ini
11:26dibawa ke atas
11:27dengan menggunakan drone tadi
11:28kemudian ketika sudah
11:30mencapai atas
11:31terbakar
11:32mungkin di
11:33sebelum sampai ke atas
11:34malah
11:34di awan-awan kecil
11:36dan di bawah awan
11:37artinya
11:37saya sederhanakan
11:38800 kg
11:39garam
11:40yang dibawa pesawat
11:41itu setara dengan
11:42satu tabung ini
11:43iya
11:43lebih efektif
11:44tidak tergantung dari
11:46bandara
11:46dan
11:47satu lagi bisa
11:4824 jam
11:4924 jam
11:50MPRF juga mengakui
11:57bahwa sistem
11:58dry naso di Jakarta
11:59ini memang perlu
11:59dibenahi karena
12:00sudah tidak baik lagi
12:01sangat mengakui
12:02kita koordinasi dengan
12:11saintis dari BMKG
12:12awan mana yang bisa
12:14untuk disemai
12:14selamat menikmati
12:16selamat menikmati
12:17selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan