00:00Kencang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan,
00:04sebuah mobil tertimpa atap seng rumah.
00:13Mobil ini tertimpa atap rumah yang terbuat dari seng akibat cuaca buruk.
00:18Atap mobil rusak parah.
00:20Tetapi insiden tidak menelan korban jiwa.
00:23Pengemudi dan penumpangnya termasuk balita selamat meski mengalami trauma.
00:27Cuaca buruk yang melanda wilayah Bulukumba, Sulawesi Selatan,
00:31juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.
00:35Salah satunya di Jalan Translawesi di Kecamatan Rilauale.
00:39Pengendara sepeda motor yang sedang melintas tertimpa pohon tumbang.
00:51Saudara setelah terjebak di laut selama lebih dari 7 jam,
00:5512 pemancing berhasil dievakuasi tim SAR dari perairan Lamaru Balikpapan dengan selamat.
01:04Akibat cuaca buruk, 12 pemancing terjebak di perairan Lamaru Balikpapan
01:09saat sedang mencari ikan pada minggu malam.
01:12Mereka tak bisa kembali ke darat karena tiba-tiba angin kencang dan ombak tinggi menghantam,
01:18sehingga kapal yang mereka tumpangi tak bisa berlayar.
01:20Setelah lebih 7 jam terjebak di laut,
01:2412 pemancing akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR menggunakan kapal karet.
01:30Meski para pemancing ditemukan dalam kondisi kedinginan dan mulai kelelahan,
01:34namun seluruhnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
01:38Pada Senin pagi, seluruh pemancing tiba di dermaga somber
01:42dan bisa kembali pulang ke rumah masing-masing.
01:44Satu tim resku dari kantor SAR Karetpapan segera bergerak pada pukul 1.30 atau 15 menit setelah menerima informasi
01:52dan Alhamdulillah pada pukul 03.10 waktu Indonesia Tengah,
01:59perombokan berhasil kami temukan dan segera kami evakuasi.
02:05Seluruh korban berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat dengan total jumlah 12 orang.
02:11Sebelumnya, para pemancing berangkat ke perairan Lamaru untuk mencari ikan pada 1 Februari minggu pagi.
02:19Rencananya mereka sudah kembali ke dermaga pada minggu sore.
02:23Namun cuaca buruk membuat mereka terjebak di laut selama lebih dari 7 jam.
02:29Iskandar Amir Dahlan, Kompas TV, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Komentar